Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku telah memanggil influencer saham, setelah pengumuman MSCI soal klasifikasi pasar modal Indonesia.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi menjelaskan dalam pertemuan itu, pihaknya meminta influencer saham untuk percepar informasi soal strategi otoritas meredam ancaman MSCI itu.

“Dalam kondisi yang mendesak kemarin, kami tentu merasakan membutuhkan dukungan berupa penyampaian informasi segera dan seluas-luasnya kepada publik, terutama masyarakat investor,” ujar Hasan di JIEXPO Kemayoran, Kamis (22/10/2026).

#ojk #msci #pasarmodal #influencer

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Pak, benar gak sih Pak OJK manggil para influencer saham gitu untuk memberikan narasi positif biar IATG kita gak anjlok
00:07banyak gitu Pak?
00:08Gak ada, jadi yang kami berikan, jadi gini, teman-teman dalam kondisi yang mendesak kemarin, kami tentu merasakan membutuhkan dukungan
00:17berupa penyampaian informasi segera dan seluas-luasnya kepada publik, terutama masyarakat investor.
00:24Salah satu kanal yang memang memungkinkan, selain teman-teman semua di media, sekali lagi terima kasih ya, karena tentu dalam
00:31kondisi waktu yang mendesak,
00:34nah bayangkan kami kalaupun menurutkan press release sudah gitu ya, tapi kan penyebarannya kita belum bisa pastikan akan sampai ke
00:43seluruh pihak pada waktunya.
00:44Karena tanpa menunda waktu, di hari minggu itu tidak hanya sekali lagi influencer ya, yang kita undang ya perantara-perantara
00:54itu,
00:55anggota bursa supaya nyampe ke investornya, manajer investasi supaya nyampe ke investornya, media, kemudian juga para emiten,
01:07supaya corporate security dan investor relation di emiten juga menenangkan bagi pemegang sahamnya.
01:13Tentu influencer dalam hal ini menjadi salah satu kanal komunikasi yang kami rasakan akan efektif di luarakan.
01:21Tapi apa yang disuarakan kita serahkan kepada asumsi.
01:24Kalau kita lakukan di hari minggu itu dialog, jadi bukan satu arah.
01:28Bahkan kami mendapatkan misalnya pertanyaan yang semula asumsi gitu ya, ada kritik yang kami harus luruskan dan sebagainya.
01:35Jadi praktis yang kami lakukan itu tidak ada, kami jamin ya, tidak ada satupun kenyataan untuk kita meminta misalnya mereka
01:43tanpa dasar memberikan informasi yang tidak sesuai dengan kata.

Dianjurkan