Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 jam yang lalu
MEDAN, KOMPAS.TV Kain ulos selama ini lekat dengan tradisi dan berbagai upacara adat masyarakat Batak.

Namun, seiring perkembangan zaman, kain warisan budaya ini mulai merambah dunia mode modern melalui beragam kreasi yang lebih kekinian.

Momentum Hari Ulos Nasional yang diperingati di Kota Medan, Sabtu (17/10/2026), menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan ulos lebih luas.

Harapan besarnya kain Ulos dapat lebih dikenal serta mampu bersaing di pasar internasional.

Peringatan yang digelar di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Medan ini turut menghadirkan desainer Torang Sitorus dan Edward Hutabarat.

Wali Kota Medan Rico Waas mengatakan, pemerintah kota akan terus melakukan pembinaan terhadap para perajin, desainer, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di bidang ulos.

"Perlu pelatihan, perlu juga acara-acara seperti ini," ujar Rico.

Ia menambahkan, upaya memperluas pasar juga akan dilakukan melalui berbagai pameran di luar Kota Medan serta kerja sama dengan sejumlah pihak, termasuk mitra dari luar negeri.

"Kita harapkan suatu saat di negaranya ada barang-barang kita yang bisa kita taruh di sana. Bisa dikenal, suatu saat mungkin bisa dipesan ke kita nantinya," kata Rico.

Video Editor: Novaltri

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/696603/hari-ulos-nasional-dorong-kain-tradisional-tembus-pasar-global
Transkrip
00:01Kita harapkan suatu saat di negaranya ada barang-barang kita yang bisa kita taruh di sana.
00:25Kain Ulos selama ini lekat dengan tradisi dan berbagai upacara adat masyarakat Batak.
00:30Namun seiring perkembangan zaman, kain warisan budaya ini mulai merambah dunia mode modern melalui beragam kreasi yang lebih kekinian.
00:40Peringatan yang digelar di salah satu pusat perbelanja di Kota Medan ini turut menghadirkan desainer Torang Sitorus dan Edward Huta
00:47Barat.
00:48Keterlibatan kedua desainer tersebut menjadi bagian dari upaya mengembangkan Ulos agar tidak hanya dikenal sebagai kain tradisional,
00:56tetapi juga memiliki tempat dalam industri fashion modern.
01:01Kain yang syarat dengan nilai sejarah dan budaya ini juga diharapkan dapat menjangkau kalangan yang lebih luas,
01:08termasuk generasi muda dan pencinta moda.
01:11Kita ingin terus membina, membangun karya tadi, perlu pelatihan, perlu juga acara-acara seperti ini,
01:18tadi pemahaman yang disampaikan oleh Pak Edward Huta Barat tadi tentang bagaimana bisa dikembang luaskan.
01:25Tentu ini menjadi pelajaran bagi pengrajin, juga para desainer, para pelaku UMKM-nya.
01:32Setelah itu tentunya pasar yang lebih luas kita bisa kembangkan melalui pameran-pameran di luar kota,
01:38bekerjasama dengan pihak-pihak luar, dan juga kita memiliki misalnya, contohnya,
01:42kita misalnya punya kerjasama dengan berbagai negara, contoh Kota Medan.
01:46Ada beberapa negara yang kita kerjasamakan, kita ajukan.
01:49Bisa nggak kita bawa apabila kita pameran di sana, kita harapkan suatu saat di negaranya ada barang-barang kita yang
01:58bisa kita taruh di sana,
02:00bisa dikenal, suatu saat mungkin bisa dipesan ke kita.
02:05Kedepan, pemerintah Kota Medan bahkan menjajaki kemungkinan menempatkan produk-produk lokal di negara mitra
02:11agar semakin dikenal dan berpeluang memperoleh pesanan dari luar negeri.
02:17Melalui pembinaan, inovasi desain, dan perluasan akses pasar,
02:22ULOS diharapkan tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya,
02:25tetapi juga berkembang menjadi produk fashion bernilai ekonomi yang mampu bersaing di tingkat global.
02:34Ferry Irawan, Kompas TV, Medan Sumatera Utara
02:51Cara baru nonton di Smart TV
02:54Nonton live streaming dan ribuan tayangan Kompas Gramedia langsung dari Smart TV kamu
03:00Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu
03:04Cari Kompas TV melalui pencarian
03:07Pilih aplikasi, lalu install
03:10Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV
03:15Download Kompas TV apps di TV kamu sekarang juga

Dianjurkan