00:00Kenapa Indonesia 12 persen, Vietnam 23 persen?
00:04Coba bapak-bapak, para hadirin, ibu-ibu, coba dipikirkan.
00:09Seharusnya kita bisa, seperti Vietnam, seharusnya kita bisa Cambodia, Indonesia tambah kuat.
00:17Nah saudara-saudara, banyak yang persoalkan hutang negara.
00:22Indonesia gelap karena Indonesia dibebani hutang.
00:26Ternyata itu bohong.
00:30Enggak ini, maaf ya, di sosial media itu banyak bohong.
00:34Menurut IMF dan Bank Dunia, hutang negara kita termasuk yang paling rendah di dunia.
00:45Itu kenyataan.
00:49Malaysia 61 persen dari GDP.
00:52Vietnam 57 persen, Thailand 54 persen.
00:56Amerika 120 persen.
00:59Jepang 250 persen.
01:03China 268 persen.
01:05Indonesia 40 persen.
01:10Ini adalah kekuatan kita.
01:13Hutang negara, termasuk hutang pemerintah dan hutang swasta, itu 40 persen.
01:1941 persen.
01:20Ini menurut IMF dan Bank Dunia.
01:24Saudara-saudara, kita semua sudah tahu bahwa Indonesia sudah suasembada pangan.
01:30Betul? Sudah tahu semua?
01:32Tiga tahun lebih cepat dari target.
01:36Ini suatu pencapaian prestasi yang banyak orang tidak tahu.
01:41Banyak orang asing relasi saya, orang asing Pak Rosan tidak tahu bahwa sebetulnya fundamental kita kuat.
01:48Nah, ini terakhir dari saya.
01:52Kita sekarang dihadapi dengan masalah besar.
01:57Masalah adalah seolah-olah kurang kepercayaan investor asing di negara kita.
02:04Tadi, Mas Anin sudah sebut.
02:06Mungkin Pak Rosan juga akan.
02:07Saya diminta oleh Presiden untuk membantu Pak Rosan dan kawan-kawan di pemerintah
02:14untuk mitigasi masalah yang kita hadapi dari Moken Stanley.
02:22Masalah yang kita hadapi, saudara-saudara.
02:26Kalau MSCI tidak kita mitigasi,
02:30berarti sumber dana untuk pasar modal kita akan nanti semakin kering.
02:36Betul ya Pak Rosan?
02:37Bajak akan nanti keluar karena terpaksa.
02:42Kalau kita di-downgrade menjadi apa?
02:45Menjadi stand-alone market.
02:47Saya kira banyak sudah tahu ini ya.
02:49Masalahnya sekarang,
02:52dua hal.
02:54Ternyata di Indonesia, menurut OJK,
02:57Ibu Kiki yang cerita sama saya,
02:59Tercatat hari ini 32.700.000 individu warga negara Indonesia
03:08yang memiliki brokerage accounts,
03:13yang memilih akun-akun brokerage.
03:16Dengan kata lain, mereka ikut investasi melalui bursa.
03:21Nah, masalah adalah saat ini 32.700.000 warga Indonesia
03:32sangat tidak puas dengan keadaan.
03:37Tidak berbahagia.
03:40Karena nilai mereka saham berkurang.
03:45Dan saya yakin di antara kita ada.
03:49Betul?
03:50Betul.
03:51Ya, kita harus jujur lah.
03:53Saya kira hampir setiap
03:54anggota kadin
03:56ikut beli saham.
03:58Betul?
03:59Betul.
03:59Kalian tidak puas kan?
04:02Betul?
04:03Termasuk saya.
04:07Saya juga punya saham
04:09di perusahaan publik.
04:11Saya tidak puas.
04:13Maka
04:15pemerintah hendaknya
04:17memperhatikan masalah ini.
04:19dan saya kira Pak Rosan
04:21ya.
04:22Saya sebagai Ketua Dewan
04:24penasihatkan
04:24saya wajib untuk sampaikan yang
04:26yang baik dan kurang baik.
04:28Betul?
04:30kabar gembira.
04:32Kabar gembira
04:32saya kira tahun depan bisa datang.
04:35Tapi kabar buruk
04:36harus sekarang kita hadapi.
04:38Betul atau tidak?
04:41Dan MSCI ini
04:42kita harus mitigasi.
04:45Saya ditugaskan Presiden
04:46Pak Rosan Tau ini
04:47untuk membantu
04:49supaya jangan
04:50diluar kendali.
04:51jangan sampai
04:5432 juta
04:55700 ribu
04:56warna negara Indonesia
04:58tidak puas
04:59dengan situasi
05:01seperti ini.
05:02Nah
05:02terakhir dari saya.
05:04Ini
05:05saya mau sampai
05:06kawan-kawan.
05:08Ada indikasi
05:09memang ada
05:11praktek-praktek
05:12yang tidak sehat
05:13yang terjadi
05:15di pasar saham kita.
05:17saya gak usah sebut
05:19siapa
05:19tapi ada
05:21saham-saham
05:23yang istilah
05:24digoreng.
05:26Itu betul atau tidak?
05:29Ini
05:30yang disorot
05:31dan diperhatikan
05:33dan dipersoalkan
05:35oleh
05:36MSCI
05:37dan pelaku-pelaku
05:39asing.
05:41Ya
05:42ini adalah
05:44kalau free float-nya
05:46terbatas
05:47PI
05:47ratio-nya itu
05:49gila-gilaan
05:50tidak masuk akal
05:52ini yang
05:53dipersoalkan.
05:54Saya mohon
05:56kepada
05:57kawan-kawan
05:58dari KADEN
05:59ini masalah
05:59sangat-sangat
06:00serius
06:01karena
06:02kalau
06:03investasi
06:04luar negeri
06:05keluar
06:06dari
06:06perusaha
06:07saham kita
06:09rupiah
06:10bisa semakin
06:11lemah.
06:13Saya sudah
06:14hitung
06:14bisa jadi
06:1520-21 ribu.
06:18ada yang
06:19bilang 22 ribu.
06:20Saya pernah
06:21diskusi
06:21sama Pak Rosan
06:22kalau itu
06:24terjadi
06:24Pak James
06:25rupiah bisa
06:2621-22 ribu
06:28pinjaman
06:29luar negeri kita
06:30kita harus
06:31bayar
06:31lebih mahal
06:31ini
06:33jadi
06:33bisa jadi
06:34bencana
06:35dan malapetaka
06:36bagi
06:37ekonomi Indonesia.
06:39Maka
06:39saya minta
06:40kawan-kawan
06:41dari KADEN
06:41mohon
06:43kegiatan-kegiatan
06:45goreng-gorengan
06:46itu
06:46dihentikan.
06:47ya
06:48terima kasih.
06:56terima kasih.
06:58selamat menikmati