00:02Hai sudah digitalisasi semua aplikasi bayar aplikasi semuanya sejauh ini memang ada memang
00:09ada yang memudahkan petani juga ada juga masalah-masalah yang kita temui ya masalah-masalahnya
00:13banyak ya namanya yang ditemui ketika mereka menebus pupuk ini dari segi kuota pupuk mas
00:23tahun-tahun sebelumnya dan acuannya itu sehingga pemerintah memberikan kuota khususnya untuk
00:30Sumber Timur kita tahu kuota untuk Sumber Timur tahun ini Korea 6.000 ton NPK 9.000 ton pupuk
00:39organik 5.000 ton sesuai dengan pemakaian tahun-tahun lalu seperti itu nah cuman dalam dalam menebus
00:48itu kendalanya banyak Pak pertama iklim cuaca dan pupuk kita katui bersama dari jawa nih pakai kapal
00:59laut apalagi kalau iklimnya tidak bersahabat ada pengumuman dari BMKG melarang untuk berlayar
01:06sementara sedangkan kebutuhan pupuk di masyarakat ini kan diharus tanam kepada musim tanam-musim
01:12yang berjalan itu pertama kendalanya yang kedua ketika mereka datang ke aplikasi karena aplikasinya
01:20sistemnya error biasanya error gitu loh tunggu berapa lama lagi harus datang lagi butuh waktu butuh
01:29tenaga butuh transportasi petani-petani untuk datang untuk menebus pupuknya sesuai dengan wilayah
01:34pengecernya itu yang berikutnya lagi banyak petani ini yang tidak bisa menebus tidak membeli pupuknya
01:45sehingga dengan nasar itulah pengecernya ini mau apa namanya mengorder pupuk di distributor dan kan
01:54bisnis juga depanikan gitu deh kalau jumlah yang banyak nanti ditumpuk di gudangnya seakan nggak ada
02:00yang tebus juga rugi pengecernya seperti itu ya Nah yang berikutnya lagi ada ketika musim tanam
02:07sesuai dengan waktu yang sudah biasa musim tanamnya berbesar mengakibatkan kebiasaan
02:13masyarakat ini mau musim tanam dulu mau ditebus pupuknya ketika dia musim hujan yang sudah tiba semua
02:20masalah tetap menebus pupuknya sedangkan ketersediaan pupuknya tidak ada di tempat
02:23seperti masalah-masalah itulah yang dihadapi oleh petani di lapangan
02:30terima kasih telah menonton