00:00Saya masih berdiskusi bersama Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan
00:03sekaligus mantan aktivis Budi Masujat Miko
00:05dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia 2026 Fatima Azahra.
00:10Soal sejahtera tanpa kerja, sederhananya realistis atau gimana?
00:14Ya menurut saya itu menarik karena itu sepertinya lebih advance ya Bang
00:17dibanding apa yang mungkin hari-hari ini banyak orang-orang tuntut gitu.
00:22Dan justru karena itu saya rasa kenapa itu menjadi lebih advance
00:24karena sebenarnya ada satu barrier sebelum ke sana
00:27yaitu bahwa sekarang pemerintah sendiri pun masih belum bisa sampai pada titik se-advance itu Bang
00:33bahwa misalnya Abang mengatakan oke orang bisa sejahtera tanpa kerja dan sebagainya
00:39justru itu yang menjadi keresahan banyak orang hari ini tentang program MBG misalnya Bang
00:43bahwa orang-orang itu harusnya idealnya mereka bisa makan secara normal bergizi
00:49tanpa harus menunggu diberi di sekolahnya satu kali sehari misalnya
00:52itu adalah satu advancement yang seharusnya hari ini bisa kita achieve
00:56bisa kita capai gitu Bang dengan konsep bahwa memberi makan bergizi itu
01:00nggak harus dengan kita bikin dapur secara megah-megahan banyak di mana-mana
01:05kemudian kita bikin orang-orang nih dikasih di sekolahnya
01:09satu kali semua pakai tempat makan segala macam terus setelah dari situ pulang
01:13kemudian ini menjadi oke program yang memberi makan orang-orang satu kali sehari tapi gitu
01:19jadi kita sebenarnya mengharapkan bahwa abstraksi semacam itu bahwa orang harus
01:23bisa sejahtera tanpa kerja juga pada akhirnya dan sebagainya itu berlaku pada program-program lain
01:28di mana seharusnya hal-hal manual tuh bisa di cut di mana orang tuh bisa mesejahterakan dirinya sendiri secara mandiri
01:34gitu Bang
01:34saya kira ini khas pandangan libertarian
01:42gini kenapa negara harus campur tangan
01:44kenapa negara harus campur tangan pada soal makan
01:50saya nggak tahu sebuah alih gizi
01:51tentu Fatim aja bisa lebih paham karena seorang dokter
01:55tapi intinya gini
01:55yang saya lihat dan berusaha hitung-hitungan
01:58pertama dari setelah makan bergizi
02:02prosentase kehadiran siswa meningkat
02:05karena bagi banyak orang ternyata
02:08makan bergizi dan nikmat bukan cuma bergizi
02:11bergizi bagi anak-anak nikmat itu lebih penting kadang-kadang ya
02:14itu juga rupanya menjadi salah satu insentif model
02:18atau model imbalan bagi sejumlah komunitas di Indonesia
02:24untuk mereka meningkatkan kehadiran anak sekolah
02:28itu ada itu angka-angkanya
02:29satu itu
02:29kedua
02:31soal format
02:33kenapa harus ada
02:35sebenarnya agak aneh juga di Indonesia
02:37karena sebenarnya ini bukan program yang unik Indonesia
02:39banyak negara melakukannya
02:40di Brazil sudah 40 juta siswa
02:43menjadi beneficiaris dari program ini
02:45it works
02:46dan
02:48saya sekaligusnya bukan alih gizi
02:50tapi saya ingin mengatakan bahwa
02:51saya gak mengatakan manusia sama dengan komputer
02:56daya kognisi manusia itu
02:57sama seperti komputer
02:59baik
02:59makan itu soal hardware-nya
03:02pendidikan itu soal software-nya
03:04menurut saya jangan dipertentangkan
03:05menurut saya jangan dipertentangkan
03:06apakah itu cukup atau tidak
03:08itu mungkin bisa dikritikan disitu
03:10atau mungkin Fatima mengatakan
03:12harus dua kali
03:13tapi misalnya contohnya
03:15harus dua kali makan ya
03:16tapi hanya untuk kelas masyarakat bawah
03:19atau 3T saja
03:20sementara wilayah kampung-kampung kaya gak usah
03:24bisa gak gitu
03:24bisa aja usulannya
03:26nah kalau kita kembali dari diskusi kita
03:28ujungnya karena aksi Indonesia sadar itu tadi
03:32sepuas apa bahwa
03:33aksi teman-teman ternyata membuat
03:35yaudah semua orang tersadarkan bahwa
03:37ada kerja, ada evaluasi disitu
03:38puas gak kira-kira?
03:40tentu yang kita harapkan adalah
03:42bukan hanya
03:43oke kita sudah bekerja
03:45lalu ada evaluasi dan sebagainya ya
03:46seperti yang saya katakan tadi gitu
03:47pada akhirnya masyarakat tuh baru akan merasakan
03:49oh ini hasilnya ketika mereka memang sudah merasakannya gitu
03:52dan saya rasa itu adalah hal yang wajar gitu
03:54banyak mungkin Bang
03:55salah satu hal yang membuat masyarakat
03:57kecewa adalah ketika pemerintah tuh bilang
03:59bahwa ya jangan tunggu sekarang dong hasilnya
04:01orang kita baru mulai
04:02masalahnya mereka udah mulai nyoblas
04:04bukan dari zamannya Pak Prabowo aja gitu loh Bang
04:06jadi kayak mereka tuh merasa oke
04:07dari setiap zaman
04:08mereka selalu disuruh tunggu-tunggu-tunggu
04:10mau sampai kapan ditunggu
04:11orang yang tadinya
04:12masih muda sampai mereka udah tua
04:14udah punya anak
04:15masih sama terus narasinya
04:16sebenarnya sangat wajar
04:17kalau misalnya mereka
04:18pengen ada hasil yang bisa mereka rasakan
04:21mulai sekarang juga gitu loh
04:22sehingga kalau kemudian masih belum sadar juga
04:24menurut perspektif teman-teman mahasiswa
04:26maka kalian akan melakukan apa lagi
04:28demo lagi
04:29atau ada tindakan lain
04:30sebetulnya dari tema Indonesia Sadar ini
04:33kita membawa satu sub-team juga Bang
04:37bahwa disini kita sebenarnya
04:39mengangkat tepati atau pergi
04:41which is disini
04:42pemerintah punya banyak jadi janji
04:44maka disini kita sangat mendorong bahwa
04:46kali ini pemerintah harus menganggap serius
04:49hal-hal ini
04:50tepati janji-janjinya
04:51maka kalau tidak
04:52ya pergilah gitu
04:54kita tahu bahwa di Jepang
04:55dan di tempat-tempat lain
04:57banyak dari mereka
04:58pejabat-pejabatnya yang ketika tidak mampu
04:59melakukan satu pekerjaan dan sebagainya
05:01yaudah mereka mundur dan sebagainya
05:03berarti dikasih deadline
05:04untuk itu
05:05kita akan menyerahkan pada masyarakat
05:07karena disini
05:08salah satu hal
05:08yang ingin kita sadarkan adalah
05:10masyarakat itu sendiri
05:11kita sebagai mahasiswa selalu reflect pada masyarakat
05:14kapan mereka merasa bahwa
05:15oke ini udah deadline nih
05:16ini udah saatnya
05:17saya yakin Bang Budiman sebagai mantan aktivis
05:20pasti juga tahu bahwa
05:21ada animo-animo ketika masyarakat sudah mulai merasa bahwa
05:24oke ini sudah enough
05:25dan ini aksi kita
05:26Indonesia Sadar adalah
05:27salah satu hal yang kita upayakan
05:29supaya masyarakat ini menjadi lebih cepat
05:31sadar bahwa oke
05:32kita sudah berhak loh untuk menuntut sesuatu ketika
05:34pemerintah ini sudah berjalan dua tahun
05:36harusnya minimal kita sudah mendapatkan lah hasil-hasil
05:39minimal setengah dari apa yang sudah dilakukan gitu
05:41seperti itu
05:42tepati atau pergi
05:43cukup keras juga itu
05:44gimana nanti
05:45bakal menindak lanjut di tuntutan mereka ini
05:49bahkan sebelum
05:50tuntutan itu muncul
05:52sebelum satu tahun Pak Prabowo jadi presiden
05:54sudah pidato
05:56saya tidak akan mencalonkan diri lagi
05:58kalau saya gagal
06:00merupati janji saya
06:01dan itu diucapkan di acara
06:02Gerindra
06:03yang saya ikuti
06:04waktu itu
06:05acara uang tahun juga tidak keliru
06:06tepat-tap lain
06:07saya kaget sebagai salah satu pembantunya
06:10saya langsung berpikir
06:11wah
06:12Pak Prabowo ya
06:14sincere
06:14tulus-tulus saja
06:15tapi jangan seperti ini
06:16karena ini jadi kelihatan
06:18apa ya
06:19tapi saya ingatakan
06:20kalau sekedar urus saya
06:21tepati atau pergi
06:22bahkan sebelum diminta pun
06:24bahkan sebelum satu tahun jadi presiden
06:25Pak Prabowo ngomong terbuka
06:27kalau saya gagal menepati janji saya
06:29menyejata raka orang miskin
06:31saya tidak mau dicalonkan lagi
06:34Pak Prabowo
06:35belum satu tahun
06:36dan saya belum pernah dengar
06:38presiden ngomong kayak gitu
06:39kepala desa ngomong kayak gitu
06:40bupati ngomong kayak gitu
06:41belum pernah dengar
06:42artinya kalau soal itu
06:44Pak Prabowo sudah mendahulunya
06:46tapi
06:47sekarang bukan soal pergi atau tidak pergi
06:49Pak Prabowo mundur atau tidak mundur
06:51pertanyaannya adalah
06:52sekali lagi
06:53ini perspektif
06:54ini soal ideologi
06:57bagi saya
06:58saya bagi saya
07:01saya tidak terlalu keberatan
07:03ketika disebut pengkhianat reformasi
07:05karena sejak awal
07:06saya maunya revolusi
07:09reformasi itulah second base aja
07:10yang terpaksa saya harus terima
07:12dan hari ini
07:15kalau saya mau bikin testimoni
07:16apa yang dibicarakan
07:19disusun
07:20soal pelaksanaan dan kekurangannya
07:22tentu saja kritikan bagus
07:24disusun dan disusun oleh
07:25Presiden Prabowo
07:26mirip seperti apa yang kami mimpikan
07:2830 tahun 40 tahun lalu
07:30ketika saya baru jadi demonstran
07:32mirip
07:34mirip
07:34dan melampaui semua
07:35apa yang ditutup oleh reformasi
07:37masalahnya
07:39masalahnya
07:39Pak Prabowo tidak punya kemampuan waktu
07:41hanya di 5 tahun
07:42kalau bisa kepilih lagi bagus
07:44karena
07:45apa yang dilakukan memang
07:47tidak bisa pandangnya dalam satu periode
07:48oke
07:49ya
07:49tapi beliau mengatakan
07:50jika gagal
07:51saya tidak akan mencari diri lagi
07:53artinya apa
07:54kalau sekedar urusannya
07:56soal komitmen
07:57itu gak harus ditanya oleh Pak Prabowo
07:58oke
07:58yang harus ditanya adalah
07:59oleh Anda
08:00orang seperti saya
08:01kalau saya Budiman gagal
08:03mau mundur gak
08:03singkat Fatima silahkan
08:04saya akan mengatakan
08:05saya kalau disuruh mundur
08:07mundur
08:07dan saya tetap
08:08akan mendengar Pak Prabowo
08:09karena program beliau
08:11persis seperti mimpi kami
08:1240 tahun lalu
08:13silahkan Fatima singkat saya
08:14sangat singkat
08:14bang
08:15kalau seandainya tadi
08:16abang bilang Pak Prabowo
08:17sudah berkomitmen
08:18maka berarti PRnya mungkin
08:19untuk sekarang
08:20satu bang
08:20yang saya titipkan ke abang
08:22yang sudah di dalam
08:22saya titip mungkin
08:24di grup menteri itu bang
08:25perlu diingatkan
08:25agar laporan-laporan mereka
08:27sesuai dengan apa yang
08:28betul-betul terjadi di masyarakat
08:29karena kalau tidak
08:30kasihan Pak Prabowo
08:31nanti dia tertipu
08:32dia pikir dia berhasil
08:33padahal ternyata
08:34masyarakat masih susah
08:36mas Budi, mas Sujat, Niko
08:38Fatima, Zahra
08:39terima kasih sudah beri susi
08:40bersama kami kali ini
08:41terima kasih juga untuk
08:42Anda sudah menyaksikan Rosy
08:43jumpa lagi pekan depan
08:44saya Tifa Solesa
08:45tetap bersama kami di Kompas TV
08:47independen
08:47kita percaya
08:48selamat menikmati