Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
MADIUN, KOMPAS.TV Polisi mengungkap motif pembunuhan seorang perempuan bernama Dini dan anak laki-lakinya yang masih balita di Madiun, Jawa Timur. Pelaku yang merupakan suami siri korban ditangkap di tempat persembunyiannya di Jombang pada Minggu, 25 Oktober 2026.

Polisi menyebut pembunuhan dipicu perselisihan pribadi. Pelaku diduga sempat terlibat cekcok dengan korban sebelum pembunuhan terjadi. Sejumlah barang bukti turut disita, di antaranya mobil, sepeda motor, dan gergaji listrik. Pelaku dijerat pasal pembunuhan berencana.

Korban yang merupakan warga Bogor, Jawa Barat, dilaporkan hilang bersama anaknya sejak 5 Oktober 2026. Dalam proses penyelidikan, pelaku bahkan sempat berpura-pura ikut mencari keberadaan istri siri dan anaknya.

Bagaimana perselisihan pribadi bisa berujung pada pembunuhan? Kita bahas bersama Kriminolog Universitas Budi Luhur, Lucky Nurhadiyanto.

#pembunuhan #madiun #kriminal #polisi #kriminologi #kompastv

Baca Juga [FULL] Dirreskrimum Polda Jawa Timur Ceritakan Kronologi Lengkap Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun di https://www.kompas.tv/regional/698347/full-dirreskrimum-polda-jawa-timur-ceritakan-kronologi-lengkap-pembunuhan-ibu-dan-anak-di-madiun

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/698354/full-kriminolog-bahas-motif-suami-siri-tega-bunuh-istri-dan-anak-di-madiun-begini-penyebabnya
Transkrip
00:00Sorotan berikutnya, Sudara Polisi mengukap motif pembunuhan sadis ibu dan anak di Madiun, Jawa Timur, lantaran perselisian pribadi.
00:08Pelaku ditangkap di tempat persembunyiannya di Jombang, Jawa Timur, 25 Oktober lalu.
00:39Seorang perempuan dan anak balitanya tewas dengan tragis. Pelakunya bukan orang asing, tapi justru dari wajah yang sangat dikenal.
00:50Orang terdekatnya, suami sirinya. Pelaku ditangkap di tempat persembunyiannya di Jombang, Jawa Timur pada minggu 25 Oktober.
01:00Polisi mencinta barang bukti berupa mobil, sepeda motor, hingga gergaji listrik.
01:05Mas, ada yang disangkai kan, Mas?
01:07Saya mau minta maaf kepada keluarganya, Pak.
01:10Minta maaf kepada keluarganya, Pak.
01:12Kenapa, Mas?
01:13Kenapa?
01:14Saya merasa misalah.
01:16Merasa misalah?
01:17Ya, menyesal, Pak.
01:19Menyesal, Pak.
01:19Ya, menyesal.
01:21Polisi bilang motif pelaku tega membunuh istri dan anaknya dipicu perselisihan pribadi.
01:27Diduga pelaku dan korban sempat cekcok sebelum pembunuhan terjadi.
01:32Pelaku dijerat pasal pembunuhan berencana.
01:36Terkait dengan motif, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, perselisihan tersebut diduga tidak terbelakangi perselisihan dalam hubungan pribadi antara tersangka dengan korban
01:48beristensial DH.
01:50Penyidik juga masih terus mendalami motif secara keseluruhan rangkaian perselisihan tersebut berdasarkan ala bukti yang kami peroleh.
02:00Terhadap tersangka, penyidik menerapkan pasal yang utama yaitu pembunuhan berencana.
02:08Korban yang merupakan warga Bogor, Jawa Barat dinyatakan hilang bersama anak laki-lakinya sejak 5 Oktober lalu.
02:15Aktivitas korban dan pelaku sempat rekam CCTV hotel saat keduanya masuk ke dalam hotel bersama pelaku.
02:23Rekaman lain menunjukkan pelaku terlihat keluar menuju mobil untuk mengambil sebuah kantong.
02:28Setelah itu, keberadaan dini dan sang anak tak lagi terlihat.
02:33Usai kejadian, keluarga korban yang tak bisa menghubungi korban segera melapor ke polisi.
02:39Saat proses penyelidikan, pelaku bahkan sempat berpura-pura ikut mencari keberadaan istri siri dan anaknya.
02:46Keluarga berharap pelaku diganjar hukuman berat.
03:06Polisi kini masih mendalami motif kasus yang menewaskan ibu dan anak ini.
03:23Polisi mengungkap motif pembunuhan sadis dilakukan suami siri kepada istri dan anak tirinya di Madiun Lantaran Cekcok.
03:30Bagaimana motif ini bisa berujung pada pembunuhan sadis?
03:33Kita bahas bersama kriminolog Universitas Budi Luhur, Luki Nur Hadianto.
03:39Selamat malam Pak Luki.
03:42Malam, Mas Gali.
03:44Pak Luki, polisi menyebut perselisian rumah tangga ini menjadi pemicu dalam pembunuhan sadis.
03:50Namun secara kriminologis, Pak Luki, bagaimana perselisian ini cukup menjelaskan dalam pembunuhan sadis ini?
03:59Atau mungkin Anda bisa melihat bahwa ada motif lainnya dalam kasus ini?
04:04Ya, sebelumnya memang ini menjadi salah satu kasus yang terulang kembali gitu ya.
04:10Bahwa orang-orang terdekat menjadikan anggota keluarganya sebagai sasaran untuk melampiaskan secara kekerasan
04:17atau bahkan kemudian melakukan pembunuhan.
04:19Yang pertama perlu kita pahami adalah, Mas Gali, bahwa kemudian ini terjadi karena relasi yang bersifat spousal homicide di sana.
04:24Jadi seringkali orang-orang terdekat yang mohon maaf misalnya tanpa adanya status
04:29atau kemudian dengan adanya pernikahan yang memang tidak telegitimasi oleh pemerintahan gitu.
04:34Maka pada sisi ini yang perlu kita pahami adalah korban seringkali tidak memiliki upaya untuk bisa memperjuangkan hak-haknya.
04:41Yang kedua yang perlu kita lihat berikutnya ada yang kita kenal sebagai konsep cycle of violence di sana.
04:46Jadi indikasi kekerasan dilakukan oleh pasangan rumah tangga itu sebenarnya terpolakan gitu, Mas Gali.
04:51Yang pertama, mereka akan mudah gitu ya untuk menjadikan kekerasan itu sebagai salah satu bentuk kebenaran.
04:57Jadi tidak perlu lagi satu alasan pemicu yang cukup besar atau kemudian bahkan, mohon maaf,
05:02tidak perlu lagi alasan-alasan yang bisa memberatkan bahwa apa yang mereka lakukan
05:06itu terpicu oleh satu permasalahan konflik rumah tangga yang cukup serius seperti itu.
05:09Yang kedua adalah saat kemudian ini terjadi perulangan, maka seringkali korban akan memasuki fase pemaafan.
05:15Jadi saat kemudian ini terjadi antara pelaku dengan korban itu sudah ditataran bahwa mereka saling memahami
05:21dan mungkin korban juga menyadari bahwa suatu saat akan meledak bahkan kemudian berujung pada terjadinya pembunuhan.
05:27Nah yang ketiga, yang kemudian lebih berbahaya lagi adalah saat kemudian ini diajadikan sebagai salah satu upaya untuk penyelesaian suatu
05:33masalah.
05:33Maka diantara korban dan pelaku tidak lagi berada pada satu ikatan emosional yang cukup kuat,
05:38tapi di sisi lain seringkali berada pada ikatan transaksional saat kemudian salah satu pasangan
05:42tidak bisa memenuhi, mohon maaf, misalnya asal-asalan biologisnya, atau kemudian ada permasalahan ekonomi,
05:48atau karena adanya letupan makian dari pasangannya, maka tentu kekerasan ada jadilan keluar yang harusnya mereka ambil alih
05:55atau kemudian mereka selesaikan. Kurang lebih demikian mas Gali.
05:57Jadi artinya Anda ingin mengatakan bahwa secara kriminologis ini tidak cukup hanya menjelaskan dengan perselisian
06:05atau cekcok rumah tangga hingga akhirnya terjadi pembunuhan yang sadis ini?
06:09Ya karena tentu kita bisa melihat upaya-upaya seperti ini memang pertama tadi saya sampaikan juga terpola mas Gali.
06:15Jadi saat kemudian ini terjadi, mereka akan menjadikan ini sebagai salah satu pemakmuman.
06:19Yang kedua adalah, seringkali ini terakumulasi.
06:22Karena memang status yang terjalin di antara kedua belah pihak ini tidak memiliki legitimasi yang kuat,
06:29maka tentu apa yang terjadi di antara kedua belah pihak tidak memiliki juga tanggung jawab secara hukum.
06:34Nah yang ketiga adalah, dalam konteks ini pula,
06:37seringkali perempuan yang tidak memiliki kemampuan secara tanda kutip gitu,
06:40untuk melakukan pemilihan diri terhadap pasangannya,
06:43itu mudah untuk atau kemudian menjadi rentan untuk menjadi sasaran dari kekerasan.
06:47Hal seperti ini, akhirnya dalam berbagai kasus gitu ya,
06:51entah kemudian karena adanya ejekan,
06:53atau kemudian permasalahan ekonomi tadi saya sampaikan,
06:55atau memang karena hal-hal yang bersifat kecemburuan gitu ya,
06:59karena memang mereka tidak memiliki satu ikatan yang cukup kuat,
07:03maka akan mudah untuk menstimulus para pelaku untuk melakukan kekerasan.
07:06Nah yang keempat adalah dalam konteks ini pula,
07:08barrier dalam kontrol sosial, itu tidak terjalin dengan baik.
07:11Jadi apakah memang dalam konteks ini keluarga,
07:14atau latar belakang keluarga yang tidak dikenali,
07:16atau kemudian mereka mendapatkan pemahaman antara satu dengan lain yang melalui media sosial,
07:21sehingga mereka tidak berada pada titik bahwa apa yang mereka jalin gitu,
07:25dalam konteks rumah tangga tersebut,
07:28itu memang didasari oleh adanya ikatan tertentu.
07:30Di sisi lain pula, pada posisi ini,
07:32seringkali perempuan berada pada titik yang sangat amat perugikan,
07:35karena mereka menjadi korban dan mereka memiliki kerentaran cukup tinggi
07:38untuk menjadi sasaran dari kekerasan bahkan yang mengarah kepada pembunuhan.
07:41Ironisnya adalah dalam konteks ini pula,
07:43pelaku menghabisi anaknya gitu,
07:47untuk kemudian bisa menghilangkan jejaknya di sisi lain,
07:49untuk kemudian melampiaskan secara membabi buta kekesalan tersebut,
07:53tidak hanya cukup kepada ibunya,
07:55tapi kemudian dilampiaskan kepada anaknya.
07:59Menghabisi ibunya dan menghabisi anaknya,
08:02lalu tadi Anda mengatakan bahwa ada dugaan untuk menghilangkan jejak.
08:06Apakah ini Anda melihat pelaku,
08:08sebetulnya melakukan pembunuhan secara sahadis ini,
08:11terencana?
08:12Pak Luki.
08:14Ya, ada dua aspek yang perlu kita lihat,
08:16jika memang kita kategorisasi dia terencana,
08:19maka unsur yang paling utama sudah ada niatan di sana.
08:22Niatan dalam artian bisa diimplementasikan,
08:25atau diartikulasikan dalam bentuk rencana-rencana step by step,
08:28atau kemudian peralatan yang digunakannya.
08:30Nah, karena kronologisnya kita lihat bahwa memang ini dilakukan
08:34karena adanya letupan emosional,
08:36maka biasanya orang-orang seperti ini melakukan
08:38karena dia merasa tersinggung,
08:40egonya kemudian ternodai,
08:43atau kemudian secara kontrol sosial,
08:44tidak ada berian yang bisa menahan dia
08:46untuk bisa menahan apa yang ingin dilakukan kepada pasangan tersebut.
08:50Nah, yang kedua,
08:50ada yang kita kategorisasi sebagai instrumentalis.
08:52Jadi, biasanya orang-orang seperti ini
08:55mendekati perempuan yang memang membutuhkan kaisa,
08:58yang misalnya seperti itu dengan gendali bahwa mereka
09:00bisa memberikan kenyamanan,
09:02mereka dalam konteks ekonomi,
09:03tapi di sisi lain,
09:04ada barang-barang yang ingin mereka dapatkan
09:06atau kuasai dalam kandar putih.
09:07Nah, kita bisa kategorisasi,
09:09memang kemudian seperti ini perlu didalami
09:11niatan dari pelaku tersebut,
09:14apakah sejauh mana mereka sudah merencanakan
09:16mulai dari letaknya,
09:18terus kemudian upaya untuk melakukan pertemuan dengan korban,
09:22sampai kemudian bisa menghilangkan jejaknya.
09:23Yang kedua, dengan alat-alat yang digunakan,
09:25seringkali memang mereka berupaya.
09:27Saat kemudian sudah dilakukan pembunuhan,
09:29mereka baru menyadari bahwa ini adalah salah satu jejak
09:31yang mereka sulit untuk bisa biaskan,
09:34atau kemudian mereka kaburkan.
09:35Makanya, apa yang dilakukan berikutnya adalah
09:37melakukan mutilasi,
09:38atau kemudian bahkan menghilangkan jejak.
09:39Pak Luki,
09:41Pak Luki,
09:41tapi jika melihat keterangan dari tersangka ini,
09:43ketika dimintai keterangan itu bisa berubah-berubah,
09:46bagaimana Anda melihat perilaku ini,
09:48dan bagaimana polisi bisa mendalami ketika perilakunya,
09:51ataupun pernyatanya berubah-ubah?
09:54Ya, yang menarik adalah,
09:55yang perlu didalami juga dari
09:56via florensi kepolisian,
09:58secara kejiwaan,
09:59apakah memang mereka memiliki kecendurungan sosiopat,
10:02jadi dia bisa berbaur dengan mudah,
10:04dengan masyarakat,
10:05atau kemudian dengan lawan jenis
10:07yang dia bisa pikat secara mudah.
10:10Nah, yang kedua yang bisa kita lihat berikutnya adalah,
10:13secara keterangan memang dia tidak memiliki
10:16apa namanya,
10:17kestabilan gitu ya,
10:18maka ini mengindikasikan emosi yang dia dapati,
10:21itu cenderung labil,
10:22dan kemudian dia tidak bisa mempertanggungjawabkan
10:24dalam tanda putih gitu ya,
10:26bahwa apa yang dilakukan itu dilakukan dengan sadar,
10:28dan dalih bahwa dia melakukan satu ini,
10:30pembunuhan ini dengan keterangan yang berbeda,
10:32dan di sisi lain itu bisa menguntungkan dirinya.
10:34Tapi di sisi lain pasti kepolisian juga memiliki
10:36satu apa namanya,
10:38scientific investigation yang cukup mumpuni,
10:40untuk bisa membuktikan bahwa memang,
10:41yang bersangkutan melakukan ini,
10:43entah memang sudah ada niatan,
10:44dalam tanda kutip untuk memasih harta koban,
10:46atau memang karena ada letupan emosional.
10:48Nah, hal ini kemudian menjadikan keterangan dari pelaku,
10:51itu cenderung berubah-ubah,
10:52dan sulit untuk dipegang.
10:53Tapi di sisi lain,
10:54yang bisa kita lihat berikutnya adalah,
10:56sejauh mana aktivitas,
10:57atau kemudian profiling dari pelaku tersebut,
10:59bisa menggambarkan kejiwaannya,
11:01yang pertama,
11:02yang kedua,
11:02ada riwayat kekerasan,
11:03yang seringkali biasanya,
11:05tidak hanya dilakukan kepada korban.
11:06Bisa jadi kemudian,
11:07dalam beberapa kasus,
11:08mereka sudah memiliki satu pola tertentu,
11:10dengan berbagai jenis korban lainnya,
11:12tapi di sisi lain,
11:13korban ini,
11:14tidak mengarah kepada terjadinya kekerasan,
11:16ya pembunuhan,
11:17maaf,
11:17tapi kemudian,
11:18adanya kekerasan-kekerasan,
11:19yang sudah pernah mereka dilakukan.
11:21Baik,
11:21kita akan lihat,
11:22bagaimana polisi melakukan pemeriksaan,
11:24hingga menemukan motif lain,
11:26ataupun,
11:26atau malah sampai di sini,
11:28dan kita lihat juga,
11:29apakah nanti,
11:30polisi bisa mengusut tuntas kasus ini.
11:33Terima kasih,
11:33Pak Luki Nur Hadianto,
11:35Kriminolog Universitas Budi Luhur,
11:36telah bergabung bersama kami di Kompas Malam.

Dianjurkan