00:04Aksi demonstrasi sebagai sarana menyampaikan kritik dan aspirasi merupakan sesuatu yang lazim di negara demokrasi namun unjuk rasa juga bisa
00:12menjadi alarm bahwa ada sesuatu yang harus diperbaiki.
00:15Saya masih berdiskusi bersama Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan yang juga mantan aktivis Budiman Sujat Miko dan Wakil Ketua Badan
00:23Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia 2026 Fatima Azahra soal yang tadi disampaikan bahwa ada laporan yang disampaikan kepada Presiden dari para
00:36menteri, wakil menteri, perwakilan lembaga terkait atas kerja-kerja oke itu satu hal.
00:41Tapi kalau kemudian masih ada pandangan kritis soal ejawantahnya, fakta di lapangan berbeda maka permasalahannya apakah sebatas komunikasi atau kebijakannya
00:52memang belum matang sepenuhnya Mas Bud?
00:55Ya salah satu alasan tapi ini tidak berkaitan dengan bencana ya salah satu alasan Pak Presiden membuat badan baru BP
01:02Taskin salah satunya BP Taskin ya dan juga barusan dibentuk badan reformasi agraria nasional
01:09Karena memang ada semacam bottleneck, ini disadari Pak Prabowo, ada bottleneck antar kementerian, ada dalam periode-periode pemerintahan administrasi sebelumnya
01:22Battleneck-battleneck inilah yang kemudian memang diharapkan katalisatornya adalah badan yang baru dibentuk ini, bukan kementerian yang memang sudah mapan
01:35secara birokratis sampai bawah
01:36Tapi ada satu institusi yang tidak ada hiranya ke bawah tapi punya diskresi dan kemenangan untuk lintas kementerian bahkan lintas
01:47kemenko
01:48Contohnya BP Taskin, misalnya sudah ratusan triliun nih, lima ratusan triliun nih untuk mengatasi kemiskinan, tapi kok gitu-gitu aja?
01:55Nah ternyata memang banyak kementerian melakukan program pengatasan kemiskinan sendiri-sendiri dan nggak nyambung tuh
02:01Antara yang sudah dientaskan, nanti kemudian akan bekerja di mana, akan dikasih reskillings apa, retraining apa, itu kadang-kadang nggak
02:08nyambung
02:09Nah dibutuhkan misalnya BP Taskin untuk bagaimana satu program ini estafetnya lari ke kementerian apa
02:16Jadi lebih ke administratif, kalau soal komunikasinya?
02:19Lebih pada koordinasi, kalau komunikasi tentu saja ada bakom, satu resmi, kedua Pak Presiden pernah menyampaikan ke saya langsung
02:28Coba Pak Budiman, apa namanya, coba Pak Budiman kan dekatlah dengan Tengma Civil Society begitu ya
02:37Bisa nggak ngobrol dengan mereka, mau mahasiswa, mau kelompok petani, kelompok pesantren, it's okay
02:43Artinya Pak Presiden juga sadar, Pak Presiden sadar, beliau sering beberapa menterinya atau wakil menterinya yang latar belakang aktivis
02:52Entah buru, entah mahasiswa, entah petani, untuk berdialog dengan komunitas-komunitas itu
02:56Bukan untuk melakukan kooptasi, bukan ya, bukan untuk melakukan kooptasi
03:01Tapi untuk menyediakan dialog terbuka
03:03Jadi saya senang kalau Fatima tadi mengatakan forum seperti yang super banyak
03:07Itulah kenapa saya dulu ke kampus-kampus, saya kan dibubarkan oleh senat mahasiswanya
03:11Padahal saya sengaja datang, kami datang, ya, untuk terbuka silahkan kritik setajam-tajamnya, nggak apa-apa
03:17Oke, menurut Anda Fatima, lebih pada konteks komunikasi, masalah kebijakannya, atau administrasinya?
03:24Kalau kita tuh sebenarnya melihatnya sederhana sih Bang
03:26Kita oke pemerintah mau membenahi dari segi administrasinya, mau bikin badan baru, mau bikin apa
03:32Yang kita lihat tuh pada akhirnya adalah apakah semua hal-hal baru ini akhirnya dirasakan oleh masyarakat dampaknya atau tidak
03:39gitu
03:39Pada akhirnya itu, karena masyarakat tuh akhir-akhir ini juga kita rasa, saya rasa kita semua tahu ya bahwa
03:45Banyak sekali kritik bahwa Pak Prabowo ini membuat banyak hal-hal baru
03:50Tapi belum jelas nih konsepnya seperti apa, terus nanti pelaksanannya seperti apa
03:55Dan pada akhirnya masyarakat akan merasakan apa nih dari program ini gitu
03:59Karena pada trial and error itu, kalau terlalu lama gitu ya, gapnya, waktunya dan sebagainya, sumber daya sudah terlanjur keluar
04:07disitu
04:08Tapi masyarakat nggak mendapatkan hasil apa-apa, 5 tahun ini akan menjadi sangat sia-sia gitu kan
04:13Di antaranya, mungkin saya ingin juga sedikit ini ya bang, menanyakan gitu
04:18Mungkin ada salah satu ijab kabul juga yang sudah diucapkan gitu ya oleh Pak Gibran pada saat itu
04:26Terkait 19 juta lapangan pekerjaan yang harusnya itu berkaitan dengan pengantasan kemiskinan juga ya
04:30Dan kita tuh sejauh ini sebagai masyarakat ya, belum melihat ada progres ke arah sana yang cukup signifikan dan mutakhir
04:38gitu ya
04:39Sesuatu yang oke, bukan hanya sekedar menyediakan lapangan pekerjaan orang-orang yang akhirnya oke dia nggak bekerja sama sekali
04:47Akhirnya dia bekerja kasar aja, tapi kita sebetulnya sebagai genzi mungkin
04:51Berharap bahwa lapangan pekerjaan yang baru ini juga lapangan pekerjaan yang mampu berdaya saing global di kedepannya gitu
04:58Sehingga sederhananya bukan masalah komunikasi saja disini
05:00Bukan hanya komunikasi, tapi bagaimana dampak itu dari masyarakat, bagaimana konsep itu jelas
05:05Kita mengetahui, oh program ini tuh seperti ini untuk ini, dasar-dasarnya ini sudah ada hasil
05:10Kalau seandainya itu butuh penelitian, kaji etik atau apapun itu sudah ada semua
05:14Kita jadi tenang gitu, oh ya ini pemerintah mau mencoba satu hal yang baru
05:18Tapi semuanya sudah jelas, semuanya sudah dicoba
05:20Persoalannya, selama ini itu semua kan tidak ada ya
05:23Selalu ada program baru tapi kita tidak tahu itu untuk apa
05:27Mungkin untuk apa ending pointnya kita tahu, tapi bagaimana dilaksanakannya dan sebagainya itu kita masih belum tahu gitu
05:34Bagus pertanyaan dari pernyataan, dari gini
05:37Soal konsepnya apa sih, jadi teman-temannya kayak ngeliat Pak Prabowo nanam pohon baru
05:42Tapi arsitektur hutannya seperti apa, lanskap hutannya seperti apa
05:47Sehingga bisa melihat dari kacamata eagle ya
05:50Dan jenis pohonnya juga kan
05:51Ya mungkin jenis pohon bisa tapi gak mungkin gue ngapalin satu juga pohon gitu kan
05:56Sebenarnya di hutan apa, hutan tropis, hutan subtropis atau cuma savana begitu ya
06:01Oke, kebetulan BP Taskin salah satu tugas pertama menurut Pak Prabowo adalah
06:07Merancang rencana induk pengatasan kemiskinan
06:11Yang menarik adalah
06:13Pak Prabowo mengatakan kita ini seolah-olah mengatakan orang miskin kurang uang
06:17Padahal kurang akses dan kurang aset
06:19Oke satu, saya terjemahkannya kayak gini
06:22Berarti selama ini pengatasan kemiskinan hanya ngasih tempat berteduh orang miskin supaya gak kehujanan
06:26Masalahnya bukan sekedar menambahkan opi di halaman rumah
06:30Tapi merombak interior arsitektur rumah itu
06:33Agar menyediakan meja permanen, kursi permanen, bahkan kamar permanen bagi orang-orang miskin yang kehujanan di luar
06:39Bukan sekedar kita kasih tenda darurat
06:41Huntara, bukan hunian sementara tapi tetap
06:44Artinya apa, pengatasan kemiskinan gak terlepas dari perombakan arsitektur ekonomi
06:48Sistem ekonomi, oke
06:50Jadi ini saya mengatakan, saya terus terang aja
06:53Pak Prabowo saya mengatakan pasal 33
06:55Kalau dari perspektif teori sosiologi
06:59Dan ekonomi politik
07:00Ini sosialistis
07:02Ketika bicara ekonomi sosialistis
07:07Memang
07:08Memang
07:09Banyak
07:10Intektual kita yang sekarang juga bingung
07:12Karena sudah pulang tahun kita tidak ada diajar oleh itu
07:15Padahal pasal 33 U25
07:17Mengamanatkan itu
07:18Sehingga, konsep bagaimana turunannya
07:21Kerja
07:24Kerja seperti apa
07:25Belum kita sempat mengenalkan kembali konsep lama Indonesia
07:31Kedua, kita dapat tantangan baru nih
07:33Ada robotisasi, mekanisasi, digitalisasi
07:36Itu bisa cancelling soalapan kerja tuh
07:38Ini bisa cancelling soalapan kerja
07:40Benar, bahwa bukan sekedar ngasih pekerjaan manual
07:44Rutin
07:45Pada orang yang nganggur
07:47Bukan sekedar itu di era hari ini
07:49Tapi ada reskilling tidak
07:52Ada retraining tidak
07:53Pelatihan keterampilan-keterampilan baru yang gak pernah ada
07:56Sehingga kalau ditagi masalah 19 juta lapangan kerja itu
07:58Memungkinkan gak untuk segera dilakukan?
08:00Lapangan pekerja dalam pengertian tradisional
08:04Impossible
08:05Yang harus dilakukan
08:06Dan kami sadari itu adalah
08:10Lapangan kerja dalam pengertian-pengertian baru
08:12Makanya di satu
08:14Terus ada lihat ada satu fenomen lagi baru nih
08:16Yang ini bicara kemakmuran
08:17Sederhana
08:18Tapi gak ada hubungan dengan lapangan kerja
08:19Apa tuh?
08:21Singkat aja
08:22Pendapatan dasar universal
08:24Layanan dasar universal
08:26Dan aset dasar universal
08:27Oke
08:28Fatima
08:29Ini satu tema sendiri saya kira
08:31Saya kira Pak Fatima dan teman-teman
08:33Bisa berdiskusi satu saat
08:34Kapan-kapan mungkin di kampus
08:35Oke
08:35Fatima bagaimana
08:36Karena ada tantangan disitu
08:38Kejateraan tidak ada hubungan dengan
08:39Lapangan kerja sekedar ngukir
08:41Sekedar marut
08:43Sekedar botong kayu
08:44Enggak
08:44Ada tantangan disitu
08:45Ada tantangan mekanisasi digitalisasi
08:47Itu yang kita jawab juga
08:49Bisa diterima gak alasan itu?
08:51Terima kasih Bang Budiman
08:52Sebetulnya ini salah satu
08:53Tuntutan kita
08:54Di aksi yang
08:55Saya sampai lupa ya
08:56Aksi yang mana saking banyaknya
08:57Kita sudah menuntut
08:58Meskipun belum terlalu ada hasilnya
09:00Tapi
09:00Kita pernah menuntut
09:01Pak Prabowo untuk
09:03Mengakui gitu
09:04Apa sih hal-hal yang masih kurang
09:06Dan disini
09:06Menurut saya
09:07Bang Budiman sudah mulai mencontohkan
09:09Bagaimana cara
09:10Mengindahkan tutupan kita itu
09:12Itu mengakui ada beberapa hal yang belum sempurna
09:14Misalnya bahwa
09:14Masih banyak kebingungan
09:16Misalnya tentang pasal 33 itu seperti apa
09:17Implementasi
09:19Rutinnya gitu ya
09:20Kemudian bagaimana bahwa
09:2119 juta lapangan pekerjaan itu
09:23Tidak mungkin kalau secara letterleh
09:25Lapangan pekerjaan manual
09:27Seperti pengertian konservatif
09:28Biasanya tercapai
09:30Itu tidak mungkin
09:31Dan harus ada penyesuaian
09:33Dan sebagainya
09:34Ini kan satu langkah maju
09:35Yang menurut saya
09:36Ada harapan nih
09:37Bahwa pemerintah itu bisa mengakui hal-hal
09:39Seperti ini
09:40Dan sebetulnya ini adalah harapan kita juga
09:41Untuk program lain
09:42Seperti MBG misalnya
09:44Apakah mungkin untuk
09:45Menghilangkan stunting
09:46Misalnya dalam kurun waktu
09:485 tahun kepresidenan ini
09:49Dengan anggaran sebegitu besarnya
09:51Dengan pelaksanaan seperti ini
09:52Dan sebagainya
09:53Apakah realistis
09:54Apakah dimungkinkan
09:55Dan sebagainya
09:56Jadi sebetulnya
09:57Hal-hal seperti itu sih
09:58Yang kita tuntut
09:58Dan semoga
09:59Itu bisa diimplementasikan
10:00Pada hal-hal lain
10:02Tidak cukup
10:03Pasti 31 jam ini
10:05Jelaskan
10:05Pasti tidak karena
10:10Kalau obsesi pemerintah ini
10:12Hanya sekedar melakukan
10:13Sesuatu dengan benar
10:16Bisa diselesaikan teknis
10:17Tapi masalahnya
10:19Pak
10:21Pemerintah ini ingin melakukan
10:22Sesuatu yang benar
10:23Bukan sekedar melakukan
10:24Sesuatu dengan benar
10:25Ada hal-hal yang
10:26Salah
10:27Tapi dilakukan dengan benar kan
10:29Masalahnya mau dilakukan
10:30Melakukan sesuatu yang benar
10:30Bukan sekedar dengan benar
10:32Saya ingin mengatakan begini
10:33Soal 33
10:34Kami sebenarnya sudah merumuskan
10:36Bagaimana sih pasal 33
10:37Diterjemahkan dalam
10:38Mereka pengetesan kemiskinan
10:39Mungkin ke suatu saat
10:41Bisa diskusi suatu
10:41Soal di fakta
10:42Ekonomi UI
10:42Penerjemahnya bagaimana sih
10:44Terus tadi saya singgung
10:46Pendapatan dasar universal
10:47Dalam bahasa Inggrisnya
10:48Orang lebih kenal mungkin
10:49Malah
10:50Universal basic income
10:51Layanan dasar universal
10:52Universal basic service
10:54Makan berkisi
10:56Sekolah raat
10:57Sekolah unggulan guda
10:58Perguruan tinggi gratis
10:59Itu adalah bagian dari
11:01Universal basic services
11:02Nantinya
11:03Universal basic aset
11:04Reforma agraria
11:05Perumahan
11:07Ini
11:09Kenapa sih
11:09Orang harus
11:10Nanti kemudian
11:12Kita akan menghadapi
11:12Suatu selesai
11:13Dan itu gak lama
11:13Dan saya kira
11:15Itu generasi Fatima
11:15Yang akan ngerasakan betul
11:16Orang sejahtera itu
11:18Bahkan gak perlu kerja
11:20Orang sejahtera itu
11:21Gak perlu kerja fisik
11:23Gak perlu kerja
11:25Jadi kita juga
11:26Kita harus mulai keluar
11:28Dari kerangka
11:28Bahwa
11:29Kerjaan
11:30Atau job
11:31Creation is the only solution
11:33For welfare
11:34Sehingga upaya teman-teman
11:36Setelah kita berdiskusi saat ini
11:38Dengan semangat untuk
11:39Menggerakkan agar sadar itu
11:40Sudah terjawab sepenuhnya
11:41Atau masih belum
11:43Kalaupun belum
11:44Dalam bentuk apalagi
11:45Upaya teman-teman
11:45Masiswa untuk membuat
11:46Sadar itu tadi
11:47Jawabnya sebentar lagi
11:48Jangan kemana
11:48Sampai jumpa
11:50Sampai jumpa
11:51Sampai jumpa
11:58Sampai jumpa