00:00Baik, rekan-rekan media semua, terima kasih.
00:05Saya baru saja diterima oleh Bapak Presiden
00:10dalam rangka untuk melaporkan beberapa hal terkait penungkasan beliau kepada BRIN
00:17untuk memperkuat riset untuk beberapa bidang.
00:22Yang pertama adalah soal Karhutlah.
00:23Jawa Presiden terus memantau Karhutlah dan terus menekankan betapa hasil riset
00:33untuk mencahkan masalah Karhutlah baik jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang ini harus dilakukan.
00:39Sehingga BRIN yang saat ini sudah membantu menyelesaikan masalah jangka pendek
00:44dengan berkolaborasi dengan BFKG, BNPB, Kementerian Hutanan, beserta TNI AU
00:53berkait dengan OMC, modifikasi cuaca, dan ini sudah berlangsung
00:59dan Alhamdulillah tim kami juga terus terlibat dalam operasi dry ice
01:04yang Alhamdulillah dari situlah kemudian bisa dilakukan OMC.
01:09Dan kemudian sejumlah wilayah juga sudah turun hujan
01:15dan ini adalah sebuah berkah yang patuh kita syukuri.
01:20Jadi Pak Presiden juga menekankan pentingnya riset jangka menengah,
01:24kemudian riset jangka panjang bagaimana mengantisipasi di masa depan.
01:30Termasuk di dalamnya adalah mencari model-model perambatan api itu seperti apa sebenarnya
01:37sehingga kita bisa mengantisipasi di kemudian hari.
01:40Dan Alhamdulillah memang BRIN saat ini sedang melakukan riset
01:43terkait dengan soal model perambatan api di lokasi kahlut lainnya.
01:49Kemudian yang kedua, tadi dengan Pak Presiden juga kami laporkan
01:52beberapa potensi energi ke depan.
01:57Salah satunya dari limbah sawit dengan biogas.
02:01Karena kita tahu bahwa ada kurang lebih sekitar 328,43 juta ton TBS,
02:09tandan buah sawit per tahun.
02:12Dan ternyata kalau kita lihat di seluruh Indonesia,
02:15per tahun ada potensi limbah POME itu 229,9 juta meter kebik atau liter.
02:24Nah, kalau kita lihat potensi dari POME, potensi dari tandan kosong sawit,
02:32total itu bisa mencapai kurang lebih kalau dikonversi menjadi listrik,
02:37bisa mencapai kurang lebih sekitar 3,9 gigawatt.
02:41Ini jumlah yang lumayan dari limbah untuk bisa menghasilkan energi alternatif.
02:47Dan itu penting kenapa?
02:48Karena selama ini POME itu bisa menjadi sumber metan.
02:51Yang ini mengganggu udara, karena itu adalah bisa menyebabkan efek rumah kaca.
03:01Tapi dengan adanya solusi energi alternatif menjadi biogas,
03:04menurut saya ini bisa disikapi dengan teknologi-teknologi,
03:11tidak hanya membuat biogas,
03:13tapi yang penting lagi adalah bagaimana itu bisa dikonversi menjadi tapung gas.
03:18Jadi kami tadi sudah menyampaikan, mengenalkan teknologi baru,
03:23Metal Organic Framework, MOF,
03:26yang itu bisa, material yang bisa menyimpan gas dalam jumlah yang lebih besar lagi.
03:32Jadi saat ini kita mengimpor LPG kurang lebih 97 triliun per tahun,
03:37dengan adanya biogas yang bisa dikonversi menjadi gas tapung,
03:41saya kira ini menjadi salah satu solusi energi kita ke depan.
03:45Tadi kami juga, karena Bapak Presiden beberapa kali telpon saya,
03:52menanyakan soal vaksin, bagaimana kemandirian vaksin.
03:59Jadi vaksin ini khususnya malaria,
04:01ini saat ini riset di BRIN sudah kita lakukan,
04:03dan BRIN memiliki 4 kandidat vaksin.
04:06Dan seluruhnya di Indonesia ada kurang lebih sekitar 5 atau 6 kandidat vaksin,
04:10dan kami berkolaborasi dengan berbagai pihak,
04:13termasuk dengan Kementerian Kesehatan,
04:14kemudian juga dengan Bio Farma.
04:17Dan Pak Presiden minta agar proses riset terkait dengan vaksin ini dipercepat.
04:23Nah kita berharap dengan support dari Pak Presiden,
04:27terkait dengan vaksin ini,
04:29ini bisa kita percepat 3 tahun lebih cepat dari seharusnya,
04:34karena beliau akan memberikan dukungan penuh terhadap produksi vaksin ini,
04:38khususnya vaksin malaria.
04:40Karena beberapa parasit yang ada di Indonesia ini memang agak berbeda,
04:47seperti Plasmodium V-Vax,
04:49itu memang saat ini vaksinnya belum ada.
04:51Jadi kalau kita bisa produksi di Indonesia,
04:54ini bisa menjadi salah satu kontribusi Indonesia untuk dunia.
04:58Jadi Pak Presiden tadi menekankan,
05:00apa sumbangan kita untuk dunia juga?
05:02Karena malaria setidaknya di Indonesia,
05:07tapi vaksinnya di dunia tidak ada,
05:09nah oleh kata itu kita bisa memberikan kontribusi untuk kesehatan masyarakat di dunia.
05:13Dan yang berikutnya terkait dengan soal obat herbal.
05:18Jadi Pak Presiden juga menekankan bagaimana kita kemandirian obat.
05:22Ini menjadi hal yang harus segera diwujudkan.
05:25Obat herbal ini segera sangat potensi,
05:28sangat potensial,
05:29dan BRIN sudah juga berkolaborasi dengan berbagai pihak
05:32untuk mempercepat proses obat herbal ini.
05:35Dan saat ini di BRIN sendiri ada 19 kandidat obat herbal untuk masuk pada fitofarmaka.
05:41Jadi beberapa obat yang ada di BRIN kan masih dalam taraf OHT,
05:46obat herbal terstandarisasi.
05:49Nah sekarang ini menuju pada fitofarmaka.
05:52Untuk menuju pada fitofarmaka butuh berbagai uji, uji klinis ya.
05:56Dan saat ini sedang kita lakukan, kita akan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan juga BEPOM untuk melakukan percepatan ini.
06:02Yang terakhir tentang sampah.
06:04Jadi Pak Presiden sangat konsen sekali tentang sampah ini agar cepat selesai,
06:10karena BEPOM juga sampah ini merupakan masalah di berbagai negara berkembang.
06:18Dan saat ini BRIN diminta kolaborasi dengan Mendik Design Tech dalam rangka memperdayakan kampus
06:24untuk masuk ke desa-desa membantu menyelesaikan masalah sampah dengan teknologi yang dimiliki oleh BRIN
06:31dan juga oleh sejumlah kampus.
06:33Karena BRIN memiliki teknologi pada level rumah tangga, pada level desa, pada level kecamatan, hingga pada level kota.
06:41Dan Pak Presiden mengarahkan bagaimana teknologi level rumah tangga dan level desa ini segera diimplementasikan,
06:49karena BRIN memang bukan lembaga yang memang bertugas memproduksi,
06:52kita hanya membuat prototipe, tapi kita ingin memastikan bahwa prototipe yang kita buat ini membawa manfaat
06:58dan bisa digunakan oleh masyarakat.
07:02Sehingga gerakan asri dari Pak Presiden ini benar-benar bisa kita lakukan dengan baik, sesuai dengan harapan.
07:10Demikian ya.
07:11Terima kasih.
07:26Yang pertama adalah terkait dengan menangkan jangka panjang tentu,
07:29kita akan memperkuat riset untuk prediksi kebakaran.
07:32Sebenarnya riset ini kan sudah berkembang ya.
07:34Nah sekarang tinggal proses validasi untuk memprediksi, sehingga kita punya kemampuan
07:40apa yang akan terjadi tiga bulan, enam bulan di kemudian hari terkait dengan kahut lainnya.
07:47Jadi kemampuan kita memprediksi ini saya kira sangat penting sekali.
07:51Nah kemudian juga tadi sudah sampaikan riset model perambatan api yang saat ini juga sudah mulai kita kerjakan ya.
07:57Dan kemudian dengan berbagai perbuatan tinggi kita akan coba yang terkait dengan bagaimana memprediksi kebakaran hutan itu sendiri.
08:07Saya kira yang di lokalnya BRIN saat ini kan kita bertugas untuk mendeteksi hariannya.
08:14Titik api itu yang kemudian kita share ke berbagai lembaga termasuk BNPB, Kementerian Kehutanan.
08:21Karena BRIN memiliki otoritas terkait dengan soal satelit, citra satelit.
08:26Jadi citra satelit yang akan dideteksi BRIN, kita manfaatkan untuk berbagai tujuan.
08:29Salah satunya adalah untuk masalah deteksi titik api ini.
08:34Kemudian terkait dengan singkong, tadi sebelum saya masuk sudah saya sampaikan bahwa di singkong ini tim sudah siap untuk di
08:44lapangan karena memang butuh satu material, APP.
08:48Itu yang diperlukan dari luar, yang selama ini ketersediaan di Indonesia tidak ada.
08:54Nah sehingga singkong yang merupakan produk lokal, saat ini kita campur ya dengan APP tersebut dan kemudian bisa kita manfaatkan
09:05untuk mematikan api.
09:07Selama ini kalau tidak menggunakan bahan itu, memang seringkali tepung singkong itu mengumpal.
09:14Dengan bahan itu kemudian bisa dibuat lebih sempurna untuk meningkatkan efektivitas untuk pemadaman api.
09:23Cukup ya, terima kasih.