- 6 menit yang lalu
- #prabowogibran
- #pemerintahanprabowo
JAKARTA, KOMPAS.TV Presiden RI, Prabowo Subianto, menyampaikan pidato dalam Sidang Kabinet Paripurna dua tahun pemerintahannya pada Rabu (21/10/2026).
Presiden Prabowo juga sempat menyinggung soal penanganan karhutla hingga bencana alam.
Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti menilai evaluasi terhadap kinerja menteri dan wakil menteri di Kabinet Merah Putih perlu diikuti dengan perbaikan pola kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Ray, persoalan kinerja kabinet tidak semata-mata bergantung pada kapasitas masing-masing menteri. Presiden juga dinilai perlu mengoptimalkan peran para pembantunya melalui komunikasi dan koordinasi yang lebih efektif.
Selain pola kepemimpinan, Ray menyoroti komposisi kabinet agar Presiden tidak merangkapkan jabatan ketua umum partai politik dengan posisi menteri.
Baca Juga [FULL] Pidato Presiden Prabowo Pimpin Sidang Kabinet 2 Tahun Pemerintahan: Bukan Kita Sombong... di https://www.kompas.tv/nasional/697218/full-pidato-presiden-prabowo-pimpin-sidang-kabinet-2-tahun-pemerintahan-bukan-kita-sombong
Juru Bicara Partai Gerindra, Kamrussamad menyebut fraksinya di DPR tengah mengevaluasi kinerja 42 menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih.
Ia meminta Presiden Prabowo Subianto menindaklanjuti evaluasi tersebut karena sejumlah kinerja dinilai belum sesuai dengan arah pembangunan pemerintah.
2 tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming jadi momentum untuk mengevaluasi capaian sekaligus mengidentifikasi tantangan yang masih dihadapi pemerintah.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Syahganda Nainggolan menyoroti pertumbuhan ekonomi dan kebijakan pemerintah yang diarahkan untuk memperluas manfaat pembangunan.
Syahganda menilai pertumbuhan ekonomi perlu dilihat dari manfaatnya bagi kelompok masyarakat yang selama ini menjadi bagian penting dalam aktivitas produksi, seperti petani, nelayan, dan buruh.
Baca Juga Kritik Ray Rangkuti di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran, Saran Ini ke Gerindra di https://www.kompas.tv/nasional/697151/kritik-ray-rangkuti-di-2-tahun-kepemimpinan-prabowo-gibran-saran-ini-ke-gerindra
#prabowogibran #pemerintahanprabowo
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/697239/gerindra-bakom-ri-hingga-pengamat-politik-soroti-2-tahun-pemerintahan-prabowo-gibran-parasot
Presiden Prabowo juga sempat menyinggung soal penanganan karhutla hingga bencana alam.
Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti menilai evaluasi terhadap kinerja menteri dan wakil menteri di Kabinet Merah Putih perlu diikuti dengan perbaikan pola kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Ray, persoalan kinerja kabinet tidak semata-mata bergantung pada kapasitas masing-masing menteri. Presiden juga dinilai perlu mengoptimalkan peran para pembantunya melalui komunikasi dan koordinasi yang lebih efektif.
Selain pola kepemimpinan, Ray menyoroti komposisi kabinet agar Presiden tidak merangkapkan jabatan ketua umum partai politik dengan posisi menteri.
Baca Juga [FULL] Pidato Presiden Prabowo Pimpin Sidang Kabinet 2 Tahun Pemerintahan: Bukan Kita Sombong... di https://www.kompas.tv/nasional/697218/full-pidato-presiden-prabowo-pimpin-sidang-kabinet-2-tahun-pemerintahan-bukan-kita-sombong
Juru Bicara Partai Gerindra, Kamrussamad menyebut fraksinya di DPR tengah mengevaluasi kinerja 42 menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih.
Ia meminta Presiden Prabowo Subianto menindaklanjuti evaluasi tersebut karena sejumlah kinerja dinilai belum sesuai dengan arah pembangunan pemerintah.
2 tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming jadi momentum untuk mengevaluasi capaian sekaligus mengidentifikasi tantangan yang masih dihadapi pemerintah.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Syahganda Nainggolan menyoroti pertumbuhan ekonomi dan kebijakan pemerintah yang diarahkan untuk memperluas manfaat pembangunan.
Syahganda menilai pertumbuhan ekonomi perlu dilihat dari manfaatnya bagi kelompok masyarakat yang selama ini menjadi bagian penting dalam aktivitas produksi, seperti petani, nelayan, dan buruh.
Baca Juga Kritik Ray Rangkuti di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran, Saran Ini ke Gerindra di https://www.kompas.tv/nasional/697151/kritik-ray-rangkuti-di-2-tahun-kepemimpinan-prabowo-gibran-saran-ini-ke-gerindra
#prabowogibran #pemerintahanprabowo
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/697239/gerindra-bakom-ri-hingga-pengamat-politik-soroti-2-tahun-pemerintahan-prabowo-gibran-parasot
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Kinerja yang menurut penilaian saya cukup membanggakan.
00:06Yang di bawah gitu ya, rakyat kecil itu menjadi fokus utama Bapak Presiden supaya mereka itu mendapatkan perlindungan dari negara.
00:15Tetapi memang faktanya masyarakat masih banyak yang menderita, masih banyak yang susah.
00:19Kami sedang terus mengkaji dan melibatkan beberapa ekonom senior kita.
00:23Itu sering sekali antara pencapaian dan persepsi itu karena ada persoalan komunikasinya.
00:28Dengan semangat, saudara-saudara telah menghasilkan suatu kinerja yang menurut penilaian saya cukup membanggakan.
00:47Saya ingin ucapkan terima kasih atas kekompakan teamwork yang saudara-saudara tunjukkan selama dua tahun ini.
01:00Saudara-saudara, berhasilnya suatu organisasi sangat ditentukan oleh kerjasama tim, teamwork.
01:18Kemampuan kerjasama itu yang menentukan.
01:26Daripada banyak orang cemerlang dan brilian, tapi tidak bisa kerjasama lebih baik orang yang biasa-biasa saja.
01:41Tapi bisa bekerja sama dengan baik.
01:44Itu pelajaran ribuan tahun peradaban manusia.
01:49Tapi tentunya negara sebesar kita, negara yang hampir 300 juta,
02:01tentunya menghasilkan putra-putri yang terbaik.
02:06Ya Renata, jadi tadi Presiden sudah menyampaikan,
02:10sebagaimana disampaikan oleh beliau dalam pidato kenegaraan 14 Agustus lalu,
02:15ada 121 kebijakan transformatif ya.
02:19Bahkan kalau kita lihat sampai hari ini, lebih banyak lagi.
02:24Fakta capaian yang sudah dicapai oleh pemerintahan Prabowo Gibran ini sudah banyak,
02:29dan sifatnya transformasional, sifatnya fundamental.
02:32Tadi ada di banyak bidang, terutama fokus Bapak Presiden adalah bidang-bidang yang berfokus kepada kesejahteraan rakyat.
02:43Jadi memang rakyat yang di bawah, rakyat kecil itu menjadi fokus utama Bapak Presiden,
02:49supaya mereka mendapatkan perlindungan dari negara,
02:53kemudian juga mendapatkan hak untuk bisa lebih sejahtera,
02:56kemudian juga mereka lebih berdaya.
02:59Sehingga kebijakan-kebijakan yang bisa kita highlight gitu di 2 tahun pemerintahan Prabowo Gibran ini adalah
03:06yang orientasinya kepada mereka, misalnya suasembada pangan.
03:10Suasembada pangan ini kita tahu dengan negeri seluas ini gitu ya,
03:14dengan potensi yang kita miliki, susah sekali tercapai,
03:17tapi di era pemerintahan Prabowo Gibran,
03:20Presiden Prabowo memastikan yang tadinya janji akan dicapai dalam 4-5 tahun,
03:25ternyata dalam 2 tahun sudah suasembada di 8 bidang komoditas.
03:30Kemudian untuk pertama kalinya kita sekarang mengalami surplus beras gitu ya,
03:35jadi produksi beras kita meningkat signifikan,
03:38kita juga punya cadangan beras yang cukup gitu ya,
03:41untuk bisa menghadapi berbagai situasi yang ada.
03:44Yang kedua adalah janji untuk bisa memberikan layanan kepada masyarakat yang terbawah,
03:50ini juga yang menjadi mindset dari program makan bergizi gratis yang sekarang sudah diberikan kepada 57 juta penerima manfaat.
03:58Kemudian juga di sektor kesehatan, program seperti cek kesehatan gratis sudah mencapai 80% dari yang dijanjikan,
04:06sekarang sudah 105 juta orang mengikuti CKG gitu.
04:10Kemudian juga yang bisa kita lihat itu banyak sektor-sektor yang tadinya tidak tersentuh,
04:16yang sifatnya juga tadi fundamental, transformasional gitu ya,
04:20di masa pemerintahan ini baru pertama ada seorang presiden yang melakukan renovasi sekolah secara besar-besaran,
04:27secara masif, nanti sampai akhir tahun akan ada 70 ribu sekolah yang direnovasi.
04:32Kemudian juga jembatan-jembatan desa yang tadinya itu tidak terhubung,
04:36kalau kita lihat scenenya kan bagaimana anak-anak harus menyeberang kali gitu ya,
04:41menyeberang sungai yang deras untuk ke sekolah,
04:43di masa pemerintahan presiden Prabowo dalam dua tahun ini sudah dibangun lebih dari 3 ribu jembatan.
04:48Dan juga banyak kebijakan-kebijakan transformatif lainnya gitu ya,
04:52yang sifatnya fundamental seperti yang disampaikan oleh Bapak Presiden,
04:56yang belum pernah dipikirkan secara serius dan dikerjakan secara sungguh-sungguh mungkin,
05:02selama berpuluh-puluh tahun sekarang itu dikerjakan oleh Presiden Prabowo,
05:07termasuk penyelamatan aset-aset nasional gitu ya,
05:10kemudian juga streamlining atau perampingan BUMN dan seterusnya.
05:14Jadi banyak sekali di dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto ini,
05:19kebijakan-kebijakan yang ekstraordinari,
05:22kebijakan-kebijakan yang fundamental, transformasional,
05:25dan saya kira nanti publik akan merasakan dalam jangka panjang,
05:29yang sedang disiapkan oleh Presiden Prabowo,
05:31adalah sebuah tatanan baru untuk Indonesia yang lebih baik di masa yang akan datang.
05:36Ya tentu kita harus mengukur dengan objektif ya,
05:39ada indikator, parameter, ukuran-ukuran,
05:42yang tentu kita sepakati ya,
05:46apakah pemerintah itu sukses atau tidak,
05:49berhasil atau tidak,
05:50lalu diciptai rakyat atau tidak.
05:53Ya kalau kita tadi kembali kepada lembaga surpa yang sudah merilis,
05:57tentu ada ukuran-ukuran yang bisa jadi objektif, bisa jadi subjektif.
06:01Tetapi kalau kita melihat secara betul-betul, sungguh-sungguh ya,
06:05melihat apa yang dilakukan oleh pemerintah,
06:07saya melihatnya secara umum,
06:10masyarakat cukup puas ya,
06:12dalam pemerintahan Pak Prabowo Gibran.
06:15Tetapi memang masih banyak PR-PR,
06:18pekerjaan rumah, tugas-tugas yang harus dibenahi oleh pemerintah,
06:22ya dua hal yang paling penting harus dibenahi ya,
06:26yang menjadi kritik publik.
06:28Tadi di-spil oleh Pak Agung ya,
06:31bahwa pertama yaitu soal komunikasi,
06:34yang kedua itu soal ekonomi.
06:35Oleh karena itu, ini yang menjadi perhatian bagi pemerintah ke depan.
06:39Saya sepakat dengan Bang Pad ya,
06:41banyak yang sudah dilakukan,
06:43banyak yang sudah dikerjakan,
06:44banyak yang sudah direalisasikan.
06:46Tetapi memang ini kan perlu juga bahwa selama ini,
06:50apa namanya, konsep-konsep idealis yang dikembangkan,
06:54yang dibangun, yang dikonstruksi oleh pemerintah,
06:56itu kan dalam tataran elit.
06:59Tetapi bagaimana itu bisa direalisasikan?
07:01Sudah banyak saya melihat yang direalisasikan,
07:03seperti yang disampaikan oleh Bang Pad tadi.
07:05Tetapi memang faktanya,
07:06masyarakat masih banyak yang menderita,
07:08masih banyak yang susah,
07:10masih banyak yang sulit mendapatkan pekerjaan.
07:12Ini kan butuh, katakanlah,
07:15dorongan-dorongan pemerintah.
07:16Sehingga, ya,
07:18kita mau tidak mau,
07:19suka tidak suka,
07:20bahwa,
07:21ke depan itu, ya,
07:22pemerintah hadir.
07:23Kita lihat dalam dua tahun ini, gitu,
07:26pemerintah banyak mengkonsolidasi,
07:29dan banyak merealisasikan.
07:30Ya, kalau saya boleh kutip dulu,
07:32di awal-awal pemerintahan Pak Pro Gibran,
07:34itu kan janji-janji terkait dengan persoalan Astacita,
07:38dulu itu dikenal konsepnya,
07:39itu delapan,
07:41tujuh belas delapan,
07:41delapan Astacita,
07:42tujuh belas program prioritas,
07:43dan delapan lagi program Quick Queen,
07:45program terbaik cepat.
07:47Nah, di tengah jalan,
07:48program prioritas bertransformasi,
07:50menjadi,
07:50dan bertambah, gitu, ya,
07:52sesuai yang diinginkan,
07:53dan dikembangkan oleh Bapak Penas.
07:54Ya, tentu ini menjadi penting
07:56untuk kita semua,
07:58para akademisi,
07:59para sekolah,
08:00rakyat Indonesia,
08:01untuk mengukur,
08:02sejauh mana,
08:02tadi, janji-janji,
08:04katakanlah,
08:04apa yang menjadi visi,
08:05misi, dan program Bapak Presiden,
08:07itu betul-betul sudah dinikmati,
08:09sudah dirasakan oleh masyarakat Indonesia.
08:11Karena bagaimanapun,
08:13seidealnya konsep yang ada,
08:14sehebat apapun program yang ada,
08:16tetapi korealisasinya,
08:18atau kata-kata kelola yang tidak bagus,
08:19atau pelaksanaannya tidak baik,
08:21maka ini menjadi sumber penyakit
08:23bagi pemerintah.
08:24Saya meyakini,
08:26pemerintah sudah bergeraknya keras,
08:27sudah melakukan banyak hal,
08:29tetapi tadi,
08:30ada kritik dari publik,
08:31bahwa,
08:32misalkan komunikasinya belum sampai.
08:34Ya, syukur,
08:35di sini ada Bang Fad,
08:36Pak Deputi Baru,
08:38yang saya lihat,
08:39terus,
08:40membangun komunikasi baik dengan publik,
08:42dan tentu ini harus didukung oleh,
08:44komponen,
08:45katakanlah,
08:46pemerintah yang lain.
08:47Karena saya melihat,
08:49bahwa salah satu,
08:50poin penting pemerintahan Pak Brodiblan,
08:52baik saat ini dan ke depan,
08:53adalah soal komunikasi itu.
08:55Jadi,
08:55kalau barangnya bagus,
08:57kalau programnya bagus,
08:58barangnya baik,
08:59programnya baik,
09:00kalau disampaikan,
09:01disampaikan tidak dengan baik,
09:03maka hasilnya tidak baik.
09:05Begitu dikasih baik,
09:06ya kalau barang jelat,
09:06kalau disampaikan dengan baik,
09:07juga akan baik.
09:09Oleh karena itu,
09:09menjadi penting begitu,
09:11dalam kontak komunikasi,
09:12dan perbaikan ekonomi ke depan.
09:13Data sementara,
09:14dua menteri,
09:17dan wamennya itu tidak kerja,
09:19berdasarkan KPI yang ada.
09:21Kami sedang terus mengkaji,
09:23dan melibatkan beberapa ekonom senior kita,
09:25untuk mengkaji lebih mendalam.
09:28Dan kita akan menyampaikan hal ini,
09:30kepada Presiden,
09:31supaya,
09:32tiga tahun terakhir ini,
09:33bisa lebih produktif,
09:35mendeliver,
09:36melalui orang-orang yang memiliki kompetensi,
09:38di dalam kabinet pemerintahan ini.
09:41Tentu evaluasi yang tidak dilakukan oleh Gerindra itu,
09:45bagian dari mungkin,
09:46keinginan mereka untuk membantu Presiden Prabowo,
09:49dalam hal mengoptimalkan kinerja para menteri.
09:52Tetapi,
09:53saya mungkin sudah berkali-kali mengatakan,
09:56persoalan utamanya menurut saya,
09:58bukan hanya pada soal kinerja menteri.
10:00Tetapi,
10:01sejauh apa,
10:02Presiden juga mampu,
10:03mengoptimalkan para menterinya,
10:05untuk bekerja.
10:06Nah,
10:07jadi maksud saya,
10:10sebelum mereka mengevaluasi para menteri,
10:13mestinya Gerindra menyampaikan kepada Pak Prabowo,
10:17supaya juga,
10:19mengubah pola,
10:21apa namanya,
10:22kepemimpinannya,
10:23bila selama ini santer,
10:25misalnya kita dengar,
10:26bahwa Pak Prabowo itu sulit ditemui,
10:29jarang berkomunikasi dengan para menterinya,
10:31gitu ya,
10:32dan seterusnya-seterusnya itu,
10:34itu,
10:35baiknya itu mulai diingatkan oleh Gerindra,
10:38bahwa pola yang seperti itu,
10:39pada dasarnya sangat,
10:41tidak membantu para menteri-menteri ini,
10:43bekerja, gitu.
10:44Dan yang kedua itu adalah,
10:46juga mengubah,
10:47mungkin ya,
10:48semacam,
10:49semacam,
10:50apa ya namanya ya,
10:51kebiasaan Pak Prabowo,
10:52yang kelihatan senang mendengar,
10:54hal-hal yang positif aja.
10:56Dan kurang,
10:57kurang apa namanya itu ya,
10:59kurang berkenan,
11:00kalau mendengar,
11:01ada hal-hal yang negatif dari,
11:03katakanlah para pembantunya itu,
11:05entah itu,
11:06menteri,
11:07wakil menteri,
11:08atau lembaga-lembaga lain,
11:09yang di bawah presiden, gitu.
11:10Nah,
11:11kalau tiga hal ini,
11:12nggak disampaikan oleh,
11:14Gerindra,
11:15saya kira,
11:16sehebat apapun evaluasinya,
11:17dan sehebat apapun menterinya,
11:19ditempatkan pada posisinya, gitu,
11:21ya,
11:22pada tingkat tertentu,
11:23akan berjalan seperti yang sekarang ini.
11:26Kita kan tahu betul,
11:27beberapa tempat misalnya,
11:29menteri itu tidak optimal,
11:30karena kebingungan,
11:31ini mau melakukan apa,
11:33mau bertindak apa,
11:34mau,
11:35apa namanya,
11:36menyampaikan apa.
11:38Sementara saat yang bersamaan,
11:39kita semua tahu,
11:40Pak Prabowo itu,
11:41sangat bersifat,
11:43sentralistik, gitu ya.
11:44Segala sesuat punya kelihatan,
11:46harus digantungkan kepada beliau, gitu.
11:48Tapi saat yang bersamaan,
11:50komunikasi beliau dengan para pembantunya,
11:53seringkali terdengar oleh kita itu,
11:54itu tidak terlalu berjalan optimal, gitu.
11:57Oke.
11:57Nah, itulah saya ingatkan,
11:59baiknya Bu Gerindra,
12:00juga menyampaikan evaluasi,
12:04terhadap Pak Prabowo,
12:05terkait dengan,
12:06cara beliau menangani,
12:08memimpin,
12:09dan juga mengorganisir para pembantunya ini, gitu.
12:14Bahwa berbicara dari sisi hukum,
12:17itu kan suatu spektrum yang sangat luas.
12:19Hukum itu kan mengatur seseorang,
12:21dari dalam kandungan sampai masuk dalam liang lahat,
12:24pun diatur oleh hukum.
12:25Jadi,
12:26sehingga kita harus,
12:27apa,
12:27harus ada pada parameter-parameter yang jelas.
12:31Ketika kita berbicara dalam spektrum penegakan hukum,
12:33maka paling tidak ada empat faktor.
12:35Satu adalah substansi hukum itu sendiri,
12:38dua adalah sarana dan prasarana,
12:39tiga adalah profesionalisme aparat,
12:42dan yang keempat itu adalah kesadaran hukum masyarakat.
12:45Tadi belum disinggung,
12:47bahwa sebetulnya yang dicapai oleh Kementerian Hukum,
12:52bagaimana Bapak Presiden itu mengutamakan keadilan bagi rakyat.
12:57Sementara,
12:58bagaimana akses to justice
13:00yang diharapkan oleh Bapak Presiden,
13:02itu juga bisa tercakup oleh seluruh masyarakat Indonesia.
13:07Kementerian Hukum itu sudah
13:08membentuk lebih dari 80 ribu
13:11pos bantuan hukum.
13:13Dalam konteks,
13:14satu adalah akses to justice,
13:15dan yang kedua,
13:17adalah bagaimana
13:18supaya masyarakat itu diberi penyuluhan hukum.
13:22Supaya dalam rangka meningkatkan
13:23kesadaran hukum masyarakat.
13:25Apa yang dicapai oleh
13:26AHU,
13:28oleh administrasi hukum umum,
13:29oleh kekayaan intelektual,
13:31itu menandakan
13:32masyarakat sudah sadar akan hukum,
13:35sehingga mereka kemudian
13:36bahwa sesuatu yang bersifat legalitas
13:39dalam upaya untuk
13:42pertumbuhan ekonomi,
13:44dengan hak kekayaan intelektual,
13:45keabsahan suatu badan hukum
13:47untuk berusaha, dan lain sebagainya,
13:49mereka kemudian terbuka mata untuk itu.
13:51Lalu tadi misalnya juga
13:52disinggung
13:53mengenai
13:54BUMN yang kemudian
13:56sudah berkurang menjadi 250.
13:58sejak Juni
14:002026
14:02itu
14:04kami sedang melakukan
14:05yang namanya
14:06streamlining.
14:07Bagaimana untuk menilai
14:09apakah BUMN itu
14:11dia optimal
14:12ataukah tidak
14:12dalam melakukan
14:14upaya-upaya
14:15untuk
14:15mesejahterakan rakyat
14:17dan lain sebagainya.
14:18Dan streamlining itu
14:19diketuai oleh
14:21Jaksa Agung Muda Perdata
14:22Tata Usaha Negara.
14:23Mengapa kejaksaan di situ?
14:24Karena
14:24streamlining ini adalah
14:26untuk menyelamatkan
14:29aset negara,
14:30menyelamatkan
14:31kekayaan negara,
14:32menyelamatkan
14:32keuangan negara,
14:33supaya
14:34yang tidak produktif itu
14:35kemudian ditutup
14:36dan ini akan berlangsung terus.
14:38Tadi kan sudah 250,
14:39mungkin nanti ke depan itu
14:40bisa tambah lagi
14:41sekitar 200 sampai
14:43300.
14:44Jadi betul-betul
14:44ada penilaian
14:46apakah ini dia efektif
14:47atau tidak
14:48bisa
14:48agile,
14:49dia bisa optimal
14:50untuk bagaimana
14:52menciptakan
14:52kesejahteraan rakyat.
14:54Bahwa ada
14:55persepsi negatif
14:56itu yang tadi saya katakan
14:58bahwa
14:58kalau kita bersumber
15:00pada putusan
15:01pengadilan misalnya,
15:02misalnya dalam konteks
15:03pemberantasan korupsi,
15:05itu jangan lihat pada
15:06putusan pengadilan.
15:08Efektif
15:09atau
15:09kesungguhan pemerintah
15:11untuk
15:11memberantas korupsi
15:13itu lihat pada
15:13tuntutan Jaksa.
15:14Jaksa itu eksekutif dia.
15:17Maka
15:17dia
15:17misalnya tuh
15:18ada yang sampai
15:19Bapak Presiden waktu itu
15:20mengkritik
15:22tuntusan Jaksa
15:2312 tahun
15:24kok hakim
15:25hanya menjatuhkan
15:266 tahun separuhnya.
15:27Kalau sudah
15:28putusan pengadilan
15:29itu kan sesuatu yang
15:30out of control dari pemerintah.
15:31Itu bukan
15:32eksekutif.
15:33Itu judikatif.
15:34Siapapun tidak bisa
15:35interpretasi
15:35even Presiden pun
15:36tidak bisa melakukan
15:37intervensi.
15:38Ini yang mungkin
15:39misprosepsi
15:40dari masyarakat
15:41bahwa seakan-akan
15:42putusan pengadilan itu
15:43adalah kinerjanya pemerintah.
15:44Tapi kalau
15:45untuk pihak
15:45di dalam survei itu
15:47kalau kita
15:48mau mengetahui
15:49evaluasi publik
15:50terhadap hukum
15:51itu banyak pertanyaannya.
15:52bukan cuma satu.
15:54Yang kita bicarakan
15:55baru pertanyaan umum saja.
15:57Apakah Anda
15:57bagaimana evaluasi Anda
15:59terhadap
16:00penegakan hukum
16:01secara umum?
16:03Bisa juga
16:04ditanyakan bagaimana
16:05evaluasi Anda terhadap
16:06pemerantasan korupsi.
16:07Ada dua itu.
16:08Lalu
16:09seperti yang kata
16:10Pak Wamen
16:11bahwa
16:12kita juga tanya
16:14tingkat kepercayaan
16:15dan tingkat kepuasan
16:16terhadap
16:17masing-masing lembaga
16:18mulai dari
16:18Mahkamah Agung
16:19Mahkamah Konstitusi
16:20pengadilan, polisi
16:22KPK
16:23KPK
16:24semua
16:24semua itu
16:25kita tanyakan.
16:27Jadi
16:27jangan khawatir
16:28ada semua itu.
16:29Jadi
16:29kita juga menanyakan
16:30misalnya ya
16:31apakah masyarakat
16:32lebih tahu
16:33tugas polisi
16:33apakah mereka tahu
16:34tidak tugas polisi
16:35sama jaksa
16:36bedanya apa?
16:37Tugas hakim
16:38sama jaksa
16:38bedanya apa?
16:39kita
16:41ada semua itu.
16:42Jadi
16:43tidak hanya
16:44semua digabung
16:44jadi satu
16:46kalau digabung
16:47jadi satu
16:48kan itu
16:48pemerintah secara umum.
16:49kan pemerintah secara umum
16:51kan eksekutif
16:51legislatif
16:52yudikatif
16:52itu pemerintah secara umum.
16:54Kalau
16:54pemerintah secara
16:55yang dimaksud
16:56prop edi
16:57adalah pemerintah
16:58yang artian eksekutif
16:59kan gitu.
16:59Jadi
17:00kalau
17:00dari sisi itu aja
17:02kan kita bisa
17:02punya perbedaan
17:04ketika melihat
17:05evaluasi publik
17:05itu satu.
17:08Yang kedua
17:09adalah
17:10memang
17:11kalau kita perhatikan
17:12diantara
17:13berbagai kondisi
17:14makro
17:15seperti
17:16saya sampai
17:16oleh Mas Daini tadi
17:17ada ekonomi
17:18politik
17:19penegakan hukum
17:21pemerintahan korupsi
17:22keamanan
17:23ada lima tuh.
17:25Mengapa
17:26tingkat kepuasan
17:27turun terus
17:28cuma empat yang positif
17:29eh
17:30cuma empat yang negatif
17:31cuma satu yang positif
17:32keamanan
17:33yang empat negatif
17:35saat ini.
17:35Misalnya
17:36kalau data di LSI
17:37per September
17:38yang menilai
17:41penegakan hukum
17:42itu positif
17:42itu cuma
17:43dikisaran 35%
17:44yang menilai negatif
17:46itu
17:46yang menilai negatif
17:4935
17:49yang menilai positif
17:50hanya sekitar 15%
17:51dan itu terus turun
17:52dibandingkan
17:53misalnya
17:546 bulan yang lalu.
17:56Sebelum saya ke
17:57Prof. Suparji
17:58atau Prof. Suparji
17:59sudah mau langsung jawab
18:00karena disini memang
18:00ada tarik ulur
18:02penegak hukum
18:02di kasus
18:03Febri X Jampisus.
18:05Bagaimana Anda
18:06membaca dan melihat ini?
18:07Ya
18:07bahwa
18:08munculnya
18:09persepsi negatif
18:11ya
18:11terhadap
18:12penegakan hukum
18:13beratasi korupsi
18:14khususnya
18:14Ex Jampisus
18:15Pertama
18:16dipengaruhi
18:18yang sangat dominan
18:19penegak hukum
18:20kok korupsi
18:21sehingga akhirnya
18:22orang menjadi
18:23tidak percaya
18:24kepada penegak hukum
18:25jelas itu
18:26merusak reputasi
18:27penegak hukum
18:28penjaga hukum
18:29kok malah
18:29merusak hukum itu sendiri
18:31kemudian yang kedua
18:32juga dipengaruhi
18:34bahwa
18:35ada kekhawatiran
18:36ini tidak tuntas
18:37gitu ya
18:38hanya berhenti
18:39pada level itu saja
18:41padahal publik
18:42menanti ya
18:43sekali lagi
18:43publik menanti
18:44apakah ada
18:45aktor-aktor yang lain
18:47gitu
18:47nah ketika hanya
18:48berhenti di situ
18:49maka muncullah
18:49persepsi negatif
18:51akhirnya tidak percaya
18:52pada proses
18:52penegakan hukum
18:53dan yang ketiga
18:54tentunya tidak lepas
18:56dari pengaruh
18:58adanya pengambil
18:59alian perkara
18:59meskipun
19:00ini juga pernah terjadi
19:02dalam perkara-perkara
19:03sebelumnya
19:04tetapi
19:04publik tidak bisa terima
19:06dan akhirnya
19:07akan menganggap
19:07terjadi ekosektoral
19:09terjadi bergening
19:10terjadi misalnya
19:11konspirasi
19:12dan sebagainya
19:13itulah kemudian munculnya
19:14persepsi negatif
19:15dan juga yang menurut saya
19:17mengpengaruhi adalah
19:18eksepsi yang kemarin
19:19yang dibacakan oleh
19:20yang bersangkutan
19:21yang kemudian seolah-olah
19:22tidak bersalah
19:23sehingga akhirnya
19:24menyebabkan muncul
19:25tanda tanya
19:26muncul tanda tanya
19:27bahwa
19:27reputasi
19:29penegakan
19:29penegakan korupsi
19:30seolah-olah
19:30menjadi sulit
19:32untuk dipercaya
19:33karena ternyata
19:34masih merasa
19:34tidak bersalah
19:35dan pada sisi yang lain
19:36juga yang
19:37memberikan kontribusi
19:39terhadap proses
19:40penegakan hukum
19:41khususnya perantasan korupsi
19:42yang akhirnya
19:43rendah nilainya
19:45dari itu
19:45karena salah satu
19:46faktornya mungkin ya
19:47bahwa
19:48ada mantan pejabat
19:50seolah-olah
19:51aparat penegakan hukum
19:52tidak berdaya
19:53untuk memanggil
19:54sekedar jadi saksi saja
19:55jadi banyak variasi-variasi
19:57yang mempengaruhi
19:58dan munculnya
19:58persepsi negatif tersebut
19:59dan itulah fakta yang terjadi
20:01tinggal bagaimana
20:02komunikasi kepada publik
20:03menjelaskan
20:04betul tidak sepenuhnya
20:05menjadi tanggung jawab
20:06atau menjadi kesalahan
20:07dari presiden
20:08dalam sistem demokrasi
20:10suara publik itu
20:12sangat penting
20:13evaluasi publik
20:14terhadap pemerintah
20:16itu sangat dibutuhkan
20:18dan survei
20:20adalah salah satu cara
20:21untuk bisa
20:22mengetahui bagaimana
20:24evaluasi publik
20:25terhadap pemerintah
20:26apakah mandat yang diberikan
20:28sudah bisa dijalankan
20:29dengan baik
20:29atau belum
20:30itu biasa
20:31dalam sistem demokrasi
20:33dan kami
20:34misalnya
20:35secara rutin
20:36melakukan survei
20:37demi untuk
20:39informasi publik
20:40dan juga untuk
20:41masukkan barangkali
20:42untuk pemerintah
20:43kalau kerjanya bagus
20:45pasti diapresiasi
20:46misalnya
20:47tahun lalu
20:4881%
20:49orang puas
20:50tapi ketika turun
20:52kami sampaikan juga
20:53nah kembali
20:54kalau terakhir
20:55catatannya puas atau tidak?
20:57yang puas
20:57hanya 44,5%
20:59nah kita tadi
21:01topiknya tentang
21:01masalah hukum
21:02kami juga menanyakan
21:05sektor-sektor
21:06atau
21:06kondisi-kondisi makro
21:08secara lebih spesifik
21:10ekonomi
21:10politik
21:11hukum
21:12dalam masalah hukum
21:13tahun lalu
21:14lebih banyak orang
21:15yang puas
21:16atau merasa
21:17kondisi penegakan
21:18hukum baik
21:18dibanding yang
21:20menilai kondisi penegakan
21:21hukum buruk
21:22sekarang
21:23terbalik
21:24yang mengatakan
21:25kondisi penegakan
21:26hukum buruk
21:27lebih banyak
21:27dibanding yang
21:28mengatakan baik
21:29kita melihat ada
21:29paralel
21:30antara
21:31kondisi penegakan
21:32hukum
21:33juga kondisi
21:34ekonomi
21:35kondisi politik
21:36dengan approval rating
21:37dan itulah yang menjelaskan
21:38mengapa approval rating
21:39Pak Prabowo
21:40mengalami
21:41spesifikly
21:42kalau untuk penegakan
21:43hukumnya dipicu
21:43karena kasus apa
21:44kalau yang dilihat
21:45SMR sih?
21:46publik menilai
21:47pemberantasan korupsi
21:49adalah masalah
21:49yang sangat mendesak
21:51di samping
21:52harga-harga
21:53kebutuhan pokok tadi
21:54dan
21:55kalau kita lihat
21:56pemberitaan-pemberitaan
21:57tentang banyaknya
21:59penangkapan korupsi
22:00itu satu hal
22:01gitu ya
22:02tetapi
22:03publik juga bisa menilai
22:05bahwa korupsi
22:06belum bisa
22:07dihilangkan
22:08kalau karena itu
22:09yang diinginkan oleh publik
22:10adalah
22:11bukan hanya
22:12soal penangkapan koruptor
22:14tapi bagaimana
22:15kita
22:15menghilangkan
22:17atau menekan
22:17korupsi
22:18terhadap uang negara
22:19Mas Jayadi juga menangkap
22:20kita tidak
22:22meragukan
22:23bahwa ada
22:23komitmen tinggi
22:24terhadap
22:25pemberitaan korupsi
22:26capaian aset negara
22:27tadi terlihat ya
22:28komitmen presiden
22:29menyampaikan
22:30dan seterusnya
22:31dan seterusnya
22:31nah
22:32tetapi
22:33itu terekam
22:34di dalam data survey
22:35misalnya
22:36masih ada
22:37ketidakpuasan
22:38itu harus ditelusuri
22:39apa penyebab
22:40dari ketidakpuasan itu
22:41jangan-jangan
22:42yang perlu diperbaiki
22:43sama tadi
22:44soal MBG juga
22:45tidak hanya
22:45menyampaikan
22:46capaian
22:46bahwa program
22:47sudah sekian juta
22:48orang yang menerima
22:49tidak hanya menyampaikan
22:50tentang
22:51berapa anggaran
22:52digelontorkan
22:53dan berapa cakupan
22:54programnya
22:54tetapi juga
22:55telusuri
22:56nah ini bagian komunikasi
22:57yang memudahkan
22:57dengan Pak Sagada
22:58Bang Sagada
22:59lebih baik
23:00dan proses komunikasi
23:01publik
23:01juga disampaikan
23:03kepada publik
23:03dua hal ini
23:04tentang tantangan
23:06problem implementasi
23:07MBG misalnya
23:08disampaikan juga
23:09apa manfaat
23:10mendapatkan
23:11jadi ada sisi
23:12yang dirasakan oleh publik
23:14soal hukum juga
23:15soal keadilan
23:16kepersamaan
23:17di mata hukum
23:18proses hukum
23:19betul
23:19tadi ada
23:20perbedaan
23:21ada judikatif
23:22dan seterusnya
23:22tapi ini kan
23:23ada persepsi publik
23:24yang ditangkap
23:25oleh publik
23:26ternyata
23:27ada sesuatu
23:27yang saya kira
23:28harus ditelusuri
23:29nah karena itu
23:30dibalik
23:31proses komunikasi
23:32publiknya
23:33tidak hanya
23:34menyampaikan
23:35capaian-capaian
23:36yang sudah
23:36dengan tanda petik ya
23:37asik dengan
23:38angka-angka pemerintah
23:40tetapi ternyata
23:41tidak memperbaiki
23:41persepsi publik
23:42nah itu ya
23:43kejujuran yang disampaikan
23:45ke publik
23:45ada masalah ini
23:46masalah apa namanya
23:47hukum
23:48masalah
23:49program prioritas
23:50termasuk
23:51program-program yang lainnya
23:52sehingga
23:52apa yang dilakukan oleh
23:54pemerintah per hari ini
23:55misalnya ya
23:55dalam istilahnya
23:56ada resopal kabinet
23:57yang dilakukan
23:57kemudian konsolidasi
23:59kekuasaan juga
24:00masih dilakukan
24:01stabilitas politiknya
24:02sangat diagungkan
24:03tetapi apakah ini
24:04bisa dikonversi
24:05sebagai pemerintahan
24:07yang efektif
24:08kemudian
24:08kinerjanya baik
24:09menyelesaikan
24:10persoalan-persoalan
24:11harga kebutuhan pokok
24:12dan seterusnya
24:12dan ujungnya diukur
24:14berdampak pada
24:15kesejahteraan
24:16berdampak pada
24:17daya beli publik
24:18berdampak pada
24:19rasa keadilan publik
24:20dan yang kita
24:21sampaikan
24:21terlihat
24:21instrumen-instrumen
24:22kekuasaan stabilitas
24:24politik
24:24instrumen-instrumen
24:25sehingga
24:25saya kira ujungnya
24:27yang harus dikomunikasikan
24:29ini harapan
24:29kepada bakom yang baru
24:30adalah
24:31pada perspektif
24:33manfaat publik
24:34kejujuran
24:35untuk menyampaikan
24:36karena tidak sedikit
24:37persoalan
24:38yang tadinya kecil
24:39gara-gara respon
24:40dari pemerintah
24:40keliru
24:41yang kemudian
24:42kurang empatik
24:43misalnya
24:43justru menjadi besar
24:44dan itu
24:45memberi kontribusi
24:46disinsentif
24:46terhadap
24:47appropriating
24:48tapi bisa sebaliknya
24:49persoalan besar
24:50tapi kemudian
24:51komunikasi publik
24:52dilakukan dengan
24:53lebih jujur
24:53lebih empatik
24:54kemudian
24:55dari perspektif publik
24:56dan dua arah
24:57komunikasinya
24:58tidak hanya menyampaikan
24:59tetapi juga
25:00mendengarkan aspirasi
25:01kritik publik
25:02kemudian dikelola
25:03dan dijawab
25:03saya kira punya
25:04potensi untuk
25:05memperbaiki
25:06perspektif publik
25:07yang saya sampaikan tadi
25:07tapi lagi-lagi
25:08itu kan penilaian
25:09persepsi
25:10ya bagi pemerintah
25:11bisa dipakai atau tidak
25:12bagi saya ini penting
25:13karena membangun
25:14konsolidasi bisa
25:15melalui dari atas
25:16top down
25:17dengan komunikasi
25:18elit
25:19dengan negosiasi
25:20tapi kepercayaan
25:21dan kepuasan publik
25:22harus dibangun
25:23dari bawah
25:24dengan kinerja
25:25kalau begitu
25:25ya itu tadi
25:26saya pertama
25:27harus
25:29mengambil
25:30pesan-pesan
25:31yang disampaikan
25:31oleh akademis
25:32ya profesor
25:33Gun-Gun tentunya
25:34ya kan
25:35sebagai bagian dari
25:36logik
25:36yang kita harus terima
25:38bahwa ada gap
25:39antara pencapaian
25:40dan persepsi
25:42dan diperkuat oleh
25:43saudara Hantayuda
25:44dan Jayadi
25:45itu sering sekali
25:46antara pencapaian
25:47dan persepsi itu
25:48karena ada persoalan
25:49komunikasinya
25:50nah ini saya betul-betul
25:52mengapresiasi
25:53dan saya akan
25:53memperkuat itu
25:54bagaimana
25:55saran-saran
25:56dari berbagai sumber
25:58ada BPS
25:59ada
26:00pengaduan masyarakat
26:02dan lain-lain
26:02ada lembaga survei
26:03dan tentu itu
26:04kita akan serap
26:05sebagai sumber informasi kita
26:07tentu
26:08kita
26:09berharap
26:10ya ke depan ini
26:11di tahun ketiga itu
26:12Presiden
26:13akan mendapat
26:14masukan-masukan yang banyak
26:15dari rakyat
26:16dan itu bisa diteruskan
26:17dan saya juga bisa berhasil
26:19menyampaikan pesan-pesan
26:20dan program-program itu
26:22sampai ke desa-desa
26:23dan sampai
26:24itu harapan kita semua
26:30cara baru
26:31nonton di Smart TV
26:32nonton live streaming
26:34dan ribuan tayangan
26:35Kompas Gramedia
26:36langsung dari Smart TV kamu
26:38cara installnya
26:40buka Google Play Store
26:41di Smart TV kamu
26:42cari Kompas TV
26:44melalui pencarian
26:46pilih aplikasi
26:47lalu install
26:48selesai
26:49kamu bisa menonton
26:51video pilihan editorial
26:52Kompas TV
26:53download Kompas TV apps
26:55di TV kamu
26:56sekarang juga
26:58terima kasih telah menonton
26:59dan sampai jumpa di video selanjutnya