00:00Anda menjamin tidak ada operasi politik sebaik ini, tidak ada yang menunggangi laporan itu yang disampaikan.
00:05Kenapa Anda ketahuan? Anda mengingat bahwa tidak mungkin tidak ada yang menunggangi?
00:11Friska, ini bukan hal sebentar.
00:14Ya kan? Garbur langsung lama.
00:17Saya juga nggak tahu masyarakat yang mana yang diwakili.
00:22280 juta rakyat diwakili.
00:24Dari mana ceritanya?
00:26Karena kalau nggak ada kekuatan kepentingan politik tertentu yang ada di belakang mereka menggerakkan mereka ini, saya menduga sangat kuat
00:34itu.
00:34Ya ditunjukkan Pak Bos, siapa Bos.
00:36Oh nggak bisa, politik main tunjuk-tunjuk bagaimana?
00:39Bukan, daripada...
00:40Kalau Abang bisa tunjuk, Janu salah, Janu salah walaupun nggak ada buktinya.
00:44Bahasa publikasi yang bersakwasangka, tunjukkan aja bahwa ini benar, di belakang ada partai ini.
00:49Pada saatnya dong.
00:51Nggak usah nunggu pada saatnya, sama dengan mau menunjukkan ijazah.
00:56Ya kan? Tidak ditunjukkan.
00:59Yang ijazah yang mana lagi ini?
01:00Tadi yang seperti berani itu.
01:02Nah, orang ada kok suket.
01:04Ini suket bukan ijazah.
01:06Tanya aja ke anak mahasiswa.
01:07Apakah suket itu ijazah?
01:08Nggak paham-paham ini suket.
01:10Nggak paham ini suket.
01:11Jadi jangan selalu kalau di luar negeri.
01:13Nanti nggak bisa balik.
01:15Itu sembilan hakim, Bos.
01:17Oke.
01:17Tapi balik lagi ke soal politik tadi.
01:19Kalau menurut Bung Azam, tunjuk saja kalau tentang ada.
01:22Apa?
01:22Justru karena itu sembilan hakim.
01:24Ya, tunjuk yang politik aja lah.
01:26Justru karena itu sembilan hakim pintar-pintar.
01:29Mereka NO.
01:30Udah bukan.
01:31Oke.
01:31Balik lagi ke soal politik.
01:33Menurut Bung Azam, tunjukkan saja.
01:34Tunjukkan.
01:36Maksudnya pada saatnya, kapan saat yang tepat itu?
01:40Jangan seperti kita mengikuti dia.
01:42Hari ini mau hari ini jadi.
01:43Menurut Anda?
01:44Memang sekarang.
01:45Menurut negeri.
01:46Menurut Anda bagaimana?
01:47Menurut Bung Bestari bagaimana?
01:48Pembodohan terus.
01:49Bagaimana membacanya operasi politik di belakang itu?
01:52Bagaimana membacanya bahwa ini memang ada yang menunggangi?
01:54Sedangkan barang ini pun sudah masuk ke ruang politik.
01:57Masa itu bukan operasi politik?
01:59Ya sudah.
01:59Ya kan nggak sesusah membacanya.
02:01Kemudian ada nggak yang meng-operit itu?
02:03Dugaan saya seribu persen ada dong.
02:05Kasus ini berkembang menurut saya.
02:09Nah gitu harusnya.
02:10Ini ada parpol yang terlibat di dalamnya.
02:12Nah harusnya begitu.
02:13Sebut parpolnya.
02:14Jadi gentle.
02:15Jangan main kucing-kucingan.
02:17Nah kalau nanti saatnya.
02:19Ya sama.
02:20Ya kalau begitu cerita.
02:22Anda menginginkan sesuatu itu berjalan seperti apa yang Anda pikirkan.
02:27Akhirnya ya sudah.
02:28Sama.
02:29Anda berpikir bahwa hanya Anda yang benar.
02:32Ini yang repot kita.
02:33Lapor.
02:34Kok Buma.
02:35Kok Duma.
02:35Kenapa tidak lapor.
02:36Kenapa sekarang tidak ditunjukkan bahasa itu.
02:38Ini nggak punya legal standing.
02:39Itu yang paling repot kita itu.
02:41Kenapa tidak ditunjukkan.
02:42Kalau dia bisa memprotes.
02:44Ditunjukkan.
02:45Bukan.
02:45Cuman Anda membantah.
02:46Dukan.
02:47Begini.
02:47Agar Anda masih tetap mendapat.
02:50Tidak lapor.
02:50Mendapat perhatian dari.
02:52Kan begitu.
02:52Sekarang saya balikin.
02:54Kenapa Anda menutupi soal itu.
02:55Buka aja.
02:56Soal yang mana.
02:57Yang tadi bilang ada orang besar.
02:59Lo memang ada kok.
03:00Ya saya sudah tunjukkan.
03:01Kok ditunjukkan.
03:02Nah itu kan.
03:03Gimana.
03:03Bisa nggak.
03:04Anda berusaha seluruh Indonesia ini berpikir seperti Anda.
03:08Rusak negeri ini.
03:09Bersama dengan Anda tadi mengatakan.
03:11Masih suatu ini pun rusak nanti.
03:12Bukan Anda tadi mengatakan.
03:13Kenapa tidak lapor.
03:14Kok Dumas.
03:14Ya kan saya nanya.
03:16Sekarang saya balik dengan begitu.
03:18Ya kan saya tanya.
03:19Kenapa nggak lapor.
03:20Kalau Anda memang orang politik.
03:21Orang ngerti.
03:22Apalagi keluar dari Pak Jokowi.
03:24Sampaikan saja lah kepada publik.
03:25Oh iya dong.
03:26Orang Anda udah masuk ke ruang politik kok.
03:29Pasti mau membantah juga.
03:30Kenapa ini menurut Bung Bestari.
03:32Laporan hukum ini sudah masuk ke ruang politik.
03:35Di mana.
03:36Kan mereka sudah berjalan.
03:38Menemui partai A, partai B.
03:40Itu bukan politik.
03:41Loh iya kalau soal itu kan biasa.
03:43Loh iya.
03:44Tapi itu kan nggak ada hubungan dengan Anda berbicara.
03:48Bahwa ini di belakang ada orang besar.
03:51Ada permainan politik.
03:53Tunjukkan aja.
03:53Ya silahkan aja Anda bantah.
03:56Tapi itu kan keyakinan.
03:57Seperti Anda meyakini bahwa.
03:59Mumpung masih tinggal satu segmen.
04:00Iya kan.
04:01Gibran nggak punya ijasa dan sebagainya.
04:03Palsu.
04:04Itu kan pertimbangan.
04:04Nah ini palsu.
04:06Palsu nggak ada pertimbangan hatim.
04:07Berikan dengan Anda itu.
04:08Enggak.
04:08Kalau ini mahasli Friska.
04:10Nah maksudnya ya.
04:10Tunjukkan jangan kenaya.
04:12Soal ijasa.
04:13Tapi laporan.
04:14Laporan hukum.
04:15Jangan dong.
04:16Tapi laporan hukum ini.
04:17Ujungnya apakah untuk menurunkan.
04:19Mas Gibran dari pesiwap.
04:25Cara baru nonton di Smart TV.
04:28Nonton live streaming dan ribuan tayangan Kompas Gramedia langsung dari Smart TV kamu.
04:34Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu.
04:38Cari Kompas TV melalui pencarian.
04:41Pilih aplikasi lalu install.
04:44Selesai.
04:44Kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
04:49Download Kompas TV apps di TV kamu sekarang juga.