Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Respons Santai Bahlil Ditanya Wartawan Terkait Isu Nuklir Dekat Singapura: Kau Punya Statement, Om Suka!

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan respons spontan saat dimintai tanggapan oleh awak media mengenai wacana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di kawasan dekat Singapura.

Di tengah diskusi intensif mengenai potensi energi nuklir nasional, tanggapan Bahlil justru mencairkan suasana. "Saya suka kau punya statement, om suka!" ujar Bahlil secara langsung kepada wartawan yang mengajukan pertanyaan tersebut.

Momen bernada santai ini menyedot perhatian publik di sela-sela pembahasan krusial terkait rencana penentuan lokasi serta pengkajian PLTN yang digadang-gadang berdekatan dengan wilayah Singapura.

#Bahlil #NuklirSingapura #MenteriESDM

Creative/Video Editor: Icha/Evan
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Siang Pak Balin, saya Rian Pak dari Bisnis Indonesia masih tanya soal tadi pemangkasan ekspor gas ke Singapura.
00:08Ini kan 31 BBTU ya Pak, ini tuh dalam jangka waktunya apakah pemangkasan permanen atau dalam tempo beberapa waktu tertentu
00:16Pak?
00:16Kemudian kan ini tadi dari Natuna sama Sumatera ya dan nanti pasokannya katanya dialihkan untuk pembangkit di Batam ya Pak.
00:22Nah gimana sih memang pasokan gas untuk pembangkit di Batam dan Sumatera kemudian tadi Bapak juga menyinggung soal negara yang
00:28tidak saling menghargai ya.
00:30Memang tolak ukur tidak saling menghargai itu seperti apa Pak untuk Indonesia apakah dengan nanti menurut tolak ukur Bapak Singapura
00:36sudah menghargai apakah ekspor ini bakal dilanjutkan lagi atau malah?
00:40Gimana sih Pak ke depannya kayak itu? Terima kasih.
00:43Saya hari ini bicara sebagai Menteri SDM ya bukan sebagai Tunggolkar. Jadi harus straight berdasarkan aturan.
00:50Yang pertama saya mau sampaikan bahwa di dalam kontrak yang ada itu ada batas minimum yang harus disuplai.
01:02Oke.
01:05Dari apa yang terjadi ini kita belum melewati batas minimum.
01:09Belum ada.
01:10Jadi belum ada pelanggaran disitu.
01:13Belum ada ketidak patuhan kita atau belum ada langkah yang tidak menghargai kontrak.
01:23Terkecuali Pak Joko sudah memotong 90 persen atau 89 persen.
01:29Ini kan baru 8 persen.
01:31Jadi belum ada bos.
01:33Jadi saya nggak mau tanggapi hal yang belum ada ini.
01:35Jadi saya tidak mau berhalusinasi dengan orang lain gitu.
01:40Jangan orang punya kegelisahan terus saya tanggapi.
01:43Nggak bagus.
01:43Saya bukan ahli peramal orang ya.
01:46Satu.
01:47Yang kedua kita tahu bahwa kita sekarang kan ada beberapa sumur-sumur gas kita
01:52yang terjadi incline penurunan.
01:56Karena ada terjadi shutdown pemeliharaan.
01:58Nah karena terjadi pemeliharaan, maka saya harus memprioritaskan kepentingan dalam negeri.
02:05Ada dua disitu.
02:06Satu adalah urusan PLN.
02:10Yang kedua urusan industri.
02:12Karena industri kita kalau tidak kita supply,
02:16bagaimana bisa punya bahan baku dan berangkat meningkatkan nilai tambah hilirisasinya.
02:22Yang ketiga, apakah ini permanen atau tidak?
02:27Saya merasa belum ada perlenggaran kontrak.
02:30Jadi saya pikir itu dinamis aja lah mas.
02:33Ya.
02:33Silahkan yang lain.
02:35Ya Reza Pak dari Nikeasia.
02:37Tadi kan sempat disebut juga ya soal PLN atau pembangkit listrik tenaga nuklir.
02:42Ini apakah boleh didetailkan Pak?
02:44Gimana?
02:44Karena kan pekan lalu juga ada informasi akan dibangun di Halmahera juga.
02:48Dan ini disebutkan juga lokasi baru di Kepelawan Riau.
02:51Apakah sudah ada mitranya?
02:53Dan juga apakah sudah ada teknologi yang bakal dipakai ditentukannya?
02:57Seperti apa dan kapasitasnya berapa?
02:59Lalu terkait dengan pertalian dan solar mungkin untuk stok sampai dengan saat ini seperti apa?
03:06Untuk top up pertalian itu yang kapasitasnya berapa yang akan ditambahkan?
03:11Gitu aja sih Pak.
03:12Terima kasih.
03:13Yang pertama, menyangkut dengan nuklir.
03:17Ada beberapa tempat.
03:18Kita itu ada beberapa tempat.
03:20PLN nuklir yang akan di Halmahera itu, itu ala bekerja sama kalau tidak salah.
03:26Dalam kajian sekarang, masih dalam kajian, itu dengan Rusia.
03:30Ya.
03:31Terus ada beberapa juga lokasi di Kalimantan.
03:35Dan ada beberapa lokasi juga yang ada di Sumatera.
03:38Salah satu di antaranya adalah Kepri.
03:41Ini kita kaji dulu, kita sudah mempertimbangkan.
03:44Kalau sudah lolos FS-nya, baru kita lakukan.
03:49Ya.
03:50Untuk negaranya, negara yang punya kemampuan nuklir lah.
03:52Yang punya, yang sudah terujilah kira-kira begitu.
03:56Ya.
03:57Hanya itu aja kan?
03:59Hah?
04:01Kamu mau di mana? Di Batam atau di mana?
04:04Sudah saya ikut kau aja, yang penting lolos di FS.
04:06Saya suka itu kau punya statement itu.
04:09Om suka, om suka.
04:15Tulis, bilang ke lu.
04:18Dimungkinkan.
04:18Kalau memenuhi standar FS-nya,
04:21kenapa harus ragu?
04:23Jadi orang itu,
04:25bangsa kita ini nggak boleh
04:28diatur-atur sama negara lain.
04:30Wilayah-wilayah kita, kalau kita mau taruh di mana pun,
04:32selama memenuhi, kan apa urusan?
04:34Kenapa harus negara lain mau atur-atur kita?
04:37Ya.
04:38Ya.
04:40Selamat menikmati.
04:41Selamat menikmati.
04:44Selamat menikmati.
04:45Selamat menikmati.
04:47Selamat menikmati.
04:47Selamat menikmati.
04:48Selamat menikmati.

Dianjurkan