- 20 jam yang lalu
- #greenpeace
- #karhutla
- #menhut
KOMPAS.TV - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkapkan, 99 persen kebakaran hutan dan lahan (karhutla) disebabkan oleh ulah manusia.
Pemerintah mempertegas penegakan hukum dengan mencabut dan membekukan izin 26 perusahaan yang dinilai melakukan pelanggaran.
Menhut menegaskan, karhutla tak hanya ditangani melalui pemadaman, tetapi juga dicegah dengan menindak pihak-pihak yang menjadi penyebabnya. Penanganan karhutla di sejumlah wilayah di Indonesia belum juga selesai.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyebut 99 persen karhutla terjadi akibat ulah manusia. Bagaimana mengartikan pernyataan Menhut tersebut? Dan apa tindak lanjut yang bisa diambil pemerintahan Prabowo-Gibran?
Kita ulas bersama Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik, serta Juru Bicara Partai Gerindra, Kamrussamad.
#greenpeace #karhutla #menhut
Baca Juga [FULL] Eks Wakil Ketua KPK & MAKI Soroti Nusron Wahid Mangkir 2 Kali Pemeriksaan KPK, Apa Alasannya? di https://www.kompas.tv/nasional/697022/full-eks-wakil-ketua-kpk-maki-soroti-nusron-wahid-mangkir-2-kali-pemeriksaan-kpk-apa-alasannya
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/697023/full-greenpeace-indonesia-jubir-gerindra-soroti-pernyataan-dari-menhut-soal-karhutla
Pemerintah mempertegas penegakan hukum dengan mencabut dan membekukan izin 26 perusahaan yang dinilai melakukan pelanggaran.
Menhut menegaskan, karhutla tak hanya ditangani melalui pemadaman, tetapi juga dicegah dengan menindak pihak-pihak yang menjadi penyebabnya. Penanganan karhutla di sejumlah wilayah di Indonesia belum juga selesai.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyebut 99 persen karhutla terjadi akibat ulah manusia. Bagaimana mengartikan pernyataan Menhut tersebut? Dan apa tindak lanjut yang bisa diambil pemerintahan Prabowo-Gibran?
Kita ulas bersama Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik, serta Juru Bicara Partai Gerindra, Kamrussamad.
#greenpeace #karhutla #menhut
Baca Juga [FULL] Eks Wakil Ketua KPK & MAKI Soroti Nusron Wahid Mangkir 2 Kali Pemeriksaan KPK, Apa Alasannya? di https://www.kompas.tv/nasional/697022/full-eks-wakil-ketua-kpk-maki-soroti-nusron-wahid-mangkir-2-kali-pemeriksaan-kpk-apa-alasannya
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/697023/full-greenpeace-indonesia-jubir-gerindra-soroti-pernyataan-dari-menhut-soal-karhutla
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkap 99 persen kebakaran hutan dan lahan katanya disebabkan karena ulah manusia.
00:11Pemerintah mempertegas pendegakan hukum dengan mencabut dan membekukan izin 26 perusahaan yang dinilai melakukan pelanggaran.
00:19Menhut menegaskan karhutlah tak hanya ditangani melalui pemadaman, melainkan juga dicegah dengan menindak para pihak yang menjadi penyebabnya.
00:35Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkap 99 persen kejadian ini pasti ulah manusia.
00:40Baik itu masyarakat kecil yang memang beladang, kemudian tidak bisa mengontrol apa yang mereka bakar, atau juga yang besar.
00:51Oleh karena itu penegakan hukum menjadi penting juga.
00:53Pak Kori kemarin sudah umumkan berapa perusahaan itu yang sudah dijadikan tersangka, individu juga jadi tersangka.
01:03Termasuk kami di Kementerian Kehutanan ada 26 perusahaan yang sudah kami cabut dan bekukan izinnya.
01:11Dan sebetulnya akan terus bertambah.
01:13Kemarin saya dapat laporan ada proses sekitar 5 atau 6 perusahaan lagi, termasuk di Kalimantan Tengah yang melakukan pelanggaran.
01:23Sebelumnya Kepala Badan Komunikasi Pemerintah atau BAKOM RI, Syahganda Lenggolan,
01:29merespons dampak karhutlah yang terasa hingga Malaysia dan juga Singapura.
01:33Syahganda menyebut karhutlah di sejumlah wilayah Indonesia merupakan fenomena alam katanya,
01:37atau terjadi di luar kesalahan manusia.
01:39Terima kasih.
01:46Terima kasih.
02:26Terima kasih.
02:48Selamat malam, Bung Iqbal dan Kang Samad.
02:53Selamat malam.
02:55Saya ke Bung Iqbal dulu deh kalau gitu.
02:57Ini saya kan juga menyimak beberapa kali pernyataan dari Greenpeace bahwa karhutlah ini tidak hanya soal siapa yang membakar,
03:05tapi juga kebijakan izin konsesi, lalu juga kanalisasi gambut dan pengawasan yang lemah gitu kira-kira.
03:11Nah, dengan adanya pernyataan dari Menhut Raja Julianton yang bilang 99% karhutlah ini merupakan ulah manusia.
03:19Nah, ini kira-kira masih relevan dengan apa yang saya katakan tadi soal yang Greenpeace juga sering utarakan,
03:26soal izin konsesi, kanalisasi gambut, pengawasan yang lemah,
03:30atau jangan-jangan ini justru mengalihkan perhatian dari akar masalah yang sebenarnya sudah menjadi kebijakan negara?
03:38Bung Iqbal.
03:39Ya, jadi terima kasih Mas.
03:41Jadi memang nggak cuma Pak Raja Julia yang mengatakan bahwa 99,9% kebakaran hutan dan lahan ini memang akibat
03:50dari ulah manusia,
03:51sehingga memang dia dikategorikan sebagai bencana hidrometrologis, bencana yang diakibatkan oleh ulah manusia.
03:57Tapi ulah manusia di sini jangan juga cuma diartikan sebagai ada orang yang membawa api,
04:03lalu membakarkannya ke gambut atau ke real area.
04:05Tidak sesederhana itu ya?
04:07Ya, tidak sesederhana itu.
04:09Yang disebut sebagai ulah manusia juga adalah bagaimana gambut-gambut itu menjadi kering,
04:14bagaimana mekanisme atau sistem perizinan dilakukan,
04:18bagaimana pengendalian terhadap izin-izin yang sudah diberikan,
04:21bagaimana pengawasan yang terhadap sudah diberikan.
04:24Jadi, lalu kemudian kita sering sekali meletakkan persoalannya kepada masyarakat adat
04:29atau komunitas lokal yang melakukan pembakaran lahan.
04:32Kita tahu bahwa masyarakat adat dan masyarakat lokal bahkan sudah lama ada sebelum bangsa ini ada gitu,
04:38dan pada saat itu ada kebakaran hutan dan lahan tidak terjadi.
04:42Artinya mereka mampu melakukan kontrol terhadap kebakaran hutan dan lahan.
04:46Tapi kenapa pada saat ini semakin hari semakin sulit?
04:50Ya, karena apa?
04:50Karena gambut-gambutnya sudah rusak, gambut-gambutnya sudah dikanalisasi sehingga dia menjadi kering,
04:56lalu kemudian ditanamin hutan tanaman industri untuk Akasiha,
04:59lalu perkebunan kelapa sawit.
05:01Sehingga wajar sebenarnya kita meminta pertanggung jawaban pemerintah dalam hal ini adalah Pak Raja Juli
05:07yang memberikan izin-izin kehutanan,
05:09lalu Pak Nusron Wahid yang kemudian memberikan izin-izin untuk perkebunan kelapa sawit.
05:14Oke, nah sekarang saya bertanya dari perspektif jurubicara The Ruling Party,
05:20partainya pemerintah, Partai Gerindra, Kang Samad.
05:22Sebagai jurubicara partai penguasa kira-kira,
05:25bagaimana Partai Gerindra dan pemerintahan Prabowo Gibran ini memaknai pernyataan Menhu tadi
05:30bahwa 99% karutah adalah hukum manusia.
05:32Apakah ini jadi dasar untuk memperkuat penegakan hukum
05:35atau ada aspek lain yang perlu diperbaiki menurut Anda?
05:41Ada empat penyebab kebakaran hutan dan lahan.
05:46Pertama, aktivitas manusia dan pembukaan lahan.
05:50Karutah banyak berkaitan dengan aktivitas manusia,
05:53terutama penggunaan api untuk membersihkan lahan, pertanian, maupun perkebunan.
05:59Metode pembakaran dipilih karena dianggap lebih murah, cepat,
06:04tetapi beresiko menimbulkan kebakaran yang tidak terkendali, itu satu.
06:08Kedua, faktor iklim dan cuaca ekstrim.
06:12Mas musim kemarau panjang, kekeringan, dan fenomena El Nino
06:17meningkatkan kerentangan hutan serta lahan terhadap kebakaran.
06:21Namun, faktor iklim umumnya memperbesar resiko saja.
06:25Penyebaran kebakaran bukan menjadi satu-satunya penyebab munculnya api.
06:29Itu yang kedua.
06:30Yang ketiga, kerusakan ekosistem gambut.
06:33Pengurah pengeringan lahan gambut melalui pembangunan kanal,
06:38perubahan fungsi lahan, membuat gambut mudah terbakar.
06:41Nah, kebakaran gambut sangat sulit dipadamkan.
06:44Karena api itu dapat merambat di bawah permukaan tanah
06:49dan menghasilkan asap dalam jumlah yang besar.
06:51Kemudian keempat, itu adalah lemahnya pengawasan.
06:55Nah, ini yang Mas Iqbal sampaikan tadi.
06:57Lemahnya pengawasan dan tata kelolaan lahan.
07:00Pengawasan terhadap wilayah rawan kebakaran, kepatuhan,
07:04pemegang isin usaha, dan pengendalian aktivitas
07:08serta pembukaan lahan masih menjadi tantangan.
07:11Sengketa dan ketidakjelasan penguasaan lahan
07:14juga menjadi mempersulit pencegahan serta penegakan hukum.
07:18Betapapun demikian, kami dari Gerindra sangat berempati
07:22terhadap masyarakat kita yang terdampak
07:25dari kebakaran lahan dan hutan ini.
07:28Kami merasakan bagaimana sulitnya masyarakat,
07:31anak-anak kita yang mau sekolah,
07:33anak-anak kita yang mau bermain di luar rumah,
07:36di pekarangan, di halaman.
07:38Kami merasakan dampak adanya penyakit ispa
07:42yang muncul terhadap anak-anak kita di berbagai provinsi.
07:45Setidaknya kami mencatat ada delapan provinsi
07:48yang terdampak akibat kebakaran lahan ini.
07:52Oke, nah Partai Gerindra berempati
07:55sebagai Partai Pendukung Pemerintah
07:56berempati kepada mereka-mereka yang menjadi korban
07:58Karhutlah dan juga Kabut Asap.
08:00Dan Anda juga tadi mengatakan bahwa
08:02betul ada lemahnya pengawasan artinya
08:04Partai Gerindra sebagai Partai Pendukung Pemerintah
08:07juga mengakui ada celah yang bolong di situ
08:09yang harus segera diselesaikan
08:11dalam hal pengawasan dan juga penegakan hukum.
08:13Yang ingin saya tanyakan bagaimana Partai Gerindra
08:16juga nanti mengakselerasi pemerintah
08:18supaya hal-hal itu juga bisa diterapkan.
08:21Bagaimana pengawasan itu diterapkan dengan baik.
08:23Bagaimana penegakan hukum itu dilakukan dengan benar.
08:25Dan satu lagi juga empati yang bagaimana
08:27yang diberikan seharusnya pemerintah
08:29kepada korban-korban Karhutlah dan Kabut Asap.
08:31Saya akan tanya kepada Kang Samad
08:33sesaat lagi di Sapa Indonesia Malam
08:34tetaplah bersama kami.
08:34Masih berbincang bersama perwakilan
08:37aktivis lingkungan Greenpeace
08:38Bung Iqbal Damanik
08:40dan juga perwakilan dari Partai Gerindra
08:41Kang Samad
08:42Tadi saya bertanya
08:44Kang Samad Anda mengatakan bahwa
08:46Partai Gerindra mengakui juga
08:48ada pengawasan yang lemah
08:50penegakan hukum yang belum optimal
08:52terkait Karhutlah ini.
08:54Dan juga Partai Gerindra
08:55berempati terhadap korban-korban Karhutlah.
08:58Saya ingin tanya konkretnya saja
08:59bagaimana Anda dari Partai Gerindra
09:01juga mendorong pemerintah
09:03untuk mengakselerasi tadi
09:04lemahnya pengawasan
09:05lemahnya penegakan hukum
09:06dan juga bagaimana caranya
09:08berempati kepada korban-korban
09:09Karhutlah dan juga Kabut Asap.
09:11Kang Samad
09:12Ya, pertama Mas
09:14kita sudah menelah
09:16bahwa dampaknya
09:17kesehatan masyarakat
09:19dari asap Karhutlah ini
09:21meningkatkan paparan polusi udara
09:23khususnya partikel halus
09:25PM2 2,5
09:27yang dapat memperburuk penyakit pernafasan
09:30meningkatkan resiko gangguan
09:32kardio-paskular
09:33dan membahayakan
09:35anak-anak lansia
09:36serta kelompok rentan
09:37lalu kemudian kedua
09:39kerugian ekonomi
09:40mengganggu kegiatan pertanian
09:42perkebunan, perdagangan
09:43transportasi, pendidikan
09:45dan produktivitas tenaga kerja
09:47kemudian yang ketiga
09:48juga kita melihat
09:49ada kerusakan lingkungan
09:51kebakaran ini
09:52menyebabkan hilangnya habitat satwa
09:54kerusakan keanekaragaman hayati
09:57degradasi tanah
09:58pelepasan emisi gas
10:00rumah kaca
10:01kebakaran gambut
10:02ini semuanya
10:03kita sudah
10:04menghitung
10:05dan keempat
10:06dampak sosialnya
10:07hubungan internasional
10:09kabut asap ini
10:10dapat mengganggu
10:11aktivitas markal
10:12lintas wilayah
10:13nah ini juga
10:14kita mendorong
10:15pemerintah
10:16yang sudah bekerja
10:17keras
10:17untuk terus
10:18mengkoordinasikan
10:19penguatan pencegahan
10:21detiksi dini
10:22pemerintah perlu
10:23mengoptimalkan
10:24pemantauan titik panas
10:26melalui satelit
10:27jadi patroli terpadu
10:29sistem peringatan dini
10:30serta
10:31koordinasi BMKD
10:32dan juga
10:33pemerintah daerah
10:34aparat keamanan
10:35instansi kehutanan
10:37pencegahan
10:38harus dilakukan
10:39sebelum memasuki
10:40puncak musim kemarau
10:41ini
10:42ini yang
10:43waktunya itu
10:44sebetulnya
10:45sekitar
10:45April
10:46Mei Juni
10:47lalu kemudian
10:49kedua
10:51penanganan darurat
10:52dan pemadaman
10:52pemerintah ini
10:53mengarahkan tim
10:54pemadaman darurat
10:55misalnya
10:56menggalang
10:56Manggala Agni
10:58BPBD
11:00TNI
11:01Polri
11:01dukungan operasional udara
11:03sesuai kebutuhan
11:04operasional
11:05modifikasi cuaca
11:06dapat menjadi
11:07langkah pendukung
11:08ketiga
11:09restorasi gambut
11:10ini untuk
11:11jangka menengah
11:11ya
11:12perbaikan tata kelola
11:14pembasahan
11:15kembali gambut
11:16penutupan kanal
11:17drainase tertentu
11:18rehabilitasi
11:19pegitasi
11:19dan penegakan hukum
11:21pemerintah perlu
11:23memastikan
11:23pertanggungjawaban
11:24individu
11:25maupun korporasi
11:26yang terbukti
11:27melanggar ketentuan
11:29instrumen hukum
11:29mencakup sanksi
11:31administrasi
11:31gugatan perdata
11:33pidana
11:34terhadap pelanggaran
11:35dan pembuktiannya
11:36itu
11:36dan yang ketima
11:37tidak kalah penting
11:38pemberdayaan masyarakat
11:39mas
11:40dunia usaha
11:41pencegahan
11:42karuta
11:42harus melibatkan
11:43masyarakat desa
11:44kelompok tani
11:45masyarakat adat
11:46perusahaan perkebunan
11:47penyedia
11:48metode
11:49pembukaan lahan
11:50tanpa bakat
11:51alangkah idealnya
11:52jika yang dikatakan
11:53Kang Samad itu
11:54benar-benar bisa
11:55dijalankan oleh pemerintah
11:56saya bertanya
11:56ke Bung Iqbal
11:57kalau begitu
11:58adakah langkah pemerintah
11:59yang saat ini
12:00sudah setidaknya
12:01mengarah ke arah sana
12:02seperti yang dikatakan
12:03Kang Samad tadi
12:03Bung Iqbal
12:04apa yang dilakukan pemerintah
12:07apa yang dilakukan pemerintah
12:07apakah mengarah ke arah sana
12:09pemerintah yang sudah berjuang
12:11lalu kemudian teman-teman relawan
12:13menggala akni
12:14itu tidak bisa dibantah
12:16memang
12:16tapi
12:17yang harus kita pertanyakan adalah
12:19apa yang disampaikan
12:21Bang Kamar Samad tadi
12:22hampir 100%
12:24itu benar semua
12:25untuk mengatakan bahwa
12:26ada PM 2,5
12:27lalu kemudian
12:29kerugian ekonomi
12:30kematian dini
12:31bahkan jumlah kematian dini
12:33itu mencapai angka 60 ribu
12:34hampir bisa kita pastikan
12:36semuanya benar gitu
12:37tapi
12:37yang menjadi pertanyaan adalah
12:39mengapa
12:40pemerintah
12:41tidak melakukan pencegahan
12:43sejak awal
12:43meskipun sudah diingatkan
12:45dari awal tahun
12:46kebakaran hutan dan lahan ini
12:48dimulai dari bulan Juli
12:49tapi
12:50prediksi terhadap El Nino-nya
12:52akan terjadi kebakaran hutannya
12:54itu sudah diprediksi
12:55bahkan dari sejak
12:56akhir tahun 2025
12:57Greenpeace saya
12:59dan bahkan
13:00dari BMKG
13:01sudah memprediksi soal
13:02El Nino
13:03atau Godzilla El Nino
13:04bukan malah menanggapi
13:06Godzilla El Nino-nya
13:07malah pada saat
13:08yang terjadi adalah
13:09diklarifikasi
13:10bahwa itu bukan Godzilla
13:11dan tidak ada istilah
13:12Godzilla El Nino
13:13tapi pada saat itu
13:14Bu Ermayuli Hastin
13:15agar kemudian
13:16pemerintah mengambil
13:17atensi
13:18yang sangat besar
13:20bahwa ketika kita
13:21membiarkan Godzilla El Nino
13:22itu terjadi
13:23maka kebakaran hutan
13:24dan lahan kerugiannya
13:25semakin besar
13:26dan ini terbukti
13:27jadi
13:27apa yang terjadi saat ini
13:30adalah semacam
13:31bahwa
13:32pemerintah sudah diingatkan
13:34bahwa di depan sana
13:35akan ada lubang besar
13:36dan akhirnya kita terprosok
13:38masuk ke dalam
13:39dan yang kita lakukan saat ini
13:41adalah mengeluarkan pedati
13:42yang sedang dikendarain
13:43atau dikemudikan oleh Pak Prabowo ini
13:45untuk keluar dari luar
13:46jadi masalahnya ada di mana
13:47masalah hukum yang tidak membuat
13:49jerah
13:49atau deteksi dini
13:51yang terlambat dilakukan
13:52atau apa yang paling krusial
13:53sehingga menyebabkan
13:54bencana ekologis
13:56yang begitu masif sekarang
13:57di Indonesia
13:58ya
13:59kalau kemudian kita lihat
14:01dari beberapa
14:02perusahaan-perusahaan
14:03yang pada saat ini
14:04juga terjadi
14:05kebakaran hutan
14:05dan lahan
14:06itu kan juga perusahaan-perusahaan
14:08yang sudah pernah disangsi
14:09pidana denda
14:10oleh pemerintah
14:11tapi apakah
14:12dana pemulihan itu
14:13sudah terjadi atau tidak
14:13bisa kita pastikan
14:15apakah pemulihan itu
14:16dilakukan oleh perusahaan-perusahaan tersebut
14:18kalau kemudian
14:19lahannya masih terbakar
14:20maka
14:21pemidanaan mutlak
14:22atau tanggung jawab mutlak
14:23harusnya bisa dilakukan oleh pemerintah
14:24saat ini meminta pertanggung jawaban
14:26saya ingin menambahkan mas
14:28yang tadi disebutkan
14:29Bang Kamerusamad
14:30soal El Nino
14:31pemerintah berkontribusi
14:33untuk menciptakan El Nino ini
14:34El Nino ini memang ada
14:35tapi karena tingginya
14:37atau tingkat emisi karbon
14:38yang kita keluarkan
14:39dari aktivitas ekstraktif kita
14:41seperti pembakaran batu bara
14:42pembakaran bebe
14:43pembukaan lahan
14:45salam skala besar
14:46penanaman kelapa sawit
14:47skala besar
14:48pembukaan lahan-lahan gambut
14:49menyebabkan emisi boom
14:51yang sangat besar
14:52bagi Indonesia
14:53bagi global
14:54sehingga kemudian terjadilah
14:56extreme weather event
14:57atau cuaca iklim ekstrim
14:59yang itu kemudian
15:00menyebabkan apa
15:01menyebabkan semakin panjangnya
15:03El Nino
15:03dan semakin intensitasnya
15:05semakin tinggi
15:06jadi pemerintah
15:07tidak bisa juga
15:07mengeluarkan tangan
15:08dan kita sudah mengakui ini loh
15:10pemerintah sudah mengakui ini
15:11melalui undang-undang nomor 10 tahun 2016
15:14tentang Paris Agreement
15:16dan kita meratifikasi itu
15:17dan kita berupaya berkontribusi
15:19untuk menurunkan emisi kita
15:21sehingga ketika terjadi kebakaran
15:23nutan dan lahan saat ini
15:24kita berkontribusi
15:25hampir lebih dari 30 sampai 100 juta ton
15:28emission boom
15:29yang itu mengutipkan bahwa
15:31target penurunan emisi kita
15:32juga akan terganggu
15:34atau bisa jadi tidak akan tercapai
15:36kalau saya boleh simpulkan sedikit
15:37apa yang disebutkan oleh
15:38Bung Iqbal Damani tadi
15:40ada kegagalan deteksi dini
15:42dari pemerintah
15:42deteksi dini tidak hanya bicara
15:44soal El Nino-nya
15:45kekeringannya
15:46karhutlanya
15:47tapi juga deteksi dini
15:49untuk mencegah
15:49pelanggaran
15:51apa namanya
15:51hukum
15:52terkait kebakaran hutan ini terjadi
15:53lalu juga pengawasan
15:55ini
15:56seolah-olah
15:57jadi juga
15:58apa ya
15:59ada pernyataan yang tidak
16:00inkonsisten juga dari pemerintah
16:02saya tadi sengaja
16:03kami juga memutar
16:04apa namanya
16:05berita pengantar yang
16:06dua
16:07dari dua
16:08instansi yang berbeda
16:09atau dua
16:09otoritas yang berbeda
16:11pertama Menhud dan juga
16:11Bakom
16:12ada perubahan pernyataan
16:13dari pernyataan istana
16:14Bakom menyebut
16:15karhutlah adalah faktor alam
16:16namun Menhud
16:17Raja Juli
16:18belum lama ini bilang
16:1999% karena ulah manusia
16:21saya ingin tanyakan
16:22ke Partai Green
16:23kalau memang ini
16:24inkonsisten
16:24bagaimana pemerintah bisa
16:26memegang komitmen yang
16:27lurus dan
16:27sama
16:28singkat saja untuk
16:30sama-sama kita menuntaskan
16:31kebakaran hutan dan lahan
16:33kemudian hari
16:33jadi
16:35justru konsistensi pemerintah ini
16:38dibuktikan
16:39dimana Presiden Prabowo
16:42mengeluarkan
16:42Impres
16:43nomor 11
16:44tahun
16:442026
16:46tentang penguatan
16:47larangan pembukaan
16:49lahan
16:49dengan membakar
16:51dan juga
16:52pasal-pasalnya
16:53berisi tentang
16:54pengendalian
16:55karhutlah
16:56dan juga
16:57ada
16:58itu merupakan
17:00juga bagian
17:01daripada
17:02komitmen
17:03pemerintah
17:04termasuk
17:05menindaklanjuti
17:06sanksi
17:07administrasi
17:07yang sudah
17:08dilakukan
17:09berupa
17:10pencabutan
17:11izin terhadap
17:12pemulihan
17:13hutan
17:14ada 26 subjek
17:15hukum
17:16di 7 provinsi
17:17telah diberikan
17:19dikenai sanksi
17:20terkait
17:21kebakaran hutan
17:22total luas
17:23lahannya
17:23perizinannya itu
17:24mencapai
17:251 juta
17:26700
17:26hektare
17:27lebih
17:28nah
17:28sanksi yang
17:29dijatuhkan
17:29ada 5
17:30pencabutan
17:31izin
17:3113
17:32pembekuan
17:34dan
17:35paksaan
17:36pemulihan
17:37ekosistem
17:37hutan
17:38nah ini
17:39yang kita
17:39harus awasi
17:40bersama
17:40bersama
17:41teman-teman
17:42NGO
17:42supaya
17:43paksaan
17:44pemulihan
17:44hutan
17:45termasuk
17:45tadi
17:46update
17:46tindakan
17:47administrasi
17:48itu harus
17:49dipublikasi
17:51tindak
17:52lanjutnya
17:52dan kemudian
17:53ada 8
17:54masih ada lagi
17:57satu
17:57yang dikenai
17:58pencabutan
17:59izin
17:59nah ini
18:00sangat serius
18:01dan 13
18:01subjek hukum
18:02dikena
18:03pembekuan
18:03dan paksaan
18:04di Kalimantan
18:05Barat
18:06di Kalimantan
18:07Selatan
18:07di Kalimantan
18:08Tengah
18:08di Kalimantan
18:09Timur
18:09di Kalimantan
18:10Utara
18:11di Sumatera
18:12Selatan
18:12ini adalah
18:13keseriusan
18:14pemerintah
18:15untuk
18:15sungguh-sungguh
18:16memberikan
18:18sanksi
18:19terhadap
18:20para pelanggar
18:20aturan
18:21penggunaan
18:22lahan
18:22dan pengelolaan
18:23hutan ini
18:24tentu saja
18:25ini
18:25jadi momentum
18:26besok
18:2720 Oktober
18:28Presiden Prabowo
18:29dan Wakil Presiden
18:30Gibran
18:30mengijak
18:31tahun kedua
18:32pemerintah negeri ini
18:33dua tahun Prabowo
18:34Gibran
18:35semoga bisa jadi momentum
18:36tadi ya
18:36salah satunya
18:37untuk paksaan
18:38memulihkan
18:39keadaan hutan
18:40yang sudah rusak
18:41di Indonesia
18:41terima kasih
18:42dari Greenpeace
18:44ada Bung Iqbal Damanik
18:45dan juga
18:46jurubicara
18:46Partai Gerinda
18:46Bung Karma Rusamat
18:47telah berbagi perspektif
18:49dan berbincang
18:49di Sampai Indonesia Malam
18:50sampai jumpa lagi
18:51Selamat Malam
18:52Selamat Malam
18:53Selamat Malam
18:54Selamat Malam