Skip to main content
JAKARTA, KOMPAS.TV Menko Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia, mewanti-wanti akan menghentikan ekspor gas ke negara yang tidak menghargai RI.

"Terkait dengan ketahanan energi kita, saya akan melakukan evaluasi kontrak dengan negara-negara lain yang tidak kooperatif, yang tidak saling menghargai antara hubungan sama negara," ujar Menko Bahlil, dikutip dari YouTube Kementerian ESDM pada Kamis (22/10/2026).

"Saya akan melakukan evaluasi dan saya tidak segan-segan untuk mempertimbangkan untuk tidak melakukan ekspor kepada negara mereka yang tidak menghargai Indonesia," lanjutnya.

Baca Juga Prabowo Ancam Cabut Konsesi Perusahaan Nakal Sebut Melanggar hingga 19 Kali, Bahlil Diperintahkan di https://www.kompas.tv/video/697533/prabowo-ancam-cabut-konsesi-perusahaan-nakal-sebut-melanggar-hingga-19-kali-bahlil-diperintahkan



#bahlil #gas #ekspor

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/697716/blak-blakan-menko-bahlil-ancam-setop-ekspor-gas-ke-negara-tak-hargai-ri-saya-tidak-segan
Transcript
00:00Dan saya tidak segan-segan untuk mempertimbangkan,
00:04untuk tidak melakukan ekspor kepada negara mereka yang tidak menghargai Indonesia.
00:10Terkait dengan ketahanan energi kita, saya akan melakukan evaluasi kontrak
00:15dengan negara-negara lain yang tidak kooperatif,
00:23yang tidak saling menghargai antara hubungan sama negara.
00:28Saya akan melakukan evaluasi, dan saya tidak segan-segan untuk mempertimbangkan,
00:34untuk tidak melakukan ekspor kepada negara mereka yang tidak menghargai Indonesia.
00:42Tapi kalau negara-negara yang menghargai Indonesia, yang kita saling menghargai,
00:48maka sekalipun mereka tidak punya kontrak, kita akan membuat kontrak dan kita akan kasih kepada mereka.
00:55Itulah asas kesetaraan.
00:58Jangan di saat mereka butuh, baru mereka datang untuk memohon.
01:04Di saat ada persoalan lain, yang sesungguhnya itu mampu dibicarakan dengan baik-baik,
01:09seperti saudara yang tidak tahu adat saja.
01:13Ini yang kita tidak mau.
01:14Jadi kita harus mempunyai prinsip kedaulatan negara kita ala sesuatu yang sah,
01:21dan kemerdekaan kita direbut dengan perjuangan panjang.
01:25Kemerdekaan kita ala kemerdekaan bukan hasil pemberian.
01:30Kemerdekaan kita adalah kemerdekaan yang diperjuangkan.
01:34berabad-abad, banyak yang dibunuh, banyak yang disuruh kerja paksa,
01:44banyak yang dilakukan pemerkosaan.
01:49Jadi kemerdekaan Indonesia diderai dengan darah keringat dan air mata, serta nyawa.
01:56Saya tidak ingin ada negara lain yang kemerdekaannya diberikan
02:01mau untuk mencoba, menganggap seolah-olah mereka yang paling hebat
02:07daripada negara yang lain.
02:09Nah saya pikir ini, Bapak Ibu semua, pesan saya jelas ya,
02:13bahwa nasionalisme dan kedaulatan bangsa kita harus kita jaga.
02:17Ibu Pertiwi tidak boleh menangis di atas dan di bawah terikan anak-anak yang hebat-hebat ini.
02:24Saya terima kasih kepada teman-teman yang telah bekerja keras,
02:29tim SKK Migas, tim daripada Dirjen Migas, dan untuk ENI yang telah menjalankan program ini.
02:37Sekali lagi, saya mengapresiasi ini, nanti daerah juga kita ajak bicara
02:42untuk kita lakukan sharing dengan mereka.
02:44Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim,
02:48atas seizin bahwa Presiden dan seluruh hadir yang ada
02:52bertepatan di tengah laut di atas 12 mil dari daratan,
02:58saya meresmikan operasional daripada sumur gas jangkrik,
03:11gas jangkrik,
03:13dan fasilitas produksi lapangan masuk hub
03:19yang akan mencapai kurang lebih sekitar 290 mm.
03:24Semoga Allah subhanahu wa ta'ala,
03:27Tuhan yang mengkuasa,
03:28meredui dan menjaga kita semua.
03:31Terima kasih.
03:54Jangan lupa untuk menonton video pilihan editorial Kompas TV.
04:00Download Kompas TV apps di TV kamu sekarang juga!
Comments

Recommended