00:02Intro
00:04Saudara rumah sakit umum daerah Notopuro, Sidoarjo menerima 339 korban keracunan masal
00:12dari santri pondok pesantren Manbaul Hikam.
00:15Korban mengeluh pusing mual hingga diare yang diduka disebabkan setelah mengonsumsi menu makan berkizi gratis.
00:25Sebanyak 339 santri dilarikan ke RSUD Notopuro, Sidoarjo dan langsung mendapat perawatan medis.
00:32Korban mengeluh pusing mual muntah dan diare diduka setelah mengonsumsi menu makan berkizi gratis.
00:39Setelah mendapat perawatan medis, sebanyak lima korban masih dirawat di rumah sakit,
00:43sementara ratusan korban lainnya telah dipulangkan.
00:47Menurut PLT at Dirut RSUD Notopuro, Sidoarjo,
00:51Lima korban yang masih dirawat, kondisinya stabil, sadar, dan terus membaik.
01:21Kalau yang masih rawat inap ini, kondisinya sepertapa harus dirawat inap ini?
01:25Ini karena masih ada geluhan, jadi ada mual muntah, diare, juga semeng, sehingga membutuhkan observasi dirawat inap ini.
01:36Diduka keracunan MBG, Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur mencatat 293 santri
01:42menjalani perawatan dan observasi medis di delapan rumah sakit.
01:49Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, Laksmi Herawati Yuantina, menyebut tenaga kesehatan masih memantau kondisi para santri.
01:59Santri merupakan Santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggul Angin, Sidoarjo, sodara.
02:05Mereka tersebar di delapan rumah sakit di wilayah Sidoarjo untuk mendapatkan perawatan dan pemeriksaan medis.
02:11Dinas Kesehatan masih mengumpulkan informasi terkini terkait perkembangan kondisi para santri yang dirawat.
02:28Bupati Sidoarjo bilang sebanyak 516 santri diduga keracunan MBG.
02:3388 santri masih dirawat di sejumlah rumah sakit.
02:37Dan berikut cuplikannya untuk Anda.
02:41Total semuanya ada 516 pasien ya, yang sudah dipulangkan kurang lebih 427 pasien ya.
02:49Yang masih di rumah sakit ini kurang lebih 88 pasien ya.
02:53Tadi semuanya 516 pasien ya, yang sudah pulang kurang lebih 427 pasien.
03:02Yang masih hari ini masih di rumah sakit kurang lebih 88 pasien.
03:08Informasi terkini kita akan bergabung dengan jurnalis Kompas TV ada Alfian Rahman dan juru kamera Nyoman Deni dari Sidoarjo, Jawa
03:15Timur.
03:15Hingga siang ini ada berapa siswa yang masih dirawat di RSU Denoto Purus Sidoarjo dan apakah sudah diketahui penyebab keracunan
03:24dari siswa-siswa ini?
03:26Alfian.
03:30Ya, selamat siang Putu dan juga Saudara.
03:32Hingga siang ini data memang masih terus bergerak dinamis Putu.
03:35Ini kami berada di Ponpes, Manbaul Hikam di Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur sendiri.
03:41Yang mana baru saja ini pihak Dinas Kesehatan bersama Bupati, begitu bersama juga Forkopim dan lainnya juga langsung menjenguk beberapa
03:49santri yang masih menjalani perawatan inap di rumah sakit lapangan yang baru diadakan, baru dibuat.
03:57Begitu kemarin sore hingga hari ini di area pondok pesantren Manbaul Hikam Sidoarjo sendiri.
04:05Data masih dinamis, informasi yang kami dapatkan dari Dinas Kesehatan, kalau yang ada di rumah sakit ada yang sudah dirawat
04:12dan juga sudah pulang, ada sekitar 516 santri, begitu di mana sebagian besar memang sudah pulang dan mendapatkan perawatan inap
04:21diambil kembali oleh wali santri.
04:22Namun informasi yang terbaru yang kami dapatkan, Putu dan juga Saudara, semua santri yang dirawat di rumah sakit lapangan yang
04:31ada di area pondok pesantren, yaitu sebanyak 35 santri dan juga santri watif,
04:37siang ini dibawa sepenuhnya ke rumah sakit umum daerah untuk dilakukan observasi medis lebih lanjut,
04:44karena memang dari pantauan tim medis yang ada di pondok pesantren sendiri, ini masih ada yang memiliki gejala seperti muntah
04:51-muntah, mual dan juga pusing yang sehingga tidak dapat diselesaikan langsung di pondok pesantren hingga hari ini.
04:58Dan kemudian silir berganti, begitu beberapa ambulan terus bergerak membawa 35 santri dan juga santri watif dari pondok pesantren Manbaul
05:07Hikam Sidoarjo menuju rumah sakit,
05:09Sidoarjo dan juga beberapa rumah sakit lainnya yang menjadi rujukan untuk proses identifikasi dan observasi medis lebih lanjut.
05:15Sementara informasi yang kami dapatkan baik dari pihak KPPG maupun juga pemerintah daerah dalam hal ini,
05:22Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak yang juga merupakan kasat gas dari MBG di Jawa Timur ini menyatakan memang
05:30pihak SPPG saat ini sudah disuspen sementara
05:33dan beberapa sampel yang sudah diambil dari, baik itu dari korban yaitu santrian-santrian seperti muntahan begitu dan juga beberapa
05:43sisa dari makanan kemarin yang diduga menjadi penyebab keracunan,
05:46ini sudah dibawa ke laboratorium kesehatan di Surabaya untuk kemudian dilakukan observasi lebih lanjut.
05:51Informasi kami dapatkan, kami coba bertanya kepada Dinas Kesehatan,
05:55di mana proses penelitian begitu memakan waktu sekitar seminggu bahkan hingga dua minggu lamanya yang kemudian nanti akan kemudian dirilis
06:04apa yang menjadi penyebab resmi terjadinya keracunan tersebut.
06:08Intinya disini pun juga saudara tidak hanya PONPES, Mambaul Hikam yang terdampak begitu ada juga beberapa instansi sekolah lainnya baik
06:16dari SD, SMP, SMA,
06:17begitu di daerah Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur yang juga terdampak diduga keracunan makanan MBG kemarin siang
06:25dan hingga saat ini masih dalam proses pedata lebih lanjut dari petugas medis dan juga pemerintah daerah.
06:30Begitu, Kutu.
06:31Saya mau mengonfirmasi singkat saja, Alfian, artinya tadi kan disampaikan bahwa memang produsen dari MBG ini disuspend.
06:38Apakah artinya memang seluruh kegiatan pemberian MBG ini dihentikan atau diganti dengan dari SMPG yang lain?
06:48Alfian, singkat saja.
06:52Ya, untuk sementara memang seluruh proses pemberian MBG ini dihentikan sementara begitu menunggu tindak lanjut dari penelitian yang dilakukan oleh
07:00Laboratorium Kesehatan.
07:03Sementara diketahui memang SMPG ini menyalurkan 2.800 porsi MBG ke beberapa instansi sekolah baik dari SD maupun SMA
07:14yang kemudian sementara disetok untuk pelaksanaan MBG menunggu tindak lanjut dari kepastian hasil penelitian di lab kesehatan.
07:23Begitu, Kutu.
07:24Oke, baik. Terima kasih laporan Anda, Jurnalis Kompas TV, Alfian Rahman dan juga Juru Kameranya Oman Deni melaporkan dari lokasi
07:31Anda saat ini.
07:32Kami harap juga seluruh siswa ini bisa kemudian pulih kembali dan juga beraktifitas seperti semula.
07:39Tetap hati-hati.
Komentar