00:01Ya segmen simpulan saya ke Bang Lukas, Bang Lukas langsung saja efek putusan MK, siapa? Bebani siapa?
00:08Ya dari kasa kusut di DPR kebetulan saya ngobrol dengan beberapa parpol ya dan juga info-info yang menarik
00:14Sebenarnya konsensus di DPR sekarang ini belum resmi ya, belum kaukus itu hanya tinggal memilih siapa yang akan menggantikan kiberan
00:23Apakah Puan atau AHY? Nah itu yang belum disemakati karena masing-masing punya kepentingan
00:28Tapi untuk menutup ini izinkan saya membuat analogi kisah ya
00:31Singkat aja Bang, singkat
00:32Jadi Gibran ini kan memang problematik, jadi ada satu anekdot
00:38Orang yang masih membela Gibran itu apakah dia jujur, pintar dan pembela Gibran?
00:43Itu trilema, dilema tapi tiga
00:46Jadi enggak mungkin orang yang pintar dan jujur akan membela Gibran seperti partai-partai sekarang misalnya
00:51Atau sebaliknya orang yang pintar tapi membela Gibran berarti tidak jujur
00:56Yang ketiga orang yang jujur membela Gibran pasti tidak pintar
01:01Jadi dengan itu ya kalau Prabowo tidak mau membela karena dia terbawa trilema itu dan dia diam
01:08Tapi membiarkan proses politik dan proses hukum pidana berjalan
01:12Oke jadi Bang Ade gimana ini adalah penumpukan simbol Pak Prabowo meninggalkan Mas Gibran
01:17Pertama-tama saya pendukung Gibran
01:20Apakah saya jujur, apakah saya pintar
01:23Tergantung orang mau menilai saya
01:25Tapi mengatakan apa yang Anda sampaikan itu oversimplifikasi
01:29Ada begitu banyak orang baik
01:31Sebagaimana Gibran adalah wakil presiden terbaik di Indonesia lebih baik dari Habibi
01:36Lanjut Bang Ade
01:37Lanjut Bang Ade
01:39Iya Pak
01:39Lanjut
01:40Diam ya
01:41Jadi Gibran itu adalah tokoh masa depan Indonesia bagi kami
01:46Kami berharap bahwa Gibran dan Prabowo itu bertahan
01:53Tapi kelihatannya kalau sampai partainya Pak Prabowo saja sudah meminta agar mereka tidak lagi berjalan bersama
02:00Ya gak apa-apa juga
02:01Ini adalah sebuah negara yang demokratis, kita jalan sama-sama dan apa yang kita lakukan harus mustinya untuk kepentingan masyarakat
02:09bersama
02:10Bang Henry singkat saja, jadi benar seperti yang Anda katakan tadi Anda tegaskan lagi bahwa ini merupakan upaya jalan keluar
02:15sehingga mereka berjalan masing-masing bersaing di 2029
02:18Ya sekarang kan indikasinya sudah terlihat
02:22Pak Jokowi awalnya Jokowi bilang Prabowo Gibran 2 periode tiba-tiba pemilu masih lama
02:29Dia menunggu momennya untuk menyatakan saya kali ini akan berkompetisi melawan Pak Prabowo
02:36Pak Prabowo juga sama, dia urus MPG dulu, dia urus KDKMP dulu dan lain-lain
02:42Mas Gibran jalan-jalan salaman-salaman-salaman
02:46Mas Gibran itu kalau salaman belusukan keuntungannya dua
02:50Yang pertama, popularitas dan elektabilitasnya naik
02:55Dan yang kedua, dia dapat pahala karena menurut bapaknya
02:58Karena bapaknya sudah jalan-jalan
03:00Gitu, jadi artinya sebetulnya ini lebih tepat
03:03Legitimasi pas KMK, jalan keluar bagi Jokowi atau Prabowo
03:07Oke, jadi ini Mas Lufikar apakah memang jalan keluar atau sebenarnya memang sudah tidak ada jalan ya?
03:12Tidak ketemu juga ada jalannya?
03:13Saya mau menggunakan fable untuk menjawab pertanyaan Kak Ilona tadi ya
03:17Jadi, saya melihat Prabowo dan Jokowi ini sedang tergantung pada jurang
03:23Dimana dia, apa namanya, diikat oleh tali gitu
03:26Dan masalahnya adalah tali ini tidak kuat menahan beban dua orang ini
03:31Jadi salah satunya harus dikorbankan
03:34Jokowi dan Prabowo itu memegang gunting
03:36Jadi tinggal masalah waktu aja siapa yang menggunting duluan gitu
03:40Tinggal nunggu waktu siapa yang gunting duluan
03:42Begitu Mas Amri?
03:44Prabowo udah pernah digunting dua kali
03:46Jadi, silahkan
03:47Polemik ini, kami berharap ini jangan sampai menjadi terlalu jauh
03:53Jadi jurang perpecahan terhadap anak bangsa
03:56Sementara Pak Prabowo dengan pemerintahannya ini fokus untuk membangun bangsa
04:02Bagaimana Indonesia ini maju ke depan
04:05Kalau terus direcokin seperti hal-hal yang tidak ada manfaatnya untuk rakyat ini
04:10Untuk apa kita gunanya
04:12Kalau memang ada yang tidak puas, silahkan tempuh jalur hukum
04:16Apa sekarang mau dilangkahkan?
04:18Ke DPR, silahkan tempuh ke DPR
04:21Kalaupun ada anggota-anggota DPR yang bersuara
04:24Itu atas nama pribadi
04:26Mungkin sampai di fraksinya sudah ditegur
04:28Hanya selesai sampai fraksi
04:30Tidak akan sampai ke atas
04:33Oke baik, jadi saya sekarang ke Bang Ferry
04:35Bang Ferry, jadi setelah putusan MK apakah ini justru mengkedilkan nama Mas Gibran
04:40Atau sebenarnya justru memperkuat nama Mas Gibran?
04:42Ya, bisa saja dilihat dari banyak aspek
04:45Tapi saya mau bilang begini
04:47Ini adalah kutukan melakukan kecurangan pemilu
04:50Tidak akan ada yang bertahan lama
04:52Dia akan satu saat menyendera satu sama lain
04:56Pada titik tertentu untuk membuktikan bagaimana kecurangan ini berjalan mudah saja
05:02Jika ada lokus dan tempus dalam tindak pidana
05:07Di dalam kecurangan pemilu juga ada lokus dan tempusnya
05:11Waktu dan tempat dilakukan kecurangan
05:13Kalau dirunut ketahuan ini curang sebenarnya
05:17Tinggal hati nurani kita bekerja
05:20Dan biasanya pelaku kecurangan akan selalu berkata
05:24Janganlah kita ribut
05:26Mari kita selesaikan 2029
05:28Untuk kami bisa curang lagi
05:30Dan Anda tertipu kembali
05:32Oke, jadi Bang Ade menurut Anda
05:33Pasnya putusan MK apakah nama Mas Gibran justru lebih besar atau?
05:36David, David
05:38Ya, tahun 80-an itu
05:41Mungkin adik-adik mahasiswa belum lahir
05:43Ada sinetron yang sangat menarik
05:46Datu Maringi ya, sengsara membawa nikmat
05:48Siti Nurbaya
05:49Siti Nurbaya
05:50Nah, konteks Gibran hari ini yang dizolimi
05:53Diaca-aca, ya di fitnah
05:56Apa segala macam bersama Pak Jokowi
05:58Tanpa sadar oleh kawan-kawan Pak Luka
06:02Yang ingin menjatuhkan elektabilitas dan mendongret pengaruh Pak Jokowi
06:07Kecintaan rakyat pada Pak Jokowi, Mas Gibran, dan Pak Prabowo
06:10Itu kesalahan besar
06:12Mereka tidak mengkalkulasi bahwa karakter pemilih Indonesia itu
06:17Itu sangat simpati-empati pada orang yang tersolimi
06:20Itu karakter pemilih kita
06:22Bahkan untuk mengutip novel pun Anda salah
06:24Antara Siti Nurbaya dan sengsara membawa nikmat pun
06:28Oke, baik, selanjutnya
06:32Jadi, saya mau mengatakan bahwa
06:35Semakin kawan-kawannya Bung Lukas, Bung Ferry mengoboh-oboh Gibran
06:39Maka itu adalah blessing in disguise bagi Mas Gibran ke depan
06:43Maka dalam konteks inilah Pak Prabowo sangat-sangat sepakat bahwa
06:48Republik ini harus tenang ke depan
06:50Untuk bagaimana bisa membangun bangsa ini dengan baik
06:53Maka kita sebagai rakyat Indonesia juga
06:55Harus ikut menciptakan stabilitas, kondusivitas
06:59Agar capaian sasaran pembangunan itu bisa berjalan dengan baik
07:03Untuk kepentingan bangsa dan negara
07:04Itu kepentingan Prabowo Gibran
07:06Baik, Mbak Hurya
07:07Saat ini negara melawan satu keluarga
07:10Baik, Mbak Hurya
07:11Jadi kita kembali ke simpulan
07:12Siapa yang dibebani?
07:16Endingnya bagaimana ini?
07:17Sebelum saya menjawab itu
07:18Saya ingin memberikan sedikit
07:21Ini mengingatkan kepada kita semua begini
07:24Orang yang biasa berbuat baik
07:27Dia akan berasumsi bahwa orang lain juga baik
07:32Dan sebaliknya
07:34Orang yang biasa melakukan kejahatan, kecurangan
07:38Dia akan curiga bahwa orang lain akan melakukan hal yang sama
07:41Dengan apa yang dia lakukan
07:42Jadi kalau politisi
07:44Biasa misalnya mengatakan bahwa
07:46Ada yang mengobok-obok peraturan
07:49Ada yang kemudian melakukan operasi politik
07:51Jangan-jangan politisi itu biasa melakukan hal tersebut
07:55Nah, kalau ditanya kemudian
07:57Ini menjadi beban siapa?
07:59Menurut saya
07:59Ini bukan beban Gibran
08:02Ini bukan beban Prabowo
08:03Kenapa?
08:04Karena hari ini yang mereka lihat
08:06Yang ada di kepala mereka adalah soal
08:08Kalkulasi kepentingan politik
08:10Bagaimana mereka bisa saling bernegosiasi
08:13Kekuatan ini
08:14Siapa yang paling dirugikan?
08:16Siapa yang paling dibebani?
08:18Kita
08:19Barisan sakit hati
08:20Masyarakat yang merasa
08:23Sakit hati ketika demokrasi diobok-obok
08:27Ketika politik semakin jauh dari etika
08:30Dari norma
08:31Dan ketika kemudian masyarakat merasa
08:33Bahwa proses politik yang berjalan ini
08:36Tidak lagi sepenuhnya terbuka
08:38Tidak inklusif dan tidak adil
08:40Dan ini berbahaya buat demokrasi kita
08:42Karena yang sedang dipertaruhkan
08:44Bukan cuma legitimasi Gibran
08:46Bukan cuma legitimasi Prabowo
08:48Tetapi legitimasi institusi demokrasi
08:50Baik, terima kasih kepada seluruh nasional
08:51Yang sudah adil malam ini
08:53Dan teman-teman mahasiswa
08:54Dengan demikian saya masih diharga Mpamit
08:56Sampai jumpa minggu depan
09:10Terima kasih Anda telah menyaksikan
09:13Bola Liar
09:14Didukung oleh
09:16Terima kasih telah menonton!
09:18Terima kasih telah menonton!
09:21Terima kasih telah menonton!
09:25Terima kasih.