Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama

JAKARTA, KOMPAS.TV Pemohon Gugatan Ijazah Gibran, Lukas Suwarso, dan Ketua Pergerakan Indonesia untuk Semua, Ade Armando, berbeda pendapat soal efek putusan MK terkait ijazah Wapres Gibran Rakabuming.

Sementara itu, Analis Komunikasi Politik Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio, menyoroti sosok Presiden RI, Prabowo Subianto, dan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

"Mas Gibran itu kalau salaman blusukan keuntungannya dua. Yang pertama ya popularitas dan elektabilitasnya naik dan yang kedua dia dapat pahala karena nurut bapaknya," ujar Hendri Satrio.

"Jadi artinya sebetulnya ini lebih tepat legitimasi pasca MK jalan keluar bagi Jokowi atau Prabowo," lanjutnya.

#mk #gibran #prabowo #ijazahgibran

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut putusan MK soal syarat pendidikan meruntuhkan legitimasi Wakil Presiden Gibran dan menjadi beban politik bagi Presiden Prabowo.

Sementara mantan presiden Jokowi menyebut ada operasi politik dan penumpang gelap di balik isu ijazah Gibran.

Dengan putusan MK memicu menggelinding ke ranah politik dan hukum, lalu bola liar isu ijazah jadi beban Gibran atau Presiden Prabowo?

Saksikan pembahasannya dalam #BolaLiarKompasTV episode "Putusan MK soal Ijazah: Beban Gibran atau Prabowo?", Jumat, 23 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB, LIVE di KompasTV!

kompas.tv/live


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/697680/beda-ade-lukas-soal-efek-putusan-mk-soal-gibran-hensa-singgung-prabowo-atau-jokowi-bola-liar
Transkrip
00:01Ya segmen simpulan saya ke Bang Lukas, Bang Lukas langsung saja efek putusan MK, siapa? Bebani siapa?
00:08Ya dari kasa kusut di DPR kebetulan saya ngobrol dengan beberapa parpol ya dan juga info-info yang menarik
00:14Sebenarnya konsensus di DPR sekarang ini belum resmi ya, belum kaukus itu hanya tinggal memilih siapa yang akan menggantikan kiberan
00:23Apakah Puan atau AHY? Nah itu yang belum disemakati karena masing-masing punya kepentingan
00:28Tapi untuk menutup ini izinkan saya membuat analogi kisah ya
00:31Singkat aja Bang, singkat
00:32Jadi Gibran ini kan memang problematik, jadi ada satu anekdot
00:38Orang yang masih membela Gibran itu apakah dia jujur, pintar dan pembela Gibran?
00:43Itu trilema, dilema tapi tiga
00:46Jadi enggak mungkin orang yang pintar dan jujur akan membela Gibran seperti partai-partai sekarang misalnya
00:51Atau sebaliknya orang yang pintar tapi membela Gibran berarti tidak jujur
00:56Yang ketiga orang yang jujur membela Gibran pasti tidak pintar
01:01Jadi dengan itu ya kalau Prabowo tidak mau membela karena dia terbawa trilema itu dan dia diam
01:08Tapi membiarkan proses politik dan proses hukum pidana berjalan
01:12Oke jadi Bang Ade gimana ini adalah penumpukan simbol Pak Prabowo meninggalkan Mas Gibran
01:17Pertama-tama saya pendukung Gibran
01:20Apakah saya jujur, apakah saya pintar
01:23Tergantung orang mau menilai saya
01:25Tapi mengatakan apa yang Anda sampaikan itu oversimplifikasi
01:29Ada begitu banyak orang baik
01:31Sebagaimana Gibran adalah wakil presiden terbaik di Indonesia lebih baik dari Habibi
01:36Lanjut Bang Ade
01:37Lanjut Bang Ade
01:39Iya Pak
01:39Lanjut
01:40Diam ya
01:41Jadi Gibran itu adalah tokoh masa depan Indonesia bagi kami
01:46Kami berharap bahwa Gibran dan Prabowo itu bertahan
01:53Tapi kelihatannya kalau sampai partainya Pak Prabowo saja sudah meminta agar mereka tidak lagi berjalan bersama
02:00Ya gak apa-apa juga
02:01Ini adalah sebuah negara yang demokratis, kita jalan sama-sama dan apa yang kita lakukan harus mustinya untuk kepentingan masyarakat
02:09bersama
02:10Bang Henry singkat saja, jadi benar seperti yang Anda katakan tadi Anda tegaskan lagi bahwa ini merupakan upaya jalan keluar
02:15sehingga mereka berjalan masing-masing bersaing di 2029
02:18Ya sekarang kan indikasinya sudah terlihat
02:22Pak Jokowi awalnya Jokowi bilang Prabowo Gibran 2 periode tiba-tiba pemilu masih lama
02:29Dia menunggu momennya untuk menyatakan saya kali ini akan berkompetisi melawan Pak Prabowo
02:36Pak Prabowo juga sama, dia urus MPG dulu, dia urus KDKMP dulu dan lain-lain
02:42Mas Gibran jalan-jalan salaman-salaman-salaman
02:46Mas Gibran itu kalau salaman belusukan keuntungannya dua
02:50Yang pertama, popularitas dan elektabilitasnya naik
02:55Dan yang kedua, dia dapat pahala karena menurut bapaknya
02:58Karena bapaknya sudah jalan-jalan
03:00Gitu, jadi artinya sebetulnya ini lebih tepat
03:03Legitimasi pas KMK, jalan keluar bagi Jokowi atau Prabowo
03:07Oke, jadi ini Mas Lufikar apakah memang jalan keluar atau sebenarnya memang sudah tidak ada jalan ya?
03:12Tidak ketemu juga ada jalannya?
03:13Saya mau menggunakan fable untuk menjawab pertanyaan Kak Ilona tadi ya
03:17Jadi, saya melihat Prabowo dan Jokowi ini sedang tergantung pada jurang
03:23Dimana dia, apa namanya, diikat oleh tali gitu
03:26Dan masalahnya adalah tali ini tidak kuat menahan beban dua orang ini
03:31Jadi salah satunya harus dikorbankan
03:34Jokowi dan Prabowo itu memegang gunting
03:36Jadi tinggal masalah waktu aja siapa yang menggunting duluan gitu
03:40Tinggal nunggu waktu siapa yang gunting duluan
03:42Begitu Mas Amri?
03:44Prabowo udah pernah digunting dua kali
03:46Jadi, silahkan
03:47Polemik ini, kami berharap ini jangan sampai menjadi terlalu jauh
03:53Jadi jurang perpecahan terhadap anak bangsa
03:56Sementara Pak Prabowo dengan pemerintahannya ini fokus untuk membangun bangsa
04:02Bagaimana Indonesia ini maju ke depan
04:05Kalau terus direcokin seperti hal-hal yang tidak ada manfaatnya untuk rakyat ini
04:10Untuk apa kita gunanya
04:12Kalau memang ada yang tidak puas, silahkan tempuh jalur hukum
04:16Apa sekarang mau dilangkahkan?
04:18Ke DPR, silahkan tempuh ke DPR
04:21Kalaupun ada anggota-anggota DPR yang bersuara
04:24Itu atas nama pribadi
04:26Mungkin sampai di fraksinya sudah ditegur
04:28Hanya selesai sampai fraksi
04:30Tidak akan sampai ke atas
04:33Oke baik, jadi saya sekarang ke Bang Ferry
04:35Bang Ferry, jadi setelah putusan MK apakah ini justru mengkedilkan nama Mas Gibran
04:40Atau sebenarnya justru memperkuat nama Mas Gibran?
04:42Ya, bisa saja dilihat dari banyak aspek
04:45Tapi saya mau bilang begini
04:47Ini adalah kutukan melakukan kecurangan pemilu
04:50Tidak akan ada yang bertahan lama
04:52Dia akan satu saat menyendera satu sama lain
04:56Pada titik tertentu untuk membuktikan bagaimana kecurangan ini berjalan mudah saja
05:02Jika ada lokus dan tempus dalam tindak pidana
05:07Di dalam kecurangan pemilu juga ada lokus dan tempusnya
05:11Waktu dan tempat dilakukan kecurangan
05:13Kalau dirunut ketahuan ini curang sebenarnya
05:17Tinggal hati nurani kita bekerja
05:20Dan biasanya pelaku kecurangan akan selalu berkata
05:24Janganlah kita ribut
05:26Mari kita selesaikan 2029
05:28Untuk kami bisa curang lagi
05:30Dan Anda tertipu kembali
05:32Oke, jadi Bang Ade menurut Anda
05:33Pasnya putusan MK apakah nama Mas Gibran justru lebih besar atau?
05:36David, David
05:38Ya, tahun 80-an itu
05:41Mungkin adik-adik mahasiswa belum lahir
05:43Ada sinetron yang sangat menarik
05:46Datu Maringi ya, sengsara membawa nikmat
05:48Siti Nurbaya
05:49Siti Nurbaya
05:50Nah, konteks Gibran hari ini yang dizolimi
05:53Diaca-aca, ya di fitnah
05:56Apa segala macam bersama Pak Jokowi
05:58Tanpa sadar oleh kawan-kawan Pak Luka
06:02Yang ingin menjatuhkan elektabilitas dan mendongret pengaruh Pak Jokowi
06:07Kecintaan rakyat pada Pak Jokowi, Mas Gibran, dan Pak Prabowo
06:10Itu kesalahan besar
06:12Mereka tidak mengkalkulasi bahwa karakter pemilih Indonesia itu
06:17Itu sangat simpati-empati pada orang yang tersolimi
06:20Itu karakter pemilih kita
06:22Bahkan untuk mengutip novel pun Anda salah
06:24Antara Siti Nurbaya dan sengsara membawa nikmat pun
06:28Oke, baik, selanjutnya
06:32Jadi, saya mau mengatakan bahwa
06:35Semakin kawan-kawannya Bung Lukas, Bung Ferry mengoboh-oboh Gibran
06:39Maka itu adalah blessing in disguise bagi Mas Gibran ke depan
06:43Maka dalam konteks inilah Pak Prabowo sangat-sangat sepakat bahwa
06:48Republik ini harus tenang ke depan
06:50Untuk bagaimana bisa membangun bangsa ini dengan baik
06:53Maka kita sebagai rakyat Indonesia juga
06:55Harus ikut menciptakan stabilitas, kondusivitas
06:59Agar capaian sasaran pembangunan itu bisa berjalan dengan baik
07:03Untuk kepentingan bangsa dan negara
07:04Itu kepentingan Prabowo Gibran
07:06Baik, Mbak Hurya
07:07Saat ini negara melawan satu keluarga
07:10Baik, Mbak Hurya
07:11Jadi kita kembali ke simpulan
07:12Siapa yang dibebani?
07:16Endingnya bagaimana ini?
07:17Sebelum saya menjawab itu
07:18Saya ingin memberikan sedikit
07:21Ini mengingatkan kepada kita semua begini
07:24Orang yang biasa berbuat baik
07:27Dia akan berasumsi bahwa orang lain juga baik
07:32Dan sebaliknya
07:34Orang yang biasa melakukan kejahatan, kecurangan
07:38Dia akan curiga bahwa orang lain akan melakukan hal yang sama
07:41Dengan apa yang dia lakukan
07:42Jadi kalau politisi
07:44Biasa misalnya mengatakan bahwa
07:46Ada yang mengobok-obok peraturan
07:49Ada yang kemudian melakukan operasi politik
07:51Jangan-jangan politisi itu biasa melakukan hal tersebut
07:55Nah, kalau ditanya kemudian
07:57Ini menjadi beban siapa?
07:59Menurut saya
07:59Ini bukan beban Gibran
08:02Ini bukan beban Prabowo
08:03Kenapa?
08:04Karena hari ini yang mereka lihat
08:06Yang ada di kepala mereka adalah soal
08:08Kalkulasi kepentingan politik
08:10Bagaimana mereka bisa saling bernegosiasi
08:13Kekuatan ini
08:14Siapa yang paling dirugikan?
08:16Siapa yang paling dibebani?
08:18Kita
08:19Barisan sakit hati
08:20Masyarakat yang merasa
08:23Sakit hati ketika demokrasi diobok-obok
08:27Ketika politik semakin jauh dari etika
08:30Dari norma
08:31Dan ketika kemudian masyarakat merasa
08:33Bahwa proses politik yang berjalan ini
08:36Tidak lagi sepenuhnya terbuka
08:38Tidak inklusif dan tidak adil
08:40Dan ini berbahaya buat demokrasi kita
08:42Karena yang sedang dipertaruhkan
08:44Bukan cuma legitimasi Gibran
08:46Bukan cuma legitimasi Prabowo
08:48Tetapi legitimasi institusi demokrasi
08:50Baik, terima kasih kepada seluruh nasional
08:51Yang sudah adil malam ini
08:53Dan teman-teman mahasiswa
08:54Dengan demikian saya masih diharga Mpamit
08:56Sampai jumpa minggu depan
09:10Terima kasih Anda telah menyaksikan
09:13Bola Liar
09:14Didukung oleh
09:16Terima kasih telah menonton!
09:18Terima kasih telah menonton!
09:21Terima kasih telah menonton!
09:25Terima kasih.

Dianjurkan