- 2 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Anggota Komisi 9 DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Edy Wurianto, menyoroti kasus dugaan keracunan massal yang dialami 516 santri di Sidoarjo setelah menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menilai kejadian yang berulang menjadi peringatan serius bagi Badan Gizi Nasional (BGN) dan meminta penanganan korban dilakukan secara maksimal, termasuk memastikan biaya pengobatan ditanggung pemerintah.
Baca Juga DPR Fraksi PDIP Soroti Anggaran Rp103 Miliar untuk Podcast di Kementerian Koperasi: Rakyat Tak Butuh di https://www.kompas.tv/video/688609/dpr-fraksi-pdip-soroti-anggaran-rp103-miliar-untuk-podcast-di-kementerian-koperasi-rakyat-tak-butuh
Edy juga mendesak SPPG yang diduga terkait kasus tersebut disuspensi dan diaudit, sementara kepala SPPI diperiksa terkait pelaksanaan SOP. Menurutnya, pengawasan MBG tidak bisa hanya mengandalkan BGN, tetapi perlu melibatkan BPOM, pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, dan Puskesmas.
Ia juga meminta seluruh kasus keracunan dijadikan bahan evaluasi berbasis bukti untuk memperbaiki standar keamanan pangan, termasuk SLHS dan HACCP, serta menyatakan Komisi 9 akan memanggil Kepala BGN untuk membahas persoalan tersebut secara menyeluruh.
Produser: Prayogi
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/688611/full-516-santri-diduga-keracunan-mbg-edy-wurianto-desak-bgn-audit-sppg-dan-libatkan-bpom
Ia menilai kejadian yang berulang menjadi peringatan serius bagi Badan Gizi Nasional (BGN) dan meminta penanganan korban dilakukan secara maksimal, termasuk memastikan biaya pengobatan ditanggung pemerintah.
Baca Juga DPR Fraksi PDIP Soroti Anggaran Rp103 Miliar untuk Podcast di Kementerian Koperasi: Rakyat Tak Butuh di https://www.kompas.tv/video/688609/dpr-fraksi-pdip-soroti-anggaran-rp103-miliar-untuk-podcast-di-kementerian-koperasi-rakyat-tak-butuh
Edy juga mendesak SPPG yang diduga terkait kasus tersebut disuspensi dan diaudit, sementara kepala SPPI diperiksa terkait pelaksanaan SOP. Menurutnya, pengawasan MBG tidak bisa hanya mengandalkan BGN, tetapi perlu melibatkan BPOM, pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, dan Puskesmas.
Ia juga meminta seluruh kasus keracunan dijadikan bahan evaluasi berbasis bukti untuk memperbaiki standar keamanan pangan, termasuk SLHS dan HACCP, serta menyatakan Komisi 9 akan memanggil Kepala BGN untuk membahas persoalan tersebut secara menyeluruh.
Produser: Prayogi
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/688611/full-516-santri-diduga-keracunan-mbg-edy-wurianto-desak-bgn-audit-sppg-dan-libatkan-bpom
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Terima kasih yang masih bersama kami dalam Breaking News Kompas TV.
00:02Saudara ratusan santri di Kabupaten Sidoarjo diduga mengalami keracunan usai menyantap MBG.
00:08Rumah sakit umum daerah Notopuro Sidoarjo mulai selasa malam sudah menerima ada 300 lebih santri
00:14dari pondok pesantren Manbaul Hikam yang diduga merupakan korban keracunan.
00:20Korban ini mengeluhkan pusing mual hingga diare yang diduga disebabkan setelah mengonsumsi menu MBG.
00:25Hingga Rabu pagi masih ada 5 korban yang dirawat di area Sudenotopuro Sidoarjo dan lainnya sudah diperbolehkan pulang.
00:34Ratusan santri pondok pesantren Manbaul Hikam tanggulangin Sidoarjo dibawa ke rumah sakit karena mengalami dugaan keracunan
00:42dan korban keracunan ini dibawa ke rumah sakit dengan keluhan pusing mual, muntah dan diare.
00:48Setelah mendapatkan perawatan medis, 5 korban masih menjalani perawatan di rumah sakit milik Pemkap Sidoarjo.
00:55Sementara ratusan santri lainnya sudah diizinkan pulang tapi masih mendapatkan pantauan dari tim medis.
01:01Menurut PLT di rut RSUD Notopuro, 5 korban yang dirawat kondisinya stabil, sadar dan terus membaik.
01:10Kelimanya harus dirawat inap karena masih mengalami pusing mual, muntah hingga diare.
01:17Kita pantau bagaimana kondisi siswa ataupun santri yang masih dirawat di RSUD Notopuro Sidoarjo.
01:24Sudah ada jurnalis Kompas TV, Mahendra Triginanjar di sana.
01:27Selamat pagi, Mahendra.
01:29Pak Hendra, tadi saya sempat berbincang dengan Bupati Sidoarjo.
01:32Ada 88 pasien yang saat ini masih dirawat di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Sidoarjo.
01:41Nah, untuk di RSUD Notopuro sendiri, sampai saat ini jumlahnya berapa yang masih dirawat dan bagaimana kondisi mereka?
01:50Ya, adisi dan saudara, memang untuk update terbaru informasi terkait jumlah dari korban jugaan keratunan yang disebabkan oleh MBG ini
02:01sendiri.
02:02Hingga pagi ini ada sekitar 516 korban yang tadi malam dirujuk ke berbagai rumah sakit di kota Sidoarjo.
02:12Memang ada 8 rumah sakit di Sidoarjo yang menangani ataupun menerima ratusan dari pasien ataupun korban keratunan jugaan dari makanan
02:23MBG ini sendiri.
02:24Sementara hingga pagi ini, dari 516 korban yang dibawa ke sejumlah rumah sakit di Sidoarjo, ada 339 korban yang dibawa
02:37ke rumah sakit umum daerah Notopuro Sidoarjo.
02:40Dari tadi malam hingga pagi tadi ini sendiri telah dilakukan observasi dan juga penanganan oleh tim etis di rumah sakit
02:48Notopuro Sidoarjo ini sendiri.
02:49Dan dari 339 korban yang dirawat, sebanyak 334 ini telah diizinkan pulang ataupun melakukan rawat jalan.
03:01Dan 5 korban lainnya masih menjalani observasi ataupun merawat inat di rumah sakit umum daerah Notopuro Sidoarjo ini sendiri.
03:10Ke 5 korban, yaitu santri dari Pandok Pesantren Man Baul Figma ini masih menjalani perawatan karena masih mengalami mual, muntah,
03:22kemungkinan lemas dan juga diare.
03:25Memang untuk kelimanya ini kondisinya terus membaik dan saat ini masih 4 diantaranya masih dirawat di ruang IGD dan 1
03:33telah dipindahkan ke ruang perawatan di rumah sakit milik Pemka Sidoarjo ini.
03:39Ya, Adisti.
03:40Oke, lalu bagaimana kondisi mereka? Apakah mereka masih mengeluhkan pusing, mual hingga diare?
03:46Dan bagaimana pula penanganan selama di rumah sakit?
03:50Ya, bahwa untuk 5 korban yang masih menjalani perawatan di rumah sakit umum daerah Notopuro Sidoarjo ini,
03:58kondisinya terus membaik tapi masih mengeluh mengalami mual dan diare hingga kelimanya ini belum diizinkan pulang hari ini
04:08karena masih menunggu pemulihan kondisinya agar nantinya tidak bisa 1% cembus belum dipulangkan ke kondok pesantren.
04:19Ya, Adisti.
04:20Oke, terakhir bagaimana soal pemeriksaan SPPG pasca adanya ratusan santri yang diduga keracunan usai menyantap MBG?
04:31Ya, untuk pemeriksaan SPPG sendiri di wilayah Kali Tengah, Tanggulangin, Sidoarjo ini,
04:38menurut data yang kami terima untuk SPPG ini melayani sedikitnya 2.800 porsi MBG setiap hari
04:46yang dimana memang tidak hanya dibagikan ke pondok pesantren di Manbaul, Sidoarjo ini sendiri,
04:53namun juga ke Sidoarjo sekolah di wilayah Tanggulangin.
04:57Menurut informasi yang kami terima juga bahwa selain ada dari pondok pesantren,
05:03korban ada dari jumlah sekolah yang ada di wilayah Kali Tengah, Tanggulangin, Sidoarjo.
05:09Namun untuk jumlahnya ini masih menunggu keterangan dari pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo
05:15yang hari ini bersama juga dengan pemerintah Kabupaten Sidoarjo
05:19melakukan pemeriksaan di SPPG di Kali Tengah yang diduga menjadi penyebab keracunan ratusan korban ini sendiri.
05:29Ya, Adisdi.
05:30Oke, apakah sudah ada informasi?
05:32Apakah Kepala BGN atau BGN Pusat akan mengunjungi para santri yang masih dirawat di sejumlah rumah sakit
05:41karena dugaan keracunan usai menyantap NBG ini di hari ini?
05:46Apakah ada informasi soal itu?
05:48Ya, kalau untuk informasi Kepala BGN datang ke rumah sakit untuk menjenguk,
05:54ini belum ada informasi pasti.
05:55Namun tadi malam atau dini hari tadi,
05:57Wakil Gubernur Jawa Timur yang juga Ketua Satgas NBG Jawa Timur
06:02ini telah datang ke rumah sakit umum daerah Notoporo Sidoarjo
06:07untuk menjenguk dan untuk memastikan kondisi dari korban
06:11agar mendapat perawatan maksimal dan juga rencananya
06:15pihak BGN Jawa Timur sendiri akan melakukan pemeriksaan terkait dengan perizinan
06:20dan juga penyebab dari keracunan di SPPG Kali Tengah, Tanggulangin, Sidoarjo.
06:26Baik, terima kasih informasinya.
06:28Jurnalis Kompas TV Mahendra Tri Ginanjar
06:31melaporkan langsung dari RSUD Notoporo Sidoarjo, Jawa Timur.
06:35Selamat bertugas kembali.
06:36Saudara, lebih dari 500 santri di Sidoarjo, Jawa Timur
06:39diduga mengalami keracunan usai menyantap MBG.
06:43Dan masih ada 88 pasien yang sampai saat ini
06:47masih dirawat di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Sidoarjo.
06:51Saudara, setelah tadi kita sudah melihat bagaimana kondisinya,
06:55ada 5 pasien yang sampai saat ini masih dirawat di RSUD Notoporo.
06:59Kita akan ulas dugaan keracunan MBG terhadap ratusan santri di Sidoarjo, Jawa Timur
07:05bersama dengan anggota Komisi 9, DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan
07:10telah bergabung bersama kami melalui sambungan
07:12Daring sudah ada Pak Edy Wuryanto.
07:15Selamat pagi Pak Edy Wuryanto.
07:17Selamat pagi ya, Disti.
07:19Ini kan kalau kita lihat ini jadi kejadian luar biasa ya Pak, KLB di Kabupaten Sidoarjo.
07:25516 diduga mengalami keracunan usai menyantap MBG, para santri.
07:30Bagaimana, apa yang harus dievaluasi dan didorong dari Komisi 9 DPR terhadap ini?
07:36Pertama, saya prihatin ya, kasus keracunan terus terjadi
07:40dan jumlahnya bahkan terus meningkat, frekuensinya juga sering.
07:46Ini saya kira warning serius bagi BGN.
07:49Tentu pertama ini penanganan korban harus dilakukan dengan baik ya.
07:55Pengobatannya, perawatannya itu harus dilakukan dengan baik
07:59dan biayanya harus ditanggung oleh pemerintah itu.
08:02Apakah melalui skema BPJS, kalau dia enggak masuk skema BPJS
08:06pemerintah pusat atau pemerintah daerah harus menangguh itu
08:09jangan sampai nanti terlantar seperti yang kemarin.
08:11Yang kedua memang, SPPI-nya dan SPPG-nya harus diaudit
08:17karena apapun pilot SPPG-nya ini adalah SPPI.
08:21Kepala SPPI harus diaudit.
08:24SPPG-nya juga, apakah ada standar-standar yang tidak dipenuhi
08:28sehingga terjadi keracunan.
08:30Jadi, saya minta SPPG-nya disuspen,
08:34kepala SPPI-nya diaudit, diperiksa apakah dia bekerja dengan baik atau tidak
08:40karena banyak masukan SPPI ini belum bekerja sesuai dengan SOP.
08:45Nah, ke depan saya dari dulu,
08:48awal MBG ini dibuka,
08:51memang standar keamanan pangan ini harus dipenuhi.
08:55Inti dari standar pangan itu sesuai dengan peraturan Presiden 82,
09:01nomor 1 SLHS, nomor 2 HACCP.
09:05Ini yang dari dulu nggak dipenuhi.
09:08Jadi, bagaimana mungkin supply chain,
09:10tata kelola pengelolaan MBG ini berjalan dengan baik.
09:15Apalagi sampai saat ini,
09:17keterlibatan BPOM dalam pengawasan SPPG
09:20dan anggarannya itu tidak diberikan dengan baik.
09:24Sehingga pihak eksternal yang ingin memonef, mengawasi
09:28semua SPPG di Indonesia itu belum berjalan dengan baik.
09:32BGN nggak bisa main sendiri, menangani segitu banyak.
09:35SPPG itu nggak punya resources dan instrumen.
09:38Karena itu, keterlibatan BPOM betul-betul dibutuhkan
09:42sebagai pihak eksternal yang bisa lebih independen
09:45di dalam menilai bagaimana SPPG itu berjalan
09:49dan SOP itu berjalan dengan baik.
09:51Dan yang tidak kalah pentingnya,
09:53keterlibatan pemerintah daerah,
09:54terutama dinas kesehatan dan puskesmas.
09:57Jadi, mereka yang ada dikat mereka,
09:59selama ini PMDA tidak dilibatkan,
10:01anggarannya kurang diperhatikan,
10:04hanya terlibat kalau terjadi keracunan seperti ini.
10:07Jadi, menurut saya, Perpres 82 itu ditegakkan dengan baik,
10:11sehingga ke depan tata kelola SPPG dan SPPI itu bisa berjalan dengan baik,
10:16paling tidak menurunkan risiko keracunan yang terjadi seperti hari ini.
10:21Oke, jadi harus ada keterlibatan yang lebih
10:24bagi pemerintah daerah setempat,
10:26dalam hal pengawasan seharusnya.
10:29Tidak kemudian semuanya harus BGN pusat,
10:32tapi juga harus ada pengawasan juga
10:34yang bisa diberikan kewenangannya kepada pemerintah daerah setempat
10:37dan juga Bepom, tadi Anda sebutkan ya, Pak.
10:41Melayani 82 juta penerima manfaat itu tidak mudah,
10:45apalagi ini makanan siap saji,
10:48terlambat sedikit saja,
10:49itu bisa keracunan.
10:51Pengawasan bahan baku,
10:53saplecin itu lengah sedikit,
10:56sayuran meskipun kita terlihat sederhana,
10:58tapi kalau sayurannya tidak bersih,
11:00kemudian masuk ke dapur,
11:01dimasak kayak apapun,
11:03kalau raw input sayurannya itu jelek,
11:06maka potensi keracunan pasti tinggi.
11:09Jadi ini tidak mudah,
11:11karena itu BGN tidak bisa sendirian
11:12di dalam menangani MBG ini.
11:14Mana yang paling terlibat?
11:16Nomor 1 Bepom,
11:17nomor 2 Pemerintah Daerah,
11:18sesuai dengan PEPES 82.
11:19Jadi kepala BGN tidak semuanya harus sendirian.
11:23Apalagi kita tahu bersama bahwa
11:26paksang pilot SPPI ini direkrut dengan kompetensi
11:30yang tidak semua memiliki keahlian
11:33di bidang saplecin tata kelola dapur,
11:36usianya masih muda,
11:38sehingga mereka gagap.
11:39Kan ini punya resiko,
11:41Anda naik pesawat kalau pilotnya tidak memiliki
11:44pengalaman.
11:44Certified yang handal,
11:46pasti punya resiko tinggi.
11:48Dan keracunan itu ibarat sebuah pesawat.
11:52Pesawat itu ya ini kecelakaan kan?
11:55Kan tidak mungkin kita akan
11:57terus menerima resiko kecelakaan itu.
12:00Jadi mau tidak mau,
12:01fokusnya sederhana SPP-nya diperbaiki,
12:04SPPG-nya diperbaiki,
12:05BPOM dilibatkan,
12:07PMDA dilibatkan dalam proses input-output
12:10sampai outcome-nya,
12:12lalu kemudian standar-standar SLHS,
12:18HACCP itu dipenuhi dengan baik.
12:20Maka kalau tidak,
12:22keracunan akan terjadi,
12:23dan pasti kegaduan akan terus terjadi.
12:26Oke.
12:26Ada informasi,
12:28ada keterlambatan pengiriman
12:31yang diterima,
12:33MBG tersebut di Pondok Pesantren Baru,
12:35diterima kalau tidak salah 12.25,
12:38yang seharusnya maksimal itu jam 10.
12:41Nah, ini harus investigasi semacam apa
12:44yang harus segera dilakukan oleh BGN,
12:47dan langkah apa yang harus cermat dan tepat
12:51yang harus dilakukan oleh BGN saat ini?
12:55Sebetulnya kan,
12:56setiap patak lola makanan siap saji seperti ini,
13:00SOP-nya kan harus ketat kan,
13:02dan SOP-nya itu pasti banyak sekali kan,
13:05baik menyangkut penyiapan bahan baku,
13:08proses masaknya sampai distribusi makanannya
13:12hingga sampai penerima manfaat,
13:13itu kan pasti SOP-nya banyak sekali itu.
13:16Nah, BGN harus memastikan
13:18semua SOP itu berjalan dengan baik.
13:20Ya, kalau ada ketelambatan makanan,
13:23apalagi dikonsumsi sampai jam 12 lebih,
13:28kalau masaknya jam 3 pagi,
13:30ada berapa jam makanan terkontaminasi,
13:34bahan-bahan seperti bakter,
13:36pasti potensi itu terjadi.
13:37Dan itulah yang memicu perdebatan,
13:40apakah tata kelola SPPG seperti ini
13:43dengan tata kelola dapur berbasis sekolah,
13:49kitchen by school itu menjadi perdebatan.
13:52Di banyak negara kan kitchen by school,
13:55sehingga masaknya ada di sekitar sekolahan,
13:58lalu dikelola oleh SDM yang ada di situ,
14:05begitu masakan masih hangat,
14:07langsung disajikan sehingga makanan itu
14:10enak dimakan dan jaminan sehat.
14:13Itu kan berbagai variasi perdebatan
14:16yang selama ini mengusulkan kitchen by school
14:20untuk menurunkan antara makanan itu
14:24siap untuk disajikan,
14:26lalu waktu makam itu diperpendek.
14:29Kan apapun kalau mohon izin ya,
14:32di kampung-kampung itu ada hajatan menikah,
14:38kadang-kadang masak 1000-2000 dengan standar sederhana,
14:44tapi karena makanannya masih hangat,
14:46sehingga resiko keracunan jarang terjadi.
14:49Nah ini kan hanya soal jidah waktu
14:52antara makanan itu siap saji,
14:55lalu sampai kemudian dimakan,
14:57nah ini jidahnya terlalu panjang.
15:00Karena itu diatur ulang,
15:02jarak antara SPPG dengan sekolahan
15:05jangan terlalu jauh,
15:06sehingga bisa waktunya itu disingkat.
15:11Itu saya kira.
15:12Oke, terakhir.
15:14Ini kan sebenarnya bukan kejadian pertama kali,
15:17KLB, kejadian luar biasa semacam ini,
15:19begitu dugaan keracunan,
15:20usai menyantap MBG,
15:22ini bukan pertama kali.
15:23Tapi kemudian di bawah kepemimpinan Pak Sudaryono
15:25yang sebenarnya sudah begitu ketat
15:27dan begitu tegas soal SOP,
15:30tapi masih terjadi semacam ini,
15:33bagaimana Komisi 9,
15:35apakah setelah ada penanganan ini,
15:37akan ada rencana untuk memanggil Kepala BGN,
15:40untuk ada klarifikasi atau semacamnya?
15:43Terakhir, Pak.
15:45Pasti.
15:46Jadi Mas Daryono butuh waktu dia untuk memperbaiki
15:50semua SOP berjalan dengan baik,
15:53tetapi dari seluruh dapur yang mengalami keracunan,
15:58saintifiknya harus dipelajari,
16:00keracunannya itu penyebabnya apa,
16:03SOP mana yang dilanggar,
16:04kan dari kasus-kasus yang ada ini bisa dirisetkan,
16:09nah berangkat data itu baru tata kelola itu diperbaiki
16:13secara menyeluruh kepada semua dapur,
16:15baik yang sedang beroperasi atau yang disuspen
16:19atau yang mau dikerjasamakan,
16:23itu semua harus memenuhi kriteria-kriteria
16:25dari temuan-temuan seluruh dapur yang keracunan,
16:28dengan begitu penanganan itu berbasis evidence-based gitu loh.
16:31Jadi jangan kemudian policy-nya dulu baru evidence-based-nya,
16:35tapi evidence-based-nya dulu baru policy.
16:38Itu saya kira Pak Daryono harus memiliki teknokrasi
16:41di bidang itu dengan baik,
16:42sehingga bisa efektif.
16:44Kalau tidak, hanya quick response kayak gini,
16:46ada masalah datang,
16:48lalu dia dicari penyebabnya,
16:49lalu SPPI-nya di, apa namanya,
16:55di-evaluasi, SPPI-nya di-evaluasi,
16:58kan itu hanya soal stimulus respon aja.
17:02Jadi saya berharap ada ekosistem yang handal
17:05setelah berbagai pengalaman kita mengalami keracunan,
17:08data-data keracunan itu diidentifikasi dengan baik,
17:12metodologi penelitiannya diperbaiki,
17:15lalu itu digunakan sebagai policy baru,
17:17dengan begitu maka evidence-based policy
17:20bisa dilakukan oleh Mas Daryono
17:22kalau selaku Kepala BGN yang baru.
17:24Oke, terakhir Pak.
17:25Dan kami pasti akan mengundang di Komisi 9,
17:28mungkin minggu ini atau minggu depan,
17:29kan ini masa sidang juga,
17:31ya nanti akan kita bahas secara menyeluruh di Komisi 9
17:34sebagai bentuk pengawasan DPR terhadap program MBG ini.
17:37Oke, kita tunggu bagaimana penjelasan dari Kepala BGN
17:41terkait dengan kejadian luar biasa,
17:43ratusan santri di Kabupaten Sidoarjo
17:45diduga mengalami keracunan masal,
17:47begitu usai menyantap MBG.
17:49Terima kasih,
17:50anggota Komisi 9 DPR RI
17:52dari fraksi PDI Perjuangan,
17:54Pak Edi Wuryanto telah bergabung bersama kami.
17:56Sehat selalu, Pak.
17:57Assalamualaikum, selamat pagi.
17:58Terima kasih, selamat bertugas.
Komentar