Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Bahlil Beberkan Stok BBM Aman di Sidang Kabinet, Prabowo Beri Perintah Tegas Soal Kontrak

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merangkap Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia,menyampaikan laporan strategis sektor energi dalam Sidang Kabinet Paripurna 2 Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri di Istana Negara, Jakarta, pada 21 Oktober 2026. Di hadapan Presiden Prabowo Subianto, Bahlil menegaskan bahwa stok BBM dan LPG nasional berada dalam kondisi sangat aman di atas standar minimum, di mana Pertalite mencukupi untuk 16 hingga 18 hari dan LPG aman hingga 13 hari ke depan. Mengklarifikasi isu kelangkaan di Bali, Bahlil menyebut hal itu murni dipicu oleh keterlambatan distribusi kapal logistik dari Jawa Timur akibat kendala cuaca, bukan karena kekosongan stok nasional.

Menanggapi laporan tersebut, Presiden Prabowo tetap meradang dan secara tegas memerintahkan Menteri ESDM, Dirut Pertamina, Danantara, serta jajaran BUMN terkait untuk segera memeriksa dan mengaudit ulang seluruh kontrak distribusi energi. Kepala Negara menekankan agar evaluasi mendalam ini dilakukan secara serius demi memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang. Pemerintah juga terus mengantisipasi gangguan rantai pasok akibat pendangkalan sungai di berbagai wilayah seperti Kalimantan dan Papua dengan mengalihkan jalur distribusi via darat.

#BahlilLahadalia #stokBBM #Prabowo

Creative/Video Editor: Aqilah/Evan
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Pertalai selanjutnya dipersilahkan Bapak Menko Hilirisasi Transisi Energi
00:04Merangkap Menteri SDM terkait kesiapan energi terutama minyak dan listrik
00:09Dipersilahkan Bapak Balil Ladalia
00:12Bapak Presiden dan Bapak Ibu semua kami laporkan Bapak Presiden
00:17Terkait dengan kondisi BBM kita untuk cadangan BBM kita sekarang
00:24Untuk pertalai Bapak Presiden di angka 16-18 hari
00:28Ini yang subsidi, RON 90
00:31Kalau yang lainnya semua di atas standar minimum nasional
00:35Ijin kami laporkan di kejadian kemarin di Bali
00:39Itu sesungguhnya yang terjadi adalah bukan persoalan cadangan nasionalnya
00:44Tetapi distribusi dari Jawa Timur ke Bali itu yang terlambat kapal kurang lebih sekitar
00:51Harusnya masuk setengah 6 pagi, masuknya malam
00:55Alhamdulillah hari ini di Bali Bapak Presiden stoknya sudah mencapai 12 hari
00:59Cuman memang kita harus antisipasi di beberapa wilayah
01:03Yang akibat daripada cuaca ini pendangkalan sungai
01:07Di Kalimantan itu terjadi pendangkalan sungai
01:10Di Papua juga di Asmat itu terjadi pendangkalan sungai
01:13Yang tadinya bisa lewat laut, sekarang kita harus putar lewat darat
01:17Jadi secara umum untuk stok nasional kita
01:21Insya Allah aman di atas rata-rata
01:24LPG juga di atas rata-rata 13 hari
01:28Yang lainnya di atas 20 hari
01:29Perpres sudah ditandatangani
01:31Untuk pengadaan seluruh krut
01:34BBM dan LPG
01:36Ini akan dilakukan langsung secara G2G
01:39Lewat BLU
01:40Untuk solar Bapak Presiden
01:42Alhamdulillah sudah tidak kita lakukan impor
01:45Jadi clear khususnya solar 48
01:48Solar CN51 kita masih sebagian melakukan impor
01:51Kami laporkan bahwa untuk kondisi listrik di Batam
01:55Yang kemarin sempat error sudah bisa tertangani
01:58Dan sekarang program kita untuk listrik adalah
02:01Bagaimana memastikan di semua wilayah tidak ada lagi pembangunan bergilir
02:06Yang berikut slide menyangkut dengan ekspor batubara
02:10Kami laporkan bahwa dalam APBN
02:13Pendapatan target APBN kita di PNBP
02:16Itu target PNBP kita di 2026
02:21Sebesar Rp133,63 triliun
02:26Realisasi sampai dengan Januari Oktober
02:29Sekarang Bapak Presiden
02:30Kami laporkan sudah mencapai Rp127,74 triliun
02:34Atau sudah mencapai 98,42%
02:40Dibandingkan dengan volume
02:43Dengan periode yang sama di 2025
02:45Itu baru mencapai Rp94,98 triliun
02:50Tapi sekarang sudah mencapai Rp127 triliun
02:52Target kita nanti untuk membantu Menteri Keuangan
02:56Dalam rangka menambal defisit
02:57Terhadap subsidi BBM itu kita akan mencapai Rp165 triliun
03:02Pak Menteri Keuangan
03:03Jadi surplus sekitar Rp30 triliun
03:07Ini untuk PNBP
03:09Januari sampai September 2025
03:12Ekspor batubara kita
03:13Itu Rp374 juta
03:17Sementara pada periode yang sama
03:19Di Januari sampai September
03:20Itu menjadi Rp343 juta
03:22Terjadi koreksi kurang lebih sekitar Rp30 juta
03:25Tetapi pendapatan negara kita naik
03:27Jadi barang produksi turun
03:30Pendapatan naik
03:31Nah ekspor kita
03:33Januari September di 2025
03:36Itu Rp21 miliar
03:38Nah Januari sampai September
03:41Sekarang sudah mencapai Rp23,71
03:44Hampir Rp24 miliar
03:45Di satu sisi Pak Presiden
03:47Kami laporkan juga terkait dengan ekspor nikel
03:50Nah sampai dengan Agustus
03:54Itu kita sudah melakukan ekspor
03:57Kurang lebih sekitar
04:01Rp24,55 miliar
04:03Kalau Januari Agustus 2025
04:06Itu Rp21,22
04:07Demikian terima kasih
04:09Sudah saudara
04:11Yang tadi kita alami
04:13Di Bali
04:17Keterlambatan
04:18Pasokan minyak
04:20Bukan karena stoknya gak ada
04:23Karena distribusinya
04:25Jadi saya perintahkan
04:27Menteri ISDM
04:28Saya perintahkan Dirut Pertamina
04:30Saya perintahkan Danantara
04:35Kemudian
04:38BUMN-BUMN yang ada itu
04:40Untuk meriksa lagi kontrak-kontrak itu
04:43Saya kira itu dari saya
04:46Sudah saudara
04:46Sekali lagi
04:47Terima kasih
04:49Atas
04:51Bantuan saudara
04:52Dukungan saudara
04:53Kepada saya
04:54Terima kasih
05:00Terima kasih

Dianjurkan