Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Usai putusan Mahkamah Agung yang membatalkan keabsahan surat keterangan penyetaraan pendidikan SMA Gibran Rakabuming, dan putusan MK soal ijazah SMA Gibran, partai politik mulai menunjukkan sikap, termasuk partai koalisi, yakni PKB.

Anggota Komisi II DPR Fraksi PKB, Muhammad Khozin, menyatakan, putusan MA dan MK bisa menjadi pijakan dan mengubah dinamika sikap partai politik merespons polemik ijazah Gibran.

Muhammad Khozin bilang, PKB telah melakukan komunikasi intensif secara informal dengan partai lain untuk membahas polemik ijazah Gibran.

Soal manuver sejumlah partai politik terkait polemik ijazah Gibran, Sekjen Projo, Freddy Damanik, menilai polemik ijazah ini tak hanya menargetkan Wapres Gibran, tetapi juga menargetkan Presiden Prabowo.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi, menyebut polemik ijazah Gibran berpotensi punya implikasi ke Presiden Prabowo Subianto.

Setelah MK dan MA memutus perkara syarat pendidikan Wapres Gibran, bola panas polemik ijazah Gibran kini berada di tangan Gibran dan partai politik di DPR.

Baca Juga Tuntutan yang Disuarakan Mahasiswa: Karhutla, Kebijakan Ekonomi hingga Biaya Pendidikan di https://www.kompas.tv/nasional/699167/tuntutan-yang-disuarakan-mahasiswa-karhutla-kebijakan-ekonomi-hingga-biaya-pendidikan

#pkb #gibran #ijazahgibran #parpol

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/699171/pkb-respons-soal-ijazah-gibran-putusan-ma-dan-mk-jadi-pijakan-sikap-parpol-kompas-petang
Transkrip
00:01Kami lanjutkan informasi di Kompas Petang, saya Yasir Neneama.
00:04Usai putusan MA dan MK soal syarat pendidikan Wapres Gibran,
00:09pendukung Gibran menyuarakan kalau wakil presiden dan presiden terpilih satu paket.
00:14Tidak hanya soal Wapres, polemik ijasa juga diklaim pendukung Gibran menargetkan presiden Prabowo.
00:25Demi Allah, saya bersumpah akan memenuhi kewajiban wakil presiden Republik Indonesia.
00:36Apa disampaikan Pak Komarudin, Pak Andres Badan, Anda meminta penyambut yang tersebut sudah menyambut.
00:47Kalau bicara PHPU, ini satu paket. Tidak bisa terpisah-pisah.
00:58Usai putusan Mahkamah Agung yang membatalkan keabsahan surat keterangan penyetaraan pendidikan SMA Gibran Raka Bumi
01:04dan putusan MK soal ijasa SMA Gibran,
01:07partai politik mulai menunjukkan sikap termasuk partai koalisi, yakni PKB.
01:13Anggota Komisi 2 DPR fraksi PKB, Mohamad Khosin, menyatakan
01:17putusan MA dan MK bisa jadi pijakan dan mengubah dinamika sikap partai politik merespons polemik ijasa Gibran.
01:25Mohamad Khosin bilang, PKB telah melakukan komunikasi intensif secara informal dengan partai lain
01:31untuk membahas polemik ijasa Gibran.
01:34Putusan ini sedikit banyak pasti akan merubah dinamika sikap partai secara politik.
01:43Secara informal, kita sudah menjalin komunikasi secara intensif dengan partai-partai parlemen.
01:49Mungkin nanti secara formalnya di DPR memasuki masa sidang antara tanggal 9, tanggal 10 November ini.
01:56Setidaknya dengan putusan MA yang kemarin dikeluarkan,
02:02paling tidak ada titik pijak yang sudah semakin jelas ya.
02:06Hilal politiknya ini semakin nampak untuk partai-partai kemudian melakukan konsolidasi
02:12dan DPR sebagai lembaga politik, mau tidak mau harus memiliki sikap.
02:19Jika tidak bersikap malah menjadi aneh nantinya.
02:23Soal manufar sejumlah partai politik terkait polemik ijasa Gibran,
02:27Sekjen Projo Freddy Damanik menilai,
02:29polemik ijasa ini tak hanya menargetkan Wapres Gibran,
02:33namun juga menargetkan Presiden Prabowo.
02:38Ini sasaran utamanya memang targetnya adalah Presiden Prabowo.
02:43Presiden Prabowo, jadi tumbangkan dulu Wapres Gibran,
02:49kemudian sasaran berikutnya adalah menumbangkan Presiden Prabowo.
02:53Ada beberapa alasan ya.
02:54Ini kenapa menang adalah karena harus kita akuiin ya,
02:58Kekuatan selain partai-partai pendukung,
03:02kekuatan dua tokoh ini yang membuatkuatkan,
03:06Hambalang, Solo, dan partai-partai tentunya.
03:09Ketika satu ditumbangkan, maka menumbangkan yang satunya akan gampang.
03:14Sementara itu, Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanudin Mutadi menyebut,
03:19polemik ijasa Gibran berpotensi punya implikasi ke Presiden Prabowo Subianto.
03:23Yang dijadikan dasar oleh Mas Gibran untuk maju sebagai cawapres.
03:29Jadi tetap ada kaitannya ketika Suket itu dipersoalkan keabsahannya
03:35dan dianggap tidak sah oleh MA,
03:37maka dasar etis majunya Mas Gibran sebagai cawapres itu bisa dipersoalkan.
03:45Masalah terkait dengan Wapres,
03:47Presiden mengajukan bakal calon Wapres itu diajukan ke MPR.
03:52Artinya dalam kasus ini sebenarnya Pak Prabowo mungkin sedikit bisa bernafas lega,
03:58tapi implikasi politik berikutnya belum tentu.
04:01Karena bagaimanapun mereka yang mempersoalkan Gibran
04:05bisa berargumen seperti yang Mas David bilang tadi.
04:09Karena Pak Prabowo maju bersama Mas Gibran,
04:11dan legalitas ijasa Mas Gibran dipersoalkan,
04:14bukan tidak mungkin kemudian muncul tuntutan lebih jauh dari
04:19merefekta yang sebelumnya menuntut Mas Gibran untuk mundur,
04:25kemudian masuk meminta Pak Prabowo juga ikutan mundur.
04:29Oke artinya?
04:30Saya ingin menjelaskan mengapa kuku Pak Prabowo atau Geridra masih wet and sea,
04:35jadi bukan sekedar testing the water,
04:37tapi juga melihat apakah implikasi dari kasus ini bisa merembes ke posisi Pak Prabowo.
04:44Setelah MK dan MA memutus perkara syarat pendidikan Wapres Gibran,
04:48bola panas polemik ijasa Gibran kini berada di tangan Gibran dan partai politik di DPR.

Dianjurkan