Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Kepala BGN Ungkap Dugaan Bumbu Kacang Sate Jadi Penyebab Ratusan Siswa Keracunan MBG di Bogor

Badan Gizi Nasional (BGN) memberi penjelasan terkait kasus keracunan massal yang menimpa ratusan siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bogor.

Berdasarkan hasil penelusuran dan investigasi awal, Kepala BGN menduga kuat bahwa bahan olahan bumbu kacang sate menjadi pemicu utama timbulnya gejala keracunan pada para siswa.

Pihak BGN menegaskan akan memperketat standar pengawasan higienitas serta keamanan bahan pangan di seluruh unit pelayanan guna memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali. “MBG ini namanya Makan Bergizi Gratis, bergizi. Jadi menyehatkan, tidak bikin orang sakit ya,” tegasnya.

#BGN #SPPG #MBG #keracunan

Creative/Video Editor: Icha/Reiki
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Awalnya yang berubat ke layanan kesehatan ada sekitar 40, kemudian turun jadi 27, kemudian turun jadi 14, kalau nggak salah
00:09ada 14 terakhir ya.
00:11Yang di Rautinam mungkin sekitar, seperti tadi malam itu sekitar sembilanan gitu sisanya observasi.
00:17Intinya, satu, ya saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh kepala daerah atas penanganan yang prima ya.
00:25Intinya, ya statistik itu istatistik, tapi yang paling utama adalah kesehatan, nyawa dan kesehatan siapapun itu penting.
00:37Sangat amat penting, karena nyawa dan kesehatan seseorang yang seseorang itu adalah anggota keluarga dari sebuah keluarga,
00:45anak dari pasangan orang tua, saudara dari manusia yang lain dan sebagainya.
00:50Sehingga kami memastikan apapun yang kami lakukan sampai dengan hari ini adalah memastikan standar keamanan pangannya.
00:59Termasuk rantai pasoknya juga, tadi sudah kami sampaikan, rantai pasok terhadap bahan bakunya juga harus benar.
01:07Ada beberapa temuan Pak Menteri, itu adalah sebetulnya kan dapur SPPG ini oleh negara sudah dijamin bahwa tidak akan rugi.
01:16Tidak bisa untung gede, tapi tidak rugi, karena dijamin ada insentif Rp2.000 perompreng.
01:23Hanya memang ada oknum-oknum yang kemudian ingin untungnya gede-gede.
01:29Dengan kemudian membeli bahan baku yang standarnya rendah, kemudian marka baku dan lain sebagainya.
01:37Nah ini menjadi perhatian kami. Termasuk beberapa dugaan, termasuk yang di Cerebon dan juga yang di Bobor ini adalah
01:45bagaimana dapur itu membeli bahan makanannya itu, itu bukan mentah tapi sudah barang jadi.
01:52Yang di Cerebon itu dia beli telur puyuh sudah dalam bentuk matang dan sudah terkelupas.
01:58Itu kan tidak bisa kita kendalikan, dia masak telur puyuhnya direbus kapan, dikupas kapan, disimpan di mana, yang kupas siapa,
02:07tangannya kotor, tidak kotor, pakai APD dan lain sebagainya, tidak bisa kita pastikan.
02:12Dan ini diulangi kemungkinan yang di Bobor ini adalah karena dia beli bumbu kacang sateknya itu barang jadi.
02:19Bumbunya itu diulang kapan oleh siapa, di mana, kapan, bersih, tidak bersih, tidak bisa dipastikan.
02:25Nah ini saya lagi kita periksa, saya sebagai kepala BGN, sekali lagi, terkait nyawa dan kesehatan seseorang tidak main-main.
02:34Siapapun pemilik dapur saya tidak peduli, selama dia membahayakan dan itu adalah kelelehan yang disengaja, harus wajib hukumnya saat tutup
02:42permanen.
02:43Jadi ini saya sedang kirimti investigasi, termasuk CCTV-nya, nyala dan seterusnya, ya kami cek.
02:49Jadi kepala dapur saya copot, kemudian ahli gisi dan ahli keuangannya saya pecat.
02:54Itu jelas, tindakan pertama. Kemudian dapur saya suspend, kita cek, kita investigasi, ada enggak kelalaian yang disengaja.
03:01Orang beli bahan makan jadi itu kelalaian yang disengaja.
03:07Nah ini beda dengan misalnya orang nyacah kol yang harusnya di meja, dia mungkin biasa di lantai, itu masih bisa
03:16kita edukasi, masih bisa kita ajari.
03:18Tapi kalau dia dengan sengaja membeli sesuatu, termasuk yang di Semarang saya sudah tutup permanen, informasi yang kami dapatkan laporan
03:25dari kepolisian adalah,
03:27dia kapasitas dapurnya kecil melayani banyak, karena enggak cukup dia outsourcing beli barang jadi dari tempat lain.
03:35Itu namanya kelalaian yang disengaja saya tutup permanen.
03:39Itu saya kira, sekali lagi saya tidak ingin main-main sama urusan nyawa dan kesehatan siapapun.
03:47MBG ini namanya makan bergisi gratis, bergisi.
03:51Jadi menyehatkan, tidak bikin orang sakit.
03:53Saya kira itu Pak Menteri.

Dianjurkan