00:00Kembali di kompas ya Saudara Pemerintah Kota Jambi memperlakukan kebijakan work from home atau WFH
00:06bagi ASN yang tengah hamil dan rentan mengalami gangguan pernafasan.
00:11Kebijakan diambil menyusul kualitas udara Kota Jambi dalam level sangat tidak sehat.
00:17Pemerintah Kota Jambi memberikan kelonggaran bekerja dari rumah bagi ASN yang tengah hamil.
00:22Kebijakan diterapkan sebagai langkah perlindungan kesehatan di tengah memburuknya kualitas udara akibat karhutlah.
00:29Terutama saat indeks standar pencemaran udara atau ISPU menunjukkan tingkat pencemaran membahayakan bagi kesehatan.
00:37Tidak hanya pegawai yang tengah hamil, longgaran WFH juga diberikan pada ASN yang mengalami infeksi saluran pernafasan akut.
00:46Kebijakan diharapkan dapat meminimalkan resiko gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap pekat.
00:59Kebijakan diharapkan ada yang sudah memasuki lebih besar dan lain-lain.
01:05Nah, intinya dengan kondisi udara sudah di ratus 200 ini,
01:10ya kami instruksikan juga sesuai dengan lain-lain seorang diri itu untuk meliburkan diri juga,
01:16terutama juga untuk mungkin kegiatan aktivitas, mungkin guru dan lain-lain,
01:22dan petugas pendidik yang amin dan lain-lain itu, petugas kesehatan lebih baik di rumah.
01:27Termasuk juga untuk seluruh masyarakat juga.
01:30Pada saat ini kan sudah diintruksikan seluruh warga masyarakat untuk menguas padai tentang kondisi cuaca di kota Jambi.
01:41Kabut asap melimuti kota Jambi mulai berkurang.
01:44Kondisi ini terlihat dari kawasan Simpang 4, Lampu Merah, Telanai, Pura,
01:49menuju kompleks perkantoran Gubernur Jambi.
01:52Warga menyebut kondisi hari ini jauh lebih baik dibandingkan hari sebelumnya.
01:57Meski kabut asap mulai berkurang, warga diimbau untuk waspada dan mengenakan masker,
02:03terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
02:11Informasi selengkapnya kita telah terhubung dengan Jurnalus Kompas TV, Ratna Sari di kota Jambi.
02:17Ratna, untuk saat ini bagaimana pantauan kabut asap di sana dan apakah masih dalam level sangat tidak sehat?
02:27Ya saudara, seperti yang terlihat di belakang saya inilah suasana kualitas udara pada siang hari di kompleks perkantoran Gubernur Jambi.
02:35Memang terlihat di belakang saya masih ada kabut asap,
02:37namun dengan sangat tipis bila dibandingkan beberapa hari kemarin.
02:42Memang kalau kita lihat beberapa hari kemarin kabut asap di komplekskan kantor Gubernur Jambi ini sangat pekat.
02:50Namun hari ini kabut asap sudah mulai berkurang saudara.
02:54Ini juga turut dirasakan masyarakat di mana mereka mengaku bahwa hari ini matahari sudah mulai terlihat bila dibandingkan beberapa hari
03:02kemarin.
03:03Di mana matahari pun tidak terlihat sama sekali.
03:07Sudara, selain itu juga dampak kebakaran hutan dan lahan ini menyebabkan kasus infeksi saluran penapasan atau ISPA melonjak.
03:14Di mana saat ini berdasarkan catatan dinasihat setan kota Jambi ada sekitar 10 ribu atau mendekati 11 ribu kasus ISPA.
03:23Dengan rata-rata pasien mulai anak-anak, dewasa hingga langsia.
03:27Sementara dari catatan Pukesmas Putri Ayu mencatat pada akhir September kemarin, total kasus ISPA atau pasien ISPA yang berobat ke
03:35Pukesmas berjumlah 800 pasien.
03:42Ya Rat, nantus saat ini kabut asap telah berkurang di kota Jambi.
03:46Lalu seperti apa informasi terkait dengan sejumlah kota lain ataupun kabupaten lainnya?
03:53Ya saudara, kalau memang kita melihat kabupaten lainnya seperti Muaro Jambi, Tebo, Batanghari, dan juga kabupaten lainnya.
04:01Di mana memang kalau kita melihat mengacu kepada dampak kabut asap ini.
04:05Di mana memang sejumlah kabupaten yang saya sebutkan tadi menerapkan pembelajaran jarak jauh atau PJJ bagi siswa-siswi.
04:12Siswi yang berada di kelas EKA, SD, PAUD, hingga SMA dimanang kualitas udara di Jambi.
04:20Meskipun kabut asap ini sudah berkurang namun kualitas udara di Jambi belum sehat.
04:27Oke baik, terima kasih atas laporan Anda Jalas Kompas TV, Ratna Sari dari Kota Jambi.
04:33Terima kasih atas laporan Anda.