Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memberikan peringatan kepada pihak asing yang menghina Indonesia terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Zulkifli Hasan menegaskan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang baik dan bersatu. Ia juga menyatakan pemerintah dan tim penanggulangan bencana telah bekerja keras menangani karhutla.

Di tengah kritik sejumlah pihak di luar negeri terhadap penanganan karhutla, pemerintah memangkas pasokan gas ke Singapura. Kebijakan ini memunculkan pertanyaan mengenai hubungan Indonesia dan Singapura di tengah situasi tersebut.

Persoalan ini akan kita bahas bersama Co-Founder Synergy Policies, Dina Prapto Raharja.

#karhutla #indonesia #singapura #zulkiflihasan #hubunganinternasional #kompastv

Baca Juga Aliansi Lampung Melawan Gelar Demo, Tuntut Karhutla Ditetapkan sebagai Bencana Nasional | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/regional/698345/aliansi-lampung-melawan-gelar-demo-tuntut-karhutla-ditetapkan-sebagai-bencana-nasional-sapa-malam

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/698350/full-singapura-malaysia-kritik-karhutla-indonesia-marah-pengamat-internasional-jelaskan-efeknya
Transkrip
00:03Intro
00:05Kami lanjutkan kompas petang, saudara Menteri Koordinator Bidang Pangan Sulkifli Hasan
00:10memberikan peringatan keras kepada negara tetangga yang menghina Indonesia
00:13terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan.
00:19Siap bekerja!
00:24Menko Pangan menegaskan bahwa Indonesia adalah bangsa yang baik dan bersatu
00:28namun ia meminta pihak asing untuk berhati-hati
00:31karena jika bangsa ini sudah marah, maka situasi bisa menjadi bahaya.
00:37Respon setegas ini dikeluarkan untuk menjaga kehormatan dan martabat bangsa
00:42di kancah internasional di tengah upaya keras penanggulangan bencana.
00:48Jokifli Hasan juga meluruskan bahwa pemerintah dan tim penanggulangan bencana
00:53tidak tinggal diam,
00:55melainkan sudah bekerja keras dalam penanganan karhutlah.
01:03Sekarang pemerintah siang dan malam memang tidak mudah
01:07karena tidak ada hujuan sama sekali, kan tanah kita ini gambut ya.
01:12Untuk matikan api itu tidak mudah.
01:14Tapi kita sudah bekerja keras,
01:17badan meluang berjalan bekerja keras,
01:20persegi sudah turun, semua sudah turun ya.
01:23Bahwa ada negara-negara yang menghina-hina kita.
01:28Kita ini bangsa yang satu, bangsa yang baik ya.
01:32Tapi hati-hati loh, kalau kita sudah marah juga bahaya ya kan.
01:36Anggota Parlemen Malaysia, Kalam Bin Salan,
01:39sempat menyampaikan pesan terbuka kepada Presiden Indonesia, Prabowo Subianto.
01:44Kami kutip dari Instagram New Straight Times,
01:47melalui pesan itu,
01:49Kalam menuturkan dampak kabut asap dari kebakaran hutan di Indonesia.
01:53Dalam pesannya, Kalam juga meminta Presiden Prabowo Subianto
01:56menangani masalah berulang ini yang juga berdampak ke negara Malaysia.
02:03Bercakap dalam bahasa jauh.
02:06Assalamualaikum Pak Browo.
02:08Peripun kabar ini,
02:10Pak Rengi warasnya,
02:12Kulo Arp ngomong soal kabut asap sing
02:15Sabun tahun kok menes
02:17Songkok Indonesia nganti Malaysia.
02:21Pak,
02:22Asap songkok kok bongan alas kuih,
02:25Gawih wang Malaysia susah Arp ambekan.
02:29Akih sing watuk,
02:31Tenggoroe bodo gatal.
02:34Sesek ambekan ini,
02:36Sokolah nganti tutup,
02:38Pariwosoto jadi sepi,
02:40Lan wang wang sing nyambut gawe,
02:43Neng kebon,
02:44Aristo bodo kerja.
02:46Sing susah orang wang,
02:49wang Malaysia Pak.
02:50Wang Indonesia sing nyambut gawe kerja,
02:53Neng kebon Malaysia,
02:54Ya milu susah.
02:56Akibatnya,
02:57Asap ikhimi.
02:59Orai sokerjo,
03:01Orai sokerjo.
03:06So far,
03:07Suggest that some of the haze experience in Singapore
03:10originated from fires on the lands
03:13of seven companies in Indonesia.
03:19Kritik disampaikan dua negara tetangga Indonesia,
03:22yakni Malaysia dan Singapura,
03:24atas penanganan asap akibat kebakaran hutan dan lahan,
03:27yang juga berdampak ke wilayah mereka.
03:30Malaysia dan Singapura meminta pemerintah Indonesia
03:33bisa menangani kebakaran hutan dan lahan
03:35yang berdampak pada asap pekat
03:37dan penurunan kualitas udara,
03:39termasuk di wilayah mereka.
03:42Pemerintah Indonesia mengatakan telah mengarahkan petugas dan infrastruktur
03:46untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan.
03:48Selain itu,
03:49proses penegakan hukum terhadap pembakar hutan dan lahan
03:52juga telah dilakukan.
03:54Seperti sedang menyindir negara tetangga,
03:57dalam pidato di sidang Kabinet Paripurna
03:59dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran,
04:01Presiden Prabowo sempat mengatakan
04:03ada negara yang menghina bangsa Indonesia
04:05terkait kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.
04:08Denomina karutlah tidak semata-mata alamiah.
04:13Ada campur tangan manusia.
04:15Bagi negara-negara tertentu
04:17yang suka menghina bangsa Indonesia,
04:24pada saatnya kita akan buka
04:27perusahaan-perusahaan
04:31bangsa Indonesia, bangsa yang sabar,
04:37bangsa Indonesia
04:41sering dihina.
04:44Di tengah saling lempar pernyataan
04:46soal penanganan kebakaran lahan di Indonesia,
04:49Menteri ESDM sekaligus
04:50Menko Hilirisasi dan Transisi Energi
04:52Bahlil Lahadalia
04:53pada 24 Oktober menyatakan
04:55Indonesia memangkas pasokan gas pipa ke Singapura
04:59yang besarannya mencapai 8% dari total ekspor.
05:02Menteri Bahlil bilang
05:04alasan pemangkasan pasokan gas
05:06lebih karena ada kebutuhan dalam negeri
05:08dan juga pemeliharaan.
05:10Dalam pernyataannya,
05:11ia juga menambahkan
05:12agar negara-negara tetangga
05:14kooperatif dan saling menghormati.
05:1631 yang kita
05:20potong sebagian
05:21itu masih dalam
05:23batas kontrak minimum.
05:26Dan ini terjadi
05:27karena pertama adalah terjadi pemeliharaan,
05:29shot down.
05:30Yang kedua adalah memang ada kebutuhan domestik.
05:33Terus equity treatment.
05:36Indonesia ini terlalu baik.
05:40terlalu baik.
05:43Menghargai kontrak.
05:45Tapi hargai juga dong
05:47hubungan bersama antar negara.
05:49Harus sama-sama menghargai.
05:53Bahlil menyebut pemotongan ekspor gas ke Singapura
05:56hanya sekitar 8%
05:57dan tidak melanggar kontrak.
05:59Usai kebijakan diumumkan kemarin,
06:01sore ini pemerintah Indonesia dan Singapura bertemu.
06:04Hubungan Singapura-Indonesia
06:06selama ini berjalan baik
06:07dan tak pernah mengalami ketegangan berarti.
06:10Tim Liputan, Kompas TV.
06:17Usai Indonesia melakukan pengurangan ekspor gas alam,
06:21Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan,
06:24bertemu dengan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia,
06:27Armanata Nasir,
06:28di Gedung Pancasila,
06:30Kantor Kementerian Luar Negeri.
06:31Pertemuan kedua Menteri Luar Negeri ini
06:33berlangsung di tengah kebijakan pemerintah Indonesia
06:36yang mengurangi ekspor gas alam ke Singapura
06:39mulai 24 Oktober 2026
06:41dan juga saling sindir
06:42soal penanganan karhutlah di Indonesia.
06:49Sedera di tengah kritik sejumlah negara
06:51terhadap penanganan karhutlah
06:53pemerintah memangkas pasokan gas ke Singapura
06:55lantas bagaimana hubungan Indonesia dan Singapura.
06:58Kita bahas bersama
06:58Founder Synergy Polisis, Dina Prapto Raharjem.
07:01Mbak Dina, selamat petang.
07:02Selamat petang.
07:04Mbak Dina, kita tahu bahwa ada saling sindir
07:06antara Indonesia dengan negara tetangga.
07:08Sebelumnya juga Menteri SDM bahkan mengancam
07:10jika ada negara yang tidak menghargai Indonesia
07:12tidak akan diberi ekspor
07:13dan terbukti bahwa Menteri SDM
07:15mengeluarkan kebijakan
07:16tidak mengeluarkan
07:17ataupun mengurangi ekspor gas alam
07:20ke Singapura.
07:21Anda membaca apakah memang kebijakan ini
07:22murni karena kebutuhan domestik
07:24atau memang menggambarkan ketegangan
07:26antara kedua negara?
07:28Kita enggak pernah tahu
07:30apa yang menjadi alasan
07:31kenapa harus Menteri SDM
07:33yang bicara sebagai tindak lanjut
07:35dari masalah kebakaran hutan.
07:37Ya kan?
07:38Sebenarnya awal mulanya itu kan
07:40soal kebakaran hutan yang
07:42belum selesai sampai hari ini.
07:44Dan sebenarnya kalau kita mau bicara
07:46lebih spesifik lagi
07:48kebakaran hutan itu kan
07:49mengganggu pernafasan
07:51mengganggu kesehatan.
07:52Bukan hanya untuk orang Malaysia
07:54atau Singapura sebenarnya
07:56tapi juga untuk orang Indonesia.
07:58Dan kalau kita bicara
07:59dalam hubungan internasional
08:00kita biasanya akan melihat itu
08:02prinsip apa yang bisa kita
08:04tegakkan bersama-sama.
08:05Pertama pasti soal kesehatan.
08:07Itu dulu yang harus dipahami
08:09sebagai satu hak ya.
08:10Satu hak yang harus dijamin
08:12oleh semua negara.
08:13Dan itu perkatnya sebenarnya banyak
08:15di mekanisme bilateral
08:17maupun regional lewat ASEAN gitu kan.
08:20Jadi sebenarnya terlalu tergesa-gesa
08:24terlalu emosional
08:25kalau kemudian
08:26menteri yang urusannya
08:28bukan diplomasi
08:29langsung mengeluarkan
08:32satu statement
08:33yang menurut saya
08:35sangat destruktif ya.
08:36Dalam kondisi yang seperti sekarang itu
08:38akhirnya pokok masalahnya
08:40menjadi tidak nampak
08:42menjadi pudar
08:43yang muncul itu
08:45emosi yang berkobar-kobar.
08:46Artinya kebijakan yang kemudian
08:47dikeluarkan oleh menteri SDM
08:49ini tidak tepat?
08:49Atau mungkin bisa dikatakan
08:50apakah tidak cukup dewasa
08:52pemerintah kita
08:53merespon kritik yang datang?
08:55Kalau saya bilang
08:56nomor satu itu
08:57diapapain kalau
08:58urusannya dengan negara lain
08:59apapun bentuknya lah
09:01kritik dari negara lain
09:02itu kita harus tenang dulu
09:04dan jalannya adalah
09:05lewat diplomasi.
09:07Jadi bukan dengan
09:08langsung membahas
09:10di media sosial
09:11kemudian
09:12dan masalahnya sendiri
09:15soal kebakaran hutan itu kan
09:16kita malah gak lihat ya
09:17penyelesaian yang segera
09:19itu apa?
09:20Yang ada defensif gitu.
09:22Jadi kalau kita
09:23saya sih menyimpulkannya
09:25justru
09:26di tengah situasi
09:27yang belum kelihatan
09:28titik terangnya
09:29ini ada
09:30apakah yang terjadi
09:31adalah mengalihkan
09:32kemarahan rakyat
09:33rakyat Indonesia
09:35kepada pemerintah
09:36kepada negara lain
09:38sehingga
09:39masalah ini
09:40nampaknya kemudian
09:41menjadi satu
09:42urusan negara
09:43dan ini sebenarnya
09:44sangat keliru
09:45karena akhirnya kita
09:47mengobarkan
09:48masalah baru
09:49di tengah masalah
09:50yang pokok
09:51itu belum selesai.
09:52Artinya bisa digarisbawahi
09:55bahwa
09:56pengurangan
09:56ekspor gas alam
09:58ke Singapura ini
09:58berkaitan erat
09:59dengan kritik Singapura
10:00terkait penanganan
10:01karhutlah di Indonesia.
10:02Mbak Dina.
10:03Kalau dilihat
10:04dari rentetan
10:05masalahnya
10:06jelas itu
10:07terkait.
10:08Jadi
10:09kalau
10:10hari ini ya
10:11saya melihat
10:12gambaran yang
10:13tadi muncul
10:15di Kementerian Luar Negeri
10:16bahwa
10:17Menteri Luar Negeri
10:18Singapura
10:19akhirnya datang.
10:21Datang itu
10:22kalau dalam bahasa diplomatik
10:23kan artinya
10:23menganggap Indonesia
10:24penting.
10:25Dan
10:26saya gembira
10:27bahwa Menteri Luar Negeri
10:29merespon dengan
10:30positif
10:30memberi tempat
10:31yang istimewa
10:32karena
10:32ditemuinya itu
10:34di Gedung Pancasila
10:35bukan sekedar
10:36di kantor
10:36Menteri Luar Negeri
10:37yang ada
10:38di lantai tengah
10:39tapi dia
10:39buatkan tempat
10:40yang lebih istimewa
10:42untuk diskusi tersebut
10:43walaupun
10:44relatif singkat
10:45tapi saya berharap
10:46memang dibicarakan
10:47di sana
10:47intensi Indonesia
10:49itu apa.
10:50Hanya saja
10:50memang
10:51kalau dari segi
10:52diplomasi
10:52kita tuh
10:53bahan bakunya
10:55itu tetap saja
10:55dari kementerian-kementerian
10:57teknis
10:57kemudian
10:58kementerian
10:58di
10:59hubungan antara
11:01kementerian teknis
11:01tersebut
11:02dengan pemerintah daerah
11:03masalahnya harus
11:04bisa diselesaikan
11:06nanti baru di
11:06kementerian luar negeri
11:07itu membantu
11:08untuk menjelaskan
11:10memitigasi
11:11kemudian
11:12kita masih ingat
11:13waktu itu sebenarnya
11:13Singapura dan Malaysia
11:15menawarkan bantuan ya
11:16karena tahulah
11:17itu masalah
11:19memadamkan api ini
11:20bukan satu hal yang mudah
11:21ketika itu terjadi
11:23tapi kan itu
11:24tidak disambut
11:24ya
11:25oke
11:25menurut Anda sendiri
11:26Singapura apakah akan
11:27memberi reaksi balasan
11:29jika iya apa
11:30yang kemudian akan dilakukan
11:30oleh Singapura Mbak Dina?
11:33negara-negara lain itu
11:35punya satu kebiasaan
11:36bahwa
11:37kalau mereka
11:38mau melakukan sesuatu
11:39yang sifatnya
11:40menonjolkan
11:41kepentingannya
11:42itu gak mungkin
11:43disampaikan secara
11:44terbuka
11:44jadi
11:45berkebalikan nih
11:47dengan Indonesia nih ya
11:48yang kita saksikan
11:49barusan ini adalah
11:50kita menyampaikan
11:51terang-terangan
11:52apa
11:52arah kita
11:53bahkan kita mau
11:54ngeblok
11:56penggunaan
11:57apa namanya
11:58tadi transit di
12:00Singapura
12:01bahkan
12:02agen perjalanan
12:04dari Singapura
12:04dan seterusnya
12:05dan seterusnya
12:06jadi kemana-mana
12:07tadi soal pangan
12:08gitu kan
12:08padahal kan
12:09akhirnya orang jadi tahu ya
12:11Indonesia itu
12:12apakah sedang
12:13menegakkan
12:14nasionalisme
12:15yang berlebihan
12:17yang efeknya itu
12:18tidak dihitung
12:19jangka panjangnya itu
12:21seperti apa
12:21karena akhirnya
12:23negara lain itu
12:24akhirnya bisa membaca
12:25bahwa
12:25oke kita diversifikasi aja
12:27dari Indonesia
12:28kita cari mitra lain
12:30yang lebih bisa diandalkan
12:32itulah efek yang harus
12:33kita antisipasi
12:34ke depannya
12:34berarti kita
12:35padahal masih butuh ya
12:36mitra-mitra ekonomi
12:38mitra kerjasama
12:40dan kita tahu
12:41misalnya dengan Singapura
12:42kerjasama kita itu
12:43paling banyak apa
12:43dengan pendidikan
12:45kemudian juga soal
12:46transit untuk ekonomi
12:49kita juga lewat
12:50Singapura
12:50belum lagi kerjasama
12:51soal ASEAN
12:52kita banyak sekali kerjasama
12:55politik
12:57keamanan
12:57ekonomi
12:58sosial budaya
12:59juga lewat
13:00Malaysia dan Singapura
13:01jadi
13:01sebenarnya
13:03buat apa
13:03kita mengatakan
13:04hal-hal yang justru
13:05akan menyulut
13:06emosi yang lebih luas
13:07oke dan tentu
13:08kita berharap
13:09pertemuan antara
13:10kedua menlu ini
13:11juga bisa
13:12meninginkan suasana
13:13dan juga
13:14tetap menjalin
13:15hubungan yang baik
13:16antara kedua negara
13:16terima kasih Mbak Dina
13:17Prapto telah bergabung
13:19di Kompos Metang
13:19terima kasih Mbak Dina

Dianjurkan