00:00Halo Sobat Kompas TV, balik lagi dengan gue Hasmi disini.
00:03Nah, Sobat Kompas TV, kalian denger berita gak sih?
00:06Tentang politik di negara ini yang cukup panas dan mencuat lah.
00:11Beberapa waktu silam ini.
00:12Mana kemarin baru aja, tanggal 5 November 2026,
00:16Presiden Republik Indonesia yang ketujuh, Joko Widodo,
00:19menunjukkan ijazah aslinya di depan publik,
00:22di ruang sidang pengadilan negeri Jakarta Timur.
00:25Bahkan bukan hanya tentang isu ijazah doang.
00:28Kemarinnya lagi kita sempat dapet kabar bahwasannya
00:31Presiden kita saat ini Prabowo Subianto katanya disadap
00:35oleh mantan Kapolri Jenderal Listia Sigit Prabowo.
00:39Itu kan cukup apa ya, hal yang panas banget lah untuk kita bahas.
00:44Tapi gue gak akan bahas kasusnya,
00:47gue gak akan bahas tentang permasalahan politik lain sebagainya,
00:50tapi gue akan membahas dan bertanya kepada masyarakat sipil
00:55terkait khususnya mereka yang setiap harinya bekerja di pinggir jalan,
01:00mereka yang menafkahi keluarganya setiap hari,
01:03bahkan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri.
01:05Kira-kira mereka cukup mengetahui isu tersebut,
01:08atau mereka mengikuti beritanya gak sih ya?
01:12Nah itu gue penasaran banget sih.
01:14Makanya gue tuh saat ini di pinggir jalan,
01:16akan mencari kira-kira mereka,
01:19baik itu ojol misalkan,
01:22terus juga mungkin ada petugas keamanan seperti satpam,
01:25dan pekerja-pekerja lainnya gue akan tanyakan satu per satu,
01:27kira-kira mereka cukup peduli gak sih
01:30tentang isu ini di negaranya sendiri,
01:32khususnya negara kita semua, Republik Indonesia.
01:35Ikutin gue yuk.
01:46Oke Sobat Kompak TV,
01:48saat ini saya sudah bersama dengan Pak Nasruddin ya Pak ya.
01:50Bapak disini aktivitas sehari-hari sebagai apa Pak?
01:54Degang es doger.
01:55Es doger, oh yang itu ya Pak ya?
01:57Keliling, ya keliling.
01:58Oh jadi Pak Nasruddin ini hari-hari berkeliling
02:01untuk berdegang es doger gitu ya Pak.
02:03Iya.
02:03Pak, nah sebagai masyarakat sipil nih Pak yang sehari-hari
02:07bekerja seharian gitu kan, mencari nafkah.
02:10Iya.
02:10Kira-kira kalau misalnya ada berita politik yang lagi rame,
02:13Bapak cukup mengikuti gak sih Pak atau sekedar tahu gitu
02:17lewat sosial media atau televisi?
02:19Iya kalau saya kan sebagai masyarakat kecil ya,
02:22tidak tahu apa-apa.
02:24Ya tahu ini apa yang jelas,
02:26saya cuma kadang pengen tahu aja,
02:29tapi saya gak mengikuti hal-hal yang lain.
02:33Intinya ya mintanya yang aman-aman aja gitu.
02:37Yang aman-aman aja.
02:38Semua biar berjalan dengan lantar,
02:41yang baik gitu,
02:43biar negara aman juga.
02:46Biar makmur.
02:48Otomatis masyarakat kecil kan mintanya biar makmur gitu.
02:51Gak aman ya, juga.
02:53Gak apa-apa.
02:54Ini menarik nih aku ngeliat Pak Nasruddin,
02:56katanya kan cukup,
02:58walaupun memang tidak mengikuti banget,
03:00tapi ada harapan arah politik kita itu berjalan dengan baik ya Pak.
03:04Tapi selain itu aku pengen nanya nih Pak,
03:07kemarin itu kita itu dilanda,
03:09bukan dilanda ya,
03:10ditutupi dengan isu ijasa yang cukup lama.
03:12Ini isu ijasa Presiden Republik kita yang ketujuh, Pak Joko Widodo.
03:17Gimana sebelumnya tuh orang-orang banyak yang mempertanyakan keaslian ijazahnya.
03:22Sampai kemarin banget Pak,
03:24tanggal 5 November,
03:25Pak Jokowi datang langsung ke Jakarta,
03:27Pak Nadilan Negeri,
03:29menunjukkan ijazah aslinya.
03:31Yang selama ini disangka diragukan gitu.
03:34Sampai akhirnya beliau memperlihatkan.
03:36Kira-kira ada tanggapan gak sih Pak?
03:38Kalau saya sih,
03:39sebagai masyarakat kecil,
03:41mintanya yang aman-aman aja.
03:43Yang jelas kan,
03:47kenapa enggak dari dulu ya,
03:50enggak dari dulu enggak dipertanyakan.
03:54Kenapa baru sekarang.
03:56Ya, saya mintanya semuanya harus
04:00sama-sama baiknya.
04:02Yang udah, ya udah.
04:02Yang belum ya kita jaga masing-masing
04:04dengan sikap yang baik lah gitu.
04:07Jangan banyak huru hara,
04:09kasihan masyarakat kecil.
04:10Tapi kalau misalkan melihat,
04:12kan tadi aku dengar kata Pak Nasruddin,
04:15kita berharap kalau politik itu
04:17berjalannya dengan baik dan aman lah.
04:20Dengan adanya isu ijazah ini,
04:22menjadi kekhawatiran buat Pak Nasruddin gak sih
04:25terkait apakah pejabat kita
04:27ada ijazahnya yang asli atau tidak ya?
04:30Kayak gitu.
04:30Jadi kekhawatiran gak sih
04:31mereka-mereka yang menjabat gitu?
04:33Ya, tentu saja.
04:35Kalau masalah kekhawatiran pasti ada.
04:36Cuman kita namanya masalah kecil
04:38mau apa ya.
04:39Cuman mintanya semuanya
04:41kalau bisa tuh kelanjutannya tuh
04:43dijaga dengan baik.
04:45Yang jujur gitu ada.
04:46Mintanya yang jujur aja.
04:47Insya Allah kalau jujur aman.
04:50Selain dengan isu ijazah nih,
04:52kemarin banget ada berita
04:54Presiden kita Prabowo itu disadap Pak katanya
04:56oleh mantan Kapaluri kita,
04:59Pak Listio Sikit Prabowo.
05:01Baru denger kemarin ada orang cerita.
05:04Cuman saya juga belum tahu persis
05:06nonton di TV itu ya.
05:09Cuman kenapa kok ada kejadian begitu ya?
05:13Dari dulu semenjak saya lahir
05:15kayaknya belum pernah denger ya.
05:17Ya, pertama kali Mama.
05:18Ya, mintanya tuh ya semuanya diklarifikasi yang baik.
05:23Biar semuanya aman aja lah.
05:25Saya mintanya yang aman aja Mas.
05:27Kalau misalkan begitu Pak,
05:28kira-kira presiden aja bisa disadap?
05:31Gimana dengan masyarakat sipil seperti kita Pak?
05:34Bapak khawatir gak?
05:35Takut gak?
05:35Nah, itu khawatirnya.
05:36Masalahnya kalau masyarakat kecil sampai disadap
05:38mau mau apa-apa salah.
05:40Gak bisa berkutik Mas.
05:42Ya.
05:42Yang ada pasti langsung ditelikung aja.
05:45Ya.
05:45Ya, masalahnya kita mau bela gimana
05:48masyarakat kecil kan?
05:49Gak ada dayanya.
05:50Ya.
05:51Ya gitu aja.
05:55Oke, sahabat Kompas TV.
05:57Jadi hari ini saya juga sudah bersama dengan Pak Hamad
06:00yakni seorang pedagang ya Pak ya.
06:03Sebagai Bapak nih yang gimana hari-harinya kan
06:05bekerja dan berjualan ya Pak ya.
06:07Kira-kira cukup mengikuti berita khususnya politik di negara ini gak sih Pak?
06:12Kayak misalkan kemarin ada isu ijasa Jokowi.
06:14Bapak denger gak?
06:15Dengar-dengar aja ya, denger berita.
06:19Terus ada juga terkait berita tentang penyadapan ke Presiden Prabowo.
06:23Bapak pernah denger juga di berita gak?
06:24Iya, di berita.
06:25Berita di berita semua.
06:26Oke, berarti Bapak cukup mengikuti juga nih Sobat Kompas TV ya.
06:30Aku pengen nanya nih Pak.
06:32Jadi terkait isu ijasa Jokowi dulu ya Pak ya.
06:35Kemarin tuh baru aja Jokowi akhir ya
06:39menunjukkan ijasa aslinya ke depan publik.
06:42Bapak tau?
06:43Iya tau, aku diberitanya.
06:44Di berita tau.
06:46Sampai itu kan akhirnya Permasano udah lama ya Pak?
06:49Udah lama.
06:49Sampai akhirnya Jokowi datang dari Solo ke Jakarta
06:52di pengadilan negeri Jakarta Timur
06:55mendudukan ijasa aslinya depan kamera depan masyarakat Indonesia.
06:59Bapak ada pendapat gak terekat hal itu?
07:01Apakah itu sebagai contoh yang baik
07:03atau kenapa gak dari dulu lagi dipindukin?
07:05Boleh Pak, kira-kira gimana tanggapan?
07:09Kalau begitu mending dari dulu aja ya.
07:14Benar, benar emang.
07:16Kalau sekarang gak tau, udah kalau tau-tau sekarang baru diunjukin.
07:21Tapi kalau Bapak ngeliat harapannya seperti apa sih Pak?
07:25Dari mulai pejabat kita nih,
07:27menduduki jabatan di pemerintahan,
07:30dengan administrasinya apakah transparan lagi,
07:34kurang transparan, atau harusnya seperti apa sih Pak?
07:36Kurang, kurang.
07:40Harapannya seperti apa nanti politik ke depannya?
07:42Dari Bapak sendiri.
07:45Biar supaya bagus, ekonomi normal kembali.
07:51Terkait tentang isu ijasa Jokowi tadi aku udah nanya,
07:54terus kemarin juga ada tentang penyadapan ke Presiden Prabowo Pak.
07:59Tau kalau ada berita tersebut?
08:01Iya, ada.
08:01Tau ya namanya di sosmed.
08:04Sosmed ya?
08:05Iya.
08:05Cuma ngeliat gitu doang dulu.
08:07Bapak sebagai masyarakat sipil,
08:09seperti saya juga masyarakat sipil,
08:11Bapak khawatir gak sih Pak?
08:13Presiden aja bisa disadap.
08:15Apalagi kita.
08:16Bapak khawatir gak?
08:18Takut, itu khawatir.
08:20Khawatir gak?
08:22Berbahaya juga.
08:23Berbahaya juga.
08:24Takut?
08:25Takut.
08:30Oke Sobat Kompens TV,
08:31saat ini saya sudah bersama dengan Pak Ali ya Pak Ali ya.
08:35Di sini Pak Ali kerjanya sebagai apa Pak?
08:37Sehari-hari tunggang parkir.
08:39Sebagai tunggang parkir.
08:40Pak Ali, aku pengen nanya dong,
08:41kemarin kan kita,
08:43apalagi negara kita ya,
08:44baru aja ada isu politik nih,
08:47baik itu tentang isu ijasa,
08:49bahkan tentang isu penyadapan ke Presiden Prabowo.
08:52Aku pengen bertanya dulu ke Pak Ali,
08:53kira-kira Pak Ali ikutin berita hal tersebut gak sih Pak?
08:56Terakhir isu ijasa gak ikut ya Pak ya Pak?
08:59Kalau boleh tahu Bapak memang kurang tertarik
09:02mengikuti politik yang ada di negara ini apa?
09:04Gimana Pak?
09:06Bagi saya sih gak begitu inilah.
09:09Gak begitu ikutin gitu.
09:13Gak berharap saya.
09:15Ya, saya jadi ya kita-kita.
09:17Tapi Pak aku pengen nanya nih,
09:19kemarin kan pastinya Bapak,
09:22aku yakin tahu nih tentang isu ijasa Jokowi nih,
09:24karena udah dimana-mana beritanya.
09:26Sampai akhirnya tepat banget Pak,
09:28Jokowi akhirnya menunjukkan ijasa aslinya
09:31ke depan publik.
09:32Menurut Bapak gimana?
09:33Akhirnya nih Jokowi setelah sekian lama gitu,
09:36ada isu ini,
09:37dia menunjukkan ijasa aslinya gitu?
09:39Ya, masalahnya.
09:41Masalahnya dia,
09:43dia itu sendiri aja.
09:45Kalau kita pakai perkaya,
09:47tinggal ini aja,
09:48di mana baiknya aja gitu.
09:50Jadi itulah berbagai pandangan dari masyarakat
09:54terhadap isu kolemik ijasa Jokowi-Dodo
09:57ataupun penyadapan ke Presiden Prabu Subianto.
09:59Memang cukup banyak pandangan yang mereka sampaikan,
10:02tapi ada satu hal yang menarik bagi saya,
10:04harapan mereka semua masih tetap sama,
10:06agar pemerintah dapat memberikan
10:09kontribusi yang lebih baik lagi
10:11dan perbaikan terhadap hal-hal yang lebih prioritas
10:13di dekat mereka,
10:14seperti perbaikan ekonomi dan sejenisnya.
10:17Dan menurut saya,
10:20suara mereka bukan hanyalah sekedar suara,
10:22tapi mereka adalah bagian dari demokrasi
10:25yang patut untuk didengarkan.
10:27Buah Hasmi, sampai jumpa di konten selanjutnya.
10:53Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
10:57Download Kompas TV Apps di TV kamu sekarang juga!