- 2 menit yang lalu
- #rockygerung
- #wantimpres
- #presidenprabowo
JAKARTA, KOMPAS.TV - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Rocky Gerung, mengungkapkan alasan dirinya masuk ke lingkar kekuasaan.
Rocky menyebut, keputusannya didasari pemikiran tentang republik dan prinsip-prinsip bernegara yang menurutnya harus tetap dijaga.
Ia menegaskan, dirinya tidak ingin dikendalikan pihak lain dalam memperjuangkan prinsip tersebut.
Rocky juga menjelaskan pentingnya sikap independen dalam menyampaikan pendapat. Menurutnya, seseorang tidak seharusnya bertindak hanya karena didorong atau diarahkan pihak lain.
Ia mengibaratkan kebebasan berpikir seperti seekor kuda yang tidak bisa dipaksa minum meski telah dibawa ke tepi sungai.
Rocky mengaku menginginkan perdebatan yang berlangsung secara independen dan autentik, bukan pertengkaran yang dipicu pihak lain, termasuk di media sosial.
Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/bhVcHeFlw1w
Baca Juga Rocky Gerung Sebut Istana Masih Jadi Sarang Koruptor | ROSI di https://www.kompas.tv/talkshow/696275/rocky-gerung-sebut-istana-masih-jadi-sarang-koruptor-rosi
#rockygerung #wantimpres #presidenprabowo
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/696276/rocky-gerung-ungkap-alasan-masuk-istana-demi-pikiran-saya-sendiri-rosi
Rocky menyebut, keputusannya didasari pemikiran tentang republik dan prinsip-prinsip bernegara yang menurutnya harus tetap dijaga.
Ia menegaskan, dirinya tidak ingin dikendalikan pihak lain dalam memperjuangkan prinsip tersebut.
Rocky juga menjelaskan pentingnya sikap independen dalam menyampaikan pendapat. Menurutnya, seseorang tidak seharusnya bertindak hanya karena didorong atau diarahkan pihak lain.
Ia mengibaratkan kebebasan berpikir seperti seekor kuda yang tidak bisa dipaksa minum meski telah dibawa ke tepi sungai.
Rocky mengaku menginginkan perdebatan yang berlangsung secara independen dan autentik, bukan pertengkaran yang dipicu pihak lain, termasuk di media sosial.
Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/bhVcHeFlw1w
Baca Juga Rocky Gerung Sebut Istana Masih Jadi Sarang Koruptor | ROSI di https://www.kompas.tv/talkshow/696275/rocky-gerung-sebut-istana-masih-jadi-sarang-koruptor-rosi
#rockygerung #wantimpres #presidenprabowo
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/696276/rocky-gerung-ungkap-alasan-masuk-istana-demi-pikiran-saya-sendiri-rosi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Malam hari ini saya bersama Roki Gerung.
00:02Kehadiran Roki Gerung di istana akan dinilai dari apa yang bisa dilakukan sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden.
00:09Makanya judul Rosi kali ini Bung Roki adalah Roki Gerung masuk istana demi apa?
00:15Biasanya kan anak-anak zaman sekarang itu bilang demi apa?
00:20Nah, Oktober tadi kalau kita menyambung sebelum break,
00:24akan terjadi beberapa kejutan atau istilahnya Bung Roki itu kan radical break.
00:33Berarti ini cocok sih, karena ini pada saat kita bicara ini menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo.
00:40Apakah kemudian di dua tahun ini akan ada sinyal-sinyal bahwa seorang Presiden akan bersih-bersih kabinetnya?
00:50Pasti, karena siapapun ingin meninggalkan legacy, Prabowo pasti ingin meninggalkan legacy itu.
00:59Dan segera mungkin kalau legacy-nya sudah bagus, ya mungkin Presiden bilang saya tidak akan mencantumkan diri lagi,
01:04sudah bagus legacy-nya.
01:05Jadi, poin itu mesti kita kasih itu.
01:09Supaya terlihat bahwa dua tahun ke depan,
01:14yang tadinya liability kembali jadi aset itu.
01:18Yaitu kepercayaan publik.
01:19Pada diri seorang Presiden Prabowo.
01:24Sekarang masih ada masalah dengan status Wakil Presiden,
01:29yang saya tidak akan komentari lagi itu.
01:32Dan itu kan hotspot minggu ini.
01:37Coba kita pindahkan hotspot politik ke hotspot lingkungan.
01:43Jadi, sangat mungkin, atau bukan sangat mungkin,
01:47sebaiknya isu-isu tentang kedudukan konstitusional dari Wakil Presiden,
01:52udah biarkan aja itu di bagian yang lain.
01:55Ada masalah yang lebih penting hari ini,
01:56itu kebakaran hutan.
01:57Itu real hotspot ada di situ.
01:59Itu yang belum terbaca.
02:02Karena,
02:03saya anggap bahwa,
02:07dunia internasional,
02:08sementara ini,
02:10terkenalnya Gen C,
02:11lintas negara itu,
02:13memantau bagaimana Indonesia,
02:15membuktikan bahwa dia,
02:17memproduksi green economy,
02:19green democracy,
02:20green Gen C,
02:22betul.
02:22Bu Roky,
02:23ikut merasakan gak sih,
02:24gregetnya masyarakat,
02:27tentang penanganan kebakaran hutan,
02:30kabut asap,
02:31yang lama sekali tidak tertangani.
02:34Dan tidak ada penjelasan yang lengkap,
02:38yang komprehensif,
02:39tentang apa saja yang sudah dilakukan.
02:41Dan challenge apa yang sedang dihadapi,
02:43sehingga memang kita masih butuh waktu.
02:46Merasakan gak sih,
02:48gregetnya?
02:48Saya merasakan,
02:49karena itu Presiden kemarin,
02:51ambil inisiatif untuk,
02:52ya menambah polisi hutan itu,
02:5670 ribu.
02:57Tapi teknologinya kan,
02:58belum bisa dipakai serentak itu.
03:00Karena itu,
03:01mesti ada voluntarisme dari publik,
03:03untuk ikut memadamkan itu,
03:05bukan ngoce-ngoce doang kan.
03:06Tentu Jakarta gak mungkin,
03:07tapi yang kalangan pencinta alam,
03:11dua bulan lalu,
03:12saya ikut memadamkan api di Siak.
03:16Saya ikut,
03:18bawa itu tuh,
03:19hanya untuk memperlihatkan bahwa,
03:21ya mungkin karena saya pencinta alam,
03:23pendaki gunung, segala macam,
03:25saya bisa lakukan itu.
03:26Tetapi edukasi itu,
03:27mesti dimulai dari sekarang.
03:28Karena nanti tahun depan juga akan ada.
03:30Tapi buat hari-hari ini,
03:32itu serangan internasional pada Indonesia,
03:33itu luar biasa.
03:34Dan ada satu hal sebetulnya,
03:37prinsip,
03:38kalau ada asap,
03:41lintas batas,
03:43maka,
03:44negara yang terpapar dampak itu,
03:48juga berkewajiban untuk membantu sebetulnya.
03:52Tetapi kan masih ada cekcok,
03:53ya sedikit nasionalisme itu,
03:55antara Indonesia dengan Malaysia,
03:57Indonesia dengan Singapura,
03:58yang mesti diselesaikan,
03:59dengan prinsip bahwa,
04:01ini adalah planet bersama.
04:04Dan sesat nafas orang Kalimantan,
04:07sesat nafas orang Kalimantan,
04:09sama dengan sesat nafas orang Malaysia,
04:11sama dengan sesat nafas di Kulalumpur,
04:12atau di Singapura.
04:13Jadi kita selesaikan dulu itu,
04:15dengan bahas,
04:15oke kami minta maaf,
04:17memang ada kebakaran,
04:19dan itu adalah fenomena alam.
04:20Gak ada tuh kata permintaan maaf.
04:21Itu yang lagi,
04:22ditunggu oleh publik internasional tuh.
04:25Yang keluar dari pemerintah Indonesia kan maksudnya.
04:27Ya, harusnya keluar dari pemerintah Indonesia.
04:29Tapi kan sinyal bahwa pemerintah,
04:31bekerja keras habis-habisan,
04:32untuk menyelamatkan mereka,
04:35yang tewas di hutan-hutan Kalimantan,
04:39orang hutan,
04:40habitat, hancur itu kan.
04:42Itu dilakukan.
04:44Nah,
04:45publik menunggu.
04:47Tapi bukan,
04:48jangan sekedar menunggu,
04:49dia bantuin juga,
04:51pemerintah daerah kan.
04:52Itu yang saya anjurkan.
04:55Bu Roki kan,
04:56banyak juga seruan.
04:58Udah ini jadikan status bencana nasional.
05:01Yang terbaru adalah gerakan nurani bangsa.
05:03Untuk status bencana nasional.
05:06Kenapa ini selalu menjadi bagian yang sepertinya,
05:10pemerintah itu reluctant,
05:12atau seperti tidak terlalu,
05:15apa,
05:16rela menjadikan ini status bencana nasional.
05:18Apakah karena tidak ingin ada bantuan internasional masuk,
05:21sehingga kemudian bisa,
05:24ada sesuatu yang mengindikasikan di luar bantuan kemanusiaan.
05:29Pertanyaan saya gini,
05:30setuju gak sih jadi status bencana nasional,
05:33karena hutlah itu?
05:34Ya, saya setuju.
05:34Setuju.
05:35Kenapa sampai sekarang itu tidak ditetapkan?
05:38Kan ini kabinet,
05:39ada macam-macam isi di dalamnya tuh.
05:41Kalau saya sebagai one team press,
05:43oversight committee,
05:44kita udah bicara di one team press,
05:47ini sebaiknya pakai prinsip internasional,
05:51saling membantu tuh.
05:52Asap yang kita kirim itu menyakiti paru-paru negara tetangga,
05:57tapi juga kita yang paling parah paru-paru,
06:00karena kita yang kiri-kiri pertama itu,
06:03dampannya ada di sana tuh.
06:04Tapi percakapan ini kan memerlukan sinyal politik luar negeri,
06:08sinyal diplomasi, segala macam itu.
06:10Dan mungkin belum dapat sinyal itu,
06:12tetapi pemerintah pasti akan lakukan itu.
06:15Pertama-tama, ya tunjukkan lu pada dunia internasional
06:18bahwa kami bekerja keras.
06:20Dan Presiden kemarin mungkin 5-7 jam itu bicara soal itu.
06:25Jadi impact kebijakannya sudah dibuat,
06:29tetapi kita selalu lihat bahwa,
06:32kita mesti lihat potensi kita diserang itu betul-betul tinggi.
06:36Dan kadang-kadang tidak ada basis akademisnya.
06:39Pokoknya hajar Indonesia,
06:40bahwa Indonesia itu merusak lingkungan.
06:43Memang faktanya itu.
06:44kan kerusakan lingkungan kan disebabkan oleh kerakusan
06:48yang disebut oleh Prabowo sebagai serakonomics kan.
06:52Menunjukkan serakonomics itu dimulai dengan Pak Jumkur
06:55menghukum mereka yang merusak lingkungan.
06:59Mungkin sudah 200 perusahaan yang ditutup.
07:01Bako mulai mengoperasikan dashboard itu
07:08supaya selalu tahu apa yang mesti dialamatkan.
07:11Tiba-tiba membesar lagi suasana itu diserang kiri-kanan.
07:16Jadi, prinsipnya putting people first.
07:21Putting humanity first.
07:23Nah, untuk menerangkan itu, ya itu kebijakan kabinet.
07:26Tadi soalnya aku nggak mau interrupt,
07:29tapi kita diserang secara internasional.
07:32Malaysia, Singapur juga sudah cukup mengeluarkan statement
07:36yang memberikan alert pada kita bahwa ini berbahaya.
07:39Tapi kadang-kadang justru respons yang diberikan oleh pejabat kita itu
07:46justru mengedepankan nasionalisme.
07:48Padahal dasarnya memang ada problem di kita.
07:53Gini, soal ekologi itu nggak ada nasionalisme di situ.
07:55Exactly.
07:56Kita disiksa sama-sama oleh keragusan kita pada ibu bumi itu.
08:00Intinya.
08:01Kan kita merusak rahim ibu bumi itu.
08:03Nah, reaksi pertama pada kita.
08:05Reaksi kedua ya lingkungan sekitarnya.
08:07Jadi, paradigma itu yang saya selalu bilang,
08:09ini kabinetnya nggak ngerti paradigma itu.
08:12Kenapa?
08:13Ya ini hasil transaksi kabinet transaksional.
08:16Transaksi apa?
08:17Transaksi politis, bukan transaksi etis.
08:20Nah, Presiden berupaya untuk membaca itu.
08:22Dan dengan sangat hati-hati berupaya untuk,
08:25oke, kita siapkan dulu perataan dalam negeri,
08:28kita lakukan yang maksimal.
08:30Di ujungnya, bantuan internasional
08:33mesti dianggap sebagai diplomasi persahabatan.
08:36Bukan adu-adu nasionalisme.
08:38Itu, poinnya di situ.
08:40Dan saya kira Pak Presiden mengerti itu.
08:42Dan akan lakukan itu dalam beberapa hari ke depan.
08:44Oke.
08:45Karena tadi juga disinggung dashboard, bakom.
08:49Beredar di social media, Bung Roki,
08:51itu semacam ada seruan bahwa
08:53semua instansi pemerintah harus menyamakan pesan,
08:59menyeragamkan pesan tentang dua tahun Presiden Prabowo.
09:04Ada yang bilang ini,
09:06oh ini, bersama ini kami sampaikan dokumen strategis komunikasi agenda setting
09:10dua tahun pemerintah untuk ditindaklanjuti bersama
09:13sebagai acuan dan lain sebagainya.
09:15Dan aplikasi capaian serta keberhasilan program prioritas pemerintah
09:20kepada masyarakat ini diterngarai atau tercium sebagai upaya
09:26untuk hanya sebagai menyamakan persepsi
09:30dan ibaratnya ingin supaya jangan
09:38semua instansi pemerintah itu satu suara.
09:42Pokoknya menyuarakan segala sesuatu yang baik dari pemerintah.
09:46Do you think it's necessary?
09:48Apakah ini sebuah komunikasi dan sosialisasi yang baik gitu
09:54dengan menyamaratakan pesan,
09:57menyamakan semuanya, menyatukan semuanya, atau gimana?
10:01Coba lihat kalimatnya tadi.
10:07Bersama ini kami sampaikan dokumen strategi komunikasi agenda setting dua tahun pemerintah
10:17untuk ditindaklanjuti sendiri-sendiri
10:21sebagai acuan sesuka-sukamu
10:23untuk menyelaraskan narasi
10:25supaya tidak sukses amplifikasi
10:27keberhasilan program prioritas pemerintah kepada masyarakat.
10:30Seandainya sebaliknya yang ditaruh di situ.
10:35Kan absurd.
10:36Kan ini perintah komunikasi satu arah
10:40terhadap perangkat-perangkat humasnya pemerintah.
10:45Kan bukan terhadap stasiun TV kan?
10:47Jadi orang merasa bahwa ini mengatur,
10:50ini memang mesti diatur, ini namanya kabinet presidensil kok.
10:54Ini sudah terbentuk semacam psikologi buruk pada publik.
10:58Kalau pemerintah memperintahkan aparatnya.
11:01Buruk pada pemerintah?
11:02Ini namanya juga aparat pemerintah.
11:05Jadi ada mengatakan...
11:07Ya bagus, betul begitu.
11:08Supaya dia...
11:08Sehingga kalau ada, tapi ada bagian dari Bakom yang mengatakan ini hoax.
11:11Sebenarnya nggak usah dianggap ini hoax.
11:13Kalau ini memang sebagai sebuah seruan,
11:15namanya juga humas pemerintah.
11:18Ya itu adalah tugas mereka ya kan?
11:19Ya dianggap hoax karena implikasinya dibuat lain kan.
11:23Jadi mental diarahkan bahwa ini betul-betul otoriter
11:27atau ingin shaping ideas aja.
11:33Ya dianggap hoax lah kalau isu begituan.
11:36Tapi ide kan ini hal yang standar kan?
11:38Ya betul.
11:39Harusnya dijawab saja loh.
11:40Memang itu tugas humas kementerian
11:43untuk menjelaskan apa saja yang menjadi capaian pemerintah.
11:47Bahwa kemudian masyarakat bisa menerima itu atau tidak,
11:50itu urusan nanti, ya kan?
11:53Ya kekacauan komunikasi disebabkan
11:56kan intinya pesan itu fresh.
12:00Tetapi begitu pesan itu dikirimkan oleh orang yang sinis,
12:05maka ide-nya berubah.
12:08Akibatnya yang beredar adalah
12:11fake bahwa pemerintah ingin mengendalikan opini publik.
12:15Maka bagian pengendalian opini publik itu yang harus dianggap hoax.
12:19bukan isi materi dari aturan itu.
12:22Oke, aku ngerti.
12:24Jadi yang dibantah adalah upaya untuk pengendalian opini.
12:29Iya.
12:30Tapi sesungguhnya surat ini adalah satu seruan normatif,
12:33arahan normatif saja.
12:34Tapi tidak bermaksud untuk pengendalian opini.
12:37Kan begitu masuk sosial media ada komen,
12:39oh iya kita mau dikendalikan lagi.
12:41Padahal yang komen itu dia nggak ngerti
12:43substance bahwa pemerintah harus satu suara.
12:45Gitu-gitu.
12:48Harusnya mendingan Anda jubir deh.
12:52Saya ingin jadi jubirnya Rosy aja tuh.
12:55Karena lebih efektif.
12:59Boleh.
13:00Tapi nanti kalau dilantik,
13:03dasinya jangan miring,
13:06sama kancingnya di...
13:07Oh iya waktu itu saya cepetkan.
13:10Udah lama nggak pakai jazz,
13:12karena saya pakai baju outdoor,
13:14selalu pakai baju outdoor.
13:16Tiba-tiba Teddy lihat,
13:19maka dia bilang,
13:21Pak Presiden itu parok itu nggak pakai.
13:22Lalu Pak Presiden berupaya untuk benerin.
13:25Jadi gue bilang,
13:26ya bagus juga tuh diberan oleh presiden asinya tuh.
13:33Saya mau kasih Anda satu kesempatan as a closing statement.
13:37So, Rocky Gerung masuk istana,
13:39demi apa?
13:42Demi pikiran saya sendiri tentang Republik.
13:45Dan pikiran saya final,
13:47bahwa Republik ini disusun atas dasar prinsip-prinsip sosialistik.
13:52Atas dasar prinsip-prinsip menghindari eksploitasi.
13:56Atas dasar prinsip-prinsip memajukan
14:00yang disebut kecerdasan bangsa ada di konstitusi,
14:04memelihara orang miskin.
14:05Jadi semua prinsip yang memungkinkan kita merasa bahwa,
14:08oke, itulah Indonesia.
14:10Dan saya tidak ingin dikendalikan orang lain
14:13untuk prinsip-prinsip itu.
14:14Mungkin orang lain juga sama prinsipnya,
14:16tapi dia mau suruh saya tuh.
14:18Itu bukan bagian dari saya tuh.
14:21Tuh, kata pepatah.
14:27Pepatah bilang begini,
14:29you may lead a horse to the water,
14:32but you cannot make it drink.
14:37Anda boleh bawa kuda itu ke pinggir sungai,
14:40tapi Anda gak bakal mampu maksa kuda itu untuk minum,
14:44kalau dia gak haus.
14:45Kalau dia haus pun,
14:46biar dia minum sendiri.
14:47Jadi itu yang saya maksud sikap independen.
14:50Dan sikap independen itu harusnya ada pada setiap orang
14:54yang ingin bertengkar tuh.
14:56Nah saya ingin ada pertengkaran,
14:57tapi dengan sikap independen.
14:59Bukan bertengkar karena digosok-gosok orang,
15:01dan pertengkaran di sosial media itu semuanya gak saya anggap tuh.
15:05Karena gak otentik.
15:06Kalau bertengkar, bertengkar di tempat yang tepat,
15:08yaitu Rosie Show.
15:10Wah.
15:12Saya juga mau punya sedikit kalimat penutup.
15:17Ada kan pepatah dalam bahasa Inggris yang mengatakan
15:19the birds that flock together have the same feeders.
15:22Jadi orang tuh kalau dalam kerubunan yang sama.
15:25Jadi kalau Anda masuk ke istana yang Anda sebut sebagai sarang korupsi,
15:28Anda akan jadi juga bagian dari sarang koruptor itu.
15:32Tapi dia akan buat sarang sendiri.
15:34Lepas dari jenis feeder yang ada.
15:38Seorang Rocky Gerung ingin membantah
15:41seik itu atau pepatah itu
15:43karena dia tetaplah seorang black swan.
15:46Atau angsa hitam.
15:48Thank you, Bung Rocky Gerung.
15:50Semoga Anda selalu menjadi seorang Rocky Gerung yang saya kenal.
15:54Dan saya ingin bikin semua angsa jadi hitam,
15:56tapi tinggalkan angsa putih untuk membantah angsa hitam juga.
16:00Thank you.
16:01Rocky Gerung, teman-teman.
16:04Terima kasih telah menyaksikan Rosie.
16:06Kita jumpa lagi di Kamis depan.
16:07Tetaplah di Kompas TV independen terpercaya.
16:10Saya Rosyana Silalahi.
16:11Selamat malam.
16:13Terima kasih telah menonton.
16:15Terima kasih telah menonton.