Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Dipanggil Presiden Prabowo, Kepala BRIN Paparkan Inovasi Pemadaman Karhutla Berbasis Tepung Singkong

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, menyatakan bahwa pihaknya bakal segera menguji coba inovasi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menggunakan teknologi Dumikron dan Cloud Seeding Agent Tube (coSAT).

Selain itu, BRIN juga tengah menyiapkan riset retardan pemadam api berbahan dasar pati singkong yang dikombinasikan dengan Ammonium Polyphosphate (APP) guna mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Usai berkoordinasi dengan pihak Istana Kepresidenan pada Selasa (27/10/2026), Arif menjelaskan bahwa koordinasi teknis bersama TNI AU telah rampung sehingga pengujian inovasi teknologi penanggulangan karhutla tersebut siap diluncurkan dalam pekan ini.

#brin #karhutla #arifsatria

Creative/Video Editor: Icha/Reiki
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Baik, rekan-rekan media semua, terima kasih.
00:05Saya baru saja diterima oleh Bapak Presiden
00:10dalam rangka untuk melaporkan beberapa hal terkait penungkasan beliau kepada BRIN
00:17untuk memperkuat riset untuk beberapa bidang.
00:22Yang pertama adalah soal Karhutlah.
00:23Jawa Presiden terus memantau Karhutlah dan terus menekankan betapa hasil riset
00:33untuk mencahkan masalah Karhutlah baik jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang ini harus dilakukan.
00:39Sehingga BRIN yang saat ini sudah membantu menyelesaikan masalah jangka pendek
00:44dengan berkolaborasi dengan BFKG, BNPB, Kementerian Hutanan, beserta TNI AU
00:53berkait dengan OMC, modifikasi cuaca, dan ini sudah berlangsung
00:59dan Alhamdulillah tim kami juga terus terlibat dalam operasi dry ice
01:04yang Alhamdulillah dari situlah kemudian bisa dilakukan OMC.
01:09Dan kemudian sejumlah wilayah juga sudah turun hujan
01:15dan ini adalah sebuah berkah yang patuh kita syukuri.
01:20Jadi Pak Presiden juga menekankan pentingnya riset jangka menengah,
01:24kemudian riset jangka panjang bagaimana mengantisipasi di masa depan.
01:30Termasuk di dalamnya adalah mencari model-model perambatan api itu seperti apa sebenarnya
01:37sehingga kita bisa mengantisipasi di kemudian hari.
01:40Dan Alhamdulillah memang BRIN saat ini sedang melakukan riset
01:43terkait dengan soal model perambatan api di lokasi kahlut lainnya.
01:49Kemudian yang kedua, tadi dengan Pak Presiden juga kami laporkan
01:52beberapa potensi energi ke depan.
01:57Salah satunya dari limbah sawit dengan biogas.
02:01Karena kita tahu bahwa ada kurang lebih sekitar 328,43 juta ton TBS,
02:09tandan buah sawit per tahun.
02:12Dan ternyata kalau kita lihat di seluruh Indonesia,
02:15per tahun ada potensi limbah POME itu 229,9 juta meter kebik atau liter.
02:24Nah, kalau kita lihat potensi dari POME, potensi dari tandan kosong sawit,
02:32total itu bisa mencapai kurang lebih kalau dikonversi menjadi listrik,
02:37bisa mencapai kurang lebih sekitar 3,9 gigawatt.
02:41Ini jumlah yang lumayan dari limbah untuk bisa menghasilkan energi alternatif.
02:47Dan itu penting kenapa?
02:48Karena selama ini POME itu bisa menjadi sumber metan.
02:51Yang ini mengganggu udara, karena itu adalah bisa menyebabkan efek rumah kaca.
03:01Tapi dengan adanya solusi energi alternatif menjadi biogas,
03:04menurut saya ini bisa disikapi dengan teknologi-teknologi,
03:11tidak hanya membuat biogas,
03:13tapi yang penting lagi adalah bagaimana itu bisa dikonversi menjadi tapung gas.
03:18Jadi kami tadi sudah menyampaikan, mengenalkan teknologi baru,
03:23Metal Organic Framework, MOF,
03:26yang itu bisa, material yang bisa menyimpan gas dalam jumlah yang lebih besar lagi.
03:32Jadi saat ini kita mengimpor LPG kurang lebih 97 triliun per tahun,
03:37dengan adanya biogas yang bisa dikonversi menjadi gas tapung,
03:41saya kira ini menjadi salah satu solusi energi kita ke depan.
03:45Tadi kami juga, karena Bapak Presiden beberapa kali telpon saya,
03:52menanyakan soal vaksin, bagaimana kemandirian vaksin.
03:59Jadi vaksin ini khususnya malaria,
04:01ini saat ini riset di BRIN sudah kita lakukan,
04:03dan BRIN memiliki 4 kandidat vaksin.
04:06Dan seluruhnya di Indonesia ada kurang lebih sekitar 5 atau 6 kandidat vaksin,
04:10dan kami berkolaborasi dengan berbagai pihak,
04:13termasuk dengan Kementerian Kesehatan,
04:14kemudian juga dengan Bio Farma.
04:17Dan Pak Presiden minta agar proses riset terkait dengan vaksin ini dipercepat.
04:23Nah kita berharap dengan support dari Pak Presiden,
04:27terkait dengan vaksin ini,
04:29ini bisa kita percepat 3 tahun lebih cepat dari seharusnya,
04:34karena beliau akan memberikan dukungan penuh terhadap produksi vaksin ini,
04:38khususnya vaksin malaria.
04:40Karena beberapa parasit yang ada di Indonesia ini memang agak berbeda,
04:47seperti Plasmodium V-Vax,
04:49itu memang saat ini vaksinnya belum ada.
04:51Jadi kalau kita bisa produksi di Indonesia,
04:54ini bisa menjadi salah satu kontribusi Indonesia untuk dunia.
04:58Jadi Pak Presiden tadi menekankan,
05:00apa sumbangan kita untuk dunia juga?
05:02Karena malaria setidaknya di Indonesia,
05:07tapi vaksinnya di dunia tidak ada,
05:09nah oleh kata itu kita bisa memberikan kontribusi untuk kesehatan masyarakat di dunia.
05:13Dan yang berikutnya terkait dengan soal obat herbal.
05:18Jadi Pak Presiden juga menekankan bagaimana kita kemandirian obat.
05:22Ini menjadi hal yang harus segera diwujudkan.
05:25Obat herbal ini segera sangat potensi,
05:28sangat potensial,
05:29dan BRIN sudah juga berkolaborasi dengan berbagai pihak
05:32untuk mempercepat proses obat herbal ini.
05:35Dan saat ini di BRIN sendiri ada 19 kandidat obat herbal untuk masuk pada fitofarmaka.
05:41Jadi beberapa obat yang ada di BRIN kan masih dalam taraf OHT,
05:46obat herbal terstandarisasi.
05:49Nah sekarang ini menuju pada fitofarmaka.
05:52Untuk menuju pada fitofarmaka butuh berbagai uji, uji klinis ya.
05:56Dan saat ini sedang kita lakukan, kita akan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan juga BEPOM untuk melakukan percepatan ini.
06:02Yang terakhir tentang sampah.
06:04Jadi Pak Presiden sangat konsen sekali tentang sampah ini agar cepat selesai,
06:10karena BEPOM juga sampah ini merupakan masalah di berbagai negara berkembang.
06:18Dan saat ini BRIN diminta kolaborasi dengan Mendik Design Tech dalam rangka memperdayakan kampus
06:24untuk masuk ke desa-desa membantu menyelesaikan masalah sampah dengan teknologi yang dimiliki oleh BRIN
06:31dan juga oleh sejumlah kampus.
06:33Karena BRIN memiliki teknologi pada level rumah tangga, pada level desa, pada level kecamatan, hingga pada level kota.
06:41Dan Pak Presiden mengarahkan bagaimana teknologi level rumah tangga dan level desa ini segera diimplementasikan,
06:49karena BRIN memang bukan lembaga yang memang bertugas memproduksi,
06:52kita hanya membuat prototipe, tapi kita ingin memastikan bahwa prototipe yang kita buat ini membawa manfaat
06:58dan bisa digunakan oleh masyarakat.
07:02Sehingga gerakan asri dari Pak Presiden ini benar-benar bisa kita lakukan dengan baik, sesuai dengan harapan.
07:10Demikian ya.
07:11Terima kasih.
07:26Yang pertama adalah terkait dengan menangkan jangka panjang tentu,
07:29kita akan memperkuat riset untuk prediksi kebakaran.
07:32Sebenarnya riset ini kan sudah berkembang ya.
07:34Nah sekarang tinggal proses validasi untuk memprediksi, sehingga kita punya kemampuan
07:40apa yang akan terjadi tiga bulan, enam bulan di kemudian hari terkait dengan kahut lainnya.
07:47Jadi kemampuan kita memprediksi ini saya kira sangat penting sekali.
07:51Nah kemudian juga tadi sudah sampaikan riset model perambatan api yang saat ini juga sudah mulai kita kerjakan ya.
07:57Dan kemudian dengan berbagai perbuatan tinggi kita akan coba yang terkait dengan bagaimana memprediksi kebakaran hutan itu sendiri.
08:07Saya kira yang di lokalnya BRIN saat ini kan kita bertugas untuk mendeteksi hariannya.
08:14Titik api itu yang kemudian kita share ke berbagai lembaga termasuk BNPB, Kementerian Kehutanan.
08:21Karena BRIN memiliki otoritas terkait dengan soal satelit, citra satelit.
08:26Jadi citra satelit yang akan dideteksi BRIN, kita manfaatkan untuk berbagai tujuan.
08:29Salah satunya adalah untuk masalah deteksi titik api ini.
08:34Kemudian terkait dengan singkong, tadi sebelum saya masuk sudah saya sampaikan bahwa di singkong ini tim sudah siap untuk di
08:44lapangan karena memang butuh satu material, APP.
08:48Itu yang diperlukan dari luar, yang selama ini ketersediaan di Indonesia tidak ada.
08:54Nah sehingga singkong yang merupakan produk lokal, saat ini kita campur ya dengan APP tersebut dan kemudian bisa kita manfaatkan
09:05untuk mematikan api.
09:07Selama ini kalau tidak menggunakan bahan itu, memang seringkali tepung singkong itu mengumpal.
09:14Dengan bahan itu kemudian bisa dibuat lebih sempurna untuk meningkatkan efektivitas untuk pemadaman api.
09:23Cukup ya, terima kasih.

Dianjurkan