Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 7 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - KPK mendalami dugaan korupsi pengadaan handy talky (HT) untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kasus BNPB.

Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengatakan penyidik masih mengumpulkan dan mendalami dokumen pengadaan dalam kasus ini.

"Di antaranya memang ada yang digunakan untuk kegiatan penanganan karhutla. Salah satunya adalah pengadaan alat komunikasi atau HT, itu ada," kata Taufik, dalam konferensi pers, Jumat (16/10/2026).

Baca Juga Detik-Detik KPK Bongkar Tong Biru Milik Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Berisi Uang Rp934 Juta di https://www.kompas.tv/nasional/696552/detik-detik-kpk-bongkar-tong-biru-milik-bupati-klaten-hamenang-wajar-ismoyo-berisi-uang-rp934-juta



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/696557/kpk-pengadaan-ht-untuk-karhutla-diduga-dikorupsi-di-kasus-bnpb
Transkrip
00:00...untuk vendor-vendor terkait pengadaan apa saja, diantaranya yang bisa kita sampaikan,
00:07karena ada beberapa memang, ini sangat banyak kegiatan pengadaan barangnya,
00:12karena ini penunjukan langsung, jadi beberapa paket-paket itu kecil-kecil gitu.
00:16Nah diantaranya memang ada yang digunakan untuk kegiatan penanganan karhutlah,
00:24salah satunya adalah pengadaan alat komunikasi atau HT itu ada.
00:30Itu secara detail nanti akan kita update kembali, karena memang pendalaman-pendalaman dokumen pengadaannya seperti apa,
00:37itu akan dikumpulkan di proses penyidikan ke depan.
00:43Kemudian untuk aliran uang terhadap tadi temuan pihak PPK,
00:52itu memang didapatkan di beberapa tempat dan termasuk di SDB yang bersangkutan,
01:00safe deposit box di dua bank yang berbeda,
01:06dan kita menemukan beberapa tadi yang sudah rekan-rekan lihat,
01:09ada beberapa falas, uang rupiah, dan keping emas.
01:14Jadi memang kita akan telusuri apakah murni itu untuk saudara yang PPK-nya,
01:26GPS ya,
01:29ataukah itu memang peruntukan digunakan untuk pihak-pihak lain,
01:32baik di sisi atasan yang bersangkutan maupun kepentingan-kepentingan di lingkungan PNBP,
01:39itu jadi akan jadi bahan di proses penyidikan ke depan.
01:45Kemudian untuk dua pihak swasta,
01:50ini dua perusahaan yang berbeda,
01:52jadi memang dua entitas perusahaan yang berbeda terkait dengan kegiatan pengadaan barang jasa yang berbeda pula.
02:00Tetapi ada persamaan untuk,
02:03karena ini pemberi swap ya,
02:04terhadap PN yang ada di PNBB,
02:07melalui orang-orang tadi BMS dan termasuk PPK.
02:13Jadi ini dua perusahaan yang berbeda dan kegiatan PBJ yang berbeda juga.
02:19Gitu Mas Ryo.
02:22Kemudian yang terakhir,
02:25apa tadi yang terakhir?
02:28Yang melibat,
02:32yang pihak swasta tadi terkait dengan pengadaannya,
02:37nanti kita akan didetailin di proses pengadaan ke depan.
02:40Dan tadi sudah saya sampaikan bahwa
02:42untuk peran-peran adik kipar atau adik kandung itu sudah kita dalami
02:48dan sudah ada beberapa alat bukti yang menguatkan
02:53dan kita meyakini bahwa itu juga melibatkan pihak PN di lingkungan PNBP.
02:59Gitu ya?
03:03Oh ya, untuk kegiatan-kegiatan penyidikan ke depan,
03:09karena ini sudah dilakukan,
03:12ini kami juga update beberapa nanti detailnya dengan Mas Cubir ya ke depan,
03:17tapi sudah ada kegiatan-kegiatan awalan yang sudah dilakukan,
03:21karena memang harus ada tindakan cepat,
03:24kemarin di tanggal 14 dan 15,
03:27sudah ada beberapa kegiatan penggeledahan yang dilakukan oleh penyidik,
03:31termasuk di kantor PNBP.
03:35Dan kami mendapatkan laporan dari tim di lapangan
03:39bahwa kegiatannya berjalan cukup lancar,
03:43beberapa pihak termasuk di lingkungan PNBP juga kooperatif
03:49untuk kemudian bersama-sama dengan tim di lapangan
03:52dalam rangka melengkapi pencarian alat-alat bukti
03:57atau bukti-bukti dokumen lain yang memang dibutuhkan untuk penanganan perkara.
04:01Demikian.
04:02Pak Tofik, untuk ruangannya, ruangan apa saja Pak?
04:05Bisa dijelaskan?
04:08Saya tidak terlalu detail ya,
04:10tapi untuk beberapa pejabat-pejabat di PNBP sudah dilakukan,
04:14termasuk ruangan kepala badan,
04:17untuk kemudian di kedeputian apa, saya lupa,
04:20dan beberapa kantor yang staf pengadaan barang renjasa,
04:24termasuk ruangan SGP selaku PPK.
04:31Ya nanti itu disampaikan mungkin karena ini tidak bisa disiapkan tadi bahannya,
04:37nanti akan diupdate berikutnya oleh Budi.
04:40Terima kasih Pak Adir, rekan-rekan semua,
04:43sepertinya semuanya sudah terwakili melalui Mbak Sari,
04:47Mas Habir, dan juga Mas Rio.
04:49Ini kok masih banyak yang angkat tangan?
04:50Ini sebagai informasi tersangka,
04:53karena Klaten sebentar lagi sudah mau turun.
04:55Dan nanti kita juga akan ada konvers.
04:58Itu.
05:00Perwakilan, Mas Fadil.
05:02Langsung ke pertanyaan ya Mas Fadil ya.
05:04Mas Habir, silahkan titip pertanyaan.
05:07Mas Yudi, titip nanti.
05:13Silahkan Mas Fadil ditunggu.
05:16Satu-satu.
05:17Satu-satu.
05:19Ya, silahkan.
05:21Sore, Pak Diri dan Mas Jubir.
05:25Mas, yang pertama,
05:28kemarin itu kan kebetulan ketika terjadi peristiwa tertangkap tangan ini,
05:36Presiden juga melakukan rotasi kepemimpinan di BNPB itu sendiri.
05:42Nah, apakah ini berkaitan gitu Pak,
05:47dengan penanganan perkara yang dilakukan oleh KPK gitu,
05:50sampai kemudian ekskaban itu diganti gitu.
05:57Terus kemudian yang kedua,
05:59tadi dari teman-teman ada yang nanya,
06:02penegasan aja soal kerugian negaranya itu
06:06tidak ada atau gimana?
06:09Itu.
06:11Mas, sama tempus penerimaannya.
06:14Tempusnya.
06:15Nah, itu aja sih Mas.
06:16Mas, saya titipan susah.
06:19Ya, silahkan Mas Abe.
06:21Cuman kalau kita lihat kan ada beberapa pengadaan ya Mas,
06:25kayak misalnya yang totalnya 140 sekian gitu,
06:28atau 150 sekian miliar gitu kan,
06:30terus kemudian ada pembelian aset juga ke perusahaan gitu.
06:34Nah, cuman di situ kan nggak ada tuh,
06:36di pasalnya itu nggak ada juta 18 kan ya,
06:39dan juga kan di situ kan nggak ada ditulis tuh Mas soal,
06:41ada nggak sih di sini kerugian keuangan negaranya gitu kan,
06:44dan pasalnya kan juga konflik kepentingan ya.
06:46Nah, ini boleh dijelasin nggak Mas ini?
06:49Apakah memang KPK sebenarnya nggak nemuin kerugian keuangan negara di sini,
06:53atau memang ada kerugian keuangan negara,
06:56tapi ya karena pasalnya konstruksinya berbeda itu,
06:59akhirnya nggak dimasukin di situ.
07:01Itu aja Mas, terima kasih.
07:02Ya, terima kasih.
07:04Silahkan Pak Adir, ini langsung.
07:05Baik, terima kasih.
07:10Langsung, langsung saja Mas Yus.
07:11Satu aja Mas, mungkin mau tanya ini,
07:13ini kan barang buktinya itu 5,47 miliar ya,
07:16tadi itu hanya dipaparkan kan bentuk jenis-jenisnya,
07:18kira-kira barang bukti itu,
07:20itu diambil dari siapa saja barang bukti yang itu.
07:23Itu di, apa?
07:25Diamankan dari pihak siapa saja gitu ya.
07:27Simpan bagaimana gitu,
07:29kalau misalnya kemarin tadi kan ada yang dalam tong biru,
07:31mungkin ini ada yang unik gitu kan.
07:32Terima kasih, Mas Yus.
07:35Udah cukup ya,
07:36karena Mas Endi sudah buru-buru nunggu tersangkat turun juga.
07:39Silahkan Pak Adir.
07:40Baik, terima kasih.
07:41Mungkin ya mohon maaf kalau tidak bisa menjelaskan secara detail nanti ya,
07:45tapi tentunya akan kita update seperti apa,
07:48terkait jumlah detail tadi,
07:50akan kita sampaikan nanti ketika memang data disampaikan ke Mas Jubir ya.
07:55Untuk tadi menyikapi atau menanggapi atau merespon lah,
07:59tadi ada kegiatan rotasi kepemimpinan di Badan Nasional Penanggulangan Bencana
08:05oleh Bapak Presiden.
08:06Nah, tentunya kami KPK itu memaknai bahwa Bapak Presiden mendukung langkah-langkah
08:14atau upaya-upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh KPK.
08:18Nah, untuk itu KPK tentunya juga akan sungguh-sungguh
08:23akan melakukan proses penegakan hukum berdasarkan kecukupan bukti,
08:30bukan mengada-ngada atau bukan mentarget tadi.
08:34Saya setir di awal, saya diklar di awal bahwa ini murni kegiatan penegakan hukum
08:38atas pengaduan masyarakat.
08:40Nah, sehingga kami mengartikan Bapak Presiden
08:44tetap mendukung upaya-upaya pemberantasan korupsi
08:47dan tentunya kita akan sambut bahwa kita akan lakukan proses penegakan hukum yang optimal,
08:54artinya profesional dan tentunya aset recovery yang menjadi outcome kita ke depan
09:01terkait peristiwa tindak pidana yang terjadi.
09:04Dan ini terkait dengan pertanyaan dari beberapa teman tadi,
09:08Mas Fadid, bahwa ini sebegitunya kerugian negaranya berapa gitu ya?
09:13Karena memang banyak beberapa proyek yang ada di lingkungan BNBP ini
09:20kalau kita, yang dikumpulkan oleh teman-teman itu di dua tahun terakhir,
09:252025 dan 2026.
09:28Walaupun 2026 ini kan belum habis ya,
09:31jadi sudah dijelaskan tahun 2026 itu sampai bulan September.
09:36Nah, tentunya karena konstruksi perkara yang digunakan saat ini,
09:40karena memang ada keterbatasan-keterbatasan saat penanganan perkara di awal,
09:46pasal 12 huruf itu terkait dengan bentungan kepentingan,
09:50tetapi tidak menutup kemungkinan dalam proses penanganan perkaranya
09:54ada beberapa pihak-pihak yang diuntungkan
09:56dalam kegiatan pengadaan yang terafiliasi tadi dengan orang-orang di lingkungan BNBP.
10:04Nah, keuntungan-keuntungan yang diperoleh tersebut
10:07dari hasil proses pengadaan barang jasa yang diduga ada konflik of interest gitu ya,
10:16dengan menunjuk-menunjuk langsung,
10:17tentunya kan ada perusahaan-perusahaan yang diuntungkan,
10:21perusahaan-perusahaan afiliasi,
10:22dan baik vendor-vendor yang memang betul-betul mengadakan barangnya gitu.
10:27Jadi kita akan telusuri dari keuntungan,
10:31baik dari pihak vendor, pihak perusahaan yang,
10:35karena ada pinjem medera ini untuk perusahaan-perusahaan tadi hanya sekedar untuk mendapatkan proyek gitu,
10:41karena ini harus ada afiliasi atau diketahui,
10:43atau persetujuan dari pihak BNBP.
10:46Nah, keuntungan-keuntungan itu juga tentunya menjadi bagian dari kerugian negara kan,
10:51walaupun kita tidak mengenakan pasal 2, pasal 3.
10:56Karena perlu teman-teman ketahui,
10:58ketika peristiwa tertangkap tangan,
11:01dan ada tersangka yang sudah ditahan,
11:04artinya argo penahanan waktu penyidikan akan terbatas.
11:09Sehingga ketika diambil langkah untuk pengenaan pasal 2, pasal 3,
11:13dikhawatirkan akan habis waktunya,
11:16karena mesti harus ada penghitungan KN kan,
11:19dari ahli kewangan negara, auditor.
11:23Nah, bayangkan dari beberapa proyek-proyek pengadaan yang itu sebenarnya tidak terlalu besar loh gitu,
11:30karena tadi ada contoh, saya contohkan alat komunikasi dalam penanganan bencana karhutla.
11:38Nah, itu kan beberapa paket itu,
11:41tapi kalau secara mekanisme audit,
11:45itu harus satu persatu akan dihitung bagaimana proses perencanaannya,
11:50bagaimana nanti mencari harga pembanding yang masuk akal,
11:54sehingga kemudian harganya itu fix,
11:56diperoleh harga yang memang tidak ada markup gitu.
12:00Nah, itu sudah diperhitungkan oleh tim,
12:03sehingga kemudian ada pengenaan pasal 12 huruf I,
12:06walaupun ini tetap nanti ujungnya kita akan maksimalkan aset recovery
12:12dari keuntungan-keuntungan yang diperoleh perusahaan.
12:15Mungkin bisa akan berkembang ke korporasi gitu,
12:19karena akan lebih maksimal untuk kita menjangkau aset-aset yang sudah diperoleh oleh korporasi tersebut.
12:26Nah, kemudian untuk tadi,

Dianjurkan