- 2 jam yang lalu
- #pks
- #adiprayitno
- #wapresgibran
KOMPAS.TV - Polemik ijazah Gibran Rakabuming terus bergulir. Pasca putusan MK soal ijazah Gibran, sejumlah aliansi masyarakat mulai bergerak mendatangi partai-partai politik. Sejauh ini, PKS menjadi salah satu partai politik yang menerima audiensi perwakilan masyarakat sipil terkait tindak lanjut putusan MK soal ijazah Wapres Gibran.
Sementara, PSI sebagai partai penaung Presiden ke-7 RI, Jokowi, mempertanyakan langkah Fraksi PKS di DPR yang mengajak fraksi lain membahas tindak lanjut putusan MK terkait ijazah Wapres Gibran.
Sejauh mana PKS benar-benar bisa membuat DPR bersikap terhadap polemik ijazah Gibran? Kita ulas bersama Juru Bicara PKS, Rangga Kusumo, Ketua DPP PSI, Bestari Barus, serta Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno.
#PKS #adiprayitno #wapresgibran
Baca Juga FULL! Pimpinan OJK-BEI Soal Ubah Pengawasan Saham, Rekening Terindikasi Manipulasi Bisa Dibekukan di https://www.kompas.tv/video/697998/full-pimpinan-ojk-bei-soal-ubah-pengawasan-saham-rekening-terindikasi-manipulasi-bisa-dibekukan
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/698000/full-jubir-pks-ketua-dpp-psi-bahas-sejauh-mana-pks-ajak-fraksi-dpr-bahas-ijazah-gibran
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:02Polomik Ijazah Wapres Gibran Raka Buming terus bergulir.
00:06Pasca putusan MK soal Ijazah Gibran, sejumlah aliansi masyarakat mulai bergerak mendatangi partai-partai politik.
00:13Sejauh ini PKS menjadi salah satu partai politik yang menerima audiensi perwakilan masyarakat sipil
00:18terkait tindak lanjut putusan MK soal Ijazah Wapres Gibran.
00:23Perwakilan aliansi kolektif sipil Rai Rangkuti mengungkapkan
00:27alasan pihaknya beraudiensi dengan fraksi-fraksi di DPR untuk meminta angket soal Ijazah Wakil Presiden Ibran Raka Buming.
00:35Rai bilang aliansi kolektif sipil meminta DPR menggunakan hak angket untuk membentuk pansus Ijazah Gibran.
00:41Rai juga menegaskan aliansi kolektif sipil bergerak bukan atas dasar permintaan siapapun,
00:46namun bergerak, beranjak dari keprihatinan atas dugaan kecurangan pada pemilu 2024.
00:53Yang pada intinya kita punya kesamaan satu hal bahwa segala yang berhubungan dengan kecurangan,
01:01keculasan di dalam pelaksanaan pemilu khususnya, yaitu harus dibongkar dan dihentikan.
01:06Dan karena itu kami mengusulkan juga tadi supaya ke depan partai-partai politik harus benar-benar selektif
01:13untuk memilih siapa yang akan jadi penyelenggara pemilu sehingga tidak terjadi kasus-kasus seperti yang saat ini.
01:19Jadi ada dua poin ya Pak, pansus sama mendorong...
01:23Lebih tepat angket sebenarnya ya, jadi angket nanti tentu angket itu bisa membentuk pansus
01:29yang berhubungan untuk menyelidiki soal Ijazah Sudara Gibran.
01:34Karena sekarang ini kan pengikut Girban lah atau pendukung Gibran itu selalu menyebut bahwa Ijazah itu ada.
01:42Nah oleh karena itu biar dibongkar bersama-sama.
01:45Presiden Partai Keadilan Sejahtera PKS Al-Muzamli Yusuf bilang,
01:49PKS terbuka dan siap menyerap aspirasi publik,
01:52serta akan membawa dan mendiskusikan usulan hak angket bersama fraksi-fraksi lain di DPR setelah masa reses.
02:00Memang kemudian karena kami di partai politik, kami pun anggota kami di DPR,
02:06permintaan teman-teman itu tindak lanjut di DPR.
02:08Nah ini sedang reses ya, kami akan menyampaikan kepada fraksi PKS di DPR
02:15untuk berdialak dengan berbagai fraksi di sana, dengan pimpinan DPR,
02:22apa langkah terbaik yang perlu diambil terhadap kasus Ijazah GIT ini,
02:29karena ini juga melibatkan KPU, melibatkan DIGDASMEN, pendidikan dasar menengah,
02:36juga di situ terlibat, mempunyai komisi hukum terlibat di situ.
02:41Kita ingin memberi ruang biar teman-teman fraksi kita menindaklanjuti dengan berbagai fraksi yang ada dan pimpinan DPR.
02:49Sementara itu Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia PSI, Ahmad Ali,
02:53mempertanyakan rencana PKS menjajaki komunikasi dengan fraksi-fraksi lain di DPR
02:58untuk membahas tindak lanjut polemik Ijazah Wakil Presiden Gibran Rangka Buming.
03:03Ahmad Ali berpandangan, tindak lanjut tersebut perlu mempertimbangkan putusan MK
03:07yang menyatakan gugatan terkait syarat pendidikan di Gibran dalam Pilpres 2024 tidak dapat diterima.
03:35Tindak lanjut tersebut
03:51Itu hanya demonstrasi politik saja kemarin yang dibikin oleh Mahkamah Konstitusi itu.
03:56Desakan publik agar DPR merespons putusan MK diharapkan mampu memberikan titik terang
04:01soal ada tidaknya ijasa setara SMA Wapres.
04:05Hal ini sekaligus diharapkan bisa menghentikan polemik soal ijasa Wapres Gibran yang terus bergulir.
04:11Sebelumnya, MK memutuskan gugatan terkait syarat pendidikan Gibran dalam Pilpres 2024 tidak dapat diterima.
04:18Dalam pertimbangannya, MK menyatakan para pemohon tidak memiliki pendudukan hukum karena bukan merupakan peserta Pilpres.
04:25Tim Liputan Kompas TV
04:35Polemik ijasa Gibran Raka Buming terus bergulir.
04:38Pasca putusan MK soal ijasa Gibran, sejumlah aliansi masyarakat mulai bergerak mendatangi partai-partai politik.
04:45Sejauh ini, PKS menjadi salah satu partai politik yang menerima audiensi perwakilan masyarakat sipil
04:50terkait dengan tindak lanjut putusan MK soal ijasa Wapres Gibran.
04:54Sementara PSI sebagai partai penaung Presiden ke-7 RI Jokowi
04:58mempertanyakan langkah fraksi PKS di DPR yang mengajak fraksi lain
05:02membahas tindak lanjut putusan MK terkait ijasa Wapres Gibran.
05:06Sejauh mana, PKS benar-benar bisa membuat DPR bersikap terhadap polemik ijasa Gibran.
05:12Kita ulas bersama jurubicara PKS, Rangga Pusumo, dan Ketua DPP PSI Bestari Barus
05:18serta Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno.
05:23Selamat pagi Mas Rangga, Bang Bestari, Mas Adi.
05:27Assalamualaikum.
05:28Waalaikumsalam.
05:29Selamat pagi semuanya.
05:31Saya ke Mas Rangga terlebih dahulu.
05:33Mas Rangga memang saat ini DPR sedang reses gitu ya.
05:36Apakah dari PKS ini sudah ada pembicaraan di balik layar ataupun informal
05:40terkait dengan tindak lanjut ini?
05:43Iya, pertama begini ya.
05:45Saya ingin menjawabkan pertanyaan mendasarnya adalah
05:48kita dipertanyakan, mengapa ditindak lanjuti seperti itu?
05:52Nah, kita perlu cek ya bahwa gugatannya memang ditolak.
05:57Karena apa?
05:58Karena melebihi batas waktu rezim sengketa pemilu.
06:01Tapi kan bukan berarti substansinya itu diabaikan.
06:04Pertama begini, setidaknya.
06:05Kenapa ini bagi PKS perlu ditindak lanjuti?
06:08Pertama, dalam putusannya MK secara jelas
06:11tidak menemukan dokumen yang menunjukkan
06:15saudara Gibran itu punya ijazah,
06:18sertifikat, atau diploma sebagai bukti
06:20menamatkan pendidikan di luar negeri yang setara SMA.
06:24Nah, ditambah juga bukan soal itu saja.
06:26Kalau kita lihat polemik yang lain adalah soal
06:28dugaan pasal selundupan PKPU 18 ayat 3 itu seperti itu.
06:33Nah, polemik ini, inilah yang kemudian PKS melihatnya
06:38dan menyebutnya sebagai ijazah kit.
06:40Kenapa?
06:40Karena ini menyangkut kredibilitas sebuah kepemimpinan nasional,
06:45meruah sebuah lembaga kepresidenan,
06:47dan bahkan lebih jauh daripada itu bagi kita anak muda,
06:50ini menyangkut soal keadilan antargenerasi.
06:53Bahwa demokrasi itu harus memastikan bahwa setiap anak muda
06:56punya kesempatan yang sama untuk menjadi pemimpin di Republik ini.
07:00Ini pelajaran penting bagi penyelenggaraan pemilu kita ke depan.
07:03Nah, oleh karena itu kami tegas sikapnya adalah
07:06bahwa ijazah kit ini perlu diproses secara hukum dan konstitusional.
07:12Poin kedua, kita cermati.
07:14MK menegaskan bahwa penilaian mengenai keabsahan
07:18dan keterpenuhan syarat capers itu
07:20merupakan kewenangan lembaga lain.
07:23MK menyatakan itu.
07:24Artinya apa?
07:25Artinya MK memberikan ruang bagi lembaga-lembaga negara lain
07:30untuk menyelidiki keabsahan persyaratan Saudara Gibran.
07:33Nah, pertanyaannya adalah
07:35lembaga negara mana yang bisa mendaklanjuti ini
07:39sebagai partai yang punya kursi di parlemen
07:42dan kita punya pengalaman juga di masa lalu
07:44soal pengajuan hak angket dan hak-hak lain.
07:48Maka kita melihat bahwa DPR itu punya ruang-ruang konstitusional
07:51menjalankan fungsi pengawasan
07:53untuk menindaklanjuti kasus tersebut.
07:58Begitu, Mas.
07:58Oke, tapi sudah ada pembicaraan sementara gitu, Mas Rangga,
08:02soal hal ini.
08:02Misalnya terus kemudian bagaimana
08:04respons dari partai-partai mungkin fraksi-fraksi yang lain?
08:09Ya, tentu komunikasi terus dijalankan,
08:13bahkan kita sudah punya komunikasi yang baik juga
08:17antar pimpinan, antar sekjen, dan sebagainya.
08:20Tapi kan kita juga harus melihat bagaimana
08:22dinamika ada respon di DPR seperti itu.
08:25Tetapi setidaknya kalau kita melihat
08:26bagaimana respon-respon partai lain
08:30yang tampak di media, misalnya,
08:32ya kita melihat bukan cuma PKS kok
08:34yang membuka audiensi ini.
08:37Ada juga Golkar seperti itu.
08:38Bahkan juga ada partai yang tegas ini
08:41harus ditindaklanjuti seperti itu.
08:44Dan bahkan ada juga emang kaji.
08:45Nah, kita melihat ada peluang ya.
08:47Ada peluang bagaimana
08:48ini bisa dilihat, didiskusikan di DPR.
08:52Tentu kita di PKS mengupayakan
08:56sesuai dengan kemampuan kami.
08:58Dan saya ingin menyatakan bahwa
09:00PKS itu tidak bisa sendirian.
09:03Karena kalau kita bicara hak angket,
09:04itu minimal 25 anggota,
09:06kemudian juga lebih dari satu fraksi.
09:09Itu PKS tidak bisa sendirian seperti itu.
09:11Nah, makanya ini kita upayakan
09:14menjadi isu bersama di DPR
09:18untuk bisa dibahas.
09:20Oke, baik.
09:21Kalau dari Bang Bestari,
09:22PSI bagaimana menanggapi hal ini?
09:24Ada kemungkinan yang dibuka oleh PKS
09:26untuk mengajak partai-partai lain
09:27membahas ini di DPR?
09:31Ya, saya kira pertama adalah
09:36yang hadir hari ini
09:38bukan ahli hukum kelihatannya.
09:42Jadi,
09:44kalau ahli opini mungkin gitu ya.
09:47Karena yang kita lihat balik lagi
09:49tentang keputusan MK,
09:51keputusan MK.
09:52Sebetulnya kalau kalian mau bergerak
09:54tanpa keputusan MK kan
09:56kalian juga bisa bergerak.
09:59Kenapa mesti pakai
10:00keputusan MK yang
10:02NO gitu loh,
10:04yang ditolak.
10:05Membacanya itu begini.
10:07Kalau pertimbangan disatukan
10:09dengan Amar,
10:10harusnya membacanya.
10:12Walaupun kami menemukan bahwa
10:15tidak terlihat adanya ijasa,
10:18namun laporan kalian
10:20tetap kami tolak.
10:21Kan begitu tuh kesimpulannya sebetulnya.
10:24Ya, namun karena ada
10:26kegenitan-kegenitan,
10:28lama tidak mengorbit ke permukaan,
10:30jadi mungkin
10:31kalau sekelas Mas Gibran
10:34yang dipersoalkan kan
10:35akan membawa dampak sedikit-sedikit,
10:38khususnya bagi para
10:39lawan Mas Gibran
10:41pada waktu
10:41di
10:44kampanye politik
10:45pemenangan
10:46Prabowo Gibran.
10:47Ada hal yang lucu gitu.
10:51Bahwa
10:53PKS ini kan
10:54ada di kabinet juga gitu ya.
10:56Ada
10:57Salim Segab Al-Jufri
10:59yang baru dapat
11:01kenikmatan juga
11:02itu diangkat sebagai
11:03salah satu Dewan Pertimbangan.
11:05Bapak jangan menuduh
11:07dapatkan kenikmatan.
11:08Ya, itu bagian dari tugas.
11:09Sebentar, sebentar.
11:10Tadi kamu ngomong saya kan gak
11:12enggak motok.
11:13Tahan dulu, Mas Rangga.
11:14Kamu ngomong saya diam.
11:16Saya ngomong kamu diam.
11:18Kamu kayak partai yang
11:19enggak ada adab aja.
11:20Jadi saya lanjutkan.
11:22Kemudian
11:22ada lagi satu
11:24mendorong menteri
11:27di
11:27kabinet
11:29Prabowo Gibran.
11:30Hari ini
11:31tiba-tiba
11:32ada pikiran
11:33jalan-jalan yang
11:34mungkin karena
11:35kurang sehat juga gitu.
11:37Eh,
11:37kalian sudah kasih kami ini.
11:39Sekarang kalian
11:40mau kami angket ya gitu.
11:42Saya gak ngerti
11:43apa yang
11:43ada dalam
11:44pemikiran partai ini.
11:46Kemudian
11:47ingin berada di depan
11:48untuk
11:49mengajukan
11:51atau
11:51menginisiasi
11:52atau
11:53mengomandani gitu.
11:55Supaya
11:55popularitasnya
11:56dapat.
11:57Saya kira
12:00katakan tadi
12:01disebutkannya juga
12:02bahwa
12:03ini sebagai
12:04isu bersama.
12:05Masa
12:06anggota koalisi
12:07menggalang
12:08isu buruk
12:09bersama gitu.
12:11Ya Allah
12:11Ya Rasulullah
12:12ini bagaimana
12:13partai seperti ini
12:14ada di dalam
12:15koalisi.
12:16Saya juga
12:17kami jadi
12:18berkeyakinan
12:19karena urgensinya
12:20tidak terlihat
12:21setelah kami
12:22dalami
12:23ini
12:23sekedar
12:24ingin
12:24melakukan
12:25katakanlah
12:27percepatan gitu
12:28langkah-langkah
12:29politik percepatan
12:30untuk mengganti
12:31kekuasaan.
12:32Ini sungguh
12:33berbahaya
12:33kelakuan-kelakuan
12:35mereka ini
12:35terhadap
12:36kepemimpinan
12:37Pak Prabowo Gibran
12:39ke depan.
12:40Nah ini
12:40yang harus dilihat
12:41oleh seruruh
12:42pendukung
12:43Prabowo Gibran
12:44termasuk kami
12:45sebagai pendukung
12:46yang paling utama.
12:48Kalau yang datang-datang
12:49di ujung kan
12:50termasuk PKS ini gitu.
12:51Tapi datang di ujung
12:53dapat kenikmatan pun
12:54kemudian
12:55ingin melengsirkan gitu.
12:56Aneh gitu.
12:58Nggak ngerti
12:59saya jalan pikirannya apa.
13:00Saya kira itu.
13:01Oke baik.
13:01Nanti saya akan minta tanggapan
13:02Mas Rangga.
13:03Mas Rangga
13:03tahan dulu kita ke Mas Adi dulu.
13:05Mas Adi kalau tanggapan Anda
13:06terkait dengan hal ini
13:07disebut oleh Bang Bestari
13:09ini sepertinya
13:09ada yang ingin
13:10mengorbit gitu ya.
13:11Walaupun sudah ada
13:11PKS di pemerintahan
13:13tapi apa yang dilakukan ini
13:15sepertinya kok
13:16tadi menurut
13:18Bang Bestari
13:19Astagfirullah gitu.
13:22Ya banyak hal sebenarnya.
13:24Pertama tentu
13:25kalau kita menghitung
13:26rata-rata secara umum
13:27soal follow up
13:29dari putusan Mahkamah Konditusi
13:30itu kan yang sebenarnya
13:31paling agresif
13:32muncul dari kalangan
13:34aktivis, pegerak,
13:35civil society
13:36yang mendatangi sejumlah
13:37anggota DPR
13:39dan kemudian partai politik ya.
13:41Di antara sekian
13:42begitu banyak
13:43yang didatangi oleh
13:44kawan-kawan para aktivis itu
13:46sebenarnya secara ofisial
13:48secara kelembagaan
13:49yang menerima
13:50secara terbuka
13:51memang kawan-kawan PKS kan
13:52dan itu diterima
13:53di DPP PKS
13:54sementara kalau Golkar
13:56kan tidak mewakili
13:57secara institusional
13:58hanya mewakili
13:59misalnya Ahmad Doli Kurnia
14:02sebagai anggota
14:03dari Golkar
14:04kira-kira begitu
14:05tapi secara kelembagaan
14:06Golkar tidak pernah
14:07memberikan statement
14:07secara terbuka
14:08begitu pun dengan PKB
14:10ketika didatangi oleh
14:11kawan-kawan aktivis
14:12dianggap tidak telampang
14:13mewakili
14:13sikap politik PKB
14:15secara kelembagaan
14:16tapi kalau PKS kan relatif
14:18dianggap mewakili
14:19sikap politik
14:20secara kelembagaan
14:21dan seterusnya
14:21yang ingin saya katakan adalah
14:23memang
14:25agresivitas untuk
14:25men-follow api
14:26terkait dengan
14:27putusan Mahkamah Konstitusi
14:28itu memang dimulai
14:29dari kawan-kawan aktivis
14:31yang kemudian disambut oleh
14:32sejumlah anggota dewan
14:33dan partai
14:34seperti PKS
14:35nah yang kedua
14:36ya per hari ini
14:38saya lihat
14:38rata-rata secara umum
14:39di DPR itu
14:40terkesan memang
14:41cari aman
14:42kira-kira begitu
14:42untuk mengomentari
14:44terkait dengan
14:44putusan Mahkamah Konstitusi
14:46ya terbukti
14:47semuanya kan
14:48masih sifatnya normatif
14:49statement politiknya
14:50ada yang mengatakan
14:52bahwa misalnya
14:52salah satu politisi
14:53Gidinda mengatakan
14:54ya pertandingan
14:56dalam pemilu itu
14:57ada saatnya bertanding
14:58ada saatnya juga berakhir
15:00Anda itu boleh kritis
15:02terkait dengan
15:02hasil pertandingan
15:03tapi Anda itu
15:04tidak bisa menyelesaikan itu
15:06sesuai dengan celera
15:07karena sudah ada
15:07aturan main
15:08itu kan statement-statement
15:09normatif
15:10beberapa waktu yang lalu
15:11juga ada pernyataan
15:11dari kawan Gidinda
15:12yang mengatakan
15:13ya untuk menghindari
15:15kegaduhan dan polemik
15:16ya seharusnya
15:17semua pihak menahan diri
15:18dan seterusnya
15:19dan seterusnya
15:20artinya yang ingin
15:21saya katakan adalah
15:22kalau kita hitung
15:23kawan-kawan di DPR
15:24itu kan tidak bulat
15:25sikap politiknya
15:26ada yang cenderung
15:27menghindari
15:28ada cenderung
15:29yang memang
15:30sifatnya normatif
15:31ada juga yang memang
15:32seperti kawan PKS gitu ya
15:34tapi di dalam
15:34di anggota Dewan
15:36Fraksi PKS
15:37belum secara
15:39konsolidatif
15:39mengusulkan ini
15:41sebagai sebuah sikap
15:42politik resmi
15:42publik akan melihat
15:44kalau ini menjadi
15:44sebagai sebuah sikap
15:45politik resmi
15:46kalau kemudian muncul
15:47di fraksi
15:48di kawan-kawan politisi
15:49PKS yang ada di Senayan
15:51nah yang kedua
15:52kalau soal panggung
15:53apa segala macam
15:54ya tentu itu
15:55pernyataan bang
15:55Bestahari ya
15:56tapi
15:58dalam sistem presidensialisme
16:00multipartai ekstrim
16:01mas
16:01memang ada kecendungan
16:03yang disebut dengan
16:04soal potensi
16:05munculnya oposisi
16:05dari dalam
16:06jadi partai-partai
16:08koalisi yang ada
16:08di dalam itu
16:09seringkali cenderung
16:10berbeda
16:11sikap politiknya
16:12dengan eksekutif
16:12yang diusungnya
16:13ini memang
16:14fenomena aneh di kita
16:15dulu
16:16waktu PKS dan Golkar
16:17bersama dengan PSB
16:18ada
16:19sejumlah kebijakan
16:20politik yang berbeda
16:21misalnya soal
16:22hak angket senturi
16:23PKS dan Golkar
16:25kalau tidak salah
16:25mendukung
16:26sementara
16:27partai koalisional
16:28pemerintah yang mendukung
16:29PSB saat itu
16:30sangat menolak
16:31termasuk juga soal
16:32kenaikan BBM saat itu
16:33partai-partai koalisi
16:34PSB
16:35menentang
16:36dan seterusnya
16:37dan seterusnya
16:37jadi ini adalah
16:39fenomena yang
16:40dalam banyak hal
16:41dianggap semacam
16:42anomali dalam
16:43sistem presidensialisme
16:45dimana partai koalisi
16:46satu sisi
16:47bersamaan itu
16:49mendukung ekskutif
16:50presiden dan wakil presiden
16:51tapi dalam banyak hal
16:52memang selalu
16:53muncul oposisi dari dalam
16:54beda sikap politik
16:56kira-kira begitu
16:57dan bahkan
16:58kalau muncul
16:58soal hak angket
16:59ataupun soal
17:00pansus terkait dengan
17:02ijasa
17:02ya ini juga
17:03pasti akan dianggap
17:04sebagai fenomena
17:05munculnya
17:06oposisi dari dalam
17:07bahkan saya
17:08secara terbuka
17:09beberapa waktu yang lalu
17:10ketika Budiari
17:11bicara tentang
17:12soal kemungkinan
17:13retakan sejarah
17:14ya kira-kira begitu
17:15soal kemungkinan
17:17pemilu
17:18apa namanya
17:19proses politik
17:20dipercepat
17:20istilahnya Budiari
17:21saya menyebutnya
17:22itu adalah
17:23soal potensi
17:24oposisi dari dalam
17:25karena ini
17:26yang saya sebut
17:26sebagai
17:27cacat bawaan
17:28dalam sistem
17:29presidensialisme
17:30multipartai
17:31satu sisi
17:32yang berkoalisi
17:33tapi sisi yang lain
17:34kalau ada sesuatu
17:35yang sifatnya
17:35konfliktual
17:36dan tidak sejalan
17:37bisa beda-beda
17:38di akhir
17:39perjuangan politik
17:40bersama ini
17:40itu yang saya sebut
17:41sebagai fenomena
17:42dalam sistem
17:43presidensialisme
17:44multipartai
17:45oke baik
17:45nah ini yang ingin
17:46saya tanyakan
17:46ke Mas Rangga
17:47Mas Rangga
17:48istilah oposisi
17:49dari dalam
17:49kemudian tadi
17:50tanggapan ke
17:50pernyataan Bang Bestari
17:51bahwa ini
17:52lama tidak ngorbit
17:53gitu yaudahlah
17:54walaupun sudah dikasih
17:55kenikmatan
17:56tapi tetap
17:56dalam tanda kutip
17:57ada langkah percepatan
17:58untuk ganti rezim
17:59seperti apa?
18:02iya
18:03sejak awal
18:04Mas
18:04ini selalu menempatkan
18:06bahwa
18:06kasus ini
18:07polomet ini
18:08itu bukan tentang
18:09personal
18:10bahkan bukan tentang
18:11selambar ijazah saja
18:12tapi ini soal
18:13tadi saya bilang
18:15soal kredibilitas
18:16kepemimpinan nasional
18:17itu seperti itu
18:18jadi ada
18:19hal-hal yang
18:20substantif dalam
18:21bernegara
18:21yang
18:22yang ini
18:24perlu untuk
18:25mendapatkan
18:25pengertian serius
18:27dan putusan
18:29MK itu
18:29ada putusan
18:30yang dikeluarkan
18:30oleh sebuah
18:31lembaga negara
18:31jadi tidak
18:33tidak bisa
18:34kalau kita
18:34abaikan
18:35seperti itu saja
18:35jadi saya kira
18:37kalau ada
18:38narasi-narasi
18:39tadi
18:39saya kira
18:41Pak Bestari
18:42apalagi tadi
18:43menuduh PKS
18:44ingin melengsarkan
18:45ataupun
18:47pergantian
18:47lebih cepat
18:48saya tegaskan bahwa
18:50si KPKS itu
18:51jelas
18:52bahwa
18:52putusan yang
18:53kita pegang
18:54saat ini
18:54adalah putusan
18:55Majelis Yoro
18:55kita mendukung
18:56pemerintahan
18:57kita bagikan
18:58dari koalisi
18:59sampai
18:592029
19:00saya kira itu
19:00tuduhan yang
19:01tidak benar
19:01seperti itu
19:02oke
19:03tuduhan tidak benar
19:04Bang Bestari
19:05tapi bagaimana
19:06kalau Anda melihat
19:06yang kedepannya
19:07bakal ada gak sih
19:08partai-partai
19:08yang ingin
19:09mengikut
19:09paling tidak
19:10ke PKS
19:10dan juga PDIP
19:13saya kira
19:14begini
19:15kami
19:16sebagai
19:17partai
19:18politik
19:19pendukung
19:20pertama
19:20Pak Prabowo
19:21Gibran
19:23itu
19:24juga berharap
19:25bahwa
19:28koalisi ini
19:29solid
19:30baik
19:31yang pertama
19:32partai-partai
19:34yang datang
19:34pertama
19:34dan
19:35yang datang
19:36di ujung-ujung
19:36kan begitu
19:38sama-sama
19:39kemudian
19:39memperjuangkan
19:40apa yang
19:41menjadi cita-cita
19:43daripada
19:45kepemimpinan
19:46Pak Prabowo
19:47Gibran
19:47bukan mengutak
19:49atiknya
19:49untuk satu
19:50popularitas
19:51dan kemudian
19:52kalau dikatakan
19:53kredibilitas
19:54sudahlah
19:55jangan juga
19:56menganggap
19:56bahwa diri kita
19:57sebagai
19:58sandaran
20:00daripada
20:00apa namanya
20:02untuk ukuran
20:04sebuah
20:04kredibilitas
20:05terhadap
20:06para pihak
20:07cobalah
20:08mengaca
20:08kepada diri
20:09sendiri
20:09dan mulailah
20:11memperbaiki
20:11internal
20:12masing-masing
20:13kita
20:13demi
20:14suksesnya
20:15apa yang
20:16menjadi cita-cita
20:17Pak Prabowo
20:18dan Mas Gibran
20:19yang seluruh
20:20partai ikut
20:21bergabung
20:21di dalamnya
20:22tidak usah
20:23juga kegenitan
20:24kemudian
20:24ikut-ikut
20:25kepada
20:26partai-partai
20:28atau partai
20:29yang memang
20:30antipati
20:31gitu
20:31terhadap
20:32salah satu
20:35atau dua
20:35daripada
20:36pemerintahan
20:38tokoh pemerintahan
20:39kita ini
20:40menyatakan
20:41tidak bergabung
20:42tapi
20:43menyatakan
20:44juga tidak
20:44tetap
20:46mendukung
20:47yang jelas-jelas
20:48saja lah
20:49hari ini
20:50kita
20:50ingin
20:52bahwa
20:52seluruh
20:53masyarakat
20:53bangsa
20:54terlibat
20:55bersama
20:55dan
20:56untuk
20:57mensukseskan
20:58program-program
20:59kerja
20:59dari
21:00pasangan
21:01Kabinet
21:02Prabowo
21:03Gibran
21:04gitu loh
21:05secara konsisten
21:06oke
21:07baik
21:07bang
21:08besari
21:08kita ke
21:08mas adi
21:09mas adi
21:09kalau anda melihatnya
21:11ketika
21:11lihat sekarang
21:12sikap-sikap dari partai politik
21:14PDP sudah jelas
21:15PKS sudah mulai
21:16buka diri
21:16soal ini
21:17kira-kira
21:18bakal kejadian
21:19gak
21:19hak angkat di DPR
21:20walaupun memang kita lihat
21:21ini kan secara personal ya
21:23bukan secara fraksi
21:24tapi kalau anda melihat
21:25petanya seperti ini
21:26seperti apa
21:26apakah nanti
21:27partai-partai lain
21:28juga akan ikut ke PKS
21:30ya saya kira
21:32sebenarnya
21:32per hari ini
21:34belum kelihatan
21:34secara agresif
21:36sikap politik ya
21:37memang yang
21:38kelihatan soal
21:39bicara tentang
21:40hak angket
21:41misalnya kawan-kawan
21:42PDP
21:42atau kawan-kawan
21:43PKS ya
21:43tapi kan hanya
21:45sebatas wacana
21:45sementara partai politik
21:46yang lain
21:47terkesan
21:48menghindari
21:49dan bahkan
21:49cenderung normatif
21:50ketika ditanyakan
21:51terkait dengan
21:51putusan Mahkamah
21:52Kompetitusi
21:53tentu ada
21:54cerita di balik layar
21:55yang dimana
21:56semua partai politik
21:57sangatlah berhati-hati
21:58menyikapi ini semua
21:59karena ini isu yang
22:00cukup sensitif
22:01menyangkut
22:02soal bagaimana
22:04putusan Mahkamah
22:05Kompetitusi
22:05dan itu mengarah kepada
22:06orang nomor dua
22:08di negara kita
22:08jadi terlepas dari apapun
22:10kontroversi
22:10pro dan kontranya
22:11karena objek dari
22:13putusan Mahkamah
22:14Kompetitusi itu adalah
22:14Wakil Presiden Republik Indonesia
22:16sepertinya partai politik
22:18itu sedang mengkalkulasi
22:19betul
22:19di DPR
22:20apa langkah-langkah
22:21strategis yang
22:22kemudian mereka akan
22:23lakukan secara terbuka
22:24kalau kita mau jujur
22:26sebenarnya
22:26setelah adanya putusan
22:27Mahkamah Kompetitusi
22:28bayangan orang kan langsung
22:29tiba-tiba angket
22:30tiba-tiba pansus
22:31apalagi misalnya
22:32Gibran itu
22:33tidak memiliki
22:34partai politik
22:35yang saat ini
22:35ada di parlemen
22:36mudah saja
22:37sebenarnya
22:38partai-partai yang ada
22:39di parlemen itu
22:40hanya sebatas bikin
22:41pansus
22:42ataupun angket
22:43tidak akan ada
22:44barrier apapun
22:45tapi kan perhari ini
22:46itu tidak menjelma
22:47sebagai sebuah
22:48sikap politik resmi
22:49yang kemudian
22:50mengarah kepada
22:51persoalan angket
22:52ataupun apapun
22:53itu artinya
22:54partai-partai
22:55yang ada di DPR
22:56fraksi-fraksi itu
22:57sedang mengkalkulasi
22:58betul
22:58tentu
22:59plus dan minusnya
23:00seperti apa
23:01soal stabilitas politik
23:02untung dan ruginya
23:04dan apa yang kemudian
23:05berdampak secara demokrasi
23:06ke depan
23:06itu yang pertama
23:07nah yang kedua
23:08kalau kita hitung
23:10rata-rata secara umum
23:11angket atau apapun
23:12itu kan secara politik
23:13tidak ada dampak apapun ya
23:15kalau kita dulu
23:16mengarah kepada
23:17angket konstitusi
23:18apa namanya
23:19senturi
23:19di jaman PSBY
23:20disitu kalau tidak salah
23:22juga dikait-kaitkan
23:23dengan Pak Budiono
23:23endingnya juga tidak ada apa-apa mas
23:25tidak ada konsekuensi
23:27yang kemudian
23:28membuat itu adalah
23:29sebagai sesuatu
23:30yang kemudian
23:31dalam tanda kutip ya
23:32dianggap berlebihan
23:33dalam konteks
23:34berdemokrasi
23:35dan berdegara
23:35tinggal kita tunggu
23:36nanti
23:37sejauh mana langkah
23:38politik PKS ini
23:39apakah hanya
23:40sebatas statement
23:40politik di media
23:41atau akan menjelma
23:43sebagai sebuah
23:44apa namanya
23:45gerakan-gerakan
23:46politik yang cukup serius ya
23:47karena perhari ini
23:48kan baru statement
23:49politik media mas
23:50akan beda cerita
23:51bagaimana
23:52intonasi
23:53dan performa politiknya
23:54kalau sudah diusulkan
23:55secara resmi
23:56di DPR
23:56bagi saya disitu sih
23:58jalan ceritanya
23:58sebenarnya
23:59tapi sekali lagi
24:00dalam sistem presidensialisme
24:02multipartai
24:03yang begini-begini
24:04biasa sih sebenarnya
24:05mas partai-partai koalisi
24:07suka berbeda
24:08dengan kebijakan politik
24:09yang dibuat oleh pemerintah
24:10suka beda politik
24:12dengan kebijakan-kebijakan politik
24:13yang dibuat oleh presiden
24:14dan wakil presidennya
24:15bahkan di jaman PSB
24:17sekalipun kan dulu
24:18ada istilah dua matahari kembar kan
24:20karena Pak JK saat itu
24:22wakil presiden
24:23dalam banyak hal
24:24agresif
24:24agresifitas dan
24:26gerakan-gerakan politiknya
24:27dalam banyak hal juga
24:28selalu berbeda
24:29cuma karena menyangkut kebijakan
24:31cuma karena
24:32menyangkut soal
24:33posisi-posisi politik
24:34itu adalah
24:35perkara alami
24:36dalam demokrasi
24:37tapi
24:37kalau sudah isunya strategis
24:40menyangkut ijazah
24:41terkait dengan
24:42orang nomor dua
24:43di negara kita
24:43itu yang saya sebut
24:44partai-partai sedang
24:45mengkalkulasi betul
24:47terkait dengan angket ini
24:48saya melihatnya seperti itu
24:49mas
24:50baik saya kembali
24:51ke mas Rangga
24:52mas Rangga ada juga pandangan
24:53di luar bahwa
24:53langkah PKS saat ini
24:55sikap PKS saat ini
24:56itu ada kaitannya
24:57dengan nanti di
24:582029
24:58ada yang bilang bahwa
24:59ini upaya untuk
25:00memisahkan dalam
25:01tanda petik Pak Prabowo
25:02dengan Gibran nanti
25:03di 2029
25:04bagaimana ada
25:05mingkupnya
25:07ya kami sejak awal
25:10menanggalkan
25:11kepentingan-kepentingan
25:12elektoral
25:12jangka panjang
25:13karena itu masih jauh
25:15politik
25:16masih jauh pemilu
25:17kami itu fokus
25:19bagaimana melihat
25:20bahwa putusan MK ini
25:22mendapatkan respons
25:23dari publik
25:24dan kita
25:24kita bukan hanya satu
25:26kita bukan hanya satu
25:28masyarakat sipil
25:29yang kita terima
25:29ada beberapa
25:31elemen masyarakat sipil
25:33yang kita terima
25:34di dalamnya
25:35ada para akademisi
25:36para advokat
25:37mahasiswa
25:38dan seterusnya
25:39nah kita
25:40kita fokus
25:41bagaimana menyerap
25:42itu sebagai sebuah aspirasi
25:44kita punya fungsi
25:44di partai politik
25:45sebagai
25:47lembaga yang
25:48menyerap aspirasi itu
25:50nah dari
25:51dari
25:52dari
25:52dari apa yang kita
25:54tangkap gitu ya
25:55kita punya kesamaan
25:56pandangan bahwa
25:59putusan MK itu
26:00perlu ditindaklanjuti
26:01dan
26:02presiden PKS
26:03nah
26:04presiden PKS
26:05pimpinan kita
26:06sudah bahkan
26:07menyatakan statement
26:09ya
26:09terkait dengan isu ini
26:10dan
26:11menindak
26:11dan menugaskan
26:13fraksi PKS
26:13DPRN
26:14untuk menindaklanjutnya
26:15saya kira
26:15itu
26:16itu
26:16itu adalah
26:17standing point kita
26:18bahwa kita
26:18kita tidak
26:19tidak sedang
26:20bicara soal politik
26:21jangka pendek
26:22dan kita juga
26:23kita juga menyatakan
26:24ya kita
26:25kita mengkaji
26:25dan seterusnya
26:27bahwa putusan MK ini
26:28juga poin pentingnya
26:28adalah ke depan
26:29menjadi sebuah
26:30evaluasi penting
26:31bagi proses penyelenggaraan
26:33pemilu kita ke depan
26:34agar semakin
26:35jurdil
26:36seperti itu mas
26:37oke
26:37terlalu jauh
26:38kalau ngomongin
26:382029
26:39kalau kata
26:40mas Rangga
26:41tapi kalau
26:41Bang Besareng
26:41melihatnya seperti apa
26:42apakah ini juga
26:44dibilangnya seperti
26:44operasi politik gitu
26:45untuk misahin
26:46Pak Prabowo
26:47dan juga
26:47Mas Gibran
26:48di 2029
26:50absolutely
26:51itu yang sedang
26:53dikerjakan oleh
26:54para pihak
26:54supaya
26:56Pak Prabowo
26:57terlemahkan
26:58dan kemudian
26:59semakin mudah
27:00bagi mereka
27:00untuk mengalahkan
27:01Pak Prabowo
27:02ke depan
27:02absolutely
27:04dan jalan masuknya
27:06adalah
27:06Gibran Raka
27:07Buming Raka
27:08saya singkat aja
27:10oke
27:11kemudian
27:11dari partai
27:13PSI sendiri
27:14seperti apa
27:15kemudian menanggapi
27:16banyak sekali saat ini
27:17tidak hanya di
27:17DPR
27:21begini
27:22yang harus
27:23disadari
27:23bahwa
27:24pengusung
27:25Pak Prabowo
27:26Gibran itu
27:27bukan cuman
27:27PSI
27:28ada partai-partai
27:30lain disitu
27:31nah
27:32partai-partai
27:34lain
27:34seperti Golkar
27:35kawan kami
27:36sahabat kami
27:37kemudian
27:39PAN
27:39sahabat kami
27:40ya
27:41sahabat PSI
27:42kemudian
27:43Gerindra
27:43juga sudah
27:44menyampaikan
27:46tapi kan
27:46seperti saya
27:47sampaikan tadi
27:48mungkin ada yang
27:49merasa
27:50sudah popularitasnya
27:52anjrok
27:52blok
27:53berdasarkan
27:54survei-survei
27:55jadi harus
27:56membuat
27:57apa namanya
28:01semacam
28:02ya
28:03hal-hal yang
28:04seperti ini
28:05supaya mengorbit
28:06kembali
28:07ya
28:08ini kan
28:08lebih kepada
28:09orang-orang
28:11yang dihadirkan
28:12dan hadir
28:13ya itu-itu aja
28:14sama
28:15sama dengan
28:15yang kasus
28:17mempermasalahkan
28:18ijazah Pak Jokowi
28:19kan
28:19nah mungkin
28:21ada partai
28:22yang lebih cocok
28:23memang bergaul
28:24dengan yang seperti itu
28:25ya kita maklumi
28:26juga gitu
28:27oke oke
28:28tapi kalau dari
28:29Mas Adi
28:29melihatnya seperti apa
28:30Mas
28:30apakah memang benar
28:31saat ini yang dilakukan
28:32PKS ini sudah
28:33merupakan wujud
28:34manuver untuk
28:35nanti di
28:352029
28:37ya bebas saja
28:38sebenarnya Mas
28:39interpretasi
28:40seperti itu
28:40cuman
28:41satu hal yang ingin
28:42saya katakan
28:42apa yang
28:43diwacanakan
28:45disampaikan secara
28:46terbuka oleh
28:47kawan-kawan PKS
28:47ini kan secara
28:48tidak langsung
28:49ingin mengatakan
28:49satu hal yang tegas
28:51bahwa PKS itu
28:52hanya ingin berkoalisi
28:53dengan Prabu Subianto
28:54tapi rasa-rasanya
28:55dengan
28:55tapi tidak dengan
28:57Gibran
28:57atau Bumingraka
28:58itu yang terjadi
28:59sebenarnya
29:00ya terbukti
29:01persoalan ijazahnya
29:02kan ingin dibahas
29:02karena
29:03kalau juga
29:04ingin tegal
29:05lurus bersama
29:06dengan Gibran
29:06Raka Bumingraka
29:07mestinya
29:08PKS tidak
29:08bicara ini secara terbuka
29:10untuk ditindaklanjuti
29:12artinya apa
29:13jika ada
29:14partai politik ke depan
29:15yang juga
29:15menindaklanjuti
29:16putusan Mahkamah
29:17Konstitusi
29:18dibahas di DPR
29:19adalah bagian dari
29:20ya tidak mau
29:21berkoalisi dengan Gibran
29:22sebagai wakil presiden
29:23di negara ini
29:24dan hanya berkoalisi
29:25dengan Prabu Subianto
29:26sekali lagi
29:27ini adalah
29:28bagian dari
29:29kerumitan
29:29atau anomali
29:30dalam sistem presidensialisme
29:32multi-partai itu
29:32partai-partai pendukung
29:34itu seringkali
29:35memang suka-suka
29:36dengan sikap dan pilihan
29:37politik mereka
29:37entah didasarkan
29:39atas subjektivitas
29:40entah didasarkan
29:41atas objektivitas
29:42atau pandangan-pandangan
29:43yang menurut mereka
29:45secara demokrasi
29:46harus layak
29:47untuk disampaikan
29:48secara terbuka
29:48makanya saya harus
29:50saya harus tegaskan
29:50kalau PKS Gaspol
29:51jalan terus di DPR
29:52kira-kira begitu
29:54untuk bicara tentang
29:55ijazah
29:55ini menegaskan
29:56PKS hanya
29:58berkoalisi dengan
29:59presidennya
30:00tapi tidak dengan
30:00wakil presidennya
30:02kira-kira begitu saja
30:03sih jalan ceritanya
30:04betul gak
30:04mas Rangga
30:05kira-kira mas Rangga
30:06pengennya sama Pak Prabowo
30:07aja gak sama
30:07mas Gibran gitu
30:08ya
30:09kita mendukung
30:11pemerintahan
30:12kita berada di
30:12pemerintahan
30:13sampai
30:132029
30:14demikian mas
30:15oke
30:16sampai 2029 ya
30:17tapi nanti
30:18kedepannya belum tahu nih
30:19kira-kira
30:20seperti apa gitu
30:21mas Rangga
30:22ya
30:23keputusan-keputusan
30:24penting
30:24seperti
30:25pilpres
30:25koalisi
30:26itu kan
30:26dibahas oleh
30:27majelis
30:27dan sampai sekarang
30:29putusannya masih itu
30:30nanti akan ditentukan
30:31di putusan majelis
30:33mendengarkan aspirasi
30:34dari kader dan masyarakat
30:36oke
30:36dengarkan dulu nanti
30:37aspirasi dari masyarakat
30:38terakhir
30:39Bang Bas Rai
30:40ada tangkapan
30:40ya saya kira
30:43kalau memang
30:44menyatakan
30:44mendukung
30:45pemerintahan
30:46sampai tuntas ini
30:47dukunglah
30:49dengan hati yang bersih
30:50jangan dinodai
30:52dengan kepentingan-kepentingan
30:53untuk memecah belah
30:55ini ingat
30:56peringatan bagi semuanya
30:57supaya
30:58negeri kita ini
30:59semakin baik
31:00ke depan
31:01dan terus baik
31:01gitu
31:02oke kita nantikan
31:04di DPR
31:04seperti apa nanti
31:05ada juga yang kita ikuti
31:06di PT UN
31:07soal gugatan
31:08Sukat Ijazah Gibran
31:10ini seperti apa
31:11ke depannya nanti
31:12sikap partai juga
31:12kita nantikan
31:13seperti apa
31:13terima kasih
31:14sudah bergabung
31:15Mas Adi
31:15kemudian Bang Besar
31:16dan juga Mas Rangga
31:17di Sampai Indonesia Pagi
31:18salam sehat selalu semuanya
31:19terima kasih