00:00Nah, saya mau tanya, Bung Roki itu dibayar. Gaji Bung Roki itu sekitar 67 juta rupiah per bulannya. Saya udah
00:07searching tadi.
00:08Nah, tapi kalau kata Bung Roki tadi, Bung Roki ingin mengkritisi Prabowo, saya mau tanya, sejauh ini pekerjaan dari Watimpres
00:16apa?
00:16Hanya omen-omen doang, tidak ada hasil. Itu yang pertama.
00:20Yang kedua, banyak masih sebetulnya saya paham, saya cinta Prabowo, saya cinta negara ini.
00:26Tujuan kita cuma satu, negara kita menjadi negara yang merdeka maju.
00:34Makanya tadi, seperti yang dikatakan Bung Roki, kita mahasiswa ayolah berpikir kritis.
00:39Tapi saya yang mau tanya, banyak keresahan dari mahasiswa.
00:42Universitas Negeri Medan nomor dua, perguruan tinggi negeri, penerima beasiswa KIP.
00:48Terbanyak se-Indonesia, kita harus syukuri itu.
00:51Tapi banyak dari kita nggak menyadari itu.
00:53Hanya bilang Prabowo, seperti ini Prabowo, karutlah.
00:57Di dunia, Indonesia nomor tujuh, hutan terbakar.
01:01Nomor tujuh loh, nomor tujuh.
01:03Amerika, Rusia, lebih banyak lagi.
01:05Tapi nggak ribut.
01:06Karena apa nggak termakan? Algoritma bajer.
01:09Kita sama-sama menyerang, kau bajer Prabowo.
01:12Terus sama-sama menyerang, kau bajer Anis.
01:14Tidak ada gunanya.
01:16Kita di sini mahasiswa, ayo berpikir kritis sama-sama.
01:21Bukan saling nyerang jadinya, gitu.
01:23Tapi saya setuju juga dengan mahasiswa yang di atas terkait KKNI ya.
01:27Jadi teman-teman kita jaga teman kita, semoga nggak diculik nanti.
01:31Oke.
01:33Karena memang pengalamannya, kalau dibilang, tadi diculik itu mahasiswa matematika,
01:38memalukan juga ya.
01:39Dibilang tadi 700, ya tidak ada data yang relevan.
01:43Saya sudah sering ya demo, sudah pernah juga demo.
01:47Ya, kalau dikatakan diculik, ya itu hanya, gimana ya?
01:51Itu hanya, karena dia sudah bersuara, biar dia kelihatan benar.
01:56Oke.
01:56Saya itu cilih, padahal kosong.
01:57Nah, saya mau tanya, kasus yang paling besar, Karhutlah.
02:01Oke, saya cinta Prabowo, tapi mana aksi nyatanya?
02:04Saya tidak bilang tidak ada aksi nyata, bukan.
02:06Tapi sejauh ini, makin banyak hutan yang kembali melahap.
02:10Saya mau minta, mana Pak Prabowo?
02:12Pak Prabowo, saya menonton Youtube Pak Bakom juga, dua hari yang lalu.
02:17Dikatakan Pak Prabowo itu cuma dua jam.
02:19Bahkan cuma sampai jam tujuh, sudah pulang.
02:21Kami berharap, ayo pejabat-pejabat, hirup asap Kalimantan, hirup.
02:26Biar jangan cuma warga itu yang menghirup.
02:29Gitu.
02:30Oke ya.
02:30Yang selanjutnya, sekali lagi, satu lagi, Pak.
02:33Yaitu, ini, masih pembunuh, Sambo.
02:38Udah terkena itu Cibinong.
02:40Tapi sejauh ini, banyak pejabat-pejabat takut.
02:43Takut untuk menangkap, takut untuk tegas.
02:46Yang hanya pengedar narkoba dibawa ke nusah kambangan.
02:49Tapi apa?
02:50Sambo, sudah jelas-jelas, ada korupsi.
02:53Kepala BGN, di mana dipenjarakan?
02:55Di tempat mewah.
02:56Tapi, kami tanyakan mana, berani enggak?
02:59Itu dari kami.
03:00Terima kasih.
03:01Baik.
03:02Oke, oke.
03:03Ini sekaligus saya tutup, saya minta izin karena saya mesti terbang.
03:09Soal kebakaran hutan.
03:11Anda ajak orang pergi ke Kalimantan.
03:14Anda sudah pernah mengalami keterlibatan untuk memadamkan api di dalam gambut?
03:20Sudah pernah?
03:22Belum pernah.
03:25Sebulan lalu, saya padamkan api di Siak.
03:30Sekaligus mengajarkan masyarakat di situ,
03:38sifat dari api yang dibakar.
03:41Ada kasus ibu-ibu bakar api.
03:43Bakar sampah, apinya menjalan 90 meter.
03:47Ibu itu enggak ngerti bahwa langgambut itu begitu ekologinya.
03:51Apinya enggak keluar di atas, dia masuk ke bawah.
03:54Lalu kepala ularnya itu lari 90 meter.
03:58Saya ikut madamin api di sini.
04:00Jadi saya tahu bagaimana tersiksanya orang.
04:04Baju tahan api, panasnya minta ampun.
04:06Saya harus membawa peranwir itu untuk madamin api.
04:10Hanya untuk menunjukkan caranya.
04:13Lalu orang buli saya, Rocky Gerung Pencitraan.
04:16Astaga.
04:18Saya hidupnya begitu.
04:20Di gunung.
04:22Masuk luar hutan.
04:23Naik turun gunung es.
04:25Jadi saya terlatih dalam soal itu.
04:28Saya beritahu pengetahuan saya.
04:32Bukan pamer.
04:35Dan sudah diputuskan.
04:37Ada tambahan peralatan.
04:39Ada tambahan pengendalian.
04:41Pola ini sudah petaunan.
04:44Kenapa ada perusahaan lingkungan?
04:47Karena amdalnya tidak lagi dipakai secara masuk akal.
04:51Di mana amdal itu ditarik.
04:54Dari hak masyarakat adat pindah pada negara.
04:57Di dalam omnibus law.
05:00Jadi sumber regulasi yang menyebabkan kebakaran lahan itu ada omnibus law.
05:08Nah omnibus law itu adalah
05:11produk dari
05:14Prabowo.
05:15Benar gak?
05:16Benar gak?
05:17Benar gak?
05:19Jadi produk dari
05:23saya itu
05:29dilaporkan ke 34 pol daerah seluruh Indonesia.
05:31Karena saya bilang
05:32omnibus law itu adalah hasil dari
05:38si Bajingan Tolol.
05:41Itu dasarnya.
05:44Omnibus itu produk dari
05:45Jokowi.
05:48Begitu cara lihatnya teman-teman.
05:51Dan itu dibatalkan oleh makamu konstitusi sekarang.
05:56Itu pentingnya
05:57Faktanya mesti ada di situ.
06:00Cara melihat soal.
06:01Jangan asal tuduh.
06:02Itu menunjukkan juga gak ada pengetahuan di situ.
06:07Soal gaji.
06:09Gaji saya.
06:11Mau tau gaji saya?
06:12Mau tau?
06:14Gaji saya
06:15Satu jam
06:16kasih cerama
06:18di perusahaan asing
06:2020 ribu dolar.
06:22Berapa tuh?
06:25300 juta.
06:29Satu jam doang.
06:31Begitu masuk undangan.
06:34Bisnis minta.
06:35Mahasiswa minta.
06:36Saya pilih mahasiswa yang nol.
06:43Tanya pada Hersu Beno.
06:45Yang daftar itu.
06:48Setahun dua tahun kemarin
06:49satu hari itu bisa 70 kali undangan.
06:52Kalau saya iyain
06:53setiap 5 menit
06:54saya ngumpulin 100 juta.
06:57Miliaran duit saya.
06:59Itu saya bilang
07:0070 juta itu cemen.
07:02Gak ada gunanya buat saya.
07:04Kenapa gak ada gunanya?
07:05Yang saya gak perlu.
07:06Mau beli apa?
07:07Buat apa?
07:08Yang saya tinggal di gunung.
07:11Kok bisa naik gunung?
07:13Buat apa kemewahan itu?
07:16Jadi Anda bayangkan
07:17kemewahan saya
07:18dengan kemewahan orang lain.
07:20Saya merasa mewah
07:21kalau saya masih bisa
07:22bolak-balik ke Himalaya.
07:23Saya masih bisa
07:24bolak-balik ke gunung-gunung es
07:25di Elbrus, Rusia.
07:27Itu kemewahan.
07:28Dan orang bilang itu
07:29cari perkara, mau mati.
07:30Di situ
07:31nilai orang
07:33udah 20 kali mau mati
07:34karena dikepung oleh es.
07:36jatuh ke jurang.
07:38Kalau saya pakai kemewahan
07:40ngapain gue naik gunung?
07:41Mending tiap hari gue
07:41ceram aja.