- 7 jam yang lalu
- #pelantikan
- #istana
- #lantik
KOMPAS.TV Direktur Eksekutif TRIAS Politika Strategis, Agung Baskoro menyoroti rencana pelantikan sejumlah menteri, wakil menteri hingga pejabat militer yang dijadwalkan berlangsung hari ini, Kamis, 15 Oktober 2026, pukul 15.00 WIB.
Siapa saja sosok yang akan dilantik?
Sahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV
Jangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.
Subscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV.
#pelantikan #istana #lantik
Baca Juga FULL! Dinkes Madiun Catat 9.700 Kasus ISPA hingga September 2026, Kondisi Cuaca Ekstrem Jadi Pemicu di https://www.kompas.tv/regional/696183/full-dinkes-madiun-catat-9-700-kasus-ispa-hingga-september-2026-kondisi-cuaca-ekstrem-jadi-pemicu
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/696184/full-agung-baskoro-soroti-adanya-pelantikan-menteri-wamen-pejabat-militer-siapa-saja-sosoknya
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Anda masih menyaksikan Merkin News bersama saya Muhammad Syariza, saudara-saudara hari ini rencana istana juga akan melantik Menteri, Wamin
00:08dan juga Pejabat Militer.
00:09Walaupun demikian kita juga akan masih menunggu seperti apa nantinya jalannya pelantikan pada pukul 14 waktu Indonesia Barat yang nantinya
00:14dijadwalkan di sana.
00:16Lebih lengkapnya saudara kita juga telah bergabung melalui sambungan Zoom untuk membahas terkait dengan pelantikan Menteri, Wakil Menteri dan juga
00:22Pejabat Militer
00:23dengan Mas Agung Baskoro selaku Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis.
00:27Selamat siang Mas Agung
00:30Selamat siang Mas Reja, Pak Mirsa semua
00:33Mas Agung, ini ada kejutan-kejutan kalau kata jurnalis kompastif kami jurnal-jurnal yang ada di istana dari Presiden Prabowo
00:39Subianto
00:40yang kabarnya akan ada pelantikan pada pukul 14 waktu Indonesia Barat nanti.
00:44Ada dua pejabatannya yang juga telah hadir adalah Jan Richard Tampu Bola dan juga Majen Kristomisi Anturi.
00:49Anda melihatnya seperti apa? Apakah memang ini nantinya dari pejabatannya ini akan juga diganti
00:56atau ada pelantikan-pelantikan lainnya atau seperti apa?
00:58Dan siapa saja yang nantinya akan dilantik menurut pandangan dari Mas Agung?
01:03Ya, ya. Pertama memang ini sekuen kelanjutan ya Mas Reza ya.
01:09Dari reshuffle sebelumnya yang kita tahu mengganti Pak Kapolri.
01:13Kemudian ditempatkan menjadi Kepala KSP.
01:17Nah sekarang ada pergantian, ada beberapa pejabat TNI Angkatan Darat yang muncul di depan layar kita ya.
01:24Pak Kasum, Pak Pangdam Radian Intan Lampung ya seperti itu.
01:30Yang saya pikir ini penanda bahwa Presiden sedang mengaktifasi hak prerogatifnya untuk ya dalam konteks Panglima Tertinggi ya.
01:39Ya, jadi setelah Kapolri kemudian sekarang menyasar institusi TNI.
01:44Tapi memang yang saya dengar dalam sebuah perbincangan spekulatif yang mengemuka posisi-posisi seperti wakil Panglima TNI ya.
01:54Seperti itu. Kemudian juga ada Kepala BNPB ya.
01:59Kemudian ada deretan Wakil Menteri-Wakil Menteri yang kita nanti tunggu posisinya apa saja.
02:06Apakah benar ada Wakil Menteri Pertahanan, Wakil Menteri Pertanian ya.
02:11Nah karena memang informasinya terus berubah Mas Reza.
02:15Jadi kita secara bertahap akan melihat siapa saja yang nanti akan datang di istana ya.
02:23Tapi yang jelas ini sekuen kelanjutan ya.
02:26Karena kita tahu jelang 2 tahun pemerintahan ada banyak hal-hal yang perlu dievaluasi secara mendasar.
02:32Termasuk ketika kemarin ada OTT KPK ya di BNPB ya.
02:36Jadi segera ini juga merespon situasi-situasi darurat ya.
02:41Karena ini di luar dugaan ketika bencana mengemuka, merebak di mana-mana.
02:45Kok ada tindak tanduk korupsi di sana seperti itu.
02:49Sungguh kita sayangkan dan ini memprihatinkan lah karena dana bencana soalnya.
02:57Dan yang terdampak juga luar biasa sangat berat kan yang harus mereka hadapi nah malah dikorupsi seperti itu.
03:02Jadi respon cepat ini juga bagian dari aktifasi hak prerogatif presiden supaya publik bisa ya tetap menjaga ya.
03:12Menerima reputasi citra pemerintah yang memang kita tahu sedang mengalami laju penurunan tingkat kepuasan publik.
03:18Seperti itu sehingga ini sedikit banyak bisa meredam itu dan dalam ternyata petik ya semoga bisa meningkatkan ya kinerja masing
03:26-masing di posisi yang nanti baru akan dilantik.
03:29Mungkin sebagai pengantar begitu Mas Reza.
03:30Iya respon cepat pemerintah karena memang terkait dengan kalau kita bahas satu persatu gitu ya Mas dari mulai struktur BNPB
03:39sendiri.
03:39Kita tahu bahwa adik kepala BNPB ini juga menjadi tersaka dan ditetapkan oleh KPK begitu.
03:45Lalu ini menjadi respon cepat seperti Mas Agung sampaikan.
03:49Menurut Mas Agung siapakah sosok yang nantinya akan menjadi kepala BNPB jika memang itu terjadi?
03:57Iya tadi kalau misalkan mengacu pada figur-figur yang datang yang memang saya dapatkan secara spekulatif ya bisa jadi saya
04:05salah.
04:05Kalau untuk Pak Richard Tampu Bolon, Wamenhan ya.
04:09Kemudian Pak Christo Mesianturi, kepala BNPB semacam itu.
04:15Nah yang lain saya belum berani nih karena belum ada yang muncul juga di luar.
04:20Betul, betul.
04:20Makanya saya harus menunggu dan kita semua menanti kira-kira siapa.
04:25Tapi seringkali memang reshuffle ini mengemuka karena tiga alasan Mas Reza ya.
04:30Karena pertama alasan-alasan politis yang itu kental sekali ya muatannya ketika membentuk Kabinet Merah Putih di masa sekarang.
04:38Bagaimana perimbangan proporsi koalisi ya kemudian oposisi dalam tanda petik ataupun konstitusi ataupun organisasi-organisasi yang memang dianggap punya basis
04:50masa ya.
04:51Punya pengaruh besar seperti itu.
04:53Nah yang kedua dimensi teknokratis.
04:55Soal keterlibatan kaum teknokrat profesional agar Kabinet ini ya walaupun bukan zakat Kabinet tapi mampu ya merespon banyak soal dan
05:03bisa menyelesaikan itu.
05:05Yang ketika dimensi-dimensi yuridis ya soal-soal hukum soal-soal mungkin ada kasus yang mengemuka dan kita melihat anggota
05:13Kabinet sekarang ada satu ya ataupun dua orang yang memang dalam tanda petik sedang dalam tanda petik nih Mas tersangkut
05:22kasus.
05:23Yang itu memang hari ini baru kita lihat menyasar memang kemarin ATR ya.
05:32ATR BPN kemudian juga sekarang BNPB.
05:36Jadi respon-respon ini yang kita tunggu dan ada banyak masalah juga yang belum tuntas.
05:41Misalnya soal karhutlah nih kebakaran lahan dan hutan yang belum selesai-selesai.
05:44Nah Bumi kan ingin ada respon cepat nih dari Menteri Kehutanan, Kementerian Lingkungan dan seterusnya supaya kejadian kayak gini gak
05:54berulang-ulang terus deh.
05:56Rakyat kasian gitu ya apalagi parah sekali dampaknya seperti itu.
06:01Atau memang soal-soal ekonomi kita ya bagaimana solusi dari Menteri-Menteri Ekonomi supaya ekonomi kita terakselerasi.
06:09Jadi capaian dan arahan presiden supaya ekonomi tumbuh dan nanti di akhir bisa 8% itu tercapai.
06:14Nah sekarang kan posisinya ya stabilitas harga sembako masih fluktuatif.
06:19Lapangan kerja ya masih kurang gitu.
06:23Terus juga daya beli turun.
06:25Nah ini gimana? Solusi dari Menteri-Menteri Ekonomi.
06:27Dan saya lihat memang sequen reshuffle ini akan terus berlangsung sampai nanti jelang 20 Oktober atau bahkan setelah itu.
06:35Sampai pada form dimana kabinet ini fit and proper untuk merespons semua aspirasi publik.
06:41Seperti itu mas.
06:42Iya. Kalau kita membedah satu persatu yang tadi pernyataan dari Mas Agung.
06:46Kalau misalnya dari legend Richard Tampu Bolon, ini Wamen Han, lalu juga Kristome Sienturi, kepala BNPB.
06:53Walaupun kita juga masih menanti apelantikan itu dilaksanakan di istana siang ini.
06:58Yang rencananya juga akan dibelar di sana.
06:59Nah kecakapan apa kalau menurut Mas Agung dari kepala BNPB yang saat ini juga sedang hangat menjadi perbincangan.
07:06Apalagi Karhutlah juga masih melanda sejumlah wilayah di Indonesia.
07:11Yang ini juga berdampak bagi banyak masyarakat Indonesia khususnya.
07:15Apa yang memang membuat Mas Agung menyatakan bahwa Majen Kristome Sienturi ini menjadi kepala BNPB.
07:25Apa yang dilihat dari sosok Kristome Sienturi?
07:29Iya. Saya tadi menyampaikan di awal ada perbincangan spekulatif ya di kalangan awal media semacam itu yang itu saya terima.
07:37Nah bisa jadi benar bisa juga tidak.
07:39Tapi kita tahu bahwa menjadi kepala BNPB memang membutuhkan pengalaman panjang ya.
07:44Apakah soal teritorial, apakah soal mengorganisir ya stakeholder kebencanaan ataupun stakeholder militer ataupun sipil dengan optimal semacam itu.
07:55Termasuk juga punya chemistry karena ini kan bekerja bersama presiden maupun eksekutif lain dan nanti akan berkomunikasi dengan stakeholder lain
08:03seperti legislatif dan lembaga-lembaga negara lain.
08:06Jadi harus punya kepiawan komunikasi publik kemudian komunikasi politik yang mumpuni Mas Reza.
08:14Karena jangan sampai pergantian ini menjadi sekuen yang berulang dan dalam waktu yang dekat ya.
08:22Karena kalau terus berubah-ubah orangnya, figurnya, pemimpinnya nanti yang di bawah bisa jadi malah disorientasi semacam itu.
08:29Walaupun memang ini organisasinya dalam tanda betik ya komando seperti itu.
08:34Tapi kan lebih baik kalau misalkan ketika kita memimpin sebuah lembaga apalagi lembaga negara, stabilitas itu terwujud ya.
08:43Jadi tukar-menukar ataupun pergantian pimpinan itu nggak sering mengemuka.
08:48Karena kalau kita ingin membangun sistem yang baik ya, sistem yang optimal ya otomatis ini perlu dikawal dari awal supaya
08:55apa?
08:56Supaya bisa memberikan dampak-dampak positif kepada semua bukan hanya di internal birokrasinya ya secara administrasi tapi juga ke eksternal,
09:04ke publik.
09:05Jangan sampai BNPB-nya malah sibuk ngurusi ke dalam karena habis di OTT malah fungsi-fungsi keluar bagaimana misalkan Karhutla
09:12malah jadi terhambat semacam itu.
09:14Nah saya kira sosok-sosok yang memang mumpuni bisa mengemuka dan harapannya ya yang dipercaya ini bisa dalam tanda betik
09:24nih.
09:24Sesuai harapan presiden ya amanah karena jangan sampai malah membuat masalah lagi.
09:29Dan ini bisa membuat ya citra reputasi kabinet malah tercederai seperti itu.
09:33Menarik statement dari Mas Agung Baskoro, Direktur Sekutif Trias Politika Strategis terkait dengan figur.
09:39Figur dari Kristomisi Anturi.
09:43Tapi nanti kita juga akan bahasnya terkait dengan seperti apa?
09:46Figur Mejeng Kristomisi Anturi yang tadi beredar informasi yang Mas Agung sampaikan bahwa menjadi kepala BNPB.
09:54Walaupun kita juga masih menunggu.
09:56Seperti apa nanti pelantikan akan digelar di istana.
09:59Tapi ditahan dulu terkait dengan pernyataannya.
10:02Kita akan jelasin jenak.
10:03Saudara, Anda pastikan masih di Breaking News Kompas TV.
10:06Dan Saudara, soal pelantikan Menteri Wakil Menteri dan juga Pejabat Militer kita juga masih bergabung
10:11dengan Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis ada Agung Baskoro.
10:15Mas Agung, ada lagi sosok yang telah tiba di istana Presidennya, Direktur IPBW Alim Setiawan Selamet.
10:22Ada informasi juga beliau akan menjadi wamentan.
10:26Walaupun demikian kita juga masih menantikan pelantikan tersebut nanti.
10:29Yang rencana akan digelar pukul 14.00 di Sya Barat.
10:31Dan ada informasi terbaru pukul 15.00 pelantikannya.
10:34Nah, sebelum kita membahas soal rektur IPB yang juga telah tiba di istana Presidennya Jakarta.
10:40Sebelum jadi iklan, saya juga sempat bertanya kepada Anda soal figur dari Majen Kristomesi Anturi.
10:47Bagaimana Anda melihatnya?
10:49Ya, beliau kalau saya baca sekilas ya profilnya memang sempat diamanai sebagai Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat.
10:56Kemudian Kepala Dinas Penerangan TNI ya.
11:01Jadi, komunikasi publiknya kita tahu cukup cakep gitu ya.
11:05Dan harapannya BNPB ke depan bisa lebih atraktif ya, orkestratif ketika berkomunikasi dengan publik.
11:11Menyampaikan capaian-capaian yang sudah dan rencana-rencana yang akan dilakukan untuk misalkan dalam konteks penanganan karhutlah yang komprehensif ya.
11:19Sehingga memang empatnya bisa diminimalkan seperti itu.
11:23Karena publik hari ini terus berteriak di timeline, di mana-mana, agar penanganannya bisa terakselerasi.
11:30Apakah misalkan ada rekomendasi misalkan dari beliau untuk meningkatkan status kebencanaannya,
11:35ya supaya semuanya bisa membantu kita ya, membuat penanganannya sehingga lebih cepat seperti itu.
11:41Nah, hal lain saya kira ketika beliau menjadi pangdam, itu juga sebuah pengalaman yang luar biasa ya.
11:48Karena beliau mengelola teritori ya, dalam konteks ini di Lampung semacam itu.
11:52Jadi bukan hanya di internal ya TNI dia cakap, tapi juga di eksternal dalam konteks memimpin langsung pasukan itu sudah
12:00juga pernah dilakukan.
12:01Dan dalam konteks kebencanaan, ini penting Mas Reza ya.
12:05Karena beliau harus berhadapan langsung dengan situasi-situasi yang dinamis, situasi-situasi yang darurat, dan butuh respon yang cepat.
12:12Nah, seperti itu ketika beliau nanti menjadi kepala BNPB, harapannya sinergi dan kolaborasi antara militer, sipil untuk menangani Karhutla ini
12:21bisa terjalin dengan baik.
12:23Dan harapannya beliau bisa ya, mengoptimalkan semua resursi sebaik dari dalam maupun dari luar negeri untuk memastikan penanganan Karhutla bisa
12:31maksimal seperti itu.
12:33Karena memang Karhutla saat ini juga menjadi perhatian publik begitu ya, Mas Agung.
12:38Nah, dari figur Mejeng Kristomis Yanturi yang tadi Mas Agung sampaikan menjadi kepala BNPB, walaupun kita juga masih menantikan pelantikan
12:48itu berlangsung.
12:49Lalu bagaimana dengan figur dari legend Richard Tampo Bolon, dari pandangan Anda?
12:54Ya, matis ya ini figur kasum ya, kepala staf umum.
12:59Memang kita tahu bukan orang sembarang semacam itu, tapi yang jelas karir panjang di Angkatan Darat bisa sedikit banyak ya,
13:06memastikan peran beliau di Kementerian Pertahanan bisa optimal.
13:10Malah apalagi ada perluasan ya, daerah-daerah komando daerah militer ya, yang memang arahannya bisa membantu capaian pemerintah untuk memastikan
13:19kedaulatan pangan, energi, ataupun air itu bisa terwujud, Mas Reza.
13:25Jadi, saya melihat arahan TNI ini punya perluasan peran ya, bukan hanya merambah di ranah militer, tapi juga ke arah
13:33sipil gitu, walaupun ini perlu dibatasi.
13:35Ya, jangan sampai sipil yang memang punya peranan utama di sana, malah fungsinya jadi nggak maksimal.
13:42Karena kan untuk membahas soal pangan, kita tahu ada Kementerian Pertanian.
13:46Membahas soal energi, ada Kementerian ISDM.
13:49Kemudian soal air, mungkin ada Kementerian PUPR semacam itu.
13:52Nah, bagaimana nih woman Han ini bisa berkolaborasi dengan sipil tadi, ya supaya masing-masing tupok si Kementerian maupun Kementerian
14:02Pertahanan sendiri tidak saling tumpang tindi.
14:05Ya, kemudian juga ini harus dikomunikasikan ke publik supaya tidak ada trauma-trauma masa lalu soal misalkan duifungsi ya TNI
14:11semacam itu,
14:12yang memang dikhawatirkan bisa ya membuat ya demokrasi kita dalam tanda petik terganggu semacam itu.
14:19Sehingga itu menjadi peranan krusial dari menhan ke depan, sehingga bisa ya memastikan fungsi-fungsi Kementerian Pertahanan optimal,
14:31karena utamanya adalah menjaga pertahanan kita, keamanan kita semacam itu.
14:35Fungsi lain yang melengkapi, termasuk soal bagaimana membuat Indonesia berdaulat ya secara pangan, energi, air, dan seterusnya seperti itu.
14:43Apapun kejabatan nantinya akan diterima oleh kedua pejabatan ini, tadi juga ada statement bahwa mereka siap untuk mengembang amanah yang
14:52diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto.
14:54Lalu juga ada sosok yang tadinya hadir juga, di sosok ketiga yang hadir di istana Presidenan ada Rektor IPB, Alim
15:02Setiawan Selamat.
15:03Anda melihatnya sosok ini tadi seperti Anda sebutkan bahwa di perbincangan sebelumnya ada tiga hal di mana ada alasan politis,
15:09keterlibatan komprofesional,
15:11soal-soal hukum yang harus dengan respon cepat diambil oleh pemerintah begitu.
15:18Kalau Rektor IPB, Alim Setiawan Selamat, dari prediksi Anda, atau informasi yang Anda temui begitu, akan mengembangkan apa?
15:29Ya, dugaan ataupun perbincangan spekulatif di teman-teman media ya, itu memang beliau di posisi sebagai Wakil Menteri Pertanian, Mas
15:37Reza ya.
15:38Karena background check-nya juga mengarahkan ke sana.
15:42Ya, dari Institut Pertanian Bogor ya, S1-S2-nya, S3-nya di Ehime University di Jepang semacam itu, fokusnya soal
15:50supply chain ya.
15:51Jadi tadi sekilas saya lihat link-innya, kemungkinan ya momentan gitu, karena posisi itu juga kosong, ditinggalkan oleh Mas Sudaryono
15:59yang sekarang menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional.
16:02Nah, ya ini mungkin dianggap sebagai seorang teknokrat ya, sebagai seorang akademisi, yang harapannya bisa memastikan ya,
16:10rantai pasok pertanian kita, produk-produk pertanian kita, bisa diakses, bisa menjadi produk yang handal, berkualitas ketika nanti di tangan
16:21beliau.
16:21Karena ini menjadi figur yang saling melengkapi dengan Pak Amran Sulaiman, Mas Reza ya.
16:27Jadi, kalau Pak Amran mungkin agak ngegas, nah ini Pak Rektor bisa jadi agak ngerem ya.
16:34Agak cooling down begitu ya.
16:37Fokus memastikan sistem di internal Kementerian Pertanian solid ya, kemudian fungsi-fungsi teknokratiknya lebih optimal lagi ya.
16:46Karena apa? Karena ini semua kan harus dibuat sistematisasi secara baik ya, sehingga nanti efeknya bisa memberikan ya snowball effect
16:55kepada petani, ya masyarakat, maupun pihak-pihak lainnya seperti itu.
16:59Oke, baik. Ini kita juga masih menantikan siapa-siapa saja Mas Agung yang nantinya akan tiba di sejarah kepresidenan, tapi
17:07sebelum itu kita harus jeda sejenak perbincangan dengan Mas Agung Baskoro, Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis.
17:12Masih akan kami lanjutkan usaha jeda, tetaplah bersama kami.
17:15Anda masih menyesuaian Breaking News bersama saya Muhammad Syah Reza.
17:17Saudara, melalui sambungan Zoom kami juga masih bergabung dengan Agung Baskoro, Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis.
17:24Mas Agung, terima kasih. Masih bergabung bersama kami di Breaking News Kompas TV.
17:28Mas Agung, tadi sebelum jeda iklan kita juga berbincang soal sosok dari Rektor IPB, Alim Setiawan Selamat,
17:35yang menurut informasi yang Anda peroleh bahwa ini menjabat sebagai duganya sebagai wamentan,
17:41yang dianggap sebagai pelengkap dari Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang menurut Mas Agung tadi agak ngegas,
17:48ini mudah-mudahan juga bisa cooling down dan menjadi pasangan yang klop begitu ya.
17:52Walaupun demikian, seperti apa sih sebenarnya figur dari Rektor IPB, Alim Setiawan Selamat,
17:59dari pandangan ya Mas Agung?
18:01Ya, kalau hal lain yang memang saya lihat di profiling in beliau,
18:06beliau memang sempat menjadi rektur kemahasiswaan Mas Reza.
18:11Jadi mungkin komunikasi beliau ke bawah itu cukup positif ya,
18:17lebih internal mungkin ya.
18:19Tapi dugaan saya ketika beliau sekarang mungkin dipercaya sebagai wamentan,
18:24saya berharap memang peran-peran strategis dari Kementerian Pertanian bisa lebih baik lagi,
18:29karena ini menjadi garda terdepan kita ya,
18:32untuk merespon ya kondisi ketidakpastian geopolitik maupun geoekonomi ya.
18:38Memang harapannya kita punya kedaulatan pangan dengan optimal semacam itu,
18:44dan suasem pada pangan itu bisa terjaga terus ya,
18:47supaya fluktuasi soal harga-harga sembako itu bisa dijaga gitu,
18:51supaya lebih stabil.
18:52Karena ini tupuksi utama Kementerian Pertanian gitu,
18:55kalau kita misalkan di gudang stoknya cukup semua,
18:58tapi harganya masih belum optimal lah,
19:01ini mesti ada sinergi dan kolaborasi dengan Kementerian lain ya,
19:03apakah kemungkinan perdagangan,
19:05ataupun nanti dengan Komenko Perekonomian yang mengelola itu semua.
19:09Yang jelas ada banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh beliau,
19:14sehingga ya publik menjaga harapan itu,
19:18karena sosok beliau yang memang dalam ternyata petik ya,
19:20teknokrat, akademisi yang memang punya pengalaman,
19:24punya dalam ternyata petik integritas ya,
19:26untuk mengelola ini semua seperti itu.
19:27Ya, walaupun demikian Mas Agung,
19:30tadi Rektor IPB, Pak Lim Siawan Selamat,
19:35mengaku juga belum mengetahui,
19:36karena beliau dikabarkan oleh Chef Kap Teddy,
19:40bahwa untuk bisa hadir ke istana,
19:42padahal beliau juga masih di kampus terima asesor,
19:45menurutnya seperti itu.
19:46Bahkan akhirnya beliau juga bisa tiba di istana,
19:49walaupun belum tahu tugas dan sebagainya,
19:51apakah emang ini menjadi sinyal atau strategi dari istana,
19:57bahwa orang-orang dengan background profesional
20:00yang memang nantinya akan dianggap sesuai dengan porsinya masing-masing,
20:03atau seperti apa pandangan Anda melihatnya?
20:06Ya, reshuffle ini ciri khasnya,
20:08kalau Pak Presiden Prabowo selalu tiba-tiba ya,
20:12saya baru dapat informasi ini sekitar 2 jam yang lalu ya,
20:16walaupun masih wide NC semacam itu,
20:18tapi memang di hari yang sama ketika reshuffle itu terjadi ya,
20:22itu ciri khas,
20:23dan ya karena memang Presidennya punya latar belakang komando mas,
20:27dan kita lihat juga ini banyak petinggi-petinggi militer
20:31yang dilibatkan dalam kabinet juga dari Angkatan Darat ya,
20:35sebagaimana latar Pak Prabowo seperti itu.
20:39Nah yang kedua memang,
20:40memang reshuffle ini menjadi sebuah kenisayaan,
20:44karena kita tahu ya banyak posisi yang terbentuk,
20:48nomenklatur baru di kabinet,
20:49yang memang sedikit banyak harus terus dievaluasi,
20:52karena tadi ya,
20:53laju penurunan terhadap kepuasan publik pemerintah,
20:57terjadi dari banyak sektor,
20:59dan mau nggak mau,
21:00Presiden harus memastikan seluruh anggota kabinet bisa perform,
21:03bisa maksimal kerjanya,
21:05tidak menjadi beban beliau,
21:06karena kalau misalkan ini apa ya,
21:09terjadi di tengah 2 tahun pemerintahan,
21:11ini bisa menjadi bumerang politik juga buat Presiden,
21:14karena kan penunjukan anggota kabinet ini menjadi hak berogatif beliau,
21:18walaupun ya ini bertahun dengan,
21:20kalau kita bicara sistem politik kita,
21:21multipartai ekstrim,
21:22ya beliau berkompromi ya,
21:23dengan ketum-ketum partai,
21:24tapi jangan sampai semuanya didominasi dari partai semata,
21:28semacam itu,
21:28jadi kehadiran Pak Alim ini sedikit banyak,
21:31bisa menjadi oase lah,
21:33bahwa ada juga kok teknokrat yang dilibat,
21:35dan termasuk kemarin ada Pak Tata di Kementerian Luar Negeri,
21:38Mas Reza,
21:39yang juga birokrat karir di Menlu,
21:41yang kembali diberikan tanggung jawab ya,
21:43untuk memastikan Kementerian Luar Negeri memang bisa secara profesional dan maksimal
21:49menjalankan ya diplomasi politik luar negeri kita yang bebas aktif,
21:53atau bahasa Presiden itu good policy neighborhood ya,
21:56menjadi tetangga yang baik untuk semua seperti itu,
21:59jadi orang-orang semacam ini yang kita butuhkan ke depan,
22:02semakin banyak semakin bagus Mas Reza,
22:05ya jadi apa ya,
22:06ada masalahnya memang ditangani oleh ekspert,
22:09yang memang punya latar yang pas untuk menyelesaikan persoalan itu ya,
22:13ya jadi Pak Tata, Pak Alim,
22:15nanti siapa lagi ya,
22:17termasuk orang-orang di kepolisian,
22:19kan itu juga ekspert juga ya,
22:21kemudian orang-orang di TNI juga demikian semacam itu,
22:24jadi tempatkan orang sesuai bidangnya,
22:26itu memang sebuah kenisayaan di masa sekarang,
22:30tapi semakin banyak semakin bagus,
22:32pun kalau memang ke depan harus ada risafal lagi,
22:35saya juga berharap satu hal Mas Reza,
22:36ada perampingan terhadap posisi di kabinet ya,
22:40sehingga jumlahnya tidak terlalu besar seperti sekarang,
22:42sekarang seperti itu,
22:44karena memang ke depan kan makin jelas sebenarnya masalah yang dihadapi oleh pemerintahnya,
22:50jadi harusnya orang-orang yang dalam terapotik benar-benar kerja itu semakin terpotret dengan baik ya,
22:55yang tidak minimal ya sudah,
22:57di-stop gitu,
22:58sehingga perampingan itu menjadi sebuah,
23:00apa ya,
23:02kenisayaan karena apa,
23:04karena Presiden sudah tahu nih,
23:05bagaimana tolak ukur kinerja pembantunya,
23:08bagaimana hasil kerjanya kan,
23:10efeknya, dampaknya, outcome-nya semacam itu,
23:12sehingga orang-orang itu cukup ya,
23:15tidak perlu terlalu besar ya,
23:17sehingga tidak perlu waktu untuk mengkoordinasinya seperti itu.
23:20Saya sepakat dengan statement Mas Agung,
23:22tempatkan orang sesuai bidangnya,
23:24itu yang memang menjadi statement,
23:27yang menurut Mas Agung adalah,
23:29tempatkan orang sesuai bidangnya adalah sesuatu hal yang pas,
23:32begitu ketika seseorang menjabat suatu amanah dari Presiden Prabowo-Bianto,
23:37lalu tadi Mas Agung juga sempat menyampaikan kepada saya,
23:40bahwa informasi soal reshuffle,
23:43atau pelantikan ini juga sudah didapatkan,
23:45kabarnya 2 jam sebelumnya gitu Mas Agung ya,
23:48lalu nama-namanya siapa saja,
23:50karena baru 3 yang hadir di istana Presiden Mas Agung,
23:52dari informasi yang Mas Agung peroleh begitu.
23:55Iya ini,
23:56lagi dan lagi perbincangan-perbincangan spekulatif,
23:59yang saya dapat dari teman-teman media,
24:02saya hanya mendapati posisi soal,
24:07Wamenhan itu ada 2 posisi Mas Reza ya,
24:11kemudian tadi Kepala BNPB juga sudah,
24:13kemudian Wamenhan juga sudah.
24:15Wamenhan ada 2 posisi siapa saja sosok-sosoknya,
24:18dari informasi yang Mas Agung peroleh?
24:21Iya ini baru dugaan spekulatif,
24:24tadi Pak Richard sudah ya,
24:25kemudian Pak Yusuf ya,
24:26Pak Yusuf Zawari.
24:28Iya betul,
24:29kemudian Pak Wamen Imbipas juga ada di sini,
24:32juga disebutkan kemudian Wakil Panglima ya.
24:36Wamen Imbipas?
24:37Iya Wamen Imbipas ya,
24:39kemudian KSAD juga.
24:41Jadi,
24:41saya mendapati nama-nama ini,
24:45mengemuka,
24:46tapi bisa juga benar,
24:48tapi juga bisa salah.
24:49Seperti itu Mas Reza.
24:50Dan kita juga masih menunggu,
24:51siapa sosok-sosok itu yang tiba di istana,
24:54jalan pelantikan nanti begitu ya?
24:56Mas Agung?
24:56Iya, iya.
24:57Mas Agung,
24:58kalau misalnya dilihat dari pola pemerintahan saat ini,
25:01Presiden Prabowo Sibianto bahwa,
25:02tadi Mas Agung menyampaikan bahwa background militer,
25:04yang tentunya juga ini akan tiba-tiba untuk reshuffle siapa-siapa saja,
25:10yang akan menjabat,
25:12menjadi membantu dari Presiden sendiri.
25:16Apakah ini efektif,
25:18dan bisa diterima masyarakat,
25:19mengingat bahwa,
25:22begitu sering,
25:23ketika memang kita menyebutnya itu sering,
25:25anggapan dari masyarakat,
25:27penggantian atau reshuffle yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Sibianto?
25:30Iya.
25:32Intensitasnya ini berarti yang ke-8 Mas Reza ya.
25:35Reshuffle ke-8,
25:37kemudian,
25:37kalau reshuffle sekarang ini menurut saya,
25:40pada porsinya ya.
25:42Jadi,
25:43mungkin yang disoroti soal,
25:45posisi yang seringkali membuat Kabinet terlihat banyak,
25:50itu Wakil Menteri Mas Reza ya.
25:52Wakil Menteri itu,
25:53kadang dalam satu posisi ada,
25:55dua orang sampai tiga orang gitu.
25:58Ya, itu yang memang menurut saya perlu dipertimbangkan kembali,
26:01ketika nanti misalkan pemerintahan sudah masuk tahun ketiga,
26:05misalkan,
26:06atau keempat gitu,
26:07karena semakin lebih stabil,
26:10lebih terlihat polanya kan,
26:11jadi perampingan itu bisa terwujud.
26:12Kenapa?
26:13Betul itu karena,
26:14harapannya bisa lebih efektif,
26:16kemudian juga bisa ada soal efisiensi juga kan,
26:18seperti itu.
26:18Sehingga,
26:19publik mendapati bahwa,
26:20oh,
26:21ini Kabinet ini memang ke arah yang lebih baik,
26:23tapi butuh waktu nih,
26:25butuh proses.
26:26Nah,
26:26pemerintah sedang menyusun sistem yang lebih stabil,
26:29supaya ini bisa berlangsung.
26:31tapi kalau sudah tahun ketiga kan,
26:33harusnya polanya sudah terlihat,
26:34sehingga perampingan itu bisa lebih optimal dilakukan.
26:37Dan,
26:38harapannya ketika reshuffle lagi,
26:40makin banyak teknokrat-teknorkat ulung yang direkrut,
26:43untuk mengisi jabatan-jabatan strategis di Kabinet Mas Reza.
26:47Karena biar bagaimanapun,
26:49masalah yang dihadapi bangsa kita kan ini kompleks.
26:52Kalau bukan ahlinya,
26:53kalau bukan pakar yang benar-benar pakar,
26:55khawatirnya malah tambah masalah.
26:57Seperti itu.
26:58Dan kita kan,
26:59istilah kata,
27:00sudah,
27:01apa ya,
27:01sudah bosan ketika misalkan masalah demi masalah,
27:04terus kita hadapi,
27:06tapi ternyata ada orang-orang yang luar biasa di luar sana,
27:09yang belum dilibatkan.
27:10Kan membazir Mas Reza.
27:11Seperti itu.
27:12harapannya ini bisa menjadi bahan pertimbangan Presiden,
27:14untuk semakin banyak melibatkan para pakar,
27:17yang benar-benar pakar,
27:19sehingga apa,
27:19sehingga masalah itu benar-benar tuntas sampai ke akar-akarnya.
27:22Termasuk soal kebakaran hutan dan lahan.
27:25Ya, setuju.
27:25Karena memang sudah,
27:26sudah,
27:27istilahnya sudah di mana-mana nih.
27:29Di Sumatera,
27:30Kalimantan,
27:31Sulawesi,
27:32ya,
27:32mungkin Jawa tipis-tipis asapnya,
27:34semacam itu.
27:35Jadi,
27:35penanganannya harus semesta,
27:37dan dibutuhkan banyak orang-orang,
27:39ya,
27:40yang cerdas dan yang berani juga nih.
27:42Berani ini dalam konteks,
27:43berani ngomong ke Presiden apa adanya.
27:45Kalau memang masih belum maksimal,
27:47katakan belum maksimal.
27:48Kalau butuh ditetapkan sebagai bencana nasional,
27:50ya,
27:50omongin bencana nasional.
27:51Kalau butuh segera,
27:53butuh bantuan luar negeri,
27:55bilang gitu,
27:55sampaikan apa adanya.
27:57Sehingga semua negara terlibat,
27:58karena kan Indonesia baru-baru dunia,
28:00seperti itu.
28:00Kalau memang kita kesulitan,
28:01ya,
28:02katakan,
28:02ya.
28:02Dan Kepala BNPB punya peranan strategis di sana,
28:05untuk mengungkapkan semuanya apa adanya.
28:07Seperti itu,
28:07Mas.
28:07Oke,
28:08kita juga berharap bahwa
28:09nama-nama yang dipanggil saat ini,
28:11sesuai dengan harapan masyarakat Indonesia.
28:13Dan statement dari Mas Agung tadi,
28:15tempatkanlah orang sesuai bidangnya,
28:17juga mudah-mudahan ini juga bisa
28:18menjadi tempat yang pas,
28:20sesuai dengan aman hadapresi,
28:21Mereka Busbianto.
28:22Terima kasih atas waktunya,
28:24saya sekali Mas Agung,
28:25Mbak Skor,
28:25Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis,
28:27tidak bisa bergabung lebih panjang lagi,
28:29begitu ya,
28:29karena ada keperluan.
28:31Walaupun demikian juga,
28:32saya mau cuman terima kasih atas statementnya,
28:34Mas Agung,
28:35Mbak Skor,
28:35Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis.
28:37Terima kasih.
28:38Sekali lagi,
28:38sehat selalu,
28:38Mas Agung.