Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Ketegangan sempat terjadi saat sekelompok warga menggeruduk Mapolres Merangin, Jambi, mendesak polisi membebaskan dua pekerja penambangan emas tanpa izin atau PETI.

Situasi di Mapolres Merangin pada Rabu sore sempat memanas saat warga berhadapan dengan polisi.

Warga sempat melepaskan dua kali tembakan saat mendesak polisi membebaskan dua pekerja penambangan emas tanpa izin yang ditangkap saat beraktivitas di Desa Sungai Ulak, Kecamatan Nalo Tantan.

#jambi #ricuh #penambang

Baca Juga Polda Metro Jaya Bebaskan 19 Pendemo, Polisi Sita Cat untuk Aksi Vandalisme | BERITA UTAMA di https://www.kompas.tv/nasional/698750/polda-metro-jaya-bebaskan-19-pendemo-polisi-sita-cat-untuk-aksi-vandalisme-berita-utama



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/698751/tegang-warga-geruduk-kantor-polisi-minta-bebaskan-2-pekerja-penambang-berita-utama
Transkrip
00:00Ketegangan sempat terjadi saat sekelompok warga menggeruduk Mapolres merangin Jambi
00:05yang mendesak polisi untuk membebaskan dua pekerja penambangan emas tanpa izin atau peti.
00:17Situasi di Mapolres merangin pada Rabu sore sempat memanas saat warga berhadapan dengan polisi.
00:22Warga sempat melepaskan dua kali tembakan saat mendesak polisi membebaskan dua pekerja penambangan emas tanpa izin
00:28yang ditangkap saat beraktivitas di Desa Sungai Ulak, Kecamatan Nalotantan.
00:45Menurut Kasih Humas Polres merangin AKP Sakirman, sebelum situasi memanas polisi dan warga sempat melakukan mediasi.
00:53Namun tidak mencapai kesepakatan hingga berujung ricuh.
00:56Saat ini, Polres merangin masih mengusut pemilik alat yang digunakan dalam aktivitas penambangan emas tanpa izin tersebut.
01:11Menangkap dua orang tersangka melaksanakan penambangan tersebut di bawah ke Polres.
01:17Kemudian pada jam 13.00 datang ke Romongkubu, menyatakan datang ke Polres untuk membebaskan tersangka yang dua orang tersebut.
01:32Dan jam 13.00 datang lagi Romongkubu, dengan masa yang lebih kurang 50 orang.
01:38Lalu menyerang Porek, setelah kami mediasi lagi, mereka tidak terima, jadi terjadilah chaos.
01:44Terima kasih.
01:47Terima kasih.
01:48Terima kasih.
01:49Terima kasih.
01:51Terima kasih.
01:51Terima kasih.

Dianjurkan