Skip to playerSkip to main content
  • 5 hours ago
Penyelidik Kanan Greenpeace Indonesia, Sapta Ananda Proklamasi mendakwa maklumat penting mengenai krisis jerebu tidak disampaikan sepenuhnya kepada Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, menyebabkan situasi sebenar di lapangan berisiko dipandang remeh dan menjejaskan ketepatan keputusan kerajaan.

Beliau turut menyifatkan ego negara serta kebimbangan mengakui kelemahan sebagai antara faktor Indonesia sukar menerima bantuan antarabangsa, selain mendakwa berlaku penyelewengan dana bencana yang mencerminkan kelemahan sistemik dalam pengurusan krisis negara itu.

Category

🗞
News
Transcript
00:00Banyak informasi-informasi penting, fakta-fakta penting, itu yang tidak sampai ke Presiden Prabowo.
00:07Banyak informasinya itu yang dianggapnya, oh ini bisa ditangani, oh ini sudah terkendalikan, oh ini normal.
00:18Nah itu yang membuat Presiden Prabowo keputusannya banyak yang salah gitu.
00:25Dan atau pala dianggapnya tidak respon, karena informasi yang sampai memang akhirnya dibatasi oleh informasi-informasi yang menyenangkan Presiden.
00:35Tapi menyusahkan rakyat gitu.
00:38Lantas kenapa sukar untuk menerima bantuan dari negara-negara luar Pak?
00:43Kerana tempoh hari ada dari Jepun, yang dari Malaysia juga mesyuaratnya bulan September,
00:48Tetapi ini sudah pertengahan ataupun hujung Oktober, masih lagi tidak dibenarkan untuk membantu.
00:55Apa punca masalahnya Pak?
00:57Pasti ego, ego ya.
01:00Ego-ego negara gitu, karena Indonesia menganggap ini masih bisa controllable.
01:07Tetapi sebenarnya juga ada ketakutan lain, karena bisa jadi Indonesia takut ketika itu dibuka bantuan,
01:16dianggapnya tidak mampu.
01:17Dan ternyata memang tidak mampu, karena dana bencana saja dikorupsi.
01:25Itu yang membuat kita sangat-sangat miris gitu ya, ketika kita mendapatkan bencana,
01:31malah dana bencananya, uang bencananya dikorupsi.
01:34Ini memang sudah sistemiknya sudah sangat rusak gitu di Indonesia.

Recommended