Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KUNINGAN, KOMPAS.TV - Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi sejak Rabu (21/10/2026) hingga Sabtu (24/10/2026) malam di kawasan Gunung Ciremai, Jawa Barat, dinyatakan clear dan terkendali.

Tim gabungan TNI, Polri, relawan, organisasi komunitas dan juga masyarakat diterjunkan untuk melakukan pendinginan di sejumlah titik tersebut dengan peralatan manual.

Salah satunya adalah menggunakan alat jet shooter, yakni tas karet yang dapat menampung air dengan kapasitas sekitar 10 liter. Seperti apa caranya? Berikut liputan Jurnalis KompasTV, Muhamad Syahri Romdhon.

Baca Juga Kabut Asap Palangka Raya, Sukarelawan Temukan Warga Sesak Napas Tanpa BPJS Kesehatan | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/regional/697857/kabut-asap-palangka-raya-sukarelawan-temukan-warga-sesak-napas-tanpa-bpjs-kesehatan-kompas-siang

#karhutla #ciremai #gunung

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/697861/karhutla-gunung-ciremai-terkendali-tim-gabungan-lakukan-pendinginan-dengan-jet-shooter
Transkrip
00:00Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi sejak Rabu hingga Sabtu malam di kawasan Gunung Ciremei, Jawa Barat dinyatakan clear dan
00:06terkendali.
00:08Tim gabungan TNI, Polri, Relawan, Organisasi Komunitas dan juga Masyarakat diterjunkan untuk melakukan pendinginan di sejumlah titik dengan peralatan manual.
00:18Salah satunya adalah menggunakan alat jet shooter, yakni tas karet yang dapat menampung air dengan kapasitas sekitar 10 liter.
00:25Seperti apa caranya? Berikut liputan jurnalis Kompas TV, Muhammad Syahri Romdon.
00:32Kebakaran yang sudah terjadi sejak Rabu malam sampai Sabtu malam tadi sudah dinyatakan clear dan terkendali.
00:40Seluruhnya tidak ada titik api yang masih berkobar, namun sisa kebakaran tersebut masih terdapat di dua titik, yakni Karang Dingding
00:49dan juga Bukit Seribu Bintang.
00:52Nah, pagi ini tim gabungan dari TNI, Polri, Relawan, Organisasi Komunitas dan juga Masyarakat sekitar, yakni beberapa di antara desa
01:01Seda dan juga desa Pesawahan, diterjunkan untuk melakukan pendinginan di titik tersebut.
01:07Mereka dibekali beberapa peralatan manual untuk memastikan bahwa bara api yang berada di sela-sela batu, di bawah batu, ditutupukan
01:16sekitar, itu betul-betul padam dengan beberapa metode.
01:21Salah satunya adalah menggunakan alat jet shooter, yakni karet yang berbentuk tas dan dia dapat menampung air dengan kapasitas 10
01:33liter.
01:34Saya akan menunjukkan kepada Anda, saudara, alat tersebut.
01:37Ini saya sudah menggunakan jet shooter, yakni tas yang berbahan karet dengan kapasitas 10 liter kurang lebih apa-apa ya.
01:46Dan hanya dengan alat ini, paling efektif menurut tim BBBD untuk melakukan pendinginan.
01:52Jadi ini bukan untuk langsung melakukan pembanaman karena kapasitasnya yang sangat sederhana, tapi untuk pendinginan ini adalah hal yang sangat
02:00dibutuhkan untuk memasukkan air ke dalam sela-sela batu dan sebagainya.
02:05Caranya pun, mereka harus dipompa dulu.
02:11Nah, setelah ini si air yang ada dalam, kenat tekanan dia akan keluar seperti ini.
02:19Nah, dengan cara ini, sela-sela bara yang berada di bebatuan, kemudian juga ditunggul atau bekas dari pepohonan itu dapat
02:30padam menggunakan air.
02:31Dan berdasarkan dari keterangan Kepala BBBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu menyampaikan bahwa
02:37satu-satunya cara yang paling efektif untuk melakukan pendanganan, pendinginan, yaitu menggunakan jesutar.
02:44Sehingga tadi setelah apel, hampir sebagian besar petugas baik yang disebar ke Bukit Seribu Bintang dan juga ke Karan Dinding,
02:54sebagiannya dibekali dengan peralatan ini untuk melakukan pendinginan sehingga ketika sejauh dari sumber air.
03:01Sehingga akhirnya target hari ini untuk memastikan tidak ada lagi titik api, tidak ada lagi kepulauan asap,
03:08itu dapat tercapai dengan menggunakan beberapa banyak alat, salah satunya adalah jesutar ini.

Dianjurkan