JAKARTA, KOMPASTV Polemik mengenai dokumen pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali memunculkan perdebatan mengenai jalur penyelesaian, baik melalui mekanisme politik maupun proses hukum.
Di sisi lain, dinamika hubungan politik Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo juga menjadi sorotan, terutama terkait wacana pemakzulan Gibran.
Pengamat politik Hanta Yuda sebelumnya menilai Jokowi lebih membutuhkan Prabowo untuk mencegah berkembangnya proses pemakzulan terhadap putranya.
"Pak Jokowi lebih membutuhkan Pak Prabowo untuk paling tidak memberi lampu merah jangan sampai ada proses pemakzulan tadi," kata Hanta.
Meski demikian, skenario politik ke depan masih menjadi perdebatan.
Sejumlah narasumber dalam diskusi memperkirakan Prabowo dan Gibran akan tetap menjabat hingga 2029.
Di sisi lain, politikus senior Partai Golkar, Ridwan Hisjam, memiliki pandangan berbeda mengenai dampak polemik tersebut terhadap posisi politik Gibran.
Ridwan menilai, polemik yang terus bergulir belum tentu menjatuhkan nama Gibran. Sebaliknya, perhatian publik yang besar justru dapat membuat nama wakil presiden tersebut semakin dikenal masyarakat.
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Lintang
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/696466/full-polemik-ijazah-gibran-jalur-hukum-atau-pemakzulan-bola-liar