00:00Sejak kebakaran hutan dan tanah yang berlaku di Kalimantan dan Sumatera, tiga bulan lalu, jerebu melanda tanpa sudah.
00:08Bukan sahaja menjejaskan warga Indonesia tetapi Malaysia, Singapura semuanya.
00:12Dan bersama kami secara langsung ketika ini, Sri Hartini, Direktor Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia,
00:19Walhi Kalimantan Barat di Yogyakarta untuk kongsikan sedikit pandangan.
00:23Terima kasih Ibu Sudi bersama kami di Astro Awani.
00:26Indonesia terjejas, Malaysia, Singapura semuanya terjejas.
00:30Respon Indonesia sedikit menggusarkan tetapi bagaimana ekonomi, perniagaan, kesan langsung kepada rakyat Indonesia?
00:38Boleh kongsikan Ibu Hartini?
00:41Selamat malam.
00:44Saat ini di Indonesia terutama di Kalimantan Barat, kebakaran dan lahan itu bukan hanya soal perubahan iklim
00:54tapi sudah melainkan kejahatan kemanisiaan yang menghantam langsung kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat
01:04terutama di daerah Kalimantan Barat, hampir seluruh Kalimantan Barat, seluruh Kalimantan.
01:10Salah satu dampak yang terjadi itu ketika di bidang ekonomi ya banyak sekali penurunan produktifitas
01:19pekerjaan masyarakat ketika kebakaran dan lahan terjadi masyarakat terhenti.
01:27Jadi ketika mereka melakukan pekerjaan di luar mereka harus beradaptasi yang dengan asap,
01:34yang dengan ispuh yang tinggi. Kemudian di sektor penerbangan banyak sekali distribusi
01:41soal ekonomi yang terhambat karena jarak pandang yang pendek kemudian para nelayan tidak bisa
01:48menangkap ikan di laut. Kemudian ketika jalur distribusi di daerah yang peningkat
01:57jalur distribusi ekonomi misalnya kita di daerah Jawa menuju Kalimantan itu terhambat
02:04karena jalur transportasi jarak pandangnya pendek. Kemudian masalah kesehatan banyak sekali
02:14loncakan kesehatan terutama ispuh yang melanda masyarakat Kalimantan Barat.
02:19Itu terdampak sekali ketika para lansia, perempuan, anak-anak, balita.
02:25Jadi hampir 283 ribu jumlah penduduk yang terkena ispuh.
02:32Nah saat ini memang pemerintah di Kalimantan terutama di Kalimantan Barat
02:37mereka melakukan antisipasi soal bagaimana penanganan dampak kesehatan kepada masyarakat.
02:44tapi sampai saat ini kerana luasan kebakaran yang sangat luas
02:49jadi tidak semua masyarakat itu terpangani.
02:54Ya kita tahu isu jerebu atau karutlah ini bukan pertama kali berlaku
02:59sudah pun berulang sejak berdekad tetapi kali ini mungkin yang paling teruk.
03:03Bagaimana untuk kita pastikan selepas ini dapat ditangani dengan baik
03:08kesan pembakaran, punca pembakarannya. Adakah mustahil, impossible
03:12untuk mempertanggungjawabkan, menghukum mereka, syarikat-syarikat yang terlibat ini
03:17menghiret mereka ke muka pengadilan? Mustahil atau tidak?
03:22Ya. Kami mungkin dari pemerintah Indonesia harus punya niat baik ya untuk melakukan
03:32menangkap pelaku-pelaku yang melakukan pembakaran secara sengaja maupun tidak sengaja.
03:37karena saat ini kalau misalnya di wilayah Kalimantan Barat
03:40luas apa, wilayah yang terbakar banyak sekali di wilayah-wilayah konsesi
03:44terutama di lahan gambut yang sampai saat ini belum padam apinya.
03:49Nah saat ini ketika kebakaran itu terjadi secara berulang
03:53mestinya wilayah-wilayah yang terdampak itu sudah diantisipasi.
03:58Nah di Indonesia tata kelola soal penanganan karutlah ini sangat buruk sekali.
04:05Jadi tidak ada evaluasi izin kemudian rehabilitasi soal wilayah-wilayah
04:13yang seharusnya menjadi prioritas untuk penanganan karutlah itu tidak dilakukan.
04:18Nah ke depan jika tata kelola yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia
04:23tidak dilakukan secara baik antisipasinya maupun mitigasinya itu akan berulang.
04:29dan itu apa efeknya bisa jadi sampai ke negara tetangga
04:34maupun seperti Malaysia, Filipina maupun Singapura.
04:39Nah terkait ini juga selain konsesi-konsesi yang kebakaran yang terjadi di Indonesia
04:45juga kita juga harus merehat korporasi-korporasi siapa pemiliknya.
04:51Secara ringkas Ibu peneroka tanah baharu kesan pembakaran hutan tanah
04:55mungkin keberhasilan keuntungannya bagi mereka yang tidak bertanggungjawab.
05:00Mungkin boleh kongsikan juga kaitan pembakaran hutan karutlah ini
05:04dengan pembukaan ladang penerokaan baharu pertanian korporat-korporat
05:08yang sama ada asalnya dari Malaysia, dari Singapura, Indonesia semuanya
05:13harus dipertanggungjawabkan. Apa kaitannya dengan pembukaan ladang penerokaan
05:18pertanian, aktiviti tanyian ini?
05:21Nah kita melihat kebakaran itu terjadi dari Januari, dimulai Januari
05:27sampai bulan September itu di kuncaknya. Kemudian di Indonesia
05:33terutama di Kalimantan Barat sebenarnya waktu itu belum masa berladang.
05:38Jadi sebenarnya tuduhan untuk para pembakar, apa?
05:40Ladang yang melakukan pembakaran untuk pembukaan lahan untuk ladang pertanian
05:45itu mustahil untuk dituduhkan kepada peladang.
05:50Kerana waktu berladang mereka seharusnya bukan di bulan Januari sampai
05:55September.
05:57Ya, terima kasih atas perkongsian itu. Banyak lagi yang ingin kami
06:01dapatkan. Mungkin insyaAllah di ruang yang lain.
06:05Terima kasih. Itu tadi Ibu Sri Hartini, Direktor Eksekutif Wahana
06:07Lingkungan Hidup Indonesia Walhi Kalimantan Barat di Yogyakarta.
06:11Kongsikan kemas kini terbaharu dan bagaimana tindakan perlu diambil
06:16ke atas syarikat pihak yang bertanggungjawab atas kebakaran yang berlaku
06:20sehingga menyebabkan jerebu di beberapa negara. Terima kasih sekali lagi.
06:23Terima kasih.