Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
SIDOARJO, KOMPAS.TV - Rumah Sakit Umum Daerah Notopuro Sidoarjo menerima 339 korban keracunan massal santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam.

Korban mengeluh pusing, mual hingga diare yang diduga disebabkan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis.

Sebanyak 339 santri dilarikan ke RSUD Notopuro Sidoarjo dan langsung mendapat perawatan medis.

Korban mengeluhkan pusing, mual, muntah, dan diare diduga setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis.

Setelah mendapat perawatan medis, sebanyak 5 korban masih dirawat di rumah sakit.

Sementara ratusan korban lainnya telah pulang.

Menurut Plt. Dirut RSUD Notopuro Sidoarjo, lima korban yang masih dirawat ini kondisinya stabil, sadar, dan terus membaik.

Bupati Sidoarjo bilang, sebanyak 516 santri diduga keracunan MBG, 88 santri masih dirawat di sejumlah rumah sakit.

Informasi terkini, kita bergabung dengan Jurnalis KompasTV, Alfian Rahman, dan juru kamera Nyoman Denny dari Sidoarjo, Jawa Timur.

Baca Juga Anggota DPR Fraksi PDIP Soroti Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo: Warning Bagi BGN di https://www.kompas.tv/nasional/688616/anggota-dpr-fraksi-pdip-soroti-dugaan-keracunan-mbg-di-sidoarjo-warning-bagi-bgn

#keracunan #mbg #santri #sidoarjo

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/688618/bupati-sidoarjo-516-santri-diduga-keracunan-mbg-88-santri-masih-dirawat-di-rs-kompas-siang
Transkrip
00:02Intro
00:04Saudara rumah sakit umum daerah Notopuro, Sidoarjo menerima 339 korban keracunan masal
00:12dari santri pondok pesantren Manbaul Hikam.
00:15Korban mengeluh pusing mual hingga diare yang diduka disebabkan setelah mengonsumsi menu makan berkizi gratis.
00:25Sebanyak 339 santri dilarikan ke RSUD Notopuro, Sidoarjo dan langsung mendapat perawatan medis.
00:32Korban mengeluh pusing mual muntah dan diare diduka setelah mengonsumsi menu makan berkizi gratis.
00:39Setelah mendapat perawatan medis, sebanyak lima korban masih dirawat di rumah sakit,
00:43sementara ratusan korban lainnya telah dipulangkan.
00:47Menurut PLT at Dirut RSUD Notopuro, Sidoarjo,
00:51Lima korban yang masih dirawat, kondisinya stabil, sadar, dan terus membaik.
01:21Kalau yang masih rawat inap ini, kondisinya sepertapa harus dirawat inap ini?
01:25Ini karena masih ada geluhan, jadi ada mual muntah, diare, juga semeng, sehingga membutuhkan observasi dirawat inap ini.
01:36Diduka keracunan MBG, Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur mencatat 293 santri
01:42menjalani perawatan dan observasi medis di delapan rumah sakit.
01:49Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, Laksmi Herawati Yuantina, menyebut tenaga kesehatan masih memantau kondisi para santri.
01:59Santri merupakan Santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggul Angin, Sidoarjo, sodara.
02:05Mereka tersebar di delapan rumah sakit di wilayah Sidoarjo untuk mendapatkan perawatan dan pemeriksaan medis.
02:11Dinas Kesehatan masih mengumpulkan informasi terkini terkait perkembangan kondisi para santri yang dirawat.
02:28Bupati Sidoarjo bilang sebanyak 516 santri diduga keracunan MBG.
02:3388 santri masih dirawat di sejumlah rumah sakit.
02:37Dan berikut cuplikannya untuk Anda.
02:41Total semuanya ada 516 pasien ya, yang sudah dipulangkan kurang lebih 427 pasien ya.
02:49Yang masih di rumah sakit ini kurang lebih 88 pasien ya.
02:53Tadi semuanya 516 pasien ya, yang sudah pulang kurang lebih 427 pasien.
03:02Yang masih hari ini masih di rumah sakit kurang lebih 88 pasien.
03:08Informasi terkini kita akan bergabung dengan jurnalis Kompas TV ada Alfian Rahman dan juru kamera Nyoman Deni dari Sidoarjo, Jawa
03:15Timur.
03:15Hingga siang ini ada berapa siswa yang masih dirawat di RSU Denoto Purus Sidoarjo dan apakah sudah diketahui penyebab keracunan
03:24dari siswa-siswa ini?
03:26Alfian.
03:30Ya, selamat siang Putu dan juga Saudara.
03:32Hingga siang ini data memang masih terus bergerak dinamis Putu.
03:35Ini kami berada di Ponpes, Manbaul Hikam di Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur sendiri.
03:41Yang mana baru saja ini pihak Dinas Kesehatan bersama Bupati, begitu bersama juga Forkopim dan lainnya juga langsung menjenguk beberapa
03:49santri yang masih menjalani perawatan inap di rumah sakit lapangan yang baru diadakan, baru dibuat.
03:57Begitu kemarin sore hingga hari ini di area pondok pesantren Manbaul Hikam Sidoarjo sendiri.
04:05Data masih dinamis, informasi yang kami dapatkan dari Dinas Kesehatan, kalau yang ada di rumah sakit ada yang sudah dirawat
04:12dan juga sudah pulang, ada sekitar 516 santri, begitu di mana sebagian besar memang sudah pulang dan mendapatkan perawatan inap
04:21diambil kembali oleh wali santri.
04:22Namun informasi yang terbaru yang kami dapatkan, Putu dan juga Saudara, semua santri yang dirawat di rumah sakit lapangan yang
04:31ada di area pondok pesantren, yaitu sebanyak 35 santri dan juga santri watif,
04:37siang ini dibawa sepenuhnya ke rumah sakit umum daerah untuk dilakukan observasi medis lebih lanjut,
04:44karena memang dari pantauan tim medis yang ada di pondok pesantren sendiri, ini masih ada yang memiliki gejala seperti muntah
04:51-muntah, mual dan juga pusing yang sehingga tidak dapat diselesaikan langsung di pondok pesantren hingga hari ini.
04:58Dan kemudian silir berganti, begitu beberapa ambulan terus bergerak membawa 35 santri dan juga santri watif dari pondok pesantren Manbaul
05:07Hikam Sidoarjo menuju rumah sakit,
05:09Sidoarjo dan juga beberapa rumah sakit lainnya yang menjadi rujukan untuk proses identifikasi dan observasi medis lebih lanjut.
05:15Sementara informasi yang kami dapatkan baik dari pihak KPPG maupun juga pemerintah daerah dalam hal ini,
05:22Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak yang juga merupakan kasat gas dari MBG di Jawa Timur ini menyatakan memang
05:30pihak SPPG saat ini sudah disuspen sementara
05:33dan beberapa sampel yang sudah diambil dari, baik itu dari korban yaitu santrian-santrian seperti muntahan begitu dan juga beberapa
05:43sisa dari makanan kemarin yang diduga menjadi penyebab keracunan,
05:46ini sudah dibawa ke laboratorium kesehatan di Surabaya untuk kemudian dilakukan observasi lebih lanjut.
05:51Informasi kami dapatkan, kami coba bertanya kepada Dinas Kesehatan,
05:55di mana proses penelitian begitu memakan waktu sekitar seminggu bahkan hingga dua minggu lamanya yang kemudian nanti akan kemudian dirilis
06:04apa yang menjadi penyebab resmi terjadinya keracunan tersebut.
06:08Intinya disini pun juga saudara tidak hanya PONPES, Mambaul Hikam yang terdampak begitu ada juga beberapa instansi sekolah lainnya baik
06:16dari SD, SMP, SMA,
06:17begitu di daerah Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur yang juga terdampak diduga keracunan makanan MBG kemarin siang
06:25dan hingga saat ini masih dalam proses pedata lebih lanjut dari petugas medis dan juga pemerintah daerah.
06:30Begitu, Kutu.
06:31Saya mau mengonfirmasi singkat saja, Alfian, artinya tadi kan disampaikan bahwa memang produsen dari MBG ini disuspend.
06:38Apakah artinya memang seluruh kegiatan pemberian MBG ini dihentikan atau diganti dengan dari SMPG yang lain?
06:48Alfian, singkat saja.
06:52Ya, untuk sementara memang seluruh proses pemberian MBG ini dihentikan sementara begitu menunggu tindak lanjut dari penelitian yang dilakukan oleh
07:00Laboratorium Kesehatan.
07:03Sementara diketahui memang SMPG ini menyalurkan 2.800 porsi MBG ke beberapa instansi sekolah baik dari SD maupun SMA
07:14yang kemudian sementara disetok untuk pelaksanaan MBG menunggu tindak lanjut dari kepastian hasil penelitian di lab kesehatan.
07:23Begitu, Kutu.
07:24Oke, baik. Terima kasih laporan Anda, Jurnalis Kompas TV, Alfian Rahman dan juga Juru Kameranya Oman Deni melaporkan dari lokasi
07:31Anda saat ini.
07:32Kami harap juga seluruh siswa ini bisa kemudian pulih kembali dan juga beraktifitas seperti semula.
07:39Tetap hati-hati.
Komentar

Dianjurkan