00:00Saudara tiga rumah warga, robo dan puluhan rumah lainnya rusak akibat diterjang angin puting beliung di Kabupaten Gerobokan, Jawa Tengah.
00:08Tidak ada korban jiwa, namun kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
00:19Warga bergotong royong, membersihkan reruntuhan rumah dan melakukan perbaikan darurat pasca terjangan angin puting beliung.
00:28Total ada tiga rumah yang robo dan puluhan rumah lainnya mengalami rusak berat dan ringan saudara.
00:37Peristiwa ini terjadi di desa Batu Ragung, Gerobokan.
00:40Tidak ada korban jiwa akibat peristiwa ini, namun kerugian warga diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
00:50Sementara itu pihak desa masih melakukan pendataan terkait jumlah rumah warga yang terdampak
00:56dan berkoordinasi dengan BPBD Gerobokan.
01:04Ya, akibat ada hujan beras, angin lebat, terus tidak tahu-tahu sekaligus itu terjadi perobohan pohon-pohon di jalan raya.
01:17Terus rumah ini juga ikut robo, kena angin kencang itu.
01:27Saat ini rumah yang robo itu ada tiga rumah, dan untuk yang rusak, ringan, kencang pada korot,
01:40terus ada bagian depan rumah ini yang pada robo, itu kurang lebih ada lima puluhan rumah.
01:47Tapi saat ini untuk pastinya kita masih pendataan.
02:03Sebelumnya terjangan angin puting beliung terkam video amatir warga.
02:07Sebagian atap rumah warga hancur dan beterbangan.
02:11Tak hanya merusak rumah, angin puting beliung juga memutus aliran listrik, internet, dan instalasi air bersih.
02:22Untuk memantau kondisi terkini pasca peristiwa puting beliung, kita tanyakan ke jurnalis Kompas TV.
02:29Ada Rifai Handoko di Gerobokan jawatannya.
02:32Selamat siang Rifai.
02:34Bagaimana kondisi terkini pasca puting beliung?
02:39Ya, putu dapat kami sampaikan bahwa memang di Kabupaten Gerobokan mulai di akhir Oktober ini
02:49mulai terjadi atau mulai datang musim penghujan.
02:54Dan memang pada tanggal, diawali pada tanggal 29 Oktober kemarin,
02:59hujan deras sudah mulai turun di beberapa wilayah di Kabupaten Gerobokan.
03:03Namun, seperti pada tahun-tahun sebelumnya, di awal peralihan musim dari musim kemarau ke musim penghujan ini,
03:12memang untuk hujan selalu disertai dengan air kencang atau puting beliung.
03:16Dan dari data dan informasi yang kami rangkum pada mulai, maksud kami mulai datangnya musim penghujan di tanggal 29 Oktober
03:27kemarin hingga hari ini,
03:29sudah tercatat sedikitnya sebanyak 7 rumah ropoh akibat diterjang angin puting beliung di beberapa wilayah di Gerobokan.
03:40Selain itu, Budu dapat kami sampaikan bahwa angin puting beliung ini juga mengganggu fasilitas internet,
03:51memutuskan sambungan internet dan sambungan listrik,
03:55dan juga sempat mematikan sambungan saluran air di beberapa wilayah yang memang sudah dialiri PDAM.
04:04Begitu, Budu.
04:05Kalau tadi Anda sampaikan ada 7 rumah yang ropoh, kemudian ada juga atap yang berterbangan,
04:12ada kerusakan di sana, selain rumah, apakah ada fasilitas publik yang juga terdampak dengan adanya angin puting beliung ini?
04:20Rifai?
04:22Kalau di wilayah Gerobokan, sampai saat ini yang memang terdampak masih sejumlah rumah yang ropoh.
04:31Namun, kemarin di berbatasan dengan Gerobokan, lebih tepatnya di wilayah Kabupaten Demak,
04:38di Desa Keponagung, Kabupaten Demak,
04:41memang angin puting beliung sempat merobohkan salah satu tower,
04:46apa ya namanya, istilahnya tower selular gitu,
04:50yang tingginya mencapai 70 meter.
04:54Dari keterangan yang berwenang,
04:59selain dari akibat diterjang angin sebelumnya,
05:03tower tersebut sempat tersambar petir,
05:06sehingga mungkin terjadi kekuatan yang berkurang ketika diterjang angin,
05:13dan ropohnya tower setinggi 70 meter itu sempat menimpa empat rumah warga di bawahnya.
05:22Begitu, Budung.
05:23Lantas warga yang terdampak, tadi ada sampaikan bahkan rumahnya ropoh ya,
05:27bukan hanya rusak ringan saja.
05:29Ini mengungsi kemana, Rifai?
05:33Dari hasil informasi yang kami dapatkan,
05:38semua warga yang mengalami rumah ropoh,
05:44mengungsi di rumah-rumah saudara mereka masing-masing,
05:48dan sampai saat ini masih belum tahu harus membangun kembali atau tidak,
05:55karena memang dalam beberapa hari ini mereka masih shock,
06:00masih belum tahu harus seperti apa.
06:03Sementara dari pihak pemerintah desa,
06:05sudah melaporkan kejadian-kejadian tersebut ke pemerintah setempat
06:10dalam hal ini BPPD dan pemerintah daerah Kabupaten Gerobogan.
06:14Gitu.
06:15Oke, tidak ada posko yang dibangun oleh pemerintah setempat
06:20untuk para korban ini mengungsi terlebih dahulu,
06:24ataupun juga dapur umum untuk memenuhi kebutuhan sementara begitu,
06:29bagi para korban?
06:31Untuk sampai saat ini,
06:34pihak pemerintah daerah atau pemerintah setempat
06:37belum mendirikan posko,
06:39karena memang peristiwa itu terjadi terpisah.
06:45Dapat kami jelaskan bahwa
06:47empat rumah itu berada di desa Tunggul Rejo di Kecamatan Gabus,
06:52kemudian satu rumah di desa Sambung, Kecamatan Godong,
06:55sementara yang dua rumah di desa Batur Agung,
06:59di Kecamatan Gugug.
07:02Untuk warga sendiri yang rumahnya ropoh,
07:06ini saat ini sudah untuk kebutuhan sehari-hari,
07:09sementara ditangani oleh pemerintah desa setempat,
07:12dibantu warga,
07:13dan untuk pengungsian,
07:16mereka rata-rata mengungsi di rumah-rumah,
07:20maksud kami di rumah saudara atau kerabat terdekat,
07:23begitu butuh.
07:24Baik, artinya belum ada posko ataupun dapur umum,
07:27sehingga masyarakat yang kemudian mengungsi,
07:29ini memilih untuk tetap berada di rumah keluarga
07:34ataupun juga kerabat terdekatnya.
07:35Kalau kita bicara soal cuaca,
07:38Rifai, ini dari BMKG menyampaikan
07:41bahwa memang cuaca ini akan cukup buruk
07:43begitu sampai akhir tahun,
07:44dan hujan ini juga kemungkinan cukup lebat,
07:46termasuk juga angin.
07:49Apa antisipasi tentunya dari pemerintah daerah
07:52untuk mengantisipasi supaya ketika peristiwa serupa terjadi,
07:55masyarakat ini dalam kondisi yang lebih siap?
07:59Ya, butuh.
08:00Dari pemerintah daerah dalam hal ini,
08:04BBBD perobohan,
08:06kemarin kepala pelaksana BBBD setempat
08:11sudah menyampaikan memang di perobohan ini
08:15ada dua bencana yang berpotensi terjadi,
08:20yaitu kekeringan atau menjadi krisis air,
08:22kemudian musim pengujian menjadi bencana banjir
08:25maupun rumah robo.
08:27Sementara memang untuk yang rumah robo,
08:29seperti yang sebelumnya,
08:31pemerintah daerah memang tidak mendirikan
08:33kecuali untuk peristiwa-peristiwa yang cukup besar.
08:37Jadi pemerintah daerah biasanya hanya memberikan
08:39santunan untuk bantuan rumah yang robo,
08:43rumah yang rusak berat, maupun rusak ringan.
08:45Sementara untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari
08:51biasanya dibantu oleh pemerintah daerah
08:54maupun warga setempat.
08:56Sementara untuk bencana yang biasanya rutin terjadi,
09:00yaitu bencana banjir yang ini yang menjadi
09:03perhatian khusus dari pemerintah robo,
09:06terutama untuk memitigasi dan saat ini
09:09biaya pemerintah daerah memitigasi,
09:13ya maksud kami, dan terus mensosialisasikan
09:16tentang kehatian-hatian dan kewaspadaan seluruh masyarakat.
09:19Selain itu, juga pihak PBB dikerobokan sudah
09:23menentukan titik-titik rawan banjir
09:27atau rawan bencana banjir dikerobokan,
09:30terutama untuk menghadapi musim hujan saat ini, Kudu.
09:34Oke, baik. Titik banjir sudah mulai dipetakan oleh pemerintah setempat,
09:38termasuk juga memberikan informasi secara berkala
09:41kepada masyarakat supaya lebih siap ketika cuaca
09:45semakin memburuk dan potensi banjir ini kembali datang.
09:48Terima kasih, Jurnalis Kompas TV, Rifai Handoko,
09:52melaporkan dari Gerobokan, Jawa Tengah.
09:53Selamat bertugas kembali, tetap hati-hati.