Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 menit yang lalu
CIMAHI, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan pentingnya belajar sejarah agar bangsa Indonesia tidak mengulangi kesalahan para pendahulu.

Menurutnya, salah satu pelajaran paling menyakitkan dalam sejarah Indonesia adalah penjajahan yang terjadi karena bangsa ini tidak bersatu.

Hal itu disampaikan Prabowo saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, Jawa Barat, Jumat (30/10/2026).

"Alhamdulillah, terus-menerus kita berusaha dipecah belah. Anak-anakku, belajarlah sejarah. Saya sudah tegur menteri-menteri pendidikan. Terima kasih hadir Menteri Pendidikan Dasar. Saya juga sudah bicara, kelemahan bangsa Indonesia, pemimpin-pemimpinnya lupa sejarah. Bahkan ada pemimpin-pemimpin yang malas belajar sejarah. Mereka yang malas belajar sejarah akan dihukum oleh sejarah. Ini pelajaran ribuan tahun," kata Prabowo, Jumat (30/10/2026).

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/699134/prabowo-ke-siswa-sma-taruna-nusantara-belajar-sejarah-agar-kesalahan-pendahulu-tak-terulang
Transkrip
00:00Kita bersyukur pendiri-pendiri bangsa kita, pejuang-pejuang kemerdekaan,
00:12merasakan, meyakini bahwa hanya dengan persatuan, hanya dengan bineka tunggal ika,
00:23hanya dengan mengakui dan menghormati semua suku dan semua agama dan semua ras,
00:30dan semua budaya dan semua adat, kita bisa bernegara dengan baik.
00:37Alhamdulillah, terus-menerus kita berusaha dipecah belah.
00:48Anak-anakku, belajarlah sejarah.
00:52Saya sudah tegur menteri-menteri pendidikan.
00:56Terima kasih hadir, menteri pendidikan dasar.
01:01Saya juga sudah bicara kelemahan bangsa Indonesia, pemimpin-pemimpinnya lupa sejarah.
01:11Bahkan ada pemimpin-pemimpin yang malas belajar sejarah.
01:18Mereka yang malas belajar sejarah akan dihukum oleh sejarah.
01:26Ini pelajaran ribuan tahun.
01:30Teknologi berubah, tapi sifat manusia tidak berubah.
01:35Jadi, kalau kita tidak belajar sejarah, kita akan mengulangi kesalahan-kesalahan sejarah.
01:48Kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh pendahulu kita.
01:54Saudara-saudara, pelajaran sejarah yang paling sakit bagi Indonesia adalah
02:01kita pernah dijajah oleh bangsa lain.
02:06Kenapa berhasil kita dijajah?
02:10Karena kita tidak bersatu.
02:13Pangeran yang satu,
02:16lebih baik dia kerjasama dengan orang asing daripada kerjasama dengan saudaranya sendiri.
02:24Ini sejarah kita.
02:28Ini yang harus kita belajar.
02:32Kelompok penjajah,
02:35ratusan tahun,
02:37ribuan tahun,
02:39mereka punya ajaran
02:41di feda et impera.
02:46Pecah,
02:47belah,
02:48pecah, belah.
02:51Jangan
02:52kita ulangi
02:55kesalahan-kesalahan
02:58pendahulu-pendahulu kita.
03:00Pendahulu kita banyak kecemerlangan,
03:03tapi kita harus belajar
03:05dari kekurangannya.
03:07Jadi, saudara-saudara,
03:12saya terima kasih kepada semua unsur yang telah bekerja keras
03:18sehingga kita bisa
03:19menghasilkan
03:21dan sudah sekarang
03:22kampus di Malang,
03:24kampus di Cimahi,
03:26kampus di Pagar Alam,
03:29kampus di Selaisi Utara,
03:31dan kampus di
03:32IKN,
03:35enam kampus.
03:37Sudah ada enam kampus
03:38yang operasional
03:39yang sudah beroperasional
03:40yang sudah beroperasi.
03:44Terima kasih
03:45unsur-unsur yang telah
03:48bekerja keras
03:50sehingga
03:51kita hasilkan
03:52anak-anak yang
03:55sekarang
03:56menempuh
03:58pendidikan di sini.
04:03nilai-nilai yang kita
04:05ajarkan,
04:06saya minta dipertahankan.
04:08Nilai Pancasila,
04:10nilai kebangsaan,
04:12karena masih banyak kelompok-kelompok
04:15yang
04:17sesungguhnya
04:19tidak suka dengan Pancasila.
04:23Mereka ingin
04:24punya faham lain.
04:26Ada yang ingin
04:28mendidikan negara agama.
04:32Ada yang ingin
04:34mendidikan negara
04:35berdasarkan suku.
04:38Ada yang ingin
04:40mendidikan negara
04:41berdasarkan
04:44ras.
04:48Ini
04:48sumber perpecahan.
04:51kita lihat di seluruh dunia
04:53sekarang
04:54perang
04:56pertikian,
04:58perang pertikian,
05:00pertumpuan darah,
05:02puluhan ribu
05:03ibu-ibu,
05:06anak-anak,
05:07orang tidak berusaha
05:08mati
05:09tiap hari.
05:12Kenapa
05:12pemimpin-pemimpinnya
05:14tidak waspada?
05:16Kenapa
05:16terpecah?
05:19Dan
05:20ada kelompok-kelompok
05:22di Indonesia
05:23yang ingin
05:25negara kita pecah.
05:28Yang ingin
05:28negara kita pecah.
05:31Tapi percayalah
05:34kekuatan
05:36NKRI
05:36besar
05:38kita waspada
05:39sekarang
05:40dan kita akan
05:42atasi semua masalah itu
05:43dengan baik.
05:44mereka-mereka
05:48yang
05:49hatinya
05:50tidak baik
05:51pasti ketahuan.
05:54Dan
05:55saya ingatkan
05:56mereka-mereka yang
05:57tidak setia
05:59kepada Pancasila,
06:00tidak setia
06:01kepada NKRI
06:02atau mereka-mereka
06:04yang serakah,
06:07mereka-mereka yang
06:08bermental
06:09mafia
06:10yang tujuannya
06:13adalah
06:13merampok
06:15kekayaan negara
06:16pasti akan gagal.
06:19Itu pelajaran
06:21ribuan tahun
06:23peradaban manusia.
06:25Yang jahat
06:27pasti
06:28akan
06:31kalah.
06:34itu
06:34pasti
06:35tidak usah
06:36kita ragu-ragu.
06:39Sudah-sudah
06:40saya kira itu
06:41yang ingin saya sampaikan.
06:46Belajarlah
06:46dengan baik.
06:48Para
06:48pamong,
06:49para guru
06:51bimbinglah
06:52dengan baik.
06:54Bimbing mereka
06:55dengan sebaik-baiknya
06:57ke arah
06:58yang
06:59sebaik-baiknya
07:00untuk bangsa dan negara.
07:02itu
07:03yang ingin saya sampaikan.
07:07Terima kasih
07:08atas perhatian
07:08saudara-saudara.
07:11Tanamkan terus
07:12nilai
07:14patriotisme
07:14integritas.
07:17Daripada
07:18ratusan
07:19orang pinter
07:20berilah
07:22kepada negara
07:23pemuda-pemudi
07:25yang
07:26jujur,
07:28yang bersih hatinya,
07:30yang penuh
07:32cinta tanah air,
07:34baru
07:34kita berhasil
07:35sebagai bangsa dan negara.
07:37Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Dianjurkan