Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Sejak Minggu malam hingga Senin pagi, sebagian besar wilayah Kota Palangka Raya diguyur hujan dengan intensitas rendah dan sedang. Meski demikian, indeks kualitas udara masih berada pada level sangat tidak sehat.

Hingga Senin pagi, indeks kualitas udara di wilayah Kota Palangka Raya mencapai 235 mikrogram per meter kubik. Oleh karena itu, Pemkot Palangka Raya mengimbau masyarakat untuk tetap menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Hingga kini, kebakaran hutan dan lahan masih menyala di sejumlah titik di Kota Palangka Raya. Dampaknya, kabut asap terus menyelimuti Palangka Raya dan membuat jarak pandang menjadi sangat terbatas.

Terkait dampak karhutla, informasi terkini kita tanyakan kepada jurnalis KompasTV, Kurnia Tarigan, di Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

#hujan #palangkaraya #asap

Baca Juga Rusuh! Demonstrasi di Barcelona, Toko & Fasilitas Umum Dibakar | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/internasional/697976/rusuh-demonstrasi-di-barcelona-toko-fasilitas-umum-dibakar-sapa-pagi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/697977/hujan-guyur-palangka-raya-kualitas-udara-masih-di-level-tidak-sehat-sapa-pagi
Transkrip
00:00Sejak minggu malam hingga Senin pagi, sebagian besar wilayah kota Palangkaraya diguyur hujan dengan intensitas rendah dan juga sedang.
00:07Meski demikian, indeks kualitas udara masih pada level yang sangat tidak sehat.
00:15Hingga Senin pagi, indeks kualitas udara di wilayah kota Palangkaraya mencapai 235 mikrogram per meter kubik.
00:23Oleh karena itu, Pemkot Palangkaraya mengimbul masyarakat untuk tetap menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar wadah.
00:32Hingga kini sudara kebakaran hutan dan lahan masih mengalah di sejumlah titik di kota Palangkaraya.
00:37Dampaknya kabut asap terus menyelimuti Palangkaraya dan membuat jarak pandang menjadi sangat terbatas.
00:49Malam tadi, Palangkaraya diguyur hujan, lumayan cukup daras.
00:56Kebetulan di tempat saya terlihat ada genangan air di pagi hari ini, jadi curah hujan cukup lumayan.
01:04Sepertinya di tempat lain juga, diguyur hujan juga karena saya ada mendapat informasi dari keluarga saya yang berada di tempat
01:16lain di area Palangkaraya juga diguyur hujan.
01:20Terkait untuk dampak karhutlah sudara informasi terkini, kita akan tanyakan Jurnalis Kompas TV, Kurnia Tarigan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
01:28Kurnia, selamat pagi. Bagaimana kondisi kabut asap pagi di Palangkaraya setelah diguyur hujan di sana?
01:35Ya, selamat pagi Nanda dan Saudara.
01:38Dapat kami informasikan langsung dari Palangkaraya terkait dengan kondisi terkini.
01:45Dampak dari kebakaran hutan dan lahan yang sudah 4 bulan masih terus terjadi di wilayah Palangkaraya.
01:53Dampaknya, 3 bulan sudah Palangkaraya terselimuti kabut asap.
01:58Dalam beberapa waktu yang lalu, sejak terhitung hari Kamis sampai dengan hari Sabtu, kabut asap begitu pekat Nanda, bahkan tampak
02:10berwarna kuning.
02:11Malam tadi hingga pagi hari ini, curah hujan terpantau turun di sebagian besar wilayah kota Palangkaraya.
02:21Namun dengan turunnya curah hujan di sebagian besar wilayah kota Palangkaraya,
02:26tidak serta-merta membuat kualitas udara di kota Palangkaraya menjadi sehat.
02:33Hingga kini kami memantau berdasarkan data dari BMKG Palangkaraya,
02:39kualitas udara di kota Palangkaraya saat ini mencapai 207 mikrogram per meter kubik.
02:46Masih dalam level sangat tidak sehat.
02:50Dengan kondisi ini tentu membuat warga kota Palangkaraya harus tetap menggunakan masker
02:57saat akan beraktifitas di luar ruangan, mengingat kondisi kebakaran hutan dan lahan hingga kini masih terus terjadi.
03:06Menurut data dari BPBD Kota Palangkaraya, sedikitnya ada 1.460 hektare luas lahan yang sudah terbakar.
03:15Dan kasus ispa di Palangkaraya juga mengalami kenaikan.
03:20Saat ini kasus ispa di Palangkaraya mencapai 11.300 kasus Nanda.
03:27Oke, kasus ispa di sana semakin meningkat.
03:31Dan setelah memang diguyur hujan, Kurnia,
03:35tapi Anda melihat dan memantau bagaimana aktivitas warga yang terdampak di sana?
03:41Yang Anda terkait dengan kondisi pekat kabut asap yang terus masih menyelimuti kota Palangkaraya,
03:48tidak memiliki pilihan lain bagi warga Palangkaraya untuk tetap beraktifitas di luar ruangan.
03:58Memang kami melihat, sebagian besar warga kota Palangkaraya yang beraktifitas di luar ruangan
04:04tetap menggunakan standar kesehatan, menggunakan masker,
04:08namun tetap saja kondisi kabut asap kendati menggunakan masker,
04:13tetap mempengaruhi kesehatan warga.
04:16Bahkan dari kabut asap hingga kini sudah memasuki dua bulan.
04:23Siswa harus menjalani proses pembelajaran jarak jauh.
04:28Bahkan sejak awal Oktober kami memantau berdasarkan informasi
04:33dari Angkasa Pura, Palangkaraya, Bandara Silikriwud,
04:38sejak awal Oktober sudah tidak ada jalur penerbangan dari dan menuju Palangkaraya
04:45karena jarak pandang atau visibiliti di landasan pacu Bandara Silikriwud, Palangkaraya
04:50sangat terbatas nanda.
04:52Oke, meski sempat diguyur hujan sejak Sabtu sampai dengan Minggu ini,
04:57tapi tampaknya di sana asap kabut masih cukup pekat.
05:01Terima kasih, Kurnia Tarigan, atas laporan Anda di Palangkaraya, Kelimantan Tengah.
05:05Selamat kembali bertugas, hati-hati dalam bertugas.

Dianjurkan