Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Wakil Ketua KPK periode 2015-2019, Saut Situmorang, mengaku tingkat keyakinannya terhadap KPK saat ini hanya berada di angka 3,4 dari 10.

Saut menilai KPK seharusnya menjadi contoh dalam pemberantasan korupsi, termasuk melalui fungsi koordinasi, supervisi, monitoring, pencegahan, hingga penindakan.

Ketika ditanya apakah masih yakin KPK akan segera memanggil pihak-pihak terkait demi kejelasan perkara, Saut kemudian memberikan penilaian tingkat keyakinannya.

"Skala 1-10, ya per hari ini kita cuma 3,4," kata Saut.

Sementara itu, Aktivis NU Savic Ali menyoroti pelajaran yang menurutnya perlu diambil NU dari polemik kasus ini.

Savic mengatakan NU perlu kembali memperkuat kaderisasi, terutama dengan memberikan ruang kepada kader yang memiliki kapasitas dan integritas.

Menurut Savic, NU memiliki banyak kader muda dengan latar belakang pendidikan dan bidang keahlian yang beragam.

Savic kemudian menekankan pentingnya mempertimbangkan rekam jejak serta integritas seseorang ketika diberi ruang untuk menduduki jabatan publik.

Di sisi lain, Pengamat Politik Hendri Satrio menilai Presiden Prabowo Subianto dapat mengambil langkah sebagaimana yang pernah dilakukan dalam kasus lain.

Menurut Hendri, komitmen Prabowo terhadap pemberantasan korupsi masih terlihat tinggi.

Hendri juga menilai lamanya proses penanganan perkara dapat semakin memengaruhi kepercayaan publik.

Hendri kemudian menyoroti posisi Nusron dalam perkara yang tengah ditangani KPK.



Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.

Selengkapnya saksikan di sini:https://youtu.be/jH5kQkhFulA


Baca Juga KPK Lambat Periksa Nusron Wahid Kasus Korupsi di ATR/BPN, Saut: Siapa Menghalangi? | SATU MEJA di https://www.kompas.tv/talkshow/692304/kpk-lambat-periksa-nusron-wahid-kasus-korupsi-di-atr-bpn-saut-siapa-menghalangi-satu-meja

#nusronwahid #korupsi #menteriprabowo

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/692306/kpk-dinilai-lambat-tangani-kasus-nusron-wahid-ini-keyakinan-saut-situmorang-satu-meja
Transkrip
00:00Masih di satu majodoh forum, Pak Saut masih yakin KPK akan segera memanggil demi kejelasan kasus ini?
00:08Hukum itu kan harus adil, harus pasti dan bermanfaat.
00:11Kalau hukum gak pasti, gak adil, gak bermanfaat, apa gunanya kita bangun hukum?
00:16Nah KPK yang harus jadi contoh yang disebut sebagai trigger ke mekanisme ke tempat lain,
00:22koordinasi, supervisi, monitoring, pencegahan, penindakan, dan seterusnya.
00:25Kalau di case ini aja gak bisa problemnya di dalam, kita mau percaya siapa lagi?
00:29Pertanyaan Anda masih yakin KPK yang era sekarang?
00:32Skala 1-10 ya per hari ini kan cuma 3,4.
00:373,4 skala 1-10 tingkat keyakinannya?
00:39Iya, dan itu menasional itu 3,4.
00:42Oke, oke. Saya ke Mung Safik, apa pelajaran paling mahal bagi Nadatul Ulama dalam kasus ini?
00:49Apa yang ke depan untuk menata kembali bahwa memang kembali ke kita itu betul-betul dan menjaga marwah ormas Islam
00:55terbesar?
00:55Ya pelajaran buat Nadatul Ulama ya tadi, bener-bener menegukkan kita.
00:59Yang kedua saya kira Pak, NU harus mulai belajar untuk bener-bener memang mendukung kader-kader yang memang kredibilitasnya bagus.
01:08Oke.
01:09Di NU banyak sekali kader, orang-orang muda yang udah sekolah di berbagai bidang, nyampe sekolah tinggi, dan banyak juga
01:15yang jadi politisi.
01:17Saya kira di Indonesia kita menyaksikan bahwa orang-orang yang mungkin ada di top level, kalau kita cek dari track
01:26recordnya, bukan orang-orang terbaik di bidang itu.
01:29Oke.
01:29Nah saya kira NU harus belajar bener ini bukan hanya NU, tapi juga dalam konteks Indonesia, bagaimana NU justru harus
01:36memberi tempat, memberi ruang, dan mendukung kader-kader yang memang kredibel secara kapasitas dan integritasnya juga baik.
01:44Bukan justru memberi ruang, memberi tempat buat kader-kader yang memang sebenarnya udah sejak muda mungkin bisa kelihatan bahwa dia
01:51pemain politik yang akan rentan.
01:54Kalau jadi pejabat publik itu tend to corrupt itu tadi.
01:57Oke. Bu Gensat, katakanlah KPK kita masih berharap minggu depan memeriksa.
02:04Memeriksa tidak dalam arti mendorong jadi tersangat atau tidak, tapi paling enggak memberikan klarifikasi.
02:09Terus dari sisi kabinet, menurut Anda Pak Prabowo menunggu dulu proses itu atau?
02:14Ya harusnya Pak Prabowo bisa melakukan hal-hal yang sudah dia lakukan dengan Noel misalnya atau dengan Dadan gitu ya.
02:21Dan saya sih sampai hari ini masih yakin bahwa keinginan Pak Prabowo untuk memberantas korupsi itu masih berada di top
02:28level gitu.
02:29Jadi artinya masih tinggi keinginan beliau dan komitmen beliau untuk menghapuskan korupsi dari Indonesia.
02:35Maka ya kita tunggu aja justru pertanyaan-pertanyaan yang tadinya kita bahas atau jawaban-jawaban yang sudah terlontak di satu
02:41meja ini,
02:42harusnya bisa menjadi rekomendasi beliau untuk melakukan hal-hal yang memang perlu dilakukan.
02:48Dan sebetulnya akan jadi presiden yang cukup buruk ya kalau kemudian kasus ini menjadi lebih lama lagi di lontang-lantungkan.
02:59Apalagi tadi Pak Nusron seperti yang kita lihat tiga pihak itu benar-benar ada di kasus ini.
03:05Kemudian tiga pihak itu juga benar-benar terlibat bahkan di OTT pun levelnya sudah presiden direkturnya Sumarekon.
03:13Maka menurut saya tidak ada hal yang mungkin bisa membuat publik lebih percaya selain dilanjutkan proses hukumnya.
03:24Oke, terima kasih Bung Hensai, terima kasih Pak Saud, terima kasih Bung Safiq.
03:29Pemanggilan Menteri ATR BPN Nusron Wahid oleh KPK menjadi mendesak demi menjaga wibawa penegakan hukum dan komitmen pemberantasan korupsi.
03:38Sorotan publik harus dijawab dengan keterbukaan apapun hasil pemeriksaannya kelak.
03:43Banyak spekulasi yang perlu direspon secara pro-justisia oleh KPK terkait Menteri Nusron Wahid.
03:48Tidak hanya soal posisi di Partai Golkar dan Kabinet Merah Putih tetapi juga terkait ormat Islam terbesar Nahdlatul Ulama.
03:56Perlu segera demi menjaga marwah masing-masing lembaga.
04:00Demikian satu meja The Forum malam ini, terima kasih dan sampai jumpa.

Dianjurkan