Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Sentil Praktik "Gorengan" Saham di Depan Konglomerat, Hashim Ungkap Ancaman Rupiah Tembus Rp22 Ribu!

Ketua Dewan Pembina Kadin Indonesia sekaligus Utusan Khusus Presiden, Hashim Djojohadikusumo, dengan tegas memperingatkan para pelaku usaha untuk segera menghentikan praktik manipulasi atau "goreng-gorengan" saham di pasar modal nasional. Peringatan keras tersebut disampaikan di hadapan para konglomerat dalam acara Pembukaan Rapimnas Kadin 2026 pada Kamis, 29 Oktober 2026. Dalam forum tersebut, ia mengungkapkan bahwa pemerintah tengah berjibaku memitigasi ancaman penurunan status (downgrade) indeks pasar modal oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) menjadi standalone market.

Praktik tidak sehat berupa saham dengan free float terbatas dan rasio PER yang melonjak tidak masuk akal tersebut dinilai memicu ketidakpuasan bagi lebih dari 32,7 juta investor individu di Tanah Air. Hashim mewanti-wanti bahwa jika arus modal asing kabur akibat sanksi MSCI tersebut, nilai tukar Rupiah berisiko tertekan hingga menyentuh level Rp21.000 sampai Rp22.000 per Dolar AS. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dengan rasio utang yang rendah serta pencapaian swasembada pangan yang lebih cepat dari target.

#Saham #MSCI #HashimDjojohadikusumo

Creative/Video Editor: Aqilah/Evan
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Kenapa Indonesia 12 persen, Vietnam 23 persen?
00:04Coba bapak-bapak, para hadirin, ibu-ibu, coba dipikirkan.
00:09Seharusnya kita bisa, seperti Vietnam, seharusnya kita bisa Cambodia, Indonesia tambah kuat.
00:17Nah saudara-saudara, banyak yang persoalkan hutang negara.
00:22Indonesia gelap karena Indonesia dibebani hutang.
00:26Ternyata itu bohong.
00:30Enggak ini, maaf ya, di sosial media itu banyak bohong.
00:34Menurut IMF dan Bank Dunia, hutang negara kita termasuk yang paling rendah di dunia.
00:45Itu kenyataan.
00:49Malaysia 61 persen dari GDP.
00:52Vietnam 57 persen, Thailand 54 persen.
00:56Amerika 120 persen.
00:59Jepang 250 persen.
01:03China 268 persen.
01:05Indonesia 40 persen.
01:10Ini adalah kekuatan kita.
01:13Hutang negara, termasuk hutang pemerintah dan hutang swasta, itu 40 persen.
01:1941 persen.
01:20Ini menurut IMF dan Bank Dunia.
01:24Saudara-saudara, kita semua sudah tahu bahwa Indonesia sudah suasembada pangan.
01:30Betul? Sudah tahu semua?
01:32Tiga tahun lebih cepat dari target.
01:36Ini suatu pencapaian prestasi yang banyak orang tidak tahu.
01:41Banyak orang asing relasi saya, orang asing Pak Rosan tidak tahu bahwa sebetulnya fundamental kita kuat.
01:48Nah, ini terakhir dari saya.
01:52Kita sekarang dihadapi dengan masalah besar.
01:57Masalah adalah seolah-olah kurang kepercayaan investor asing di negara kita.
02:04Tadi, Mas Anin sudah sebut.
02:06Mungkin Pak Rosan juga akan.
02:07Saya diminta oleh Presiden untuk membantu Pak Rosan dan kawan-kawan di pemerintah
02:14untuk mitigasi masalah yang kita hadapi dari Moken Stanley.
02:22Masalah yang kita hadapi, saudara-saudara.
02:26Kalau MSCI tidak kita mitigasi,
02:30berarti sumber dana untuk pasar modal kita akan nanti semakin kering.
02:36Betul ya Pak Rosan?
02:37Bajak akan nanti keluar karena terpaksa.
02:42Kalau kita di-downgrade menjadi apa?
02:45Menjadi stand-alone market.
02:47Saya kira banyak sudah tahu ini ya.
02:49Masalahnya sekarang,
02:52dua hal.
02:54Ternyata di Indonesia, menurut OJK,
02:57Ibu Kiki yang cerita sama saya,
02:59Tercatat hari ini 32.700.000 individu warga negara Indonesia
03:08yang memiliki brokerage accounts,
03:13yang memilih akun-akun brokerage.
03:16Dengan kata lain, mereka ikut investasi melalui bursa.
03:21Nah, masalah adalah saat ini 32.700.000 warga Indonesia
03:32sangat tidak puas dengan keadaan.
03:37Tidak berbahagia.
03:40Karena nilai mereka saham berkurang.
03:45Dan saya yakin di antara kita ada.
03:49Betul?
03:50Betul.
03:51Ya, kita harus jujur lah.
03:53Saya kira hampir setiap
03:54anggota kadin
03:56ikut beli saham.
03:58Betul?
03:59Betul.
03:59Kalian tidak puas kan?
04:02Betul?
04:03Termasuk saya.
04:07Saya juga punya saham
04:09di perusahaan publik.
04:11Saya tidak puas.
04:13Maka
04:15pemerintah hendaknya
04:17memperhatikan masalah ini.
04:19dan saya kira Pak Rosan
04:21ya.
04:22Saya sebagai Ketua Dewan
04:24penasihatkan
04:24saya wajib untuk sampaikan yang
04:26yang baik dan kurang baik.
04:28Betul?
04:30kabar gembira.
04:32Kabar gembira
04:32saya kira tahun depan bisa datang.
04:35Tapi kabar buruk
04:36harus sekarang kita hadapi.
04:38Betul atau tidak?
04:41Dan MSCI ini
04:42kita harus mitigasi.
04:45Saya ditugaskan Presiden
04:46Pak Rosan Tau ini
04:47untuk membantu
04:49supaya jangan
04:50diluar kendali.
04:51jangan sampai
04:5432 juta
04:55700 ribu
04:56warna negara Indonesia
04:58tidak puas
04:59dengan situasi
05:01seperti ini.
05:02Nah
05:02terakhir dari saya.
05:04Ini
05:05saya mau sampai
05:06kawan-kawan.
05:08Ada indikasi
05:09memang ada
05:11praktek-praktek
05:12yang tidak sehat
05:13yang terjadi
05:15di pasar saham kita.
05:17saya gak usah sebut
05:19siapa
05:19tapi ada
05:21saham-saham
05:23yang istilah
05:24digoreng.
05:26Itu betul atau tidak?
05:29Ini
05:30yang disorot
05:31dan diperhatikan
05:33dan dipersoalkan
05:35oleh
05:36MSCI
05:37dan pelaku-pelaku
05:39asing.
05:41Ya
05:42ini adalah
05:44kalau free float-nya
05:46terbatas
05:47PI
05:47ratio-nya itu
05:49gila-gilaan
05:50tidak masuk akal
05:52ini yang
05:53dipersoalkan.
05:54Saya mohon
05:56kepada
05:57kawan-kawan
05:58dari KADEN
05:59ini masalah
05:59sangat-sangat
06:00serius
06:01karena
06:02kalau
06:03investasi
06:04luar negeri
06:05keluar
06:06dari
06:06perusaha
06:07saham kita
06:09rupiah
06:10bisa semakin
06:11lemah.
06:13Saya sudah
06:14hitung
06:14bisa jadi
06:1520-21 ribu.
06:18ada yang
06:19bilang 22 ribu.
06:20Saya pernah
06:21diskusi
06:21sama Pak Rosan
06:22kalau itu
06:24terjadi
06:24Pak James
06:25rupiah bisa
06:2621-22 ribu
06:28pinjaman
06:29luar negeri kita
06:30kita harus
06:31bayar
06:31lebih mahal
06:31ini
06:33jadi
06:33bisa jadi
06:34bencana
06:35dan malapetaka
06:36bagi
06:37ekonomi Indonesia.
06:39Maka
06:39saya minta
06:40kawan-kawan
06:41dari KADEN
06:41mohon
06:43kegiatan-kegiatan
06:45goreng-gorengan
06:46itu
06:46dihentikan.
06:47ya
06:48terima kasih.
06:56terima kasih.
06:58selamat menikmati

Dianjurkan