Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Sumpah Pemuda bukan sekadar momentum untuk mengenang sejarah perjuangan bangsa.

Di tengah berbagai persoalan yang masih membayangi negeri, peringatan Sumpah Pemuda juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk menegaskan kembali peran dan tanggung jawabnya terhadap masa depan Indonesia.

Tepat pada 28 Oktober kemarin, mahasiswa turun ke jalan menyampaikan aspirasi dan menuntut pemerintah menjawab berbagai persoalan yang dihadapi rakyat.

Mahasiswa bersama sejumlah elemen masyarakat memenuhi kawasan Bundaran Hotel Indonesia dan sekitarnya.

Mereka mendesak pemerintah menetapkan kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi sebagai bencana nasional.

Mahasiswa juga menuntut pengelolaan APBN yang lebih bertanggung jawab, pemerataan akses terhadap layanan dasar, serta penyediaan lapangan kerja yang layak bagi masyarakat.

Aspirasi mahasiswa tak berhenti pada peringatan Sumpah Pemuda.

Sehari berselang, aksi unjuk rasa kembali berlanjut. Kali ini, aksi digelar mahasiswa Universitas Trisakti di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Kamis, 29 Oktober.

Dalam aksi ini, mahasiswa menyuarakan 3 tuntutan rakyat atau Tritura.

Mereka mendesak pemerintah melakukan pemulihan nasional secara menyeluruh, mulai dari sektor ekonomi, ekologi, pendidikan, politik, hingga kesehatan.

Mahasiswa juga menuntut pemberantasan inkompetensi pejabat publik serta penghapusan rangkap jabatan.

Di tengah menguatnya tuntutan pembenahan tata kelola pemerintahan, penegakan supremasi sipil juga menjadi salah satu poin yang disuarakan.

Berbagai tuntutan ini menjadi tantangan bagi pemerintah untuk membuktikan bahwa aspirasi masyarakat tak sekadar didengar, tetapi juga ditindaklanjuti.

Pemerintah menyatakan terbuka terhadap aspirasi dan masukan yang disampaikan mahasiswa dalam aksi demonstrasi.

Pemerintah juga menegaskan, evaluasi dan pembenahan tata kelola akan terus dilakukan agar kebijakan dan program pemerintahan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

#demo #mahasiswa

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/699165/mahasiswa-bersuara-turun-ke-jalan-pemerintah-dituntut-berbenah-kompas-petang
Transkrip
00:02Saudara, peringatan hari Sumpah Pemuda menjadi momentum bagi mahasiswa di sejumlah daerah untuk menyuarakan aspirasi dan menagih kinerja pemerintah.
00:11Mulai dari penanganan karhutlah hingga kebijakan ekonomi.
00:16Catatan Kompas TV akan dihadirkan bersama Yasir Neneama.
00:20Ya Sintia, aksi yang berlangsung tertib dan damai ini menjadi pengingat bahwa kritik dan aspirasi mahasiswa adalah bagian penting dari
00:30demokrasi.
00:31Lalu sejauh mana pemerintah mendengar dan menindaklanjuti tuntutan tersebut?
00:38Inilah catatan Kompas TV, tuntutan mahasiswa di hari Sumpah Pemuda.
00:57Sumpah Pemuda bukan sekadar momentum untuk mengenang sejarah perjuangan bangsa.
01:04Di tengah berbagai persoalan yang masih membayangi negeri,
01:08peringatan Sumpah Pemuda juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk menegaskan kembali peran dan tanggung jawabnya terhadap masa depan Indonesia.
01:20Tepat pada 28 Oktober kemarin, mahasiswa turun ke jalan menyampaikan aspirasi dan menuntut pemerintah menjawab berbagai persoalan yang dihadapi rakyat.
01:32Di Jakarta, mahasiswa bersama sejumlah elemen masyarakat memenuhi kawasan bundaran Hotel Indonesia dan sekitarnya.
01:41Mereka mendesak pemerintah menetapkan kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi sebagai bencana nasional.
01:50Tak hanya soal lingkungan, mahasiswa juga menuntut pengelolaan APBN yang lebih bertanggung jawab.
01:57Pemerataan akses terhadap layanan dasar, serta penyediaan lapangan kerja yang layak bagi masyarakat.
02:05Hari ini masih adanya kebakaran hutan dan lahan yang ada di Kalimantan, Sumatera Selatan, dan lain sebagainya.
02:11Kedua adalah wujudkan APBN untuk kepentingan rakyat dan hentikan pemborosan untuk kepentingan politik berkedok program populis seperti MBG dan KDMP.
02:19Kita sama-sama tahu bahwa KDMP hingga hari ini belum kemudian memberikan keuntungan untuk desa-desa yang ada di Indonesia.
02:29Kemudian MBG, makan bergizi gratis, maling berkedok gizi, itu kemudian belum juga dapat menyejahterakan rakyat.
02:38Utamanya dalam stunting, karena ya justru hari ini lebih banyak yang keracunan.
02:44Ketiga adalah turunkan biaya pendidikan, berikan akses layanan dasar yang merata, dan sediakan lapangan pekerjaan yang berkualitas.
02:56Aspirasi mahasiswa tak berhenti pada peringatan Sumpah Pemuda.
03:02Sehari berselang, aksi unjuk rasa kembali berlanjut.
03:06Kali ini digelar mahasiswa Universitas Trisakti di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat pada Kamis 29 Oktober.
03:16Dalam aksi ini, mahasiswa menyuarakan tiga tuntutan rakyat atau tritura.
03:22Mereka mendesak pemerintah melakukan pemulihan nasional secara menyeluruh.
03:27Mulai dari sektor ekonomi, ekologi, pendidikan, politik, hingga kesehatan.
03:35Mahasiswa juga menuntut pemberantasan inkompetensi pejabat publik serta penghapusan rangkap jabatan.
03:44Di tengah menguatnya tuntutan pembenahan tata kelola pemerintahan,
03:48penegakan supermasis sipil juga menjadi salah satu poin yang disuarakan.
03:56Berbagai tuntutan ini menjadi tantangan bagi pemerintah untuk membuktikan bahwa aspirasi masyarakat tak sekadar didengar,
04:05tetapi juga ditindak lanjuti.
04:07Pemerintah menyatakan terbuka terhadap aspirasi dan masukan yang disampaikan mahasiswa dalam aksi demonstrasi.
04:17Pemerintah juga menegaskan evaluasi dan pembenahan tata kelola akan terus dilakukan,
04:24agar kebijakan dan program pemerintahan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
04:32Jadi tentu aspirasi mereka akan kami dengarkan gitu ya,
04:37kemudian juga hal-hal yang menjadi masukan atau hal-hal yang menjadi concern mereka agar pemerintahan ini lebih baik,
04:44tentu akan kita kerjakan.
04:46Dan saya kira itu juga yang menjadi pesan dari Bapak Presiden,
04:49supaya pemerintahan ini makin baik,
04:51terus melakukan evaluasi, terus melakukan pembenahan,
04:54baik dari sisi tata kelola maupun juga memastikan agar hasilnya itu lebih terasa oleh masyarakat.
05:03Bagi mahasiswa, turun ke jalan bukan sekadar menyampaikan tuntutan.
05:08Aksi ini menjadi bentuk tanggung jawab moral generasi muda
05:12untuk terus mengawal jalannya pemerintahan,
05:15sekaligus memastikan kekuasaan dan kebijakan negara tetap berpihak kepada rakyat.
05:22Di tengah peringatan Sumpah Pemuda,
05:25suara mahasiswa kembali menegaskan bahwa masa depan bangsa bukan hanya tentang siapa yang memerintah,
05:33tetapi juga bagaimana pemerintah menjawab aspirasi rakyatnya.
05:39Tim Liputan, Kompas TV
05:46Sejumlah mahasiswa di sejumlah daerah
05:49menggelar unjuk rasa menyambut peringatan Hari Sumpah Pemuda.
05:55Setidaknya ada lima hal yang disuarakan mahasiswa,
05:58mulai dari penetapan status bencana nasional di daerah Karhutla,
06:03pembenahan kebijakan ekonomi, penurunan biaya pendidikan,
06:07reformasi hukum, dan pemberantasan KKN,
06:10hingga perlindungan HAM dan kebebasan berpendapat.
06:14Apresiasi buat mahasiswa yang menggelar aksi dengan tertib.
06:18Apresiasi juga untuk aparat keamanan Polri dibantu TNI yang mengawal unjuk rasa berjalan damai.
06:29Pemerintah pun menghargai pendapat mahasiswa.
06:32Kepala Bakom Syahgan Dane Golang bilang,
06:34tuntutan mahasiswa jadi perhatian pemerintah yang sudah ditindaklanjuti
06:40dengan sejumlah kebijakan dan aksi konkret.
06:43Kepala BP Taskin Budiman Sujat Miko menegaskan,
06:46tuntutan mahasiswa dan pelaksanaan program pemerintah tidak perlu dipertentangkan
06:52sepanjang bertujuan memperbaiki kondisi masyarakat.
07:04Kepala Bakom Syahgan Dane Golang
07:30Mendengar masukan dan kritik dari mahasiswa adalah hal baik
07:34karena tak ada kebijakan pemerintah negara manapun di dunia ini yang sempurna.
07:41Apalagi unjuk rasa bukan hal baru di Indonesia sudah ada sejak dulu.
07:45Mahasiswa turun ke jalan adalah pertanda bahwa generasi muda mampu berpikir kritis peduli kondisi bangsa.
07:53Indonesia pun sudah sepakat menjadi negara demokrasi yang menjunjung tinggi kebebasan berpendapat dan hak asasi manusia.
08:11Tujuan unjuk rasa mahasiswa mengingatkan pemerintah agar tidak salah langkah mengambil kebijakan.
08:17Apalagi ujung-ujungnya bikin rakyat sengsara.
08:21Soal karhutlah misalnya, kritik disampaikan supaya pemerintah mendeteksi lebih awal,
08:26menyiapkan ekosistem dan tata pengelola penanganan karhutlah, bukan jadi pemadam kebakaran.
08:43Lalu soal tata kelola MBG, Koperasi Desa Merah Putih hingga menguatnya peran militer juga patut jadi perhatian pemerintah.
08:52Lakukan koreksi perbaikan tata kelolanya, sempurnakan pelaksanaannya di lapangan.
09:00Jangan biarkan kekecewaan sebagian rakyat yang diwakili mahasiswa atau kelompok masyarakat sipil lainnya hari demi hari terus bertambah hingga menimbulkan
09:12frustasi sosial.
09:13Ibarat efek bola salju yang terus menggunung yang akhirnya menggelinding ke segala arah.
09:25Pemerintah tak perlu alergi terhadap kritik ataupun masukan dari mahasiswa.
09:31Sebaiknya bukalah ruang dialog, buka komunikasi dengan mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil.
09:37Membangun dialog secara terbuka ini lebih baik daripada menggunakan buzzer atau pendengung bahkan masa bayaran untuk merespons tuntutan mahasiswa.
09:50Demikian catatan Kompas TV hari ini, kita jumpa lagi pekan depan.
09:54Terima kasih.
09:57Terima kasih.
09:58Terima kasih.
09:58Terima kasih.

Dianjurkan