Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Nusron Wahid Mangkir Dua Kali, MAKI Resmi Adukan Pimpinan KPK ke Dewan Pengawas!

Link terkait:
https://www.suara.com/news/2026/10/25/193500/maki-adukan-pimpinan-kpk-ke-dewas-dinilai-melempem-hadapi-mangkir-nusron-wahid

Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) resmi melaporkan pimpinan KPK ke Dewan Pengawas akibat dinilai tidak profesional dan melempem dalam menegakkan hukum. Laporan tersebut dilayangkan usai penyidik KPK dianggap tidak bernali memberikan tindakan tegas kepada sejumlah saksi strategis yang mangkir panggilan pemeriksaan.

Salah satu yang disorot tajam adalah Menteri ATR/BPN Nusron Wahid yang tercatat dua kali mengabaikan panggilan tanpa alasan yang jelas. Koordinator MAKI Boyamin Saiman mendesak KPK agar berani menerbitkan surat perintah membawa dan melakukan jemput paksa. Pembiaran serupa juga terjadi pada pemanggilan saksi lain seperti Rektor USU Muryanto Amin hingga saksi kasus LPEI Witjaksono yang memicu krisis wibawa hukum. MAKI berharap Dewas KPK segera menjatuhkan sanksi keras agar lembaga antirasuah kembali disegani dan tidak menciptakan preseden buruk di masa depan.

#maki #nusronwahid #kpk

Creative/Video Editor: Aqilah/Reiki
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Nusra Nuhait mangkir dua kali, Maki resmi adukan pimpinan KPK ke Dewan Pengawas.
00:06Masyarakat Anti Korupsi Indonesia atau Maki resmi melayangkan laporan
00:10terhadap pimpinan lembaga anti rasuah ke Dewan Pengawas
00:14akibat sikap lembek dalam menghadapi sanksi yang mangkir.
00:18Laporan ini ditempuh lantaran penyidik dinilai tidak bernyali
00:22untuk memberikan tindakan tegas kepada pihak-pihak yang mangkir dari panggilan pemeriksaan resmi.
00:28Menteri ATR BPN Nusraan Wahid tercatat sudah dua kali mengabaikan panggilan pemeriksaan
00:35tanpa alasan yang jelas dari penyidik.
00:38Pimpinan lembaga tersebut dinilai gagal menunjukkan ketegasan hukum
00:42dalam menegakkan aturan yang berlaku bagi seluruh warga negara tanpa pandang bulu.
00:48Kelalaian serupa juga terlihat jelas pada pemanggilan Rektor Universitas Sumatera Utara,
00:53Murianto Amin, terkait dugaan korupsi proyek jalan,
00:57di mana sanksi mangkir tanpa ada sanksi lanjutan dari aparat.
01:01Pembiaran berulang ini membuat ribau hukum anjlok
01:04dan meruntuhkan kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum di tanah air.
01:10Makin mendesak, Dewan Pengawas segera menjatuhkan sanksi etik
01:13agar penegakan hukum tidak diskriminatif
01:16dan marwah lembaga arti rasuah kembali pulih.
01:27Terima kasih telah menonton!

Dianjurkan