Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Mahasiswa di sejumlah daerah menggelar unjuk rasa menyambut peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Setidaknya ada 5 hal yang disuarakan mahasiswa, mulai dari penetapan status bencana nasional di daerah karhutla, pembenahan kebijakan ekonomi, penurunan biaya pendidikan, reformasi hukum dan pemberantasan KKN, hingga perlindungan HAM dan kebebasan berpendapat.

Apresiasi buat mahasiswa yang menggelar aksi dengan tertib. Apresiasi juga untuk aparat keamanan Polri dibantu TNI yang mengawal unjuk rasa berjalan damai.

Pemerintah pun menghargai pendapat mahasiswa. Kepala Bakom, Syahganda Nainggolan bilang tuntutan mahasiswa menjadi perhatian pemerintah yang sudah ditindaklanjuti dengan sejumlah kebijakan dan aksi konkret.

Mendengar masukan dan kritik dari mahasiswa adalah hal baik karena tak ada kebijakan pemerintah negara mana pun di dunia ini yang sempurna.

Apalagi, unjuk rasa bukan hal baru di Indonesia, sudah ada sejak dulu.

Mahasiswa turun ke jalan adalah pertanda bahwa generasi muda mampu berpikir kritis dan peduli kondisi bangsa.

Indonesia pun sudah sepakat menjadi negara demokrasi yang menjunjung tinggi kebebasan berpendapat dan hak asasi manusia.

Tujuan unjuk rasa mahasiswa mengingatkan pemerintah agar tidak salah langkah mengambil kebijakan, apalagi ujung-ujungnya bikin rakyat sengsara.

Soal karhutla, kritik disampaikan supaya pemerintah mendeteksi lebih awal, menyiapkan ekosistem dan tata kelola penanganan karhutla, bukan menjadi pemadam kebakaran.

Soal tata kelola MBG, Koperasi Desa Merah Putih, hingga menguatnya peran militer juga patut menjadi perhatian pemerintah.

Lakukan koreksi, perbaiki tata kelolanya, sempurnakan pelaksanaannya di lapangan.

Jangan biarkan kekecewaan sebagian rakyat yang diwakili mahasiswa atau kelompok masyarakat sipil lainnya hari demi hari terus bertambah hingga menimbulkan frustrasi sosial. Ibarat efek bola salju yang terus menggunung, yang akhirnya menggelinding ke segala arah.

#mahasiswa #demomahasiswa

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/699167/tuntutan-yang-disuarakan-mahasiswa-karhutla-kebijakan-ekonomi-hingga-biaya-pendidikan
Transkrip
00:00Sejumlah mahasiswa di sejumlah daerah menggelar unjuk rasa menyambut peringatan Hari Sumpah Pemuda.
00:09Setidaknya ada lima hal yang disuarakan mahasiswa, mulai dari penetapan status bencana nasional di daerah Karhutla,
00:17pembenahan kebijakan ekonomi, penurunan biaya pendidikan, reformasi hukum, dan pemberantasan KKN,
00:25hingga perlindungan HAM dan kebebasan berpendapat.
00:28Apresiasi buat mahasiswa yang menggelar aksi dengan tertib.
00:32Apresiasi juga untuk aparat keamanan Polri dibantu TNI yang mengawal unjuk rasa berjalan damai.
00:43Pemerintah pun menghargai pendapat mahasiswa.
00:46Kepala Bakom Syah Gandane Golang bilang,
00:49tuntutan mahasiswa jadi perhatian pemerintah yang sudah ditindaklanjuti dengan sejumlah kebijakan dan aksi konkret.
00:57Kepala BP Taskin Budiman Sujat Miko menegaskan,
01:00tuntutan mahasiswa dan pelaksanaan program pemerintah tidak perlu dipertentangkan
01:06sepanjang bertujuan memperbaiki kondisi masyarakat.
01:13Kepala BP Taskin Budiman Suat Miko menegaskan,
01:18tuntutan mahasiswa dan pelaksanaan.
01:21Betul kawan-kawan?
01:23Betul!
01:24Ini bukan itu kawan-kawan semuanya,
01:27perlu kita sedang akurat kemulsian,
01:29mereka semua menenang untuk menjaga keamanan,
01:32ketertiban mereka,
01:33dan mengawal.
01:34Tampung-tampung!
01:35Tak bisa dimadakan!
01:44Mendengar masukan dan kritik dari mahasiswa adalah hal baik
01:48Karena tak ada kebijakan pemerintah negara manapun di dunia ini yang sempurna
01:55Apalagi unjuk rasa bukan hal baru di Indonesia sudah ada sejak dulu
01:59Mahasiswa turun ke jalan adalah pertanda bahwa generasi muda mampu berpikir kritis peduli kondisi bangsa
02:08Indonesia pun sudah sepakat menjadi negara demokrasi yang menjunjung tinggi kebebasan berpendapat dan hak asasi manusia
02:25Tujuan unjuk rasa mahasiswa mengingatkan pemerintah agar tidak salah langkah mengambil kebijakan
02:31Apalagi ujung-ujungnya bikin rakyat sengsara
02:35Soal karhutlah misalnya, kritik disampaikan supaya pemerintah mendeteksi lebih awal
02:40Menyiapkan ekosistem dan tata pengelola penanganan karhutlah
02:44Bukan jadi pemadam kebakaran
02:57Lalu soal tata kelola MBG, Koperasi Desa Merah Putih hingga menguatnya peran militer
03:03Jadi juga patut jadi perhatian pemerintah
03:06Lakukan koreksi perbaikan tata kelolanya
03:10Sempurnakan pelaksanaannya di lapangan
03:14Jangan biarkan kekecewaan sebagian rakyat yang diwakili mahasiswa atau kelompok masyarakat sipil lainnya
03:21Hari demi hari terus bertambah hingga menimbulkan frustasi sosial
03:27Ibarat efek bola salju yang terus menggunung yang akhirnya menggelinding ke segala arah
03:40Pemerintah tak perlu alergi terhadap kritik ataupun masukan dari mahasiswa
03:45Sebaiknya bukalah ruang dialog, buka komunikasi dengan mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil
03:51Membangun dialog secara terbuka ini lebih baik
03:55Daripada menggunakan buzzer atau pendengung
03:58Bahkan masa bayaran untuk merespons tuntutan mahasiswa

Dianjurkan