Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Kapolri Lapor Prabowo: Bongkar Data 23 Korporasi Karhutla Berizin Dicabut, Puluhan Terafiliasi Asing!

Kapolri Jenderal Suyudi memaparkan laporan strategis terkait capaian penegakan hukum kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dalam Sidang Kabinet Paripurna 2 Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri di Istana Negara, Jakarta, pada 21 Oktober 2026. Di hadapan Presiden Prabowo Subianto, Kapolri merinci bahwa penegakan hukum terbagi menjadi dua kategori utama, yakni perorangan dan korporasi. Untuk kategori perorangan, jajaran Polri melalui 13 Polda telah menerbitkan 286 Laporan Polisi (LP) dengan menetapkan 243 orang sebagai tersangka atas total luas lahan terbakar mencapai 5.856 hektar.

Sementara itu, penegakan hukum terhadap korporasi mencakup 100 LP dari 10 Polda dan 1 Direktorat Tipiter dengan total luas lahan terbakar seluas 29.534,99 hektar. Sebanyak 23 korporasi dari total kasus tersebut direkomendasikan untuk pencabutan izin operasional karena terbukti melanggar. Yang tak kalah penting,Kapolri juga mengungkap adanya puluhan korporasi pemicu karhutla yang terafiliasi dengan Penanaman Modal Asing (PMA) atau asing, di mana sebagian di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka dan mendominasi wilayah Kalimantan.

#karhutla #kapolri #sidangkabinetparipurna

Creative/Video Editor: Aqilah/Reiki
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Dipersilakan Bapak Kapolri untuk menjelaskan kepada Bapak Presiden terkait data korporasi dalam dan di luar negeri.
00:07Dipersilakan Bapak Kapolri.
00:09Kami izin menyampaikan, terkait dengan penegakan hukum Karhutla yang kami laksanakan,
00:15yang pertama terkait dengan perorangan, ada 13 polda yang melakukan penegakan hukum,
00:22286 LP, luas yang terbakar adalah 5.856 hektare, jumlah tersangka 243.
00:30Dalam lidik 32, henti lidik 9, proses lidik lanjut 189, selesai 56 perkara.
00:40Ini untuk kasus perorangan, Pak.
00:42Kemudian untuk korporasi, berdasarkan laporan terakhir tanggal 20 Oktober kemarin, pukul 18,
00:49penegakan hukum yang kami lakukan, 10 polda dan 1 direktorat tipiter bari es krim, itu ada 100 LP,
00:55luas yang terbakar itu 29.534,99, jumlah tersangka 13, henti lidik 6, proses penyidikan 94 kasus.
01:10Untuk progresnya, ya tadi seperti yang saya sampaikan, ada 100 LP, 6 dalam lidik, 94 penyidikan, 13 tersangka telah ditetapkan
01:21sebagai korporasi,
01:22Kemudian dari 94 kasus yang naik sidik, 23 LP ini direkomendasikan untuk pencabutan izin.
01:31Dan 11 telah ditetapkan sebagai tersangka, 12 belum ditetapkan sebagai tersangka.
01:38Nah, untuk 71 laporan polisi, proses penyidikan belum direkomendasikan untuk cabut izin.
01:45Namun 2 diantaranya sudah naik tersangka, 69 belum naik.
01:51Ini adalah korporasi yang terafiliasi PMA atau asing.
01:56Ada 22 korporasi, Bapak.
01:5811 korporasi, ini dari 23 korporasi yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
02:05Nah, 11 korporasi ini, kalau dari konsesi, itu 209.933 hektare, yang terbakar 11.105,39 hektare.
02:16Yang 12 korporasi belum tersangka, luas konsesinya 166.756 hektare, yang terbakar 8.849.
02:26Nah, dari 11 korporasi ini, 8 korporasi itu di Kalimantan Barat, Bapak.
02:312 korporasi di wilayah Kalimantan Tengah, 1 korporasi di Kalimantan Selatan.

Dianjurkan