Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Menpora Erick Thohir, aktor Reza Rahardian, aktivis lingkungan Khalisah Khalid hingga pengajar bidang hukum Titi Anggraini berbicara soal masa depan anak muda di Indonesia.

Erick Thohir secara tegas menyampaikan sejumlah harapan dan masa depan Indonesia adalah di para pemuda.

Titi Anggraini berbicara bagaimana pemilu bisa bermakna dan tidak sekadar ritual keluarga penguasa.

Sementara Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Herman N. Suparman bagaimana dirinya menyerukan suatu agenda yang disebut desentralisasi dan otonomi untuk akselerasi tujuan kesejahteraan bersama.

Saksikan #GagasRI spesial Sumpah Pemuda, "Indonesia, Besok", kolaborasi Kompas TV dan Opini Harian Kompas hanya di KompasTV!

Produser: Theo Reza

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/698378/full-erick-thohir-hingga-reza-rahardian-bicara-masa-depan-anak-muda-indonesia-gagas-ri
Transkrip
00:00:12Intro
00:00:15Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
00:00:18Salam sejahtera bagi kita semua
00:00:19Shalom, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan
00:00:25Hampir seabat yang lalu, para pemuda berani membayangkan
00:00:29Indonesia
00:00:30Sebuah negeri yang saat itu belum merdeka
00:00:34Dengan segala keterbatasan, mereka menyatukan cita-cita
00:00:38Dan melangkah untuk mewujudkannya
00:00:41Hari ini, kita mewarisi keberanian itu
00:00:45Dan kita punya pertanyaan untuk dijawab
00:00:49Indonesia seperti apa yang ingin
00:00:54Menjadi muda bukan hanya soal usia
00:00:57Menjadi muda juga berarti berani mempertanyakan keadaan
00:01:00Membayangkan kemungkinan dan mengusahakan perubahan
00:01:04Malam ini, kita akan mendengarkan gagasan dari sosok-sosok
00:01:10Yang tidak berhenti pada pertanyaan
00:01:12Mereka menawarkan jalan, menggerakkan perubahan
00:01:15Dan berupaya menghadirkan dampak bagi Indonesia yang kita cintai
00:01:22Malam ini, 5 tokoh akan berbagi gagasan melalui 5 pilar
00:01:27Pilar kerja, pilar negeri, pilar bumi, pilar nusa, dan pilar belajar
00:01:33Dari 5 tokoh, kita akan melihat berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia
00:01:38Dan mendengarkan gagasan tentang masa depan yang dapat kita bangun bersama-sama
00:01:45Inilah gagas RI spesial Sumpah Pemuda Indonesia besok
00:01:54Indonesia di masa depan berawal dari cita-cita, gagasan, dan langkah yang kita siapkan hari ini
00:02:01Generasi muda memiliki peran dalam menentukan arah perjalanan negeri
00:02:04Melalui gagasan dan kontribusi nyata
00:02:07Pendidikan, dunia kerja, krisis iklim, hingga tata kelola negara
00:02:12Menjadi tantangan yang perlu dijawab menuju Indonesia Emas 2045
00:02:17Melalui 5 pilar, yakni belajar, kerja, bumi, negeri, dan nusa
00:02:23Gagas RI mempertemukan beragam perspektif untuk membahas masa depan bangsa
00:02:29Dari gagasan hari ini menuju Indonesia esok hari
00:02:34Inilah gagas RI Indonesia besok
00:02:42Kita mulai dari pilar kerja
00:02:45Bagi generasi muda, kerja bukan hanya soal mendapatkan pekerjaan
00:02:50Kerja juga berkaitan dengan kesempatan untuk berkembang
00:02:54Kepastian untuk hidup yang layak
00:02:56Dan ruang untuk turut membangun negeri
00:02:59Untuk membuka pembahasan ini
00:03:01Mari kita simak pemaperan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia
00:03:06Bapak Erick Tohir
00:03:10Cita-cita besar bangsa ada pada harapan akan kehidupan yang lebih baik
00:03:16Namun, asa itu hanya akan terwujud
00:03:18Jika setiap warga memiliki akses ke pekerjaan yang layak dan berkelanjutan
00:03:25Kehadiran negara secara komprehensif dalam menciptakan kesempatan kerja dan akses berkarya
00:03:30Menjadi dasar penting
00:03:31Agar rakyat, khususnya anak muda
00:03:34Tidak dibiarkan bertahan sendiri
00:03:45Selamat malam semua
00:03:46Terima kasih tentu atas undangannya hari ini
00:03:49Saya ingin menyampaikan beberapa perspektif
00:03:53Memang yang menggelitik buat saya ketika jadi Menteri Pemuda dan Olahraga
00:03:58Ini mau dibawa kemana ke pemudaan kita
00:04:00In realita dan is the fact
00:04:03Memang sudah lama
00:04:08Menteri Pemuda dan Olahraga atau isu ke pemudaan ini belum menjadi pembahasan besar di bangsa ini
00:04:14Kita punya momentum besar
00:04:16100 tahun Sumpah Pemuda
00:04:19Yaitu yang akan berjalan tinggal 2 tahun lagi
00:04:24Ketika kalau kita lihat Sumpah Pemuda 1928
00:04:29Bagaimana sebelum kemerdekaan kita
00:04:33Para anak muda disuruh dari berbagai etnis
00:04:38Ya
00:04:38Dari berbagai daerah
00:04:41Bicara satu kita sebagai bangsa
00:04:44Satu bahasa
00:04:47Hal-hal ini yang tentu mencerminkan kesuksesan kita
00:04:52Sampai hari ini
00:04:53Bineka Tunggal Ika
00:04:56Itu yang menjadi kekuatan
00:04:57Tapi tentu kompleksitasnya di tahun 1928 itu tentu apa
00:05:02Isu mengenai kolonialisme
00:05:06Dan itu terjadi di banyak negara
00:05:08Tetapi konteksnya dengan hari ini apa
00:05:11Mirip sebenarnya
00:05:13Yaitu apa
00:05:14Konteks perubahan dunia
00:05:16Di geopolitik
00:05:18Geoekonomi
00:05:20Digitalisasi
00:05:22Dan juga tentu apa
00:05:23Job
00:05:26Pekerjaan
00:05:27Kesempatan
00:05:28Bekerja
00:05:29Itu realita
00:05:31Apalagi
00:05:32Coba kita slide
00:05:34Jumlah anak muda kita
00:05:36Terus meningkat
00:05:37Dari 64
00:05:39Menjadi 68
00:05:40Jadi tumbuh
00:05:42Jadi bonus demografi itu real
00:05:45Dan nyata
00:05:46Tapi permasalahannya
00:05:49Apakah jadi bonus
00:05:50Atau jadi masalah
00:05:51Kalau kita lihat slide sebelumnya
00:05:5665 juta kita anggap
00:05:58Pemuda di seluruh dunia
00:05:59Menganggur
00:06:01Jadi
00:06:02Hal ini tercerminkan bukan hanya kita di Indonesia
00:06:06Tetapi di seluruh dunia seperti ini
00:06:10Lalu kita lihat
00:06:11Satu dari lima anak muda di dunia
00:06:14Tidak sekolah
00:06:15Tidak bekerja
00:06:17Tidak punya
00:06:19Kesempatan
00:06:20Ikut pelatihan
00:06:21Dan
00:06:23Satu
00:06:24Dari tujuh remaja di dunia
00:06:26Kena mental health
00:06:29Coba lihat indeks
00:06:31Anak muda di urban
00:06:33Di perkotaan
00:06:34Saya rasa angkanya mirip-mirip
00:06:37Dan ini menjadi
00:06:38Tadi yang saya bilang
00:06:39Kalau sumpah pemuda 1928
00:06:41Isunya
00:06:42Lebih tadi
00:06:44Kolinalisme
00:06:45Perbudakan
00:06:47Kita tidak hanya harga diri
00:06:50Kita tidak diberi kesempatan
00:06:52Hari ini isunya
00:06:54Ada
00:06:54Tapi berubah
00:06:55Kompleksitas
00:06:57Geopolitik
00:06:58Geoekonomi
00:06:59Dan juga tadi
00:07:01Digitalisasi dan kesempatan bekerjaan
00:07:03Disinilah
00:07:04Kembali
00:07:07Bukan berarti
00:07:09Saya menggurui
00:07:14Saya ingin mendengar
00:07:16Yang selama ini
00:07:17Dari pengalaman saya
00:07:19Saya banyak mendengar
00:07:20Hari ini
00:07:20Saya ingin mendengar lagi
00:07:24Dari pemuda
00:07:25Dari akademisi
00:07:29Dari tentu
00:07:30Pakar kepemudaan
00:07:31Dan tentu dari rekan-rekan media
00:07:35Untuk 100 tahun ke depan
00:07:38Kita mau kemana
00:07:42Dari banyak diskusi
00:07:44Wording patriotik ini
00:07:46Bukan semena-mena
00:07:48Doktrin
00:07:48Tapi inilah
00:07:51Bagian kita punya
00:07:52Komitmen
00:07:52Sekarang yang lagi
00:07:55Trend
00:07:55Ya
00:07:56Dracin
00:07:57Ya
00:07:58Juga
00:08:00Drama Thailand
00:08:01Saya lihat
00:08:01Pasti ada
00:08:02Unsur kulturnya
00:08:04Artinya apa?
00:08:04Ada doktrinasi
00:08:06Disitu
00:08:08Tapi kalau kita lihat
00:08:09Dari perspektif
00:08:10Bangsa kita
00:08:10Kita masih diuntungkan
00:08:11Coba lihat
00:08:13Research lagu
00:08:14Lagu-lagu Indonesia
00:08:15Masih
00:08:16Punya market
00:08:17Terbesar
00:08:18Di industri musik kita
00:08:19Artinya apa?
00:08:21Patriotik ini
00:08:22Jangan dilihat
00:08:22Sebagai hanya
00:08:23Simbolik-simbolik
00:08:24Sebuah kebangsaan
00:08:25Atau simbol-simbol negara
00:08:27Tapi di diri kalian
00:08:28Di diri kita semua
00:08:29Bisa gak
00:08:30Kita melahirkan
00:08:32Patriotik dengan apa?
00:08:33Menghasilkan
00:08:33Apa yang kita hasilkan
00:08:35Saya apresiasi
00:08:37Ketika para atlet
00:08:38Indonesia
00:08:39Ya
00:08:40Tidak hanya
00:08:41Menang
00:08:42Sea Games
00:08:43Tetapi
00:08:44Memecahkan
00:08:45Rekor
00:08:46Asia
00:08:46Saya apresiasi
00:08:49Kepada atlet Indonesia
00:08:50Yang juara
00:08:51ASEAN Games
00:08:51Tapi memecahkan
00:08:53Rekor dunia
00:08:54Itu apa?
00:08:54Mencerminkan tadi
00:08:55National branding
00:08:57Dan kedikdayan kita
00:08:58Sebagai bangsa
00:08:59Kita harus
00:09:00Apresiasi
00:09:01Kepada mereka
00:09:02Sama
00:09:02Ke generasi muda
00:09:06Bisa gak
00:09:07Anda
00:09:07Menemukan
00:09:08Dari research
00:09:10Mengenai
00:09:11Science
00:09:12Ataupun apa
00:09:13Atau produk-produk
00:09:15Dalam negeri
00:09:16Yang bisa menjadi
00:09:17Trend dunia
00:09:18Ini harus menjadi
00:09:19Sebuah
00:09:20Kegiatan
00:09:21Yang mencerminkan
00:09:23Kita sebagai
00:09:23Bangsa
00:09:24Bisa
00:09:24Bukan hanya
00:09:26Tadi
00:09:27Berjibaku
00:09:28Dengan
00:09:29Brand-brand
00:09:30Yang internasional
00:09:31Tidak ada salahnya
00:09:32Tapi
00:09:34Kita harus juga bisa
00:09:35Melakukan apa?
00:09:36Komitmen
00:09:37Membangun
00:09:38Patriotisme
00:09:39Di hasil
00:09:40Karya kita
00:09:42Kita bicara gigih
00:09:43Sama
00:09:45Tidak ada
00:09:46Atlet yang berhasil
00:09:48Tanpa kegigihan
00:09:51Tanpa latihan
00:09:52Tanpa disiplin
00:09:53Tidak ada
00:09:55Yang menjadikan
00:09:56Saya seperti hari ini
00:09:57Bukan karena apa-apa
00:09:59Karena tadi
00:10:00Kecintaan saya
00:10:01Dalam pekerjaan
00:10:02Mau di menteri
00:10:03Sebelumnya
00:10:04Atau di menteri
00:10:05Hari ini
00:10:05Karena ini
00:10:07Tanggung jawab
00:10:07Besar kita
00:10:08Kalau mendapat amanah
00:10:12Lihat
00:10:13Banyak anak muda
00:10:15Diaspora kita
00:10:16Di luar negeri
00:10:17Mereka gigih
00:10:18Yang di Indonesia
00:10:20Tidak boleh
00:10:21Tidak kalah gigih
00:10:24Don't worry
00:10:25Ekonomi kita
00:10:27Masih tumbuh
00:10:27Tetapi
00:10:29Kalau ekonomi kita
00:10:30Tumbuh
00:10:31Kita tidak gigih
00:10:31Diambil orang
00:10:34Diambil orang
00:10:35Dan yang tidak
00:10:37Kalah pentingnya
00:10:38Berempati
00:10:39Kita diciptakan oleh
00:10:41Allah subhanahu wa ta'ala
00:10:42Harus punya
00:10:43Empati
00:10:44Manusia yang sukses
00:10:47Pemimpin yang sukses
00:10:48Atau
00:10:48Adik-adik saya yang sukses
00:10:50Harus punya
00:10:51Jiwa
00:10:52Empati
00:10:52Public service
00:10:54Itu menjadi
00:10:55Bagian
00:10:56Lihat
00:10:57Saat covid
00:10:59Kita saling
00:11:01Menjaga tetangga kita
00:11:03Ketika ada yang
00:11:04Kesusahan kita
00:11:05Kirim makanan
00:11:06Ya
00:11:08Dibikin komunitas
00:11:10Dapur umum
00:11:11Itu yang
00:11:13Memperkuatkan Indonesia
00:11:14Apa?
00:11:14Gotong royong
00:11:15Jangan hilang
00:11:17Gotong royong kita
00:11:19Dan inilah
00:11:20Kenapa
00:11:21Empati sudah ada
00:11:22Harus terus
00:11:23Kita jaga
00:11:24Kita harus
00:11:26Empati kepada
00:11:27Alam kita
00:11:28Lihat alam kita
00:11:30Menangis
00:11:31Kita harus jaga
00:11:33Kita berupaya
00:11:34Bukan
00:11:36Saling
00:11:36Tadi
00:11:38Apa yang kita bisa lakukan
00:11:40Lakukan untuk alam kita
00:11:42Dari hal yang kecil
00:11:43Menanam pohon di rumah
00:11:46Memastikan
00:11:47Limbah yang kita buang
00:11:48Di selokan kita
00:11:50Limbah yang benar
00:11:52Ayo
00:11:53Baru kita bilang
00:11:55Kita bagian dari
00:11:56Alam Indonesia
00:11:57Dan ini
00:11:59Kita juga
00:12:01Dorong
00:12:01Tadi
00:12:02Kita mengajak
00:12:04Semua untuk
00:12:04Membuat
00:12:05Desain
00:12:05Besar karakter
00:12:07Pemuda
00:12:09Kita juga
00:12:10Mendorong
00:12:11Dari sini nanti ada
00:12:12Kurikulum
00:12:13Kepemudaan
00:12:13Dan
00:12:15Akhirnya
00:12:16Kebijakan
00:12:17Kebunan
00:12:18Nasional
00:12:18Kita harus
00:12:20Revisi
00:12:21Mengenai
00:12:21Undang-Undang
00:12:22Kepemudaan
00:12:22Pemuda sekarang
00:12:24Usia berapa
00:12:25Apakah
00:12:2714 tahun
00:12:2816
00:12:29Ujungnya berapa
00:12:3070
00:12:3150
00:12:32Atau 40
00:12:33Dan
00:12:35Isu
00:12:37Kepemudaan
00:12:37Di
00:12:38Kelompok
00:12:39Umur
00:12:39Berbeda
00:12:40Yang
00:12:41SMP
00:12:42SMA
00:12:42Punya
00:12:43Isu
00:12:43Mimpi
00:12:45Yang
00:12:45Berbeda
00:12:45Punya
00:12:47Dorongan
00:12:48Mental
00:12:49Health
00:12:49Yang
00:12:50Berbeda
00:12:50Kalau kita
00:12:52Bicara
00:12:53Apakah
00:12:54Usia
00:12:5428
00:12:5532
00:12:55Sudah
00:12:56Mecur
00:12:56Kita sudah
00:12:57Lihat sekarang
00:12:57Banyak
00:12:59Pengusaha
00:12:59Di usia
00:13:00Tersebut
00:13:00Banyak
00:13:01Pemimpin
00:13:02Daerah
00:13:02Bupati
00:13:03Wali
00:13:04Kota
00:13:04Di DPR
00:13:05Sudah ada
00:13:06Yang usia
00:13:06Tersebut
00:13:06Jadi
00:13:07Dimana
00:13:08Kepemudaan
00:13:08Kita
00:13:08Lalu
00:13:10Kita mendorong
00:13:10Ini beberapa
00:13:11Program
00:13:12Ini mohon
00:13:13Maaf
00:13:13Bukan
00:13:14Promosi
00:13:15Kebetulan
00:13:15Indonesia
00:13:16Youth
00:13:16Summit
00:13:16Saya harapkan
00:13:18Tadi
00:13:18Hadir
00:13:19Kalau
00:13:20Dari
00:13:20Kompas
00:13:21Bisa
00:13:21Hadir
00:13:21Alhamdulillah
00:13:22Disini
00:13:23Kita
00:13:23Buat
00:13:23Youth
00:13:24Camp
00:13:24Belajar
00:13:25Mencinta
00:13:25Indonesia
00:13:25Dengan
00:13:26Bekerja
00:13:27Sama
00:13:28Karena
00:13:29Dari
00:13:295100
00:13:30Pemuda
00:13:31Hanya
00:13:32160
00:13:33Yang
00:13:33Lolos
00:13:34Datang
00:13:34Ke
00:13:34Jakarta
00:13:35Dan
00:13:35Ini
00:13:36Kita
00:13:36Verikasi
00:13:36Sama-sama
00:13:37Pemerintah
00:13:37Pusat
00:13:38Daerah
00:13:38Dan
00:13:38Pakar
00:13:39Karena
00:13:40Ini
00:13:40Krim
00:13:41Delak
00:13:42Krim
00:13:42Kepemudaan
00:13:42Yang
00:13:43Kita
00:13:43Harapkan
00:13:43Mereka
00:13:44Jadi
00:13:44Pemimpin
00:13:44Masa
00:13:45Depan
00:13:45Tidak
00:13:45Ada
00:13:46Negara
00:13:47Yang
00:13:47Maju
00:13:47Kalau
00:13:48Pemudanya
00:13:49Tidak
00:13:49Maju
00:13:49Kita
00:13:50Dorong
00:13:50Ke situ
00:13:51Lalu
00:13:52Kita
00:13:52Buat
00:13:52Debat
00:13:53Kepemudaan
00:13:54Konteksnya
00:13:55Apa
00:13:55Mengenai
00:13:56Tadi
00:13:56Digitalisasi
00:13:58Di bawah
00:13:58Kemana
00:13:58Issue
00:14:00Mental
00:14:00Health
00:14:00Green
00:14:01Economy
00:14:02Disitu
00:14:03Debat
00:14:03Dengan
00:14:04Fakta
00:14:05Dan
00:14:05Data
00:14:05Bukan
00:14:06Saling
00:14:06Menjatuhkan
00:14:08Kita
00:14:09Harus
00:14:09Bangun
00:14:10Kebersamaan
00:14:10Kita
00:14:12Punya
00:14:12Magang
00:14:13And your
00:14:14Carithab
00:14:15Karena
00:14:16Ini
00:14:16Isu
00:14:17Yang
00:14:17Kita
00:14:17Harus
00:14:18Hadir
00:14:18Bersama
00:14:18Pertukaran
00:14:20Pemuda
00:14:20Kita
00:14:21Menentangin
00:14:21Dengan
00:14:22Sebelas
00:14:22Negara
00:14:23Ada
00:14:23China
00:14:24Amerika
00:14:25Australia
00:14:27Saudi
00:14:29Arabia
00:14:29Terjadi
00:14:31Transformasi
00:14:31Di
00:14:31Saudi
00:14:32Kita
00:14:32Mesti
00:14:33Lihat
00:14:33Seperti
00:14:34Apa
00:14:35Modelingnya
00:14:35Kedepan
00:14:35China
00:14:37Yang
00:14:38Sudah
00:14:38Berhasil
00:14:38Amerika
00:14:39Dengan
00:14:40Kompleksitasnya
00:14:41Juga
00:14:41Berhasil
00:14:42Dimana
00:14:42Kita
00:14:43Nah
00:14:43Ini
00:14:43Kita
00:14:43Benchmarking
00:14:44Dengan
00:14:44Mereka
00:14:46Beberapa
00:14:47Organisi
00:14:48Kemudian
00:14:49Akan
00:14:49Hadir
00:14:49Dari
00:14:50Luar
00:14:50Negeri
00:14:50Untuk
00:14:51Tadi
00:14:51Duduk
00:14:51Bersama
00:14:52Lalu
00:14:53Tentu
00:14:54Bagaimana
00:14:55Juga
00:14:55Youth
00:14:56Social
00:14:56Innovations
00:14:57Ini
00:14:58Menjadi
00:14:58Solusi
00:14:59Untuk
00:14:59Sekitarnya
00:15:00Ingat
00:15:00Loh
00:15:01Kekerasan
00:15:02Di rumah
00:15:02Tangga
00:15:03Ini
00:15:03Sangat
00:15:03Tinggi
00:15:04Juga
00:15:04Di
00:15:04Kepemudaan
00:15:06Ini
00:15:07Menjadi
00:15:07Isu
00:15:07Begal
00:15:09Di jalanan
00:15:09Itu
00:15:10Menjadi
00:15:10Isu
00:15:10Karena
00:15:11Mereka
00:15:11Lebih
00:15:11Bangga
00:15:12Melakukan
00:15:13Kekerasan
00:15:14Biar
00:15:14Di
00:15:14Apresiasi
00:15:15Hotel
00:15:15Lingkungannya
00:15:16Dibandingkan
00:15:16Membuat
00:15:17Kebaikan
00:15:17Untuk
00:15:17Lingkungannya
00:15:18Isu
00:15:20Lalu
00:15:21Lalu
00:15:21Volunteer
00:15:22Kalau
00:15:22Ada
00:15:22Mau
00:15:23Jadi
00:15:23Volunteer
00:15:23Di
00:15:25Rumah
00:15:25Jompo
00:15:27Atau
00:15:27Di
00:15:28Panti
00:15:28Asuhan
00:15:29Di
00:15:30Pemadam
00:15:30Kebakaran
00:15:31Negara
00:15:32Lain
00:15:32Ada
00:15:33Singapura
00:15:33Ada
00:15:34Korea
00:15:34Ada
00:15:34Kenapa
00:15:35Kita
00:15:35Tidak
00:15:35Ada
00:15:36Ini
00:15:37Bukan
00:15:37Bagi
00:15:37Pemaksaan
00:15:38Tapi
00:15:38Mau
00:15:39Enggak
00:15:39Involve
00:15:39Dengan
00:15:40Isu
00:15:40Sosial
00:15:40Di
00:15:42Wadah
00:15:42Wadah
00:15:42Yang
00:15:42Real
00:15:44Dilihat
00:15:44Kesehariannya
00:15:45Bukan
00:15:45Hanya
00:15:46Melihat
00:15:46Dari
00:15:46Jauh
00:15:48Kita
00:15:48Semua
00:15:49Akan
00:15:49Tua
00:15:49Juga
00:15:49Satu
00:15:50Hari
00:15:50Lalu
00:15:51Juga
00:15:52Pelatihan
00:15:52Kapasitas
00:15:53Nah
00:15:53Ini
00:15:54Kita
00:15:54Lakukan
00:15:54Bersama
00:15:55Sama
00:15:55Dan
00:15:56Mudah
00:15:56Mudahan
00:15:57Next
00:15:58Slide
00:15:58Di
00:15:59Tanggal
00:16:0029
00:16:01Kita
00:16:02Akan
00:16:02Launching
00:16:03Youth
00:16:04Carrier
00:16:04Hub
00:16:04Nah
00:16:06Dimana
00:16:06Sebagai
00:16:07Kemari
00:16:07Agregator
00:16:08Ya
00:16:09Kita
00:16:10Bekerja
00:16:10Sama
00:16:11Dengan
00:16:11Banyak
00:16:11Kementerian
00:16:12Mudah
00:16:12Mudah
00:16:12Semua
00:16:13Kementerian
00:16:13Ingin
00:16:14Sama
00:16:14Sama
00:16:14Dengan
00:16:14Kita
00:16:15Kita
00:16:16Sudah
00:16:16Berhasil
00:16:17Di
00:16:17Olahraga
00:16:18Ketika
00:16:18Menteri
00:16:19Para
00:16:19Wisata
00:16:19Memberikan
00:16:20Tupoksinya
00:16:21Ke
00:16:21Saya
00:16:21Yang
00:16:22Namanya
00:16:22Sport
00:16:22Turism
00:16:23Sport
00:16:24Industri
00:16:24Udalah
00:16:24Di
00:16:25Pak
00:16:25Erik
00:16:25Nah
00:16:25Kita
00:16:26Juga
00:16:26Menarik
00:16:27Semua
00:16:28Program
00:16:29Kepemudaan
00:16:29Ayo
00:16:30Kita
00:16:30Konsolidasi
00:16:31Jangan
00:16:32Silo
00:16:32Setiap
00:16:33Kementerian
00:16:33Visi
00:16:35Presiden
00:16:35Persatuan
00:16:36Nah
00:16:36Kita
00:16:37Juga
00:16:37Mengetuk
00:16:37Para
00:16:38Menteri
00:16:38Ayo
00:16:39Program
00:16:39Magang
00:16:39Kita
00:16:40Sama
00:16:40Sama
00:16:40Dengan
00:16:42Data
00:16:42Yang
00:16:42Benar
00:16:43Bukan
00:16:43Kepentingan
00:16:44Yang
00:16:45Berbeda
00:16:46Nah
00:16:46Disini
00:16:47Kita
00:16:47Lihat
00:16:47Pengalaman
00:16:48Keterampilan
00:16:49Program
00:16:50Magang
00:16:50Ada
00:16:50Dimana
00:16:51Nanti
00:16:51Kita
00:16:51Akan
00:16:51Luncurkan
00:16:52Kita
00:16:53Sudah
00:16:53Coba
00:16:53Kemarin
00:16:54Beberapa
00:16:55Program
00:16:55Magang
00:16:55Dengan
00:16:56Penggadaian
00:16:56Dengan
00:16:57CIM
00:16:57Biniaga
00:16:58Cukup
00:16:58Berhasil
00:16:59Ini
00:17:00Masa
00:17:01Depan
00:17:01Kita
00:17:02Yaitu
00:17:03Dimana
00:17:04Pemuda
00:17:06Terima
00:17:07Terima
00:17:07Kasih
00:17:09Terima
00:17:10Kasih Pak
00:17:10Eric
00:17:10Tadi
00:17:11Dibahas
00:17:11Soal
00:17:12Gagasan
00:17:13Untuk
00:17:13Menyatukan
00:17:14Semua
00:17:15Komponen
00:17:16Bangsa
00:17:16Dan
00:17:17Tadi
00:17:17Ada
00:17:17Tiga
00:17:17Tantangan
00:17:18Yang
00:17:18Pak
00:17:18Eric
00:17:18Menjadi
00:17:19Lebih
00:17:20Patriotik
00:17:20Lalu
00:17:21Berempati
00:17:22Dan
00:17:23Yang kedua
00:17:23Lebih
00:17:24Gigih
00:17:25Bagaimana
00:17:26Menyatukan
00:17:26Itu
00:17:27Dalam
00:17:27Konteks
00:17:27Pemuda
00:17:28Yang
00:17:29Sebenarnya
00:17:29Tersebar
00:17:30Di
00:17:30Banyak
00:17:30Komponen
00:17:32Tidak
00:17:32Mudah
00:17:33Itulah
00:17:33Kenapa
00:17:34Kita
00:17:34kita mengajak seluruh stakeholder untuk bersama Oke diawali dari kebijakan kebijakan itu penting
00:17:41karena itu kita duduk dengan DPR dengan menteri terkait dengan akademisi dengan pakar dan tentu
00:17:50pemuda sendiri ini mau diarahkan kemana 100 tahun ke depan kemarin kita menderugasi 190
00:17:57161 orang jadi empat oke 1500 pasal jadi 600 tidak lain apa kita ingin semua stakeholder
00:18:04bersatu bukan permen permen permen mesti ngikutin itu tapi kita harus mendengar Terima kasih Pak Erick
00:18:10dan setelah ini kami akan membahas empat pilar lain bersama para narasumber di Gagas RI episode
00:18:18spesial Sumpah pemuda Terima kasih Pak Erick sekali lagi sukses untuk menjaga anak-anak muda dan mendengar
00:18:25mereka Indonesia hari ini dengan segala dinamikanya akan menentukan wujud Indonesia yang kita wariskan
00:18:34di masa depan siapapun dari kita warga Indonesia punya ruang untuk ikut menentukan arahnya
00:18:40harian kompas menghadirkan edisi tematik Sumpah pemuda opini eksklusif Indonesia besok simak
00:18:48tulisan para penulis pilihan dalam lima inti bahasan pelajar kerja bumi negeri dan Nusa
00:18:54dapatkan harian kompas edisi tematik Sumpah pemuda opini eksklusif Indonesia besok
00:19:02terbit 28 Oktober 2026
00:19:14Gagas dan kesetaraan menjadi tantangan di tengah dinamika politik bagaimana negara memastikan
00:19:21mekanisme kontrol kekuasaan tetap berjalan namun kebebasan sipil terjaga dan perlindungan HAM tidak terabaikan
00:19:28konstitusi harus menjamin ruang bagi warga menyampaikan kritik mengawasi kekuasaan dan
00:19:34berpartisipasi dalam menentukan arah demokrasi
00:19:43Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
00:19:46selamat malam dan tentu saja salam sehat untuk kita semua
00:19:50ketika kita membicarakan 28 Oktober
00:19:54maka yang kita ingat adalah semangat kaum muda
00:19:58dalam melampaui sekat-sekat untuk mewujudkan Indonesia sebagai milik bersama
00:20:04semangat kaum muda itu tetap relevan hingga hari ini
00:20:08bagaimana kita menjaga republik agar republik ini bukan sekedar menjadi arena perwarisan kekuasaan keluarga
00:20:17Indonesia menganut demokrasi dengan pemilu sebagai instrumen dalam melakukan sirkulasi kekuasaan
00:20:25tetapi ternyata pemilu tak selamanya menawarkan arena yang adil dan setara
00:20:32pemilu juga bisa timpang sejak awal ketika dimulainya kontestasi
00:20:38pemilu bisa menjadi arena bagi pewarisan kekuasaan keluarga
00:20:43ketika apa? ketika aturan main yang dibuat
00:20:47sekedar melanggengkan siapa mereka yang berkuasa
00:20:51dengan nama yang ada di belakangnya
00:20:54akses kepada sumber daya dan tentu saja jejaring kerabat
00:21:00dan kita bisa melihat misalnya data dari CSIS
00:21:04138 dari 580 anggota DPR kita terafiliasi politik dinasti
00:21:12kemudian 50 dari 87 orang anggota DPR berusia di bawah 40 tahun
00:21:20juga terafiliasi dengan politik dinasti setara dengan 57,5 persen
00:21:26mengapa hal itu bisa terjadi?
00:21:29pertama ternyata nama keluarga ikut berpengaruh dalam politik kita
00:21:34apalagi ketika nama keluarga berkelindan dengan kedekatan dengan penguasa
00:21:39dan juga akses kepada sumber daya negara
00:21:43dan yang terakhir adalah kemampuan finansial
00:21:46akhirnya kekerabatan ditambah dengan keistimewaan kekuasaan
00:21:51melahirkan apa yang disebut sebagai nepotisme struktural
00:21:55dan kita juga bisa melihat mengapa dinasti tumbuh subur di Indonesia
00:22:01pertama aturan dibuat oleh pemain
00:22:04power tends to corrupt, absolute power corrupt absolutely
00:22:09yang kedua adalah biaya politik yang mahal
00:22:12riset misalnya menemukan
00:22:14rata caleg kita mengaku menghabiskan paling tidak 5 miliar
00:22:19untuk memenangi kursi legislatif
00:22:21setengah dari biaya yang dikeluarkan oleh kandidat di pilkada
00:22:27dibiayai oleh biaya pribadi dari keluarga
00:22:31dan yang terakhir yang juga kemudian menjadi tantangan di pemilu dan demokrasi kita
00:22:39karena politik dinasti berkelindan di eksekutif, di legislatif
00:22:44pengawasan menjadi terkikis
00:22:46checks and balances, kontrol menjadi tidak berjalan
00:22:50karena kontrol tidak berjalan
00:22:52mengakibatkan fungsi-fungsi pengawasan juga tidak bisa optimal
00:22:56riset misalnya menemukan bahwa
00:22:59daerah yang
00:23:01terafiliasi dengan politik dinasti
00:23:04cenderung mengalami kemiskinan berdasarkan survei SUSENAS 2013
00:23:10yang terjadi adalah perempuan, orang muda dan penantang yang tidak punya koneksi
00:23:16akan semakin sulit untuk masuk ke arena kontestasi
00:23:20apalagi memenangi kursi
00:23:22dalam konteks itu kita punya sedikit harapan
00:23:26RUU Pemilu sekarang sedang dibahas
00:23:29revisi atas Undang-Undang 7 tahun 2017
00:23:32tentang pemilihan umum
00:23:34panja revisi Undang-Undang Pemilu terbentuk pada 29 September 2026
00:23:40ada sejumlah tantangan yang perlu dijawab
00:23:43misalnya saja
00:23:44pemilu serentak dibagi dua
00:23:46pemilu serentak nasional memilih DPR, DPD, Presiden
00:23:51tiga surat suara
00:23:52lalu dua sampai dua setengah tahun maksimal setelahnya
00:23:57ada pemilu serentak daerah
00:23:59memilih DPRD dan kepala daerah
00:24:02kepala daerah dipilih langsung oleh rakyat
00:24:04model pemisahan pemilu seperti itu
00:24:07membuat isu dan juga kepentingan daerah
00:24:11bisa dibincangkan secara maksimal
00:24:13nah oleh karena itu apa yang bisa direspon oleh RUU Pemilu kita
00:24:18RUU Pemilu kita bukan sekedar
00:24:20sebagai instrumen untuk melanggengkan kekuasaan
00:24:23kita perlu mewujudkan apa yang disebut oleh James dan Garnet
00:24:27sebagai Human Empowerment Demokrasi
00:24:30yaitu pemilu yang mampu membuat suara kita menjadi bermakna
00:24:35pemilu yang mampu membuat kita mengevaluasi kekuasaan
00:24:39dan yang ketiga adalah bagaimana kita bisa membuat pemilu menjadi arena
00:24:44kesempatan yang setara bagi semua anak yang terbaik di bangsa Indonesia
00:24:49oleh karena itu saya menawarkan ada empat pilihan
00:24:52yang pertama pemisahan pemilu nasional dan pemilu daerah
00:24:57mestinya membuat demokrasi lokal kita menjadi lebih dinamis dan bergairah
00:25:03kalau Aceh bisa punya partai politik daerah
00:25:07mengapa daerah lain tidak bisa juga punya
00:25:10pemisahan pemilu nasional pemilu daerah
00:25:13menjadi tidak relevan kalau partai politiknya tersentralisasi
00:25:17dan hanya berorientasi pada kekuasaan di Pulau Jawa
00:25:21jadi mari kita beri ruang lahirnya partai politik daerah
00:25:26untuk berkompetisi di pemilu daerah
00:25:29pemilu memilih DPRD dan kepala daerah
00:25:32yang kedua kita perlu mewadahi ruang bagi semua putra-putri terbaik bangsa
00:25:38Mahkamah Konstitusi sudah memerintahkan penghapusan ambang batas pencalonan presiden
00:25:44atau presidential nomination threshold
00:25:46putusan itu harus kita jaga
00:25:49harus kita kawal
00:25:51jangan ada lagi akal-akalan
00:25:53untuk menyiasati ruang yang sebenarnya memberi kesempatan bagi semua warga terbaik bangsa
00:26:00untuk menjadi pemimpin tertinggi di negara ini
00:26:03yang ketiga adalah beri ruang bagi keterwakilan yang lebih inklusif
00:26:08bagi keragaman Indonesia
00:26:10dengan menghitung ulang ambang batas parlemen atau parliamentary threshold
00:26:15sehingga partai bisa masuk dan memiliki wakil di parlemen kita
00:26:21misalnya dengan memperlakukan ambang batas pembentukan fraksi
00:26:26partai boleh punya wakil, boleh punya kursi di DPR
00:26:29nanti parlemennya kita atur ambang batas fraksi
00:26:33dan yang terakhir adalah memperkenalkan sistem pemilu campuran
00:26:37sistem proporsional terbuka memang memberi ruang kita
00:26:40untuk kemudian memilih langsung kandidat yang dicalonkan partai
00:26:44tapi ternyata ekses politik biaya tinggi
00:26:47personalisasi kampanye
00:26:49persaingan kandidat dari satu partai
00:26:52menimbulkan persoalan tersendiri
00:26:55oleh karena itu
00:26:56tawaran adanya sistem pemilu campuran
00:26:59kombinasi antara memilih satu wakil dari setiap dapil
00:27:04dengan memilih wakil yang berasal dari daftar partai
00:27:08bisa mengkombinasikan antara kedaulatan rakyat
00:27:12dan juga partai politik yang makin modern dan profesional berbasis kaderisasi
00:27:17dan yang terakhir tentu saja
00:27:19partai politik menjadi instrumen utama dalam demokrasi kita saat ini
00:27:24negara perlu berkontribusi agar partai tidak dikuasai oleh segelintir elit dan pemilik modal
00:27:30oleh karena itu mari kita dorong dan dukung peningkatan alokasi dana negara untuk partai
00:27:37yang diimbangi oleh demokratisasi di internal partai
00:27:41dengan demikian melalui semangat sumpah pemuda
00:27:44Indonesia besok adalah Indonesia esok hari
00:27:49yang bukan hanya punya pemilu secara berkala dan periodik
00:27:54tetapi pemilu yang bermakna
00:27:56bukan sekadar ritual keluarga
00:27:59terima kasih
00:28:04semangat persatuan adalah landasan untuk membangun Indonesia yang inklusif
00:28:09dengan hak dan kesempatan yang setara bagi seluruh warga negara
00:28:13tantangannya bagaimana memastikan pembangunan tak hanya bertumpu di pusat
00:28:17tetapi juga menguatkan potensi daerah
00:28:20memenuhi hak penyandang disabilitas dan menjaga kedaulatan pangan lokal
00:28:24otonomi daerah dan sinergi pusat daerah harus memastikan kekayaan Nusantara
00:28:30dikelola secara adil
00:28:31demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia
00:28:41Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
00:28:45Selamat malam para pemirsa dan juga rekan-rekan mahasiswa
00:28:50yang hadir di studio Kompas TV
00:28:521928
00:28:54para pemuda beriktiar
00:28:57satu nusa, satu bangsa, satu bahasa
00:29:01ikhtiar ini
00:29:03itu berangkat dari satu keresahan
00:29:05di mana ada kondisi
00:29:08ketercerai berayaan anak-anak bangsa
00:29:11berhadapan dengan penjajah kolonial
00:29:14hampir 100 tahun kemudian
00:29:17hari ini
00:29:18anak-anak muda
00:29:20para pemuda-pemudi
00:29:22di atas bumi Nusantara ini
00:29:25juga punya keresahan
00:29:27dengan wajah yang berbeda
00:29:29para pemuda-pemudi
00:29:31itu resah
00:29:32tentang kesempatan kerja
00:29:35yang semakin sempit
00:29:36dalam konteks itulah
00:29:39Bapak Ibu sekalian
00:29:41kita penting bicara satu instrumen ketatanegaraan
00:29:45yang disebut
00:29:46desentralisasi dan juga otonomi daerah
00:29:49dalam konteks itulah
00:29:51pada tahun 1998
00:29:54kita punya satu catatan historis yang sangat penting
00:29:59sebuah koreksi
00:30:01atas sentralisasi orde baru
00:30:03di mana semua kebijakan
00:30:05semua perencanaan
00:30:07semua pelayanan publik
00:30:08itu diputuskan
00:30:09atas kacamata Jakarta
00:30:12karena itu
00:30:13para pejuang reformasi
00:30:15memperjuangkan satu agenda yang disebut
00:30:18dengan desentralisasi dan otonomi daerah
00:30:20untuk mempercepat
00:30:22mengakselerasi
00:30:24sebagai salah satu tujuan pendiri negara ini
00:30:27yaitu apa
00:30:27bonum komune
00:30:29kesejahteraan bersama
00:30:31desentralisasi dan juga otonomi daerah itu
00:30:34berangkat dari satu yang disebut dengan
00:30:36prakondisi
00:30:38atau syarat perlu
00:30:39di mana
00:30:40desentralisasi fiskal
00:30:42desentralisasi administrasi
00:30:43desentralisasi politik
00:30:45dan juga desentralisasi ekonomi
00:30:47itu bisa bekerja optimal
00:30:49dari keempat desentralisasi itu
00:30:52ada satu desentralisasi yang menentukan
00:30:55bagaimana kapasitas pemerintah daerah
00:30:58untuk memberikan pelayanan publik
00:31:01yang optimal
00:31:01apa itu?
00:31:03itu adalah desentralisasi fiskal
00:31:05di mana
00:31:06para pemerintah daerah
00:31:08baik provinsi maupun kabupaten kota
00:31:10itu punya keleluasan fiskal
00:31:12untuk menjalankan roda pembangunan
00:31:15berdasarkan kemenangan
00:31:16untuk mengatur dan mengurus
00:31:18sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan
00:31:21dalam dua tahun terakhir
00:31:23kita berhadapan dengan satu kondisi
00:31:27paradoks desentralisasi
00:31:29di mana
00:31:30para pemerintah daerah
00:31:32para kepala daerah
00:31:33dituntut untuk menghasilkan
00:31:35layanan publik yang optimal
00:31:37tetapi
00:31:38ruang di mana mereka bisa
00:31:40mewujudkan itu
00:31:41semakin dibatasi
00:31:42oleh kontrol yang begitu pesat
00:31:44oleh pemerintah pusat
00:31:46melalui sejumlah kebijakan fiskal
00:31:49yang selalu dikenal dengan
00:31:50resentralisasi fiskal
00:31:52pemerintah pusat
00:31:53mengontrol dengan secara kuat
00:31:56bagaimana pemerintah daerah itu
00:31:58mengelola belanjanya
00:31:59ada yang disebut dengan
00:32:01mandatory spending
00:32:01banyak pengelolaan belanja daerah
00:32:04itu ditentukan oleh pemerintah pusat
00:32:06atas nama dukungan terhadap
00:32:08program-program prioritas nasional
00:32:10yang terjadi apa
00:32:12banyak program-program prioritas daerah
00:32:15yang akhirnya itu tidak dapat
00:32:16dukungan fiskal yang kompatibel
00:32:18dengan beban yang mereka terima
00:32:20yang menjadi korban itu siapa
00:32:22itu warga yang ada di daerah
00:32:25yang terjadi
00:32:26teman-teman sekalian
00:32:27kita mungkin sudah mendengar
00:32:28di beragam media
00:32:29soal pemangkasan transfer ke daerah
00:32:32yang dari catatan kami di KPPOD
00:32:34ini adalah bentuk inkonsistensi
00:32:37dan juga sesat nalar
00:32:39dari pemerintah pusat
00:32:40terkait dengan
00:32:41seperti apa itu
00:32:42desain transfer ke daerah
00:32:44itu kita bisa lihat
00:32:45mulai dari
00:32:45Inpres 1 tahun 2025
00:32:47Undang-Undang APBN 2026
00:32:49dan juga
00:32:51Rancangan Undang-Undang APBN 2027
00:32:53yang mana pemerintah pusat
00:32:55itu mengalihkan
00:32:56bahkan kita bisa
00:32:58secara judul mengatakan
00:32:59pemerintah pusat itu merampok
00:33:01hak daerah
00:33:02untuk mendukung program-program
00:33:04prioritas nasional
00:33:05itu kita bisa lihat
00:33:06dalam 3 tahun terakhir
00:33:08dari 2025
00:33:10transfer ke daerah itu
00:33:11sebesar 919 triliun
00:33:13kemudian di tahun yang sama
00:33:15di tahun 2025
00:33:16ada pemangkasan sekitar
00:33:1750,59 triliun
00:33:18dan pemangkasan itu berlanjut
00:33:20bahkan semakin signifikan
00:33:22di tahun 2026
00:33:23turun menjadi
00:33:24692 triliun
00:33:26dampaknya apa
00:33:27teman-teman sekalian
00:33:28dari catatan kami
00:33:30kita bisa melihat logikanya
00:33:31ketika transfer ke daerah
00:33:33menyusut
00:33:34ruang fiskal daerah
00:33:35itu tertekan
00:33:36akhirnya apa
00:33:37diskresi pemerintah daerah
00:33:39untuk mengatur
00:33:40dan mengurus
00:33:41semua program
00:33:42yang menjadi prioritas daerah
00:33:43itu juga
00:33:43semakin tertekan
00:33:45kita bisa lihat
00:33:46ada
00:33:47dampak-dampak negatif
00:33:49yang dialami oleh
00:33:50pemerintah daerah
00:33:51pertama
00:33:51pelayanan publik terganggu
00:33:53seperti di sektor pendidikan
00:33:55renovasi
00:33:56pemeliharaan sekolah
00:33:57ditunda
00:33:57insentif untuk
00:33:58tenaga pendidik
00:33:59itu gak
00:33:59dibayarkan
00:34:01atau berkurang
00:34:01atau di sektor
00:34:03kesehatan
00:34:03ada program
00:34:04kesehatan
00:34:05terkait dengan
00:34:05tunjangan kesehatan
00:34:06itu juga
00:34:07terdampak
00:34:08bahkan teman-teman sekalian
00:34:09satu minggu yang lalu
00:34:11kami mendapatkan
00:34:12informasi
00:34:13dari salah satu daerah
00:34:14daerah ini adalah
00:34:15daerah penghasil
00:34:16tetapi
00:34:17mereka tidak punya
00:34:18kemampuan untuk
00:34:19membeli obat-obatan lagi
00:34:21sebagai bagian penting
00:34:22dalam pelayanan publik
00:34:23di sektor kesehatan
00:34:24kenapa?
00:34:25karena pemerintah pusat
00:34:26itu memotong
00:34:27dana bagi hasil mereka
00:34:29dengan secara
00:34:30seginifikan
00:34:30dalam kondisi itu
00:34:32teman-teman sekalian
00:34:33sebetulnya
00:34:34dari catatan kami
00:34:35kita masih punya
00:34:36ruang optimisme
00:34:38dimana daerah itu
00:34:39punya kondisi endowment
00:34:40punya sumber daya alam
00:34:43yang itu bisa
00:34:43dioptimalkan
00:34:44dengan tata kelola
00:34:45ekonomi daerah yang optimal
00:34:46apa yang mesti dilakukan
00:34:48yaitu apa?
00:34:49paling pertama adalah
00:34:50kita perlu
00:34:51melakukan
00:34:52pemetaan ekonomi
00:34:53terutama
00:34:54daerah-daerah
00:34:55yang punya keunggulan
00:34:56di sektor jasa
00:34:57di sektor unggulan
00:34:59UKM
00:35:00tenaga kerja
00:35:01kemudian akses pasar
00:35:02ketika sudah terjadi
00:35:04pemetaan
00:35:04yang perlu dilakukan
00:35:06itu apa?
00:35:07itu diinkorporasi
00:35:08di dalam
00:35:08perencanaan
00:35:09pembangunan daerah
00:35:10yang berikut
00:35:11adalah soal
00:35:13tata kelola data
00:35:13ini menjadi
00:35:15satu pekerjaan rumah
00:35:16terbesar hari-hari ini
00:35:17soal
00:35:17integrasi data
00:35:19antara kementerian
00:35:20dan lembaga
00:35:20antara OPD
00:35:22antara pusat
00:35:23dan daerah
00:35:23yang berpengaruh
00:35:24terhadap
00:35:24proses policy base
00:35:26proses pengambilan
00:35:28kebijakan
00:35:28berbasis bukti
00:35:29di daerah
00:35:30dan yang terakhir
00:35:31yang perlu kita
00:35:32lakukan adalah
00:35:33soal
00:35:34reorientasi
00:35:35hubungan pusat
00:35:36dan daerah
00:35:36pendekatan yang terjadi
00:35:38selama ini adalah
00:35:39itu pendekatan
00:35:40simetris
00:35:41menganggap
00:35:41semua daerah itu
00:35:42sama
00:35:43padahal
00:35:43tantangan dan
00:35:44kebutuhannya
00:35:44berbeda-beda
00:35:45melihat Jakarta
00:35:46itu sama dengan
00:35:47teman-teman di NTT
00:35:48di Papua
00:35:49di Sulawesi
00:35:50padahal
00:35:50kebutuhan setiap
00:35:51daerah itu
00:35:51berbeda-beda
00:35:52karena itu
00:35:53teman-teman sekalian
00:35:54bagian akhir
00:35:55kami menyatakan bahwa
00:35:56kalau kita bicara
00:35:57satu Indonesia
00:35:58itu tidak bisa
00:36:00didekati dengan
00:36:00satu cara
00:36:01yang kita butuhkan adalah
00:36:03otonomi yang bermakna
00:36:05dimana
00:36:05ada kepastian fiskal
00:36:07ada ruang diskresi
00:36:08bagi pemerintah daerah
00:36:09dan juga
00:36:09ada akuntabilitas
00:36:11hasil di dalam
00:36:12pengelolaan
00:36:12keuangan
00:36:13di daerah
00:36:14akhir kata
00:36:15kalau kita bicara
00:36:16satu Indonesia
00:36:17itu adalah
00:36:18bicara tentang
00:36:18persatuan
00:36:19persatuan itu
00:36:20membutuhkan
00:36:21keadilan
00:36:21keadilan itu
00:36:23membutuhkan
00:36:23pengakuan
00:36:24dan pengakuan itu
00:36:25butuh ruang
00:36:26dimana otonomi daerah
00:36:27itu bisa menjalankan
00:36:28diskresinya
00:36:29masing-masing
00:36:29terima kasih
00:36:33Indonesia hari ini
00:36:34dengan segala
00:36:35dinamikanya
00:36:36akan menentukan
00:36:37wujud Indonesia
00:36:38yang kita wariskan
00:36:39di masa depan
00:36:40siapapun dari kita
00:36:42warga Indonesia
00:36:42punya ruang
00:36:43untuk ikut
00:36:44menentukan arahnya
00:36:46Harian Kompas
00:36:47menghadirkan edisi
00:36:48tematik
00:36:48Sumpah Pemuda
00:36:49opini eksklusif
00:36:51Indonesia Besok
00:36:52simak tulisan
00:36:54para penulis
00:36:54pilihan dalam
00:36:55lima inti bahasan
00:36:56pelajar
00:36:57kerja
00:36:58bumi
00:36:59negeri
00:37:00dan nusa
00:37:00dapatkan
00:37:02Harian Kompas
00:37:03edisi tematik
00:37:04Sumpah Pemuda
00:37:05opini eksklusif
00:37:06Indonesia Besok
00:37:08terbit
00:37:0928 Oktober
00:37:112026
00:37:24Gagas RI
00:37:25Indonesia esok hari
00:37:27dimulai dari
00:37:27gagasan kita hari ini
00:37:28Gagas RI
00:37:29di edisi spesial
00:37:30Sumpah Pemuda
00:37:31mempertemukan
00:37:32beragam perspektif
00:37:32untuk membahas
00:37:33masa depan bangsa
00:37:34bersama Reza Rahadian
00:37:36Erik Tohir
00:37:36Titi Anggraini
00:37:37Halisa Halim
00:37:38dan Herman
00:37:39Hampir seabat
00:37:41hampir seabat
00:37:41hampir seabat lalu
00:37:41pemuda berikrar
00:37:42menjaga Indonesia
00:37:43sebagai rumah bersama
00:37:44di tengah krisis iklim
00:37:47polusi
00:37:47dan eksploitasi alam
00:37:49tantangannya adalah
00:37:50menyeimbangkan
00:37:51pembangunan
00:37:52dengan kelestarian lingkungan
00:37:53bagaimana
00:37:55memastikan
00:37:55transisi energi
00:37:56berjalan adil
00:37:57agar kemajuan hari ini
00:37:59tak mengorbankan
00:38:00masa depan
00:38:01generasi mendatang
00:38:08Assalamualaikum
00:38:09Warahmatullahi Wabarakatuh
00:38:11Selamat malam
00:38:12Salam sejahtera
00:38:13untuk kita semua
00:38:14Pada saat kita
00:38:15berada di sini
00:38:16jauh di sana
00:38:18di Kalimantan
00:38:19dan Sumatera
00:38:21saudara-saudara kita
00:38:22sedang mengalami
00:38:24situasi yang buruk
00:38:26Peristiwa
00:38:27kebakaran hutan
00:38:28dan lahan
00:38:29yang terjadi
00:38:30di Sumatera
00:38:31dan Kalimantan
00:38:32yang saat ini
00:38:34sudah memakan
00:38:35korban jiwa
00:38:36mereka adalah
00:38:37tulang punggung keluarga
00:38:39yang sumber
00:38:41ekonomi
00:38:42sumber kehidupan
00:38:43keluarga
00:38:44berada di pundak mereka
00:38:45Kementerian Kesehatan
00:38:48sudah merilis
00:38:49fakta
00:38:50dan angka
00:38:51di mana
00:38:52ratusan ribu orang
00:38:53sudah terpapar
00:38:54asap
00:38:55dan sebagian besar
00:38:58di antaranya
00:38:58adalah Balita
00:38:59yang merupakan
00:39:01kelompok rentan
00:39:02yang dalam jangka panjang
00:39:04jika terus menerus
00:39:06menghirup udara yang kotor
00:39:08tentu punya
00:39:09implikasi yang berat
00:39:10untuk masa depannya
00:39:12bayangkan
00:39:14bagaimana kita bisa
00:39:16mencapai Indonesia
00:39:17Emas
00:39:182045
00:39:19jika
00:39:20Balita
00:39:21jika anak-anak
00:39:23yang ada
00:39:24hari ini
00:39:24di Sumatera
00:39:25dan Kalimantan
00:39:26terus menghirup
00:39:27udara yang kotor
00:39:28padahal
00:39:29mereka punya hak
00:39:31untuk mendapatkan
00:39:32udara yang bersih
00:39:34dan sehat
00:39:35sebagaimana
00:39:35yang tertuang
00:39:36dalam konstitusi
00:39:39ya
00:39:40memang ada
00:39:42fenomena
00:39:43El Nino
00:39:44tetapi
00:39:46El Nino
00:39:48tidak datang
00:39:49berdiri sendiri
00:39:50El Nino
00:39:53melanda
00:39:55bumi
00:39:55yang memang
00:39:57sudah panas
00:39:58dibakar
00:39:59oleh fosil
00:40:00oleh energi
00:40:02fosil
00:40:03yang terus
00:40:04menerus
00:40:05dieksploitasi
00:40:07alam kita
00:40:09terus menerus
00:40:10dieksploitasi
00:40:11tanpa kenal batas
00:40:12kita juga
00:40:14menyumbang
00:40:14atau kita juga
00:40:16berkontribusi
00:40:17terhadap
00:40:18emisi gas rumah
00:40:19kaca
00:40:20dari
00:40:21dua sumber
00:40:22setidaknya
00:40:22yang sangat besar
00:40:23yang pertama
00:40:25dari
00:40:25alifungsi hutan
00:40:26dan lahan
00:40:27yang kita tahu
00:40:28alifungsi hutan
00:40:29dan lahan
00:40:30begitu masif
00:40:31diberikan
00:40:31dari zaman
00:40:32order baru
00:40:33sampai saat ini
00:40:34dan tidak ada
00:40:35koreksi yang mendasar
00:40:36atas pemberian
00:40:37izin yang
00:40:38terus menerus
00:40:39dilakukan
00:40:39dan hingga
00:40:41kebakaran
00:40:41hutan dan lahan
00:40:42seperti menjadi
00:40:44agenda
00:40:45tahunan
00:40:46yang tidak bisa
00:40:47dicegah
00:40:47yang kedua
00:40:48dari
00:40:49sektor
00:40:50emisi
00:40:51energi
00:40:52yang
00:40:53dihasilkan
00:40:55dari
00:40:56energi
00:40:57fosil
00:40:57yang selama ini
00:40:58menjadi
00:40:58backbone
00:40:59atau menjadi
00:41:00tulang punggung
00:41:01dari industrialisasi
00:41:02baik secara global
00:41:04maupun di Indonesia
00:41:05sendiri
00:41:05pemerintah Indonesia
00:41:07punya komitmen
00:41:08akan mencapai
00:41:10net zero emission
00:41:13sampai tahun
00:41:142060
00:41:15atau bisa lebih cepat
00:41:17dengan bantuan
00:41:18dari internasional
00:41:19itulah komitmen
00:41:21pemerintah Indonesia
00:41:21tetapi
00:41:23semuanya
00:41:23berhenti
00:41:24sampai di depan
00:41:25pintu rumah
00:41:26karena kemudian
00:41:28komitmennya
00:41:29bertentangan
00:41:30dengan
00:41:31kebijakan-kebijakan
00:41:33nasional
00:41:34ekonomi nasional
00:41:35kebijakan
00:41:36pembangunan
00:41:37yang lagi-lagi
00:41:38masih bersandar
00:41:39pada energi fosil
00:41:40setidaknya
00:41:42ada 80%
00:41:43kapasitas
00:41:43pembangkit
00:41:44listrik di Indonesia
00:41:45masih ditopang
00:41:47oleh energi fosil
00:41:48padahal
00:41:49Indonesia
00:41:51punya kekayaan
00:41:52alam
00:41:53yang begitu
00:41:53melimpah
00:41:54punya sumber energi
00:41:56yang begitu banyak
00:41:57energi terbarukan
00:41:58yang begitu banyak
00:41:59kita bisa
00:42:00memanen
00:42:01matahari
00:42:02kita punya
00:42:03laut yang
00:42:04begitu luas
00:42:05kita punya
00:42:07banyak sumber
00:42:07energi terbarukan
00:42:08tetapi
00:42:09itu ditinggalkan
00:42:11jauh
00:42:12sebatas
00:42:12komitmen
00:42:13global
00:42:14inilah situasi
00:42:16yang bisa disebut
00:42:17dengan
00:42:18ilusi
00:42:19dekarbonisasi
00:42:20jadi
00:42:21dimana
00:42:21komitmen
00:42:22iklim
00:42:23justru
00:42:23bertentangan
00:42:24dengan
00:42:25kebijakan-kebijakan
00:42:27ekonomi nasional
00:42:28ya
00:42:29kenapa
00:42:30semua terjadi
00:42:31padahal
00:42:32fakta-fakta
00:42:33kerusakan
00:42:34lingkungan
00:42:35itu sudah
00:42:36banyak
00:42:36bisa dibuktikan
00:42:37sejak tahun
00:42:382015
00:42:39Greenpeace Indonesia
00:42:40bersama Harvard
00:42:41University
00:42:41sudah mengatakan
00:42:43bahwa
00:42:43angka estimasi
00:42:45kematian dini
00:42:46akibat PLT
00:42:47ubat bubara
00:42:47yang beroperasi
00:42:48mencapai
00:42:49sekitar
00:42:506.500 jiwa
00:42:51per tahun
00:42:52dan
00:42:53polusi udara
00:42:54adalah
00:42:55pembunuh senyap
00:42:56yang menyebabkan
00:42:573 juta
00:42:57kematian dini
00:42:58dan
00:42:59hal yang lain
00:43:00kita bisa lihat
00:43:01dari candu
00:43:02energi fosil
00:43:03adalah
00:43:03umur
00:43:04dari energi fosil
00:43:06yang terus
00:43:06diperpanjang
00:43:07dibukus
00:43:08lewat teknologi
00:43:09yang dianggap
00:43:10lebih ramah lingkungan
00:43:11seperti
00:43:12CCS
00:43:12pada PLT
00:43:13ubat bubara
00:43:14padahal
00:43:16ini yang justru
00:43:17akan semakin
00:43:18menjebak kita
00:43:19pada energi
00:43:20fosil
00:43:21yang tidak berkesudahan
00:43:22atau yang akan
00:43:23terus menjebak kita
00:43:26kemudian
00:43:27dari
00:43:27peta jalan
00:43:28pensiun
00:43:29batu bara
00:43:29yang sebenarnya
00:43:31sudah ada
00:43:32dalam regulasi
00:43:33lewat
00:43:33perpres
00:43:33kemudian
00:43:34juga
00:43:35mengalami
00:43:36kontradiksi
00:43:37kalau kita
00:43:37melihat
00:43:38dari
00:43:38RU Putai
00:43:39L2035
00:43:40seperti yang
00:43:42sudah disampaikan
00:43:42tadi
00:43:43ini adalah
00:43:44penambahan
00:43:45kapasitas
00:43:46pembangkit
00:43:46fosil
00:43:47baru
00:43:48dan
00:43:49apa artinya
00:43:50semua
00:43:50ada satu
00:43:52hal yang
00:43:52kemudian
00:43:53pemerintah
00:43:54selalu sebutkan
00:43:55sebagai
00:43:55dekarbonisasi
00:43:57pada akhirnya
00:43:58adalah pencitraan
00:43:59politik
00:44:00para oligar
00:44:01energi adalah
00:44:04fondasi ekonomi
00:44:05dan kehidupan
00:44:06tapi bergantung
00:44:07pada energi
00:44:07fosil
00:44:08justru akan
00:44:09dihantui oleh
00:44:09risiko-risiko
00:44:10besar
00:44:11dan seringkali
00:44:12benar-benar
00:44:13tidak terlihat
00:44:13jadi ada
00:44:15anak-anak
00:44:16yang terpapar
00:44:16polusi
00:44:17ada
00:44:18kematian
00:44:19dini
00:44:19ada
00:44:20ekonomi
00:44:20yang hancur
00:44:22semua tidak
00:44:22terlihat
00:44:23karena pada
00:44:23akhirnya
00:44:24yang menanggung
00:44:25adalah rakyat
00:44:25yang lainnya
00:44:26adalah
00:44:27tentu kita
00:44:27bisa mendesak
00:44:28bagaimana
00:44:29Indonesia
00:44:30ke depan
00:44:30pemerintahnya
00:44:32memiliki
00:44:33political will
00:44:33yang nyata
00:44:34untuk menunjukkan
00:44:36kemauan politik
00:44:37untuk bisa
00:44:37segera
00:44:38menghentikan
00:44:39solusi-solusi
00:44:39palsu
00:44:40berbungkus
00:44:41teknologi
00:44:42yang konon
00:44:42katanya
00:44:43ramah lingkungan
00:44:44padahal tidak
00:44:44lebih
00:44:45hanya untuk
00:44:47menjebak kita
00:44:48untuk terus
00:44:48berada
00:44:49pada
00:44:50solusi-solusi
00:44:51palsu
00:44:52jebakan
00:44:53pada
00:44:53energi
00:44:54fosil
00:44:54pada akhirnya
00:44:55sebagai sebuah
00:44:57bangsa
00:44:58Indonesia
00:44:58ke depan
00:44:59harusnya
00:45:00bisa fokus
00:45:01di terbarukan
00:45:02segera
00:45:03beralih
00:45:04ke energi
00:45:04terbarukan
00:45:05agar
00:45:06kita
00:45:07anak-anak
00:45:08Indonesia
00:45:09yang akan
00:45:11melanjutkan
00:45:12estafet
00:45:13keberadaan
00:45:14Indonesia
00:45:15untuk tetap
00:45:16abadi
00:45:16bisa
00:45:17tetap ada
00:45:18bisa terus
00:45:19melangkah
00:45:20ke depan
00:45:21bahkan
00:45:22mungkin
00:45:22sampai ribu
00:45:23tahun ke depan
00:45:24we deserve better
00:45:25terima kasih
00:45:26Assalamualaikum
00:45:27Warahmatullahi Wabarakatuh
00:45:31Sumpah
00:45:32Sumpah pemuda
00:45:32lahir dari
00:45:33kesadaran
00:45:33menentukan
00:45:34arah bangsa
00:45:34sebuah cita-cita
00:45:36yang memerlukan
00:45:37keberanian berpikir
00:45:38dan kemampuan
00:45:39melampaui
00:45:40kepentingan
00:45:40diri sendiri
00:45:41melalui pendidikan
00:45:43kita membuka
00:45:44ruang
00:45:44bagi tumbuhnya
00:45:45generasi yang kritis
00:45:46kreatif
00:45:47dan berani
00:45:47mengembukakan
00:45:48gagasan
00:45:49karena generasi
00:45:51yang belajar
00:45:51adalah mereka
00:45:52yang akan mudah
00:45:53memahami
00:45:54tantangan zaman
00:45:55menguji gagasan
00:45:56dan turut
00:45:57menentukan
00:45:58masa depan bangsa
00:46:02Assalamualaikum
00:46:03Warahmatullahi Wabarakatuh
00:46:05Salam sejahtera
00:46:07untuk teman-teman
00:46:07mahasiswa semua
00:46:08teman-teman yang berada
00:46:09di Kompas
00:46:10Kompas TV
00:46:11Harian Kompas
00:46:13ada hal yang menarik
00:46:15beberapa waktu yang lalu
00:46:16saya menulis
00:46:17sebuah
00:46:17artikel pendek
00:46:19di kolom opini
00:46:20Harian Kompas
00:46:21berbicara mengenai
00:46:23pendidikan dasar
00:46:24yang belum mendasar
00:46:24hal itu bergulir
00:46:26hingga hadirnya
00:46:28tulisan berikutnya
00:46:30yaitu pendidikan
00:46:32di tengah
00:46:32disrupsi zaman
00:46:33kalau kita berbicara
00:46:34mengenai
00:46:35disrupsi zaman
00:46:36kita hidup di era
00:46:37yang banyak hal
00:46:39sudah tergantikan
00:46:40banyak hal
00:46:41mengalami kemajuan
00:46:42melalui teknologi
00:46:43dan melalui
00:46:44capaian-capaian lainnya
00:46:46dalam kehidupan
00:46:47dan hal ini
00:46:48banyak
00:46:48lahir
00:46:49juga dari
00:46:50inisiatif-inisiatif
00:46:51baik pemerintah
00:46:52maupun juga
00:46:53masyarakat sipil
00:46:54yang terus mendorong
00:46:55untuk bagaimana
00:46:57terciptanya
00:46:57kehidupan pendidikan
00:46:58yang lebih baik
00:46:59namun kita punya
00:47:01masalah
00:47:01yang juga
00:47:02tidak sederhana
00:47:04next
00:47:09kualitas pendidikan
00:47:10dasar di Indonesia
00:47:11cukup
00:47:12bisa dikatakan
00:47:14memprihatinkan
00:47:14kalau saya melihat
00:47:16atas pengalaman
00:47:18selama kurang lebih
00:47:1911 tahun
00:47:19keliling
00:47:20beberapa daerah
00:47:21di Indonesia
00:47:22mengunjungi tempat-tempat
00:47:23yang kalau sekarang
00:47:24mungkin masuk
00:47:25di wilayah
00:47:263T
00:47:27walaupun istilah itu
00:47:28sepertinya akan
00:47:28mengalami perubahan
00:47:29persoalan-persoalan
00:47:31seperti infrastruktur
00:47:32sekolah yang tidak aman
00:47:33kemudian
00:47:34begitu banyaknya
00:47:36ruang-ruang kelas
00:47:37yang rusak
00:47:38baik ringan
00:47:40berat
00:47:40sedang
00:47:41gaji guru
00:47:42yang juga
00:47:43jauh dari kata layak
00:47:44dan kemampuan
00:47:45literasi murid
00:47:46yang sangat rendah
00:47:47kalau berdasarkan data
00:47:4933,35%
00:47:51murid SD
00:47:52dan 27%
00:47:54murid SMA
00:47:55tidak mencapai
00:47:56kompetensi
00:47:57minimum literasi
00:47:58ini tentu
00:48:00pekerjaan
00:48:01yang tidak mudah
00:48:03upaya demi upaya
00:48:04dilakukan
00:48:05tapi bagi saya
00:48:07pendidikan yang berkualitas
00:48:09itu adalah
00:48:10hak
00:48:11dasar
00:48:13anak yang wajib
00:48:14dipenuhi
00:48:15oleh negara
00:48:16pendekatan yang sistemik
00:48:18jangka panjang
00:48:19tentu merupakan
00:48:20kenisayaan itu sendiri
00:48:22anggaran yang sesuai
00:48:24dengan mandat
00:48:25konstitusi
00:48:26payung kebijakan
00:48:27pendidikan nasional
00:48:28dan juga ruang sipil
00:48:30yang aman
00:48:30kalau kita melihat
00:48:31saya memfokuskan
00:48:33tulisan saya yang kali ini
00:48:34memang kepada
00:48:35RUU Sistiknas
00:48:36yang sempat sebelumnya
00:48:38sudah masuk
00:48:39di prolegnas
00:48:40namun hari ini
00:48:41sedikit
00:48:42kembali ke
00:48:44balik
00:48:45dibahas
00:48:46dibalik lagi
00:48:47dan kembali
00:48:49ke komisi 10
00:48:49saya berharap
00:48:51penundaan
00:48:52pengesahan
00:48:52RUU Sistiknas ini
00:48:54betul
00:48:54karena murni
00:48:55adanya
00:48:56masukan dari
00:48:56kelompok
00:48:57masyarakat sipil
00:48:59para guru-guru
00:49:00yang bekerja
00:49:01dengan lintas
00:49:03pendapatan
00:49:03yang sangat
00:49:04amat minim
00:49:05kalau teman-teman
00:49:06ketahui hari ini
00:49:07kita punya
00:49:089 jenis guru
00:49:093 diantaranya
00:49:10tentu guru
00:49:11yang sudah
00:49:12mendapatkan
00:49:13status sebagai
00:49:14ASN
00:49:15lalu ada guru
00:49:16honorer
00:49:17ada guru
00:49:18paruh waktu
00:49:19itu baru
00:49:203
00:49:21dari sekian
00:49:22banyak jenis guru
00:49:23yang lainnya
00:49:23dengan pendapatan
00:49:25rata-rata
00:49:26kalau kita ngomong
00:49:26yang di daerah
00:49:27saya menemukan
00:49:28ada penghasilan
00:49:29guru yang
00:49:30300 ribu
00:49:31ada yang
00:49:31450 ribu
00:49:33ada yang
00:49:342 juta rupiah
00:49:35itu membuat
00:49:37saya berpikir
00:49:38kembali
00:49:39kita banyak
00:49:40sekali
00:49:41berdiskusi
00:49:41soal Indonesia
00:49:42emas
00:49:42pendidikan yang
00:49:43lebih baik
00:49:44ke depan
00:49:44tapi ini
00:49:46dasarnya
00:49:46kita harus punya
00:49:48aturan yang rigid
00:49:49yang mengatur
00:49:51bagaimana guru-guru
00:49:52di seluruh Indonesia
00:49:53yang berada
00:49:54bahkan di daerah-daerah
00:49:56yang terpencil
00:49:57mampu
00:49:58mentransfer ilmu
00:49:59mereka kepada
00:50:00murid-muridnya
00:50:00sehingga kita juga punya
00:50:02kualitas murid-murid
00:50:03yang jauh lebih baik
00:50:03salah satu caranya
00:50:05tentu
00:50:05mensejahterakan guru
00:50:07dalam RUU
00:50:08sisiknas
00:50:10kita sudah melihat
00:50:12bahwa ada
00:50:12alokasi anggaran pendidikan
00:50:1320% dari APBN
00:50:15tapi kita ketahui juga
00:50:1720%
00:50:18anggaran APBN ini
00:50:18sebagian dipakai
00:50:19juga untuk
00:50:21pendanaan
00:50:22bagi program
00:50:23makan bergizi
00:50:25perlu dirinci
00:50:26bahwa alokasi
00:50:28anggaran untuk
00:50:28urusan utama pendidikan
00:50:30seperti
00:50:30penjirian sarana
00:50:32prasarana yang aman
00:50:33jaminan gaji
00:50:34dan sesuatu guru
00:50:34yang layak
00:50:35dan biaya operasional murid
00:50:38melalui revisi
00:50:39dari bab
00:50:398
00:50:41tentang pendanaan
00:50:42pendidikan
00:50:42pasal
00:50:43223
00:50:44kita berbicara
00:50:45tentang standar
00:50:46gaji guru
00:50:48bagi saya
00:50:49pribadi
00:50:49pemerintah perlu
00:50:50membuat standar
00:50:51gaji guru
00:50:52secara nasional
00:50:53it's a minimum wage
00:50:55untuk para guru-guru
00:50:56di Indonesia
00:50:57across the country
00:50:58jadi kita tidak
00:50:59berpatokan pada
00:51:01oh karena dia berada
00:51:01di daerah ini
00:51:02maka disesuaikan
00:51:03dengan
00:51:05gaji yang
00:51:06sekian saja
00:51:06untuk biaya hidup
00:51:07yang sekian saja
00:51:08saya merasa bahwa
00:51:10guru layak
00:51:11mendapatkan gaji
00:51:12dengan skala nasional
00:51:14yang besarannya
00:51:15juga dianggap layak
00:51:16karena kata layak
00:51:17dalam rancangan undang-undang
00:51:18juga menjadi pertanyaan
00:51:20besar bagi saya
00:51:20kata layak
00:51:21according kepada siapa
00:51:23dan siapa yang menentukan
00:51:25kelayakan itu
00:51:26berapa yang dianggap layak
00:51:28itu menjadi pertanyaan
00:51:29kita bersama
00:51:31status guru
00:51:32dan kompetensi guru
00:51:33pemerintah perlu
00:51:34menentukan
00:51:35bahwa hanya ada
00:51:36satu status guru
00:51:37secara nasional
00:51:38dan menjamin
00:51:40standar kompetensi guru
00:51:41bermutu secara merata
00:51:42di Indonesia
00:51:43termasuk di daerah
00:51:43terpencil dan sulit
00:51:45ini merupakan
00:51:46revisi dari bab 8
00:51:47tentang pendidikan
00:51:48juga tenaga
00:51:49kependidikan
00:51:50pasal 175
00:51:51status dan pengelolaan guru
00:51:53dan pasal 199
00:51:55mengenai pengelolaan
00:51:56dan distribusi guru
00:51:57ada 4 yang saya temui
00:52:00di pasal 173
00:52:01174
00:52:02176
00:52:04177
00:52:05yang merupakan
00:52:05pasal-pasal yang berbicara
00:52:07konsentrasinya penuh
00:52:08pada kesejahteraan guru
00:52:10pertanyaan layak
00:52:12menjadi pertanyaan
00:52:13yang perlu diajukan
00:52:14terutama juga oleh
00:52:16kelompok masyarakat sipil
00:52:17guru-guru
00:52:17kepada komisi 10 nantinya
00:52:19yang akan membahas ini
00:52:20apa arti kata layak
00:52:23bagi saya pendidikan
00:52:25harus menjadi prioritas
00:52:26kebijakan negara
00:52:27yang tentunya
00:52:29melampaui
00:52:30politik elektoral
00:52:31ini adalah tantangan
00:52:33juga bagi
00:52:34para negarawan
00:52:34para pengambil
00:52:35kebijakan di republik ini
00:52:37saya tentu
00:52:38punya harapan
00:52:39teman-teman mahasiswa
00:52:40sudah banyak sekali
00:52:41berkali-kali
00:52:42menyuarakan
00:52:43tentang keresahan
00:52:44teman-teman
00:52:45mengenai bagaimana
00:52:46guru-guru perlu
00:52:47terus diperjuangkan
00:52:48karena dengan
00:52:49guru-guru yang
00:52:50punya kompetensi
00:52:51yang tinggi
00:52:52saya masih punya
00:52:53keyakinan besar
00:52:54bahwa kita juga akan
00:52:55menghasilkan generasi-generasi
00:52:56yang mumpuni
00:52:57generasi-generasi
00:52:58yang unggul
00:52:59terima kasih
00:53:02Indonesia hari ini
00:53:04dengan segala
00:53:04dinamikanya
00:53:05akan menentukan
00:53:06wujud Indonesia
00:53:07yang kita wariskan
00:53:08di masa depan
00:53:09siapapun dari kita
00:53:11warga Indonesia
00:53:12punya ruang
00:53:12untuk ikut
00:53:13menentukan arahnya
00:53:15Harian Kompos
00:53:16menghadirkan edisi
00:53:17tematik
00:53:17Sumpah Pemuda
00:53:18Opini Eksklusif
00:53:20Indonesia Besok
00:53:21simak tulisan
00:53:23para penulis
00:53:23pilihan
00:53:24dalam 5 inti bahasan
00:53:25pelajar
00:53:26kerja
00:53:27bumi
00:53:28negeri dan nusa
00:53:29dapatkan
00:53:31Harian Kompos
00:53:32edisi
00:53:32tematik
00:53:33Sumpah Pemuda
00:53:34Opini Eksklusif
00:53:35Indonesia Besok
00:53:37terbit
00:53:3828 Oktober
00:53:402026
00:53:47Gagas RI
00:53:48Indonesia esok hari
00:53:52Gagas RI
00:53:53Indonesia esok hari
00:53:54dimulai dari gagasan
00:53:55kita hari ini
00:53:56Gagas RI
00:53:57edisi spesial
00:53:58Sumpah Pemuda
00:53:59mempertemukan
00:53:59beragam perspektif
00:54:00untuk membahas
00:54:01masa depan bangsa
00:54:02bersama Reza Rahadian
00:54:03Erick Thohir
00:54:04Titi Anggrain
00:54:08Saya ke Mbak Titi nih
00:54:09Boleh tepuk tangan
00:54:10semuanya
00:54:10untuk narasumber yang
00:54:12memancing kita
00:54:13untuk berpikir
00:54:14lebih keras ya
00:54:14Mbak Titi tadi
00:54:15menyebut satu hal
00:54:16yang kemudian
00:54:17tadi mau saya
00:54:18segera eksplor
00:54:19ayo waktunya terbatas
00:54:20kita eksplor disini
00:54:21soal
00:54:21nepotisme struktural
00:54:23dan tadi ada riset
00:54:25dari CSIS
00:54:26seorang
00:54:27ingin menjadi
00:54:28anggota ekstratif
00:54:29itu butuh
00:54:295 miliar
00:54:30dan itu hanya
00:54:31bisa dipenuhi
00:54:31kalau dia
00:54:32keturunan pejabat
00:54:33punya kekuasaan
00:54:35dan punya kekayaan
00:54:36apa yang bisa
00:54:38kita lakukan
00:54:38sebagai warga
00:54:39untuk memutus
00:54:40dan langkah krusial
00:54:42apa yang bisa dilakukan
00:54:43supaya demokrasi
00:54:43kembali ke
00:54:44sarana sirkulasi
00:54:45kekuasaan tadi
00:54:46yang bisa dievaluasi
00:54:47Mbak Titi
00:54:47dalam situasi
00:54:49hari ini
00:54:50rasanya sulit
00:54:51kalau hanya kita
00:54:52baik
00:54:53karena tadi
00:54:54struktural ya
00:54:55jadi struktural itu
00:54:57masalahnya
00:54:58dimulai dari
00:55:00kesempatan
00:55:01untuk masuk
00:55:01ke dalam kompetisi
00:55:02makanya di dalam
00:55:04tulisan saya
00:55:05di opini
00:55:06harian kompas
00:55:07saya menyebut
00:55:08bahwa arena itu
00:55:09timpang ketika
00:55:11proses pencalonan
00:55:12dimulai
00:55:13karena biaya
00:55:15politik kita
00:55:16mahal
00:55:16maka akhirnya
00:55:17yang bisa masuk itu
00:55:18adalah
00:55:19mereka yang
00:55:20punya uang
00:55:21dan yang punya
00:55:23uang ini
00:55:24biasanya ingin
00:55:25terus berkuasa
00:55:26melanggengkan
00:55:27nah melanggengkan
00:55:28makanya kemudian
00:55:29saya menyebut
00:55:30ketika nama
00:55:31keluarga
00:55:32bertemu
00:55:33dengan
00:55:33kekuasaan
00:55:34bertemu
00:55:35dengan sumber
00:55:36daya
00:55:37dan biaya
00:55:37politik yang
00:55:38mahal
00:55:38itulah yang disebut
00:55:39dengan nepotisme
00:55:40struktural
00:55:41sekuat apapun
00:55:43kita ingin
00:55:44sebanyak
00:55:45apapun
00:55:45kaum muda
00:55:46ingin masuk
00:55:47ke politik
00:55:47tapi kalau
00:55:48situasi itu
00:55:49kita hadapi
00:55:50kita tidak bisa
00:55:50apa-apa
00:55:51karena kita
00:55:52sudah
00:55:53menghadapi
00:55:54tembok
00:55:54yang sangat tinggi
00:55:55oleh karena itu
00:55:56problem
00:55:57struktural itu
00:55:58harus diselesaikan
00:56:00juga secara
00:56:00struktural
00:56:01empat agenda
00:56:02itu yang akan
00:56:02kita
00:56:02kapal
00:56:03empat agenda
00:56:03jadi
00:56:04partai
00:56:06peserta pemilu
00:56:07daerah
00:56:07hapuskan
00:56:08ambang batas
00:56:09pencalonan presiden
00:56:10pasti pingin kan
00:56:11siapa tahu
00:56:11mas Reza
00:56:12nanti
00:56:12for
00:56:132029
00:56:14silahkan
00:56:15partai yang
00:56:15ingin melanggung
00:56:18lalu juga
00:56:20soal sistem
00:56:20pemilu
00:56:21supaya
00:56:21sistem pemilu
00:56:22tidak
00:56:22sekedar
00:56:23berorientasi
00:56:24pada individu-individu
00:56:25populer
00:56:26yang punya
00:56:26banyak uang
00:56:27atau yang punya
00:56:27nama keluarga
00:56:28dan yang terakhir
00:56:30adalah
00:56:31partai politik
00:56:32adalah instrumen
00:56:33yang mengakses
00:56:35semua posisi strategis
00:56:36jangan biarkan
00:56:37partai kita
00:56:38hanya dimiliki
00:56:39oleh pemilik modal
00:56:40oleh karena itu
00:56:41negara
00:56:42perlu berkontribusi
00:56:43supaya kader-kader
00:56:44terbaik partai itu
00:56:45merasa
00:56:46dia punya tempat
00:56:47karena partai
00:56:48dimiliki oleh publik
00:56:50dibiayai oleh publik
00:56:51dalam hal ini
00:56:52melalui dana negara
00:56:53saya akan ke Reza
00:56:56yang tadi sudah disebut
00:56:57Reza tadi
00:56:58menyebutkan
00:56:58soal bagaimana
00:56:59undang-undang
00:57:00sisiknas
00:57:00sebagai pintu masuk
00:57:01sebenarnya
00:57:02untuk menjamin
00:57:03tadi kelayakan
00:57:04gaji guru
00:57:04kualitas mendidikan
00:57:06literasi
00:57:07dan sebagainya
00:57:07upaya apa
00:57:08Reza yang bisa dilakukan
00:57:10kita sebagai warga
00:57:11untuk bisa
00:57:12memastikan itu
00:57:13dijalankan
00:57:13karena Reza kan tadi
00:57:14melihat
00:57:15elektoral itu
00:57:16mengganggu sekali
00:57:17untuk kebijakan-kebijakan
00:57:18karena kita
00:57:20tidak bisa memungkiri
00:57:20kalau kita sudah
00:57:21bicara mengenai
00:57:22politik elektoral
00:57:23di setiap lima tahunan
00:57:25guru selalu menjadi
00:57:26salah satu isu
00:57:28yang paling hangat
00:57:28selalu dibahas
00:57:29janji mengenai
00:57:30kesejahteraan guru
00:57:31mengumpulkan
00:57:33para guru-guru
00:57:34untuk kemudian
00:57:34berkumpul
00:57:35di sebuah
00:57:36event
00:57:37atau bentuk acara
00:57:39yang diberlangsungkan
00:57:40kampanye
00:57:41soal
00:57:42gaji akan dinaikkan
00:57:43dan lain-lain
00:57:44itu selalu menjadi
00:57:45bagian dari
00:57:46politik elektoral kita
00:57:47dan ketika saya melihat itu
00:57:49melihat bagaimana
00:57:51fakta di lapangan
00:57:52mengenai gaji-gaji guru
00:57:53saya terakhir itu
00:57:54ke daerah
00:57:55Bima
00:57:55ada seorang guru
00:57:57saat saya melakukan
00:57:59advokasi ke pemerintah daerah
00:58:00waktu itu
00:58:00datang
00:58:02berbicara
00:58:03empat mata
00:58:03saya
00:58:05sudah 25 tahun
00:58:06bekerja sebagai
00:58:07seorang guru
00:58:10horor air
00:58:11dan
00:58:12pemasukan
00:58:13dengan
00:58:14jumlah yang
00:58:15amat sangat
00:58:16tragis
00:58:17buat saya mendengar itu
00:58:18artinya
00:58:22280 ribu
00:58:23sampai
00:58:23350 ribu
00:58:25yang kadang-kadang
00:58:26bisa dibayarkan
00:58:27per tiga bulan
00:58:27nah
00:58:28ketika ada
00:58:29komplain
00:58:30tentang bahwa
00:58:32ya gurunya juga
00:58:33harus hadir dong
00:58:33di sekolah
00:58:34penuh waktu dong
00:58:35kalau mengajar
00:58:36dimana mau penuh
00:58:37waktu kalau mengajar
00:58:38ketika bergantung
00:58:39pada penghasilan
00:58:40yang seperti itu
00:58:41oleh sebab itu
00:58:42kalau teman-teman
00:58:42mungkin lihat hari ini
00:58:43banyak sekali guru-guru kita
00:58:45yang juga
00:58:46berprofesi
00:58:47nyambi gitu ya
00:58:49ada yang mungkin
00:58:49berjualan
00:58:50membuka warung
00:58:51atau mungkin
00:58:52bekerja sebagai
00:58:53pengemudi online
00:58:55dan lain-lain
00:58:55itu adalah bentuk
00:58:57upaya untuk
00:58:57satu
00:58:58bisa tetap mengajar
00:58:59kedua
00:59:00bisa menyambung hidup
00:59:01bagi saya
00:59:02guru harusnya
00:59:03sudah tidak perlu
00:59:04lagi memikirkan
00:59:05tentang
00:59:06berapa listrik
00:59:07yang harus dibayar
00:59:08di rumah
00:59:08bagaimana
00:59:09anak-anak saya sekolah
00:59:10karena negara
00:59:11menjamin
00:59:12setiap guru
00:59:13harapan ya mas
00:59:14setiap guru
00:59:15biaya-biaya
00:59:17yang sifatnya
00:59:18mengenai pendidikan
00:59:19anak
00:59:19basic needs
00:59:20gitu ya
00:59:21kebutuhan
00:59:22rumah
00:59:23atau pembiayaan listrik
00:59:24dan lain-lain
00:59:25itu ditanggung oleh negara
00:59:26jangan kita terjebak
00:59:27pada diksi guru
00:59:28adalah pahlawan
00:59:29tanpa tanda jasa
00:59:30itu lagu kita SD dulu
00:59:32semua
00:59:32karena buat saya
00:59:33itu akhirnya
00:59:34hanya menjadi sebuah
00:59:35apa ya
00:59:36propaganda akhirnya
00:59:38karena guru
00:59:38selayaknya adalah
00:59:39pahlawan
00:59:40dengan
00:59:40tanda jasa
00:59:41bagaimana negara
00:59:42memberikan jasa
00:59:43dan tanda itu
00:59:44disematkan kepada guru
00:59:46melalui kesejahteraan itu
00:59:47maka kata layak
00:59:48kata layak
00:59:49kata layak itu
00:59:51yang menjadi highlight
00:59:52saya juga
00:59:53karena layak itu
00:59:54multi interpretasi
00:59:55ini layak
00:59:57according to who
00:59:58dan layak yang ada
00:59:59di rancangan undang-undang
01:00:01yang bisa diakses
01:00:02oleh teman-teman
01:00:02itu kita gak tahu
01:00:04tolak ukur layak
01:00:05itu apa
01:00:06layak
01:00:07bahwa mereka bisa hidup
01:00:08dengan sejahtera
01:00:09tanpa harus mencari
01:00:10pekerjaan sampingan
01:00:11layak bahwa mereka
01:00:13tidak perlu khawatir lagi
01:00:14tentang anak-anak
01:00:15mereka yang mungkin
01:00:16harus juga
01:00:17mengenyam
01:00:18multi interpretasi
01:00:19berarti ya
01:00:19itu sangat
01:00:19multi interpretasi
01:00:20mas
01:00:20oke
01:00:21Reza
01:00:21thank you
01:00:22tepuk tangan
01:00:22buat Reza
01:00:23saya ke mas Herman
01:00:24tadi yang
01:00:25tadi daerah disebut
01:00:26tadi Dimas
01:00:27sebagai guru
01:00:28dan tadi mas Herman
01:00:29kan menyebut
01:00:29ada paradoks
01:00:30disentralisasi
01:00:31satu sisi
01:00:32layanan
01:00:34pemerintah
01:00:35itu paling depankan
01:00:36di daerah
01:00:36betul
01:00:37dan banyak sekali
01:00:38kewenangan yang diberikan
01:00:39kepada daerah
01:00:39tapi ada saat bersamaan
01:00:40anggaran atau fiskal
01:00:42itu kayak
01:00:42tadi bahasanya
01:00:43malah dirampok
01:00:44oleh pusat
01:00:45nah situasi
01:00:46kayak gini
01:00:47itu gimana caranya
01:00:48memecah
01:00:48supaya kembali lagi
01:00:50tidak jadi paradoks
01:00:51karena disentralisasi
01:00:52ideal kan itu
01:00:53sebenarnya
01:00:53untuk Indonesia
01:00:54yang beragam
01:00:54saya menyambung
01:00:56yang disampaikan
01:00:56oleh Mas Reza
01:00:57tadi ya
01:00:58ada satu kalimat
01:00:59jimat ya
01:01:01di dalam peraturan
01:01:02terkait dengan
01:01:02pengelolaan
01:01:03keuangan negara
01:01:04itu apa
01:01:05selalu disampaikan
01:01:06disesuaikan
01:01:08dengan kemampuan
01:01:09keuangan negara
01:01:10jadi itu problem
01:01:11yang sekarang terjadi
01:01:12di pemerintah daerah
01:01:13bahkan
01:01:14di dalam penanganan
01:01:15bencana
01:01:15hari-hari ini
01:01:17itu pun
01:01:18gak dialokasikan
01:01:19proporsional
01:01:20di dalam
01:01:21APBD kita
01:01:22karena penanganan
01:01:23bencana misalnya
01:01:24itu hanya masuk
01:01:25di dalam
01:01:26bantuan tidak terduga
01:01:27BTT
01:01:28itu presentasinya
01:01:300, sekian-sekian
01:01:31persen
01:01:32dibawah belanja
01:01:33operasional
01:01:33dan juga belanja
01:01:34modal di
01:01:35pemerintah daerah
01:01:36karena itu
01:01:37bagaimana
01:01:38mengembalikan
01:01:39situasi
01:01:40persimpangan
01:01:41atau paradoks
01:01:42seperti ini
01:01:42bagi kami
01:01:43yang paling pertama
01:01:44adalah
01:01:44kita taat
01:01:46pada apa yang
01:01:46sudah diatur
01:01:47di dalam
01:01:47undang-undang
01:01:48di dalam
01:01:50undang-undang
01:01:50PMDA
01:01:50misalnya
01:01:51itu sudah ada
01:01:52pembagian
01:01:52antara pusat
01:01:54provinsi
01:01:54kabupaten
01:01:55kota
01:01:55misalnya
01:01:56di sektor
01:01:56pendidikan
01:01:57tetapi
01:01:58hari-hari ini
01:01:58kebijakan
01:01:59strategis
01:02:00negara
01:02:00itu
01:02:01mengobrak
01:02:02abrik
01:02:02lampiran undang-undang
01:02:03PMDA
01:02:04tiba-tiba
01:02:05ada
01:02:05universitas
01:02:06republik
01:02:07indonesia
01:02:07tiba-tiba
01:02:08ada sekolah
01:02:08rakyat
01:02:09diurus oleh
01:02:09kemensos
01:02:10padahal
01:02:11itu adalah
01:02:11urusan
01:02:12sektor
01:02:12pendidikan
01:02:13yang jelas
01:02:14pembagiannya
01:02:15mana provinsi
01:02:16kabupaten
01:02:16kota
01:02:16mana
01:02:17pemerintah
01:02:17pusat
01:02:17yang kedua
01:02:19kalau bicara
01:02:19soal kapasitas
01:02:20fiskal
01:02:21daerah
01:02:21tadi
01:02:22jelas
01:02:22di dalam
01:02:23undang-undang
01:02:23hubungan
01:02:24keuangan
01:02:24pusat
01:02:24dan daerah
01:02:25formula
01:02:25dana
01:02:26alokasi
01:02:26umum
01:02:27itu
01:02:27seperti apa
01:02:27dana
01:02:28bagi hasil
01:02:28seperti apa
01:02:29tetapi
01:02:30karena
01:02:30ada kepentingan
01:02:32entitas
01:02:33tertentu
01:02:33yang muncul
01:02:34di balik layar
01:02:35kalau kita bicara
01:02:36peranata politik
01:02:37itu yang merongrong
01:02:38apa yang sudah
01:02:39diatur di dalam
01:02:40undang-undang
01:02:40hubungan keuangan
01:02:41pusat
01:02:41dan daerah ini
01:02:42oke
01:02:42terima kasih
01:02:43mas Herman
01:02:43boleh tepuk tangan
01:02:44buat mas Herman
01:02:44terakhir ke mbak
01:02:45Kalisa
01:02:46yang tadi
01:02:47menyebut
01:02:47realita kita
01:02:48hari ini
01:02:49kita bisa duduk
01:02:50disini
01:02:50tapi masyarakat
01:02:51atau warga
01:02:51di Kalimantan
01:02:52di Sumatera
01:02:53sedang menghadapi
01:02:54situasi yang
01:02:55karena asap
01:02:56yang
01:02:56yang begitu
01:02:58berbahaya
01:02:58dan tadi mbak
01:02:59Kalis menyebut
01:03:00dekarbonisasi
01:03:01itu hanya
01:03:01kosmetik ya
01:03:02dan apa yang
01:03:04sebenarnya perlu
01:03:04kita lakukan
01:03:05karena bumi yang
01:03:06baik atau bumi yang
01:03:07lestari ini kan juga
01:03:08Indonesia besok
01:03:09harusnya
01:03:10bukan lagi
01:03:10hari ini aja
01:03:12kita akan habisi
01:03:12silahkan mbak
01:03:13dalam konteks mitigasi
01:03:15jelas mas
01:03:16bahwa dekarbonisasi
01:03:18itu harusnya
01:03:19memang
01:03:19ditujukan
01:03:20atau tujuan utamanya
01:03:22adalah untuk
01:03:22keselamatan
01:03:23masyarakat
01:03:24yang menurunkan
01:03:24emisi
01:03:25setidaknya dari
01:03:26dua sumber emisi
01:03:27terbesar kita
01:03:28dari alif fungsi
01:03:29hutan dan lahan
01:03:30yang kita tahu
01:03:30alif fungsi hutan dan lahan
01:03:31buat apa
01:03:32buat perkebunan
01:03:33skala besar
01:03:34perkebunan sawit
01:03:35hutan tanaman industri
01:03:36yang lagi-lagi
01:03:37yang diuntungkan adalah
01:03:37para korporasi
01:03:39skala besar
01:03:40kemudian yang lain
01:03:41di sektor
01:03:41di sektor energi
01:03:43yang memang
01:03:44backbone dari
01:03:45selama ini
01:03:46energi kita itu
01:03:47memang backbone-nya adalah
01:03:48di energi fosil
01:03:49batu bara ya
01:03:50khususnya
01:03:51tentu kan
01:03:52menjadi tanda tanya
01:03:54yang besar ya
01:03:54sudah
01:03:55kita sudah mengalami
01:03:56krisis iklim
01:03:57dengan dampaknya
01:03:57yang begitu masif
01:03:59yang nyata
01:04:00kerugian ekonomi juga
01:04:02kerugian ekonomi
01:04:03yang ditimbulkan
01:04:04dari krisis iklim
01:04:05selain
01:04:05dampak kesehatan
01:04:07gitu ya
01:04:07tapi kenapa kok
01:04:08pemerintah Indonesia
01:04:09tetap
01:04:10tidak mau
01:04:11beralih
01:04:12ke energi terbarukan
01:04:13yang berkeadilan
01:04:14ketanpa
01:04:15masih mau
01:04:16tetap ke fosil
01:04:17apa
01:04:17bayang atau
01:04:18nah lagi-lagi
01:04:20lagi-lagi
01:04:21kemudian
01:04:22dugaan kita
01:04:23memang ini
01:04:24tidak lepas dari
01:04:25politik berbiaya mahal
01:04:27tadi
01:04:28gitu ya
01:04:28yang
01:04:29kalau kita bisa sebut
01:04:31ijon-ijjon politik
01:04:32itu
01:04:32selalu ada
01:04:33pada setiap
01:04:34politik elektoral
01:04:36kontestasi politik
01:04:37dan yang paling murah
01:04:39yang paling mungkin
01:04:40mudah
01:04:41untuk digadaikan
01:04:42adalah sumber daya alam
01:04:43karena nanti
01:04:44lewat perizinan-perizinan
01:04:45yang diberikan
01:04:46Indonesia hari ini
01:04:48dengan segala dinamikanya
01:04:49akan menentukan
01:04:50wujud Indonesia
01:04:51yang kita wariskan
01:04:53di masa depan
01:04:54siapapun dari kita
01:04:55warga Indonesia
01:04:56punya ruang
01:04:57untuk ikut
01:04:57menentukan arahnya
01:04:59Harian Kompas
01:05:00menghadirkan edisi
01:05:01tematik Sumpah Pemuda
01:05:02Opini Eksklusif
01:05:04Indonesia Besok
01:05:06simak tulisan
01:05:07para penulis
01:05:08pilihan dalam
01:05:085 inti bahasan
01:05:10pelajar
01:05:10kerja
01:05:11bumi
01:05:12negeri
01:05:13dan nusa
01:05:14dapatkan
01:05:15Harian Kompas
01:05:16edisi tematik
01:05:17Sumpah Pemuda
01:05:18Opini Eksklusif
01:05:20Indonesia Besok
01:05:21Terbit
01:05:2228 Oktober
01:05:242026
01:05:31Gagas RI
01:05:32Indonesia esok hari
01:05:34dimulai dari
01:05:34gagasan kita
01:05:36Gagas RI
01:05:37Indonesia esok hari
01:05:38dimulai dari
01:05:39gagasan kita hari ini
01:05:40Gagas RI
01:05:41edisi spesial
01:05:42Sumpah Pemuda
01:05:43mempertemukan beragam perspektif
01:05:44untuk membahas
01:05:45masa depan bangsa
01:05:46bersama Reza Rahadian
01:05:47Erik Tohir
01:05:48Titi
01:05:48Nah saya mengundang
01:05:52masing-masing
01:05:53untuk
01:05:53buat closing statement
01:05:55di temanya
01:05:55Reza di tema
01:05:57apa tadi ya
01:05:58soal pendidikan ya
01:05:59Mbak Halis tentang
01:06:00iklim
01:06:01Mas Herman
01:06:02di soal daerah
01:06:03dan Mbak Titi nih
01:06:04melihat Mbak Titi
01:06:05dari negeri
01:06:06silahkan Mbak
01:06:06Opini saya
01:06:08di Harian Kompas
01:06:09judulnya
01:06:10Pemilu Bermakna
01:06:11Bukan Ritual Keluarga
01:06:13Jadi yang saya
01:06:15imajikan adalah
01:06:16bahwa
01:06:17memang pemilu itu
01:06:19adalah
01:06:21momentum
01:06:22memberdayakan
01:06:23ketika
01:06:24warga bangsa
01:06:26orang muda
01:06:27perempuan
01:06:28siapapun kita
01:06:29merasa
01:06:30betul-betul punya peluang
01:06:31untuk menjadi
01:06:32menjadi siapa
01:06:33anggota DPR
01:06:34anggota DPD
01:06:36Kepala Daerah
01:06:37Presiden Wakil Presiden
01:06:38begitu
01:06:38tetapi kemudian
01:06:40hal itu
01:06:41menjadi terhambat
01:06:42ya karena tadi
01:06:43politik biaya tinggi
01:06:45dan kemudian
01:06:46bagaimana
01:06:47partai politik
01:06:48makin menjauh
01:06:49dari aspirasi warga
01:06:51kebijakan-kebijakan
01:06:52pun berorientasi
01:06:54pada
01:06:54bagaimana
01:06:55memenangkan kembali
01:06:56kontestasi elektoral
01:06:58berikutnya
01:06:58saya berharap
01:06:59apa yang dihadapi
01:07:01oleh sektor pendidikan
01:07:02tadi yang disampaikan
01:07:03oleh Mas Reza
01:07:04di isu lingkungan
01:07:06krisis iklim
01:07:07yang ternyata
01:07:08ujung-ujungnya
01:07:09penghambatnya juga
01:07:10politik elektoral
01:07:11lalu juga
01:07:12isu desentralisasi
01:07:13bagaimana kemudian
01:07:14nepotisme itu
01:07:16juga
01:07:17berujung pada
01:07:18tidak performnya
01:07:20kepemimpinan daerah
01:07:21itu bisa kita atasi
01:07:22begitu
01:07:23karena
01:07:24cita kita
01:07:25soal kedaulatan rakyat
01:07:26bukan kemudian
01:07:28kedaulatan
01:07:28milik segelintir elit
01:07:30milik
01:07:31sekelompok
01:07:32keluarga tertentu
01:07:33dan pemilu
01:07:35bukan untuk
01:07:35mewariskan
01:07:36kekuasaan keluarga
01:07:38tetapi
01:07:39pemilu adalah
01:07:40arena dimana
01:07:41cita para orang muda
01:07:4328 Oktober
01:07:45hampir
01:07:46satu abad yang lalu
01:07:47membayangkan
01:07:49Indonesia
01:07:49yang milik
01:07:50bersama
01:07:51dan harapannya adalah
01:07:53RUU
01:07:54pemilu
01:07:54betul-betul
01:07:55kita kawal
01:07:56sehingga ruang-ruang
01:07:58tadi mampu
01:07:58menghantarkan
01:07:59wakil rakyat
01:08:00yang bisa
01:08:01menghasilkan
01:08:02undang-undang yang
01:08:03bagus
01:08:03termasuk
01:08:04undang-undang
01:08:04sisdiknas
01:08:05undang-undang
01:08:06pemda
01:08:06yang dijalankan
01:08:07secara konsisten
01:08:08dan undang-undang
01:08:10yang bisa
01:08:10kemudian betul-betul
01:08:11merealisasikan
01:08:12energi terbarukan
01:08:13karena itu
01:08:14undang-undang
01:08:15pemilu
01:08:16harus hadir
01:08:17dengan
01:08:18kontestasi
01:08:19yang murah
01:08:20yang sederhana
01:08:21yang sederhana
01:08:23yang inklusif
01:08:24dan yang betul-betul
01:08:26menghasilkan
01:08:27pejabat-pejabat publik
01:08:28sebagaimana suara kita
01:08:30itu juga yang mereka
01:08:31suarakan
01:08:32jadi mudah-mudahan
01:08:33gagasan soal
01:08:34empat usulan
01:08:36tadi
01:08:36partai politik
01:08:38daerah
01:08:38atau partai politik
01:08:39lokal
01:08:40untuk ikut
01:08:41pemilu serentak
01:08:41daerah
01:08:42yang kedua
01:08:43hapus rezim
01:08:44ambang batas
01:08:45baik ambang batas
01:08:46pencalonan presiden
01:08:47dan
01:08:48ambang batas
01:08:49parlemen
01:08:50yang ketiga
01:08:51transformasi
01:08:52sistem pemilu
01:08:53jadi sistem pemilu
01:08:53campuran
01:08:54dan yang terakhir
01:08:55pendanaan
01:08:56partai politik
01:08:57dari alokasi
01:08:58dana negara
01:08:59yang lebih signifikan
01:09:00mudah-mudahan
01:09:01bisa mereformasi
01:09:02partai politik kita
01:09:03mereformasi
01:09:04pemilu kita
01:09:05ternyata
01:09:06hampir semua
01:09:07persoalan yang kita
01:09:08hadapi hari ini
01:09:09itu
01:09:10hulunya
01:09:11ada di partai politik
01:09:12dan pemilu
01:09:13dan itu yang harus
01:09:14kita akhiri
01:09:15terima kasih Mbak Titi
01:09:16saya ke Mbak Halit
01:09:18Halit ya
01:09:19untuk closing statement
01:09:20terkait dengan isu
01:09:21lingkungan dan iklim
01:09:22tadi
01:09:23ya saya
01:09:24ingin merecall lagi
01:09:25janji sebagai sebuah bangsa
01:09:2898 tahun yang lalu
01:09:30janji bahwa
01:09:31Indonesia akan abadi
01:09:33yang akan memastikan
01:09:35rakyatnya
01:09:36pulau
01:09:36lautnya
01:09:37semuanya bisa selamat
01:09:39nah janji inilah yang
01:09:41harusnya bisa kita penuhi
01:09:43untuk Indonesia
01:09:44esok
01:09:45ke depan
01:09:46yang lebih baik
01:09:47Indonesia
01:09:48ke depan
01:09:49yang seperti apa
01:09:50Indonesia yang
01:09:51tidak
01:09:52menggantungkan
01:09:53sumber energinya
01:09:54dari energi fosil
01:09:56yang kita tahu
01:09:57sangat berisiko tinggi
01:09:58bagi lingkungan
01:09:59dan juga keselamatan
01:10:01rakyat
01:10:01Indonesia
01:10:03di masa depan
01:10:05yang tidak
01:10:06lagi tergantung
01:10:07pada solusi-solusi
01:10:08palsu ya
01:10:09termasuk
01:10:09energi
01:10:11gas fosil
01:10:12yang diklaim
01:10:14sebagai
01:10:14energi terbarukan
01:10:16dan
01:10:16bisa segera
01:10:18beralih
01:10:18ke energi terbarukan
01:10:20yang berkeadilan
01:10:22demokratisasi energi
01:10:24menjadi kunci
01:10:25agar
01:10:26yang saya
01:10:27sampaikan
01:10:28energi
01:10:29adalah
01:10:29fondasi
01:10:30dari kehidupan
01:10:31berbangsa
01:10:32dan bernegara
01:10:33fondasi ini
01:10:34harus berbasiskan
01:10:35pada rakyat
01:10:36yang memiliki
01:10:37kedaulatan
01:10:38karenanya
01:10:38demokratisasi energi
01:10:40menjadi penting
01:10:41ini
01:10:42untuk memastikan
01:10:43agar
01:10:44Indonesia
01:10:45bisa tetap
01:10:46abadi
01:10:46terima kasih
01:10:48saya ke
01:10:49mas Herman
01:10:50closing statement
01:10:51soal apa yang
01:10:52dinyatakan tadi
01:10:53dan harapan kita
01:10:54ke depan
01:10:54supaya Indonesia
01:10:55menjadi lebih baik
01:10:5898 tahun
01:10:59yang lalu
01:11:00kita berjanji
01:11:01untuk
01:11:02hidup
01:11:03sebagai satu
01:11:03bangsa
01:11:04dengan satu
01:11:04bahasa yang sama
01:11:05yang disebut
01:11:06dengan Indonesia
01:11:07tahun 98
01:11:09kita berkomitmen
01:11:11untuk
01:11:12mereformasi
01:11:13tata kelola
01:11:14pemerintahan kita
01:11:14salah satunya
01:11:15itu adalah
01:11:16desentralisasi
01:11:17dan otonomi
01:11:18daerah
01:11:18karena kita yakin
01:11:19sistem ini
01:11:21mampu
01:11:22mempererat
01:11:23dan juga
01:11:24menjaga
01:11:24komitmen
01:11:2598 tahun
01:11:26yang lalu
01:11:26terkait dengan
01:11:27satu nusra
01:11:28satu bangsa
01:11:29dan juga
01:11:29satu bahasa
01:11:30namun
01:11:31yang perlu diingat
01:11:32bahwa komitmen itu
01:11:34itu juga ada
01:11:35harga
01:11:35mahal yang harus
01:11:36dibayar
01:11:37semua
01:11:38kerajaan-kerajaan
01:11:40kecil
01:11:40daerah-daerah
01:11:41itu rela
01:11:42melepaskan
01:11:44kekuasanya
01:11:45untuk bersatu
01:11:46di bawah
01:11:46negara
01:11:46kesatuan
01:11:47republik
01:11:48indonesia
01:11:48untuk itu
01:11:49kita berharap
01:11:50hubungan
01:11:52antara
01:11:52pemerintah pusat
01:11:53dengan pemerintah
01:11:54daerah
01:11:54itu mesti
01:11:55ditata
01:11:56secara
01:11:56lebih adil
01:11:57agar kita
01:11:58tidak
01:11:58merusak
01:11:59apa yang sudah
01:12:00menjadi
01:12:00komitmen
01:12:01bersama kita
01:12:01yang terakhir
01:12:03kalau kita
01:12:04bicara
01:12:05Indonesia
01:12:06di hari
01:12:07esok
01:12:08atau Indonesia
01:12:09di tahun
01:12:092045
01:12:10itu kita
01:12:12bisa bangun
01:12:13dengan rasa
01:12:14optimisme
01:12:14yang luar
01:12:15biasa
01:12:15kalau
01:12:16kita
01:12:17itu
01:12:17membangun
01:12:18dari daerah
01:12:19bangun
01:12:19Indonesia
01:12:20itu bangun
01:12:21dari daerah
01:12:21terima kasih
01:12:23Mas Herman
01:12:24terakhir kepada
01:12:25Reza
01:12:26closing statement
01:12:27terkait dengan
01:12:28gagasan yang disampaikan
01:12:29diskusi tadi
01:12:29kita
01:12:30kita ketahui
01:12:31bahwa
01:12:32bangsa ini
01:12:33juga berdiri
01:12:34atas
01:12:34inisiasi
01:12:36serta pemikir-pemikir
01:12:37muda pada
01:12:38masanya
01:12:38dan perubahan
01:12:39terus terjadi
01:12:40lewat
01:12:41kaum-kaum muda
01:12:42hari ini
01:12:42saya berharap
01:12:43bahwa
01:12:45ketika kita
01:12:46melihat
01:12:46besarnya
01:12:47harapan pada
01:12:48pemuda-pemudi
01:12:49itu juga
01:12:50tidak bisa dilepas
01:12:51dari siapa yang
01:12:51diguguh
01:12:52dan siapa yang
01:12:53ditiru
01:12:53yaitu para
01:12:54guru-guru
01:12:55yang menjadi
01:12:55tenaga pendidik
01:12:56yang menjadi
01:12:57salah satu
01:12:59tulang punggung
01:13:00atau pilar penting
01:13:01pada kemajuan
01:13:01sebuah bangsa
01:13:02kesejahteraan ini
01:13:04tidak hanya bisa disebut
01:13:05dengan kata layak
01:13:06tapi kesejahteraan ini
01:13:07harus diutuskan
01:13:08dengan sebuah
01:13:09undang-undang
01:13:10atau
01:13:11bentuk-bentuk lain
01:13:13dari aturan-aturan
01:13:14yang rigid
01:13:15yang disebut
01:13:16dengan konkret
01:13:17isi
01:13:18yang tidak
01:13:19multi-interpretatif
01:13:20oleh sebab itu
01:13:21saya mendorong
01:13:22mudah-mudahan
01:13:23Komisi 10
01:13:25akan melahirkan
01:13:26undang-undang
01:13:26dan sistik nasi yang
01:13:27baru ini
01:13:28lengkap dengan
01:13:29betul-betul
01:13:30meletakkan
01:13:31dasar-dasar yang
01:13:32konkret
01:13:32tentang apa yang
01:13:33disebut guru
01:13:34yang sejahtera
01:13:35terima kasih
01:13:37Reza
01:13:37dan sejahtera guru
01:13:38tadi jadi pijakan
01:13:39buat kita juga
01:13:40mendapatkan generasi
01:13:41yang lebih baik
01:13:42dan dari seluruh
01:13:43gagasan yang kita
01:13:44dengar pada malam hari ini
01:13:46ada satu pesan
01:13:47yang patut kita
01:13:47bawa pulang
01:13:48yaitu
01:13:48masa depan Indonesia
01:13:50adalah
01:13:50tanggung jawab
01:13:51kita bersama
01:13:51di masing-masing pilar
01:13:52pendidikan
01:13:53lingkungan
01:13:54daerah
01:13:55dan juga
01:13:55di negara
01:13:56keberlanjutan
01:13:57tidak cukup
01:13:58dibebankan
01:13:59kepada satu atau dua orang
01:14:01negara
01:14:02dunia usaha
01:14:03dan masyarakat
01:14:04perlu bergerak bersama
01:14:05dengan keberanian
01:14:06mengambil keputusan
01:14:07dan konsisten
01:14:09untuk menjalankannya
01:14:10Indonesia yang kuat
01:14:12tumbuh dari kerja bersama
01:14:13yang terus dijaga
01:14:14karena itu
01:14:15mari rawat optimisme
01:14:16bukan sebagai alasan
01:14:18untuk berdiam diri
01:14:19melainkan sebagai tenaga
01:14:21untuk mencari jalan
01:14:22dan menghadirkan
01:14:23solusi
01:14:24kita bukan hanya
01:14:25menerima dampak
01:14:26perubahan
01:14:26kita dapat turut
01:14:28menentukan
01:14:29arahnya
01:14:30hadirin sekalian
01:14:31demikian gagas RI
01:14:33episode spesial
01:14:34Sumpah Pemuda
01:14:35Indonesia
01:14:36besok
01:14:37saya Wisnu Nugroho
01:14:38pamit undur diri
01:14:39sampai jumpa
01:14:40di gagas RI
01:14:41berikutnya
01:14:42terima kasih
01:14:43dan selamat malam
01:14:44terima kasih Mbak Titi
01:14:45atas gagasannya
01:14:47yang promosi
01:14:59selamat menikmati

Dianjurkan