Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan yang juga mantan aktivis, Budiman Sudjatmiko, menyebut Presiden Prabowo Subianto menyadari pentingnya dialog dengan berbagai kelompok masyarakat, termasuk mahasiswa.

Menurut Budiman, Presiden bahkan memintanya untuk berkomunikasi langsung dengan kelompok-kelompok masyarakat.

Budiman juga menyebut sejumlah menteri dan wakil menteri berlatar belakang aktivis dilibatkan untuk berdialog dengan komunitas masyarakat. Ia menegaskan, dialog tersebut bukan untuk melakukan kooptasi, melainkan membuka ruang komunikasi.

Budiman mengaku senang jika mahasiswa dapat menyampaikan kritik secara terbuka, termasuk kritik yang tajam terhadap pemerintah.

Namun, Wakil Ketua BEM UI 2026, Fathimah Azzahra, menegaskan bahwa persoalan utama bukan sekadar komunikasi pemerintah dengan masyarakat, melainkan dampak nyata dari kebijakan yang dijalankan.

Fathimah menilai, berbagai program dan pembentukan badan baru harus disertai konsep yang jelas, termasuk mekanisme pelaksanaan dan hasil yang ingin dicapai.

Ia mengingatkan, proses uji coba kebijakan yang berlangsung terlalu lama berisiko menghabiskan sumber daya tanpa memberikan hasil yang dirasakan masyarakat.

Selain menyoroti kejelasan program pemerintah, Fathimah juga mempertanyakan progres janji penyediaan 19 juta lapangan pekerjaan yang dikaitkannya dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming.

Menurut Fathimah, hingga saat ini masyarakat belum melihat perkembangan yang cukup signifikan terkait target tersebut. Ia berharap, lapangan pekerjaan yang tercipta tidak hanya menyerap tenaga kerja, tetapi juga mampu meningkatkan daya saing masyarakat di tingkat global.

Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/sFstPhIYbyM

Baca Juga Budiman Rela Disebut Pengkhianat Reformasi, BEM UI Desak Pemerintah Tepati Janji | ROSI di https://www.kompas.tv/talkshow/698779/budiman-rela-disebut-pengkhianat-reformasi-bem-ui-desak-pemerintah-tepati-janji-rosi

#demomahasiswa #bemui #budimansudjatmiko



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/698780/bem-ui-ke-budiman-sudjatmiko-soroti-19-juta-lapangan-kerja-gibran-mana-progresnya-rosi
Transkrip
00:00Aksi demonstrasi sebagai sarana menyampaikan kritik dan aspirasi merupakan sesuatu yang lazim di negara demokrasi namun unjuk rasa juga bisa
00:08menjadi alarm bahwa ada sesuatu yang harus diperbaiki.
00:11Saya masih berdiskusi bersama Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan yang juga mantan aktivis Budiman Sujat Miko dan Wakil Ketua Badan
00:19Eksekutif Maksiswa Universitas Indonesia 2026 Fatima Azahra.
00:23Soal yang tadi disampaikan bahwa ada laporan yang disampaikan kepada Presiden dari para menteri, wakil menteri, perwakilan lembaga terkait atas
00:35kerja-kerja, oke itu satu hal.
00:37Tapi kalau kemudian masih ada pandangan kritis soal ejawantahnya, fakta di lapangan berbeda, maka permasalahannya apakah sebatas komunikasi atau kebijakannya
00:47memang belum matang sepenuhnya?
00:50Mas Bud?
00:51Iya, salah satu alasan, tapi ini tidak berkaitan dengan bencana ya, salah satu alasan Pak Presiden membuat badan baru BP
00:57Taskin, salah satunya BP Taskin ya, dan juga barusan dibentuk badan reformasi agraria, reformasi agraria nasional,
01:05karena memang ada semacam bottleneck, ini disadari Pak Prabowo, ada bottleneck antar kementerian, ada dalam periode-periode pemerintahan administrasi sebelumnya,
01:18bottleneck-battleneck inilah yang kemudian memang diharapkan katalisatornya adalah badan yang baru dibentuk ini,
01:27bukan kementerian yang memang sudah mapan secara birokratis sampai bawah, tapi ada satu institusi yang tidak ada hiranya ke bawah,
01:38tapi punya diskresi dan kemenangan untuk lintas kementerian, bahkan lintas kemenko.
01:44Contohnya BP Taskin, misalnya sudah ratusan triliun nih, lima ratusan triliun nih untuk mengatasi kemiskinan, tapi kok gitu-gitu aja?
01:50Ya, ternyata emang sampai banyak kementerian melakukan program pengatasan kemiskinan sendiri-sendiri, dan nggak nyambung tuh.
01:57Antara yang sudah dientaskan, nanti kemudian akan bekerja di mana, akan dikasih reskillings apa, retraining apa, itu kadang-kadang nggak
02:04nyambung.
02:05Nah, dibutuhkan misalnya kayak BP Taskin untuk bagaimana satu program ini estafetnya lari ke kementerian apa.
02:12Jadi lebih keadministratif, kalau soal komunikasinya?
02:14Lebih pada koordinasi. Kalau komunikasi tentu saja ada bakom, satu resmi, kedua Pak Presiden pernah menyampaikan ke saya langsung,
02:24coba Pak Budiman, apa namanya, coba Pak Budiman kan dekatlah dengan teknologi civil society begitu ya.
02:34Bisa nggak ngobrol dengan mereka, mau mahasiswa, mau kelompok petani, kelompok pesantren, it's okay.
02:38Oke, artinya Pak Presiden juga sadar, Pak Presiden sadar, beliau sering beberapa menterinya atau wakil menterinya yang latar belakangnya aktivis,
02:48entah buruk, entah mahasiswa, entah petani, untuk berdialog dengan komunitas-komunitas itu.
02:52Bukan untuk melakukan kooptasi, bukan ya, bukan untuk melakukan kooptasi, tapi untuk menyediakan dialog terbuka.
02:59Jadi saya senang kalau Fatih Matri mengatakan, forum seperti yang super banyak.
03:02Itulah kenapa saya dulu ke kampus-kampus, saya kan dibubarkan oleh senat mahasiswanya.
03:08Padahal saya sengaja datang, kami datang, untuk terbuka silahkan kritik setajam-tajamnya nggak apa-apa.
03:13Oke, menurut Anda Fatih Matri lebih pada konteks komunikasi, masalah kebijakannya atau administrasinya?
03:19Kalau kita tuh sebenarnya melihatnya sederhana sih Bang, kita oke pemerintah mau membenahi dari segi administrasinya,
03:26mau bikin badan baru, mau bikin apa, yang kita lihat tuh pada akhirnya adalah apakah semua hal-hal baru ini
03:32akhirnya dirasakan oleh masyarakat dampaknya atau tidak gitu.
03:35Pada akhirnya itu, karena masyarakat tuh akhir-akhir ini juga kita rasa, saya rasa kita semua tahu ya bahwa
03:40banyak sekali kritik bahwa Pak Prabowo ini membuat banyak hal-hal baru, tapi belum jelas nih konsepnya seperti apa,
03:49terus nanti pelaksanannya seperti apa, dan pada akhirnya masyarakat akan merasakan apa nih dari program ini gitu.
03:55Karena pada trial and error itu, kalau terlalu lama gitu ya gapnya, waktunya dan sebagainya, sumber daya sudah terlanjur keluar
04:03disitu,
04:04tapi masyarakat nggak mendapatkan hasil apa-apa, lima tahun ini akan menjadi sangat sia-sia gitu kan.
04:09Di antaranya, mungkin saya ingin juga sedikit menanyakan gitu, mungkin ada salah satu ijab kabul juga yang sudah di ucapkan
04:19gitu ya,
04:19oleh Pak Gibran pada saat itu, terkait 19 juta lapangan pekerjaan yang harusnya itu berkaitan dengan pengantasan kemiskinan juga ya.
04:26Dan kita tuh sejauh ini sebagai masyarakat ya, belum melihat ada progres ke arah sana yang cukup signifikan dan mutahir
04:34gitu ya,
04:34sesuatu yang oke, bukan hanya sekedar menyediakan lapangan pekerjaan orang-orang yang akhirnya oke, dia nggak bekerja sama sekali,
04:43akhirnya dia bekerja kasar aja, tapi kita sebetulnya sebagai Gen Z mungkin, berharap bahwa lapangan pekerjaan yang baru ini juga
04:49lapangan pekerjaan yang mampu berdaya saing global di kedepannya gitu.
04:54Sehingga sederhananya bukan masalah komunikasi saja disini?
04:56Bukan hanya komunikasi, tapi bagaimana dampak itu dari seakan masyarakat, bagaimana konsep itu jelas,
05:00kita mengetahui, oh program ini tuh seperti ini, untuk ini, dasar-dasarnya ini, sudah ada hasil kalau seandainya itu butuh
05:07penelitian,
05:08kaji etik atau apapun itu sudah ada semua, kita jadi tenang gitu, oh ya ini pemerintah mau mencoba satu hal
05:13yang baru,
05:14tapi semuanya sudah jelas, semuanya sudah dicoba, persoalannya, selama ini itu semua kan tidak ada ya,
05:19selalu ada program baru tapi kita tidak tahu itu untuk apa, mungkin untuk apa ending pointnya kita tahu,
05:25tapi bagaimana dilaksanakannya dan sebagainya itu kita masih belum tahu gitu.
05:30Bagus pertanyaan dari pernyataan, dari gini, soal konsepnya apa sih?
05:34Jadi teman-temannya kayak ngeliat Pak Prabowo nanam pohon baru, tapi arsitektur hutannya seperti apa,
05:41lanskap hutannya seperti apa, sehingga bisa melihat dari kacamata eagle ya.
05:46Dan jenis pohonnya juga kan?
05:48Ya mungkin jenis pohon bisa, tapi nggak mungkin gue ngapalin satu juta pohon gitu kan,
05:52sebenarnya di hutan apa? Hutan tropis, hutan subtropis, atau cuma savana begitu ya.
05:57Oke, kebetulan BP Taskin salah satu tugas pertama menurut Pak Prabowo adalah merancang rencana induk pengatasan kemiskinan.
06:07Yang menarik adalah, Pak Prabowo mengatakan kita ini seolah-olah mengatakan orang miskin kurang uang,
06:13padahal kurang akses dan kurang aset.
06:15Oke satu, saya terjemah kayak gini, berarti selama ini pengatasan kemiskinan hanya ngasih tempat berteduh orang miskin supaya nggak kehujanan.
06:22Masalahnya bukan sekedar menambahkan opi di halaman rumah, tapi mengerombak interior arsitektur rumah itu
06:29agar menyediakan meja permanen, kursi permanen, bahkan kamar permanen bagi orang-orang miskin yang kehujanan di luar.
06:35Bukan sekedar kita kasih tenda darurat, huntara, bukan hundian sementara, tapi tetap.
06:40Artinya apa?
06:41Pengatasan kemiskinan nggak terlepas dari perombakan arsitektur ekonomi, sistem ekonomi.
06:45Oke?
06:46Jadi ini saya mengatakan, saya terus terang aja, Pak Prabowo saya mengatakan pasal 33,
06:52kalau dari perspektif teori sosiologi, dan ekonomi politik, ini sosialistis.
06:58Ketika bicara ekonomi sosialistis, memang, memang banyak intektual kita yang sekarang juga bingung,
07:08karena sudah pulang tahun kita tidak ada diajar oleh itu, padahal pasal 33 U45 mengamanatkan itu.
07:14Sehingga, konsep bagaimana turunannya, kerja, kerja seperti apa?
07:21Belum kita sempat mengenalkan kembali konsep lama Indonesia,
07:27kedua, kita dapat tantangan baru nih, ada robotisasi, mekanisasi, digitalisasi.
07:32Itu bisa cancelling soalapan kerja tuh.
07:34Ini bisa cancelling soalapan kerja.
07:36Ya, benar, bahwa bukan sekedar ngasih pekerjaan manual, rutin, pada orang yang nganggur,
07:43bukan sekedar itu di era hari ini, tapi ada reskilling tidak, ada retraining tidak,
07:49pelatihan ketelan-ketelan baru yang nggak pernah ada.
07:52Sehingga kalau ditagi masalah 19 juta lapangan kerja itu, memungkinkan nggak untuk segera dilakukan?
07:56Lapangan pekerja dalam pengertian tradisional, impossible.
08:01Yang harus dilakukan, dan kami sadari itu, adalah lapangan kerja dalam pengertian-pengertian baru.
08:08Makanya di satu, kedua.
08:10Terus ada lihat, ada satu fenomen lagi baru nih.
08:12Yang ini bicara kemakmuran, tapi nggak ada hubungan dengan lapangan kerja.
08:15Apa tuh? Singkat aja.
08:18Pendapatan dasar universal, layanan dasar universal, dan aset dasar universal.
08:23Oke. Fatima?
08:25Ini satu tema sendiri saya kira, saya kira pas Fatima dan teman-teman bisa berdiskusi satu saat,
08:30kapan-kapan mau ke di kampus.
08:31Oke, Fatima gimana teman-teman seperti itu?
08:33Karena ada tantangan di situ.
08:34Kejataan tidak ada hubungan dengan lapangan kerja sekedar ngukir, sekedar marut, sekedar watong kayu, enggak.
08:40Ada tantangan di situ, Fatima.
08:41Ada tantangan mekanisasi, digitalisasi. Itu yang harus kita jawab juga.
08:45Bisa diterima nggak alasan itu?
08:46Terima kasih Bang Budiman, sebetulnya ini salah satu tuntutan kita di aksi yang,
08:51saya sampai lupa ya aksi yang mana saking banyaknya, kita sudah menuntut.
08:54Meskipun belum terlalu ada hasilnya, tapi kita pernah menuntut Pak Prabowo untuk mengakui gitu,
09:00apa sih hal-hal yang masih kurang gitu.
09:02Dan di sini menurut saya Bang Budiman sudah mulai mencontohkan bagaimana cara mengindahkan tuntutan kita itu.
09:08Itu mengakui ada beberapa hal yang belum sempurna.
09:09Misalnya bahwa masih banyak kebingungan, misalnya tentang pasal 33 itu seperti apa, implementasi rutinnya gitu ya.
09:16Kemudian bagaimana bahwa 19 juta lapangan pekerjaan itu tidak mungkin kalau secara letterless lapangan pekerjaan manual
09:22seperti pengertian konservatif biasanya tercapai, itu tidak mungkin.
09:27Dan harus ada penyesuaian dan sebagainya.
09:29Ini kan satu langkah maju yang menurut saya ada harapan nih bahwa pemerintah itu bisa mengakui hal-hal seperti ini.
09:35Dan sebetulnya ini adalah harapan kita juga untuk program lain, seperti MBG misalnya.
09:39Apakah mungkin untuk menghilangkan stunting misalnya dalam kurun waktu 5 tahun kepresidenan ini
09:45dengan anggaran sebegitu besarnya, dengan pelaksanaan yang seperti ini dan sebagainya.
09:49Apakah realistis? Apakah dimungkinkan? Dan sebagainya.
09:52Jadi sebetulnya hal-hal seperti itu sih yang kita tuntut dan semoga itu bisa diimplementasikan pada hal-hal lain.
09:58Gak cukup pasti 31 jam ini. Jelaskan.
10:01Pasti gak karena, kalau obsesi pemerintah ini hanya sekedar melakukan sesuatu dengan benar,
10:12bisa diselesaikan teknis.
10:14Tapi masalahnya, pemerintah ini ingin melakukan sesuatu yang benar.
10:19Bukan sekedar melakukan sesuatu dengan benar.
10:21Ada hal-hal yang salah tapi dilakukan dengan benar kan.
10:24Masalah yang mau dilakukan adalah melakukan sesuatu yang benar, bukan sekedar dengan benar.
10:27Saya ingin mengatakan begini, soal 33.
10:30Kami sebenarnya sudah merumuskan bagaimana sih pasal 33 diterjemahkan dalam mereka pengetesan kemiskinan.
10:35Mungkin kesuatu-satu bisa diskusi suatu, sedifaktif ekonomi UI.
10:39Penerjemahnya bagaimana sih?
10:41Terus tadi saya singgung, pendapatan dasar universal.
10:43Dalam bahasa Inggrisnya orang lebih kenal mungkin malah.
10:46Universal Basic Income.
10:47Layanan dasar universal.
10:49Universal Basic Service.
10:51Maka berkisi sekolah-regulah perguruan tinggi gratis.
10:55Itu adalah bagian dari Universal Basic Services.
10:58Nantinya Universal Basic Asset.
11:00Reforma Agraria, Perumahan.
11:04Ini kenapa sih orang harus, nanti kemudian kita akan menghadapi bisnis-bisnis dan itu nggak lama.
11:09Dan saya kira itu generasi Fatima akan ngerasakan betul.
11:13Orang sejahtera itu bahkan nggak perlu kerja.
11:16Orang sejahtera itu nggak perlu kerja fisik.
11:19Nggak perlu kerja.
11:21Jadi kita juga harus mulai keluar dari kerangka bahwa kerjaan atau job creation is the only solution for welfare.
11:30Sehingga upaya teman-teman setelah kita berdiskusi saat ini dengan semangat untuk menggerakkan agar sadar itu sudah terjawab sepenuhnya.
11:37Atau masih belum?
11:38Kalaupun belum, dalam bentuk apa lagi upaya teman-teman mahasiswa untuk membuat sadar itu tadi?
11:43Terima kasih.

Dianjurkan