00:00Kembali di Sapa Indonesia malam bersama saya Friska Klarissa.
00:03Inspeksi mendadak Ombudsman RI ke lapas kelas 2 Acibinong Bogor
00:08menemukan sejumlah ruangan berfasilitas mewah yang diduga untuk narapidana.
00:14Bahkan Ombudsman menyebut ruangan-ruangan itu setara dengan apartemen.
00:20Anggota Ombudsman RI yang melakukan sidak ke lapas kelas 2 Acibinong Bogor, Jawa Barat
00:25menemukan lebih dari 10 kamar dengan berbagai fasilitas seperti apartemen.
00:31Fasilitas yang terdapat antara lain ruang tamu, kamar tidur, televisi, peralatan memasak, dan kulkas.
00:40Bahkan dalam lemari pendingin terdapat botol-botol minuman keras.
00:45Diduga kuat tempat tersebut dihuni narapidana.
00:59Terkait temuan kamar mewah di lapas kelas 2 Acibinong,
01:03kakak Nwil Ditjen Pasjabar Yudi Suseno menyebut lokasi yang dimaksud adalah ruangan asimilasi dan edukasi warga binaan.
01:11Selain itu ada juga ruangan yang merupakan rumah dinas para pejabat lapas.
01:16Menurutnya bangunan yang disebut mewah itu memiliki izin dari Direkturat Jenderal Pemasyarakatan.
01:22Namun apabila memang terdapat penyimpangan dan pelanggaran, pihaknya akan menindak tegas sesuai aturan.
01:30Nah ini kita lihat ada geruang tamu yang cukup baik, cukup lengkap.
01:40Terima kasih yang dimaksud oleh Timo Musman adalah lokasi asimilasi, yaitu dulu yang namanya SAI, Sarana, Semudahan, dan Edukasi.
01:52Misalnya terdapat beberapa rumah dinas jabatan.
01:55Jadi yang dimaksud oleh kemarin didatangi oleh Timo Musman adalah rumah dinas jabatan dengan SK Perjabatan.
02:06Jadi ada pun kalau seandainya memang dalam perasaan asimilasi itu pun mana kita tahu.
02:13Ini sudah kita jalami oleh tim.
02:17Menekal ada hal-hal yang mungkin terdapat.
02:22Yang tidak pada mestinya.
02:25Tetap komitmen pimpinan kita akan lakukan pemersalahan.
02:31Jadi dana kami kita tidak panduti, kita tindak sesuai dengan posisinya secara proporsional.
02:41Ombudsman RI menduga fasilitas mewah di lapas adalah untuk narapi dana tertentu.
02:46Sementara DIT JENPAS, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan bilang,
02:50itu adalah ruang para pejabat lapas dan juga sarana edukasi warga binaan.
02:54Bagaimana lengkapnya pengungkapan Ombudsman RI?
02:58Kita tanyakan langsung kepada anggota Ombudsman RI yang kemarin secara langsung melakukan sidak
03:02ke lapas kelas 2 AC Binong, Jawa Barat, Fikri Yasin.
03:05Pak Fikri, selamat malam.
03:08Iya, selamat malam, Mbak.
03:10Kalau DIT JENPAS bilang bahwa ini adalah ruangan asimilasi dan edukasi,
03:16juga ada ruangan yang merupakan rumah dinas.
03:17Kenapa Ombudsman sampai sekarang meyakini bahwa fasilitas mewah itu untuk warga binaan, untuk narapi dana?
03:25Bedanya, jadi gini.
03:28Kalau kita mau mendapatkan data yang sebenarnya,
03:32itu kira-kira jangan ada prokondisi.
03:36Jadi investigasinya itu datang langsung terus kita tanyakan.
03:39Orang-orang yang kita temukan di dalam rumah yang berfasilitas apartemen itu,
03:45itu mengaku kita tanya bahwa mereka adalah memang binaan, narapi dana, binaan.
03:54Dan itu pengakuan dari mereka, itu bukan dari kita.
03:57Nah, sementara kita punya lengkap itu, temuan ini, kita punya visualnya, kita punya video, kita punya foto.
04:06Kita tanyakan kepada mereka namanya siapa, kenapa disini, oh iya kita ditempatkan disini, Pak.
04:10Giliran kita tanya berapa bayarnya, mereka nggak mau, nggak mau, nggak mau, apa namanya, itu nggak mau mengakui.
04:16Tapi bahwa misalnya adalah klarifikasi, ya kami, apa ya, sah-sah saja boleh.
04:22Tapi tentu kami juga, apa, kami kemudian ke media sekarang, misal kami ngomong,
04:28hanya sekedar ngomong-ngomong aja tanpa data, tanpa, apa namanya, wawancara, tanpa fakta, dan sebagainya.
04:35Nah, menurut kita nggak, nggak juga lah.
04:37Tapi bahwa mereka ngerasa bahwa itu nggak, nggak ini, ya silahkan saja, kita buktikan saja.
04:42Mereka mengakunya ditempatkan disana tuh, ditempatkan bagaimana, Pak?
04:48Ya, mereka nggak ada keterangan.
04:50Karena jawaban dari ini saja, dari petugasnya saja, kan bermacam-macam.
04:56Begitu kami tanyakan sama petugas, oh ini rumah penjaga.
04:59Pengakuan mereka ini rumah penjaga.
05:01Nah, ini misalnya kalau dirjen sekarang ngomong bahwa ini, anu, rumah asimilasi, kan beda lagi.
05:07Kita semua punya rekaman, punya datanya.
05:10Jadi, disana petugas bilangnya rumah penjaga, dirjen pas bilangnya bahwa itu adalah ada rumah dinas, ada juga ruang asimilasi.
05:17Pada saat proses itu juga ada penghalang-halangan kepada ombudsman yang Anda rasakan?
05:21Oh, bukan lagi penghalang-halangan kita, adu fisik, Mbak.
05:26Adu fisik bahkan.
05:28Apa alasan mereka menghalangi kerja ombudsman kesana untuk melakukan sidak, Pak Fikri?
05:34Ya, tidak boleh, tidak boleh.
05:35Karena belum ada perintah dari atasan.
05:38Karena dianggapnya belum ada perintah atasan.
05:41Sementara ombudsman pada saat sidak itu, apa yang disampaikan?
05:43Kenapa melakukan sidak dan apa kewenangan ombudsman pada saat itu?
05:47Bagaimana menjelaskannya?
05:48Iya, jadi kami kesana itu kira-kira ini yang kedua kalinya kami datang secara kelembagaan dan kami bawa surat resmi,
05:58kami bawa tim resmi datang kesana.
06:00Kami menyatakan bahwa kami dari ombudsman dengan seluruh kelengkapannya, kemudian kami surat kami berikan kepada mereka bahwa kira-kira begitu.
06:08Oke, kalau data yang kedua kalinya kita ditolak.
06:11Yang kedua kali ditolak, jadi tidak bisa masuk sama sekali?
06:13Iya. Akhirnya, karena kita ditolak, tentu kita mencari ada apa yang sebenarnya, kenapa ditolak?
06:22Sementara saya yakin betul, saya yakin, kami yakin betul, petugas-petugas LP itu tahu yang namanya lembaga ombudsman dan tahu
06:30kemudian peran ombudsman,
06:32tusi-nya, tugas fungsinya itu pasti tahu.
06:37Kenapa kemudian ketakutan?
06:40Kenapa kemudian ditolak?
06:41Ombudsman melihat itu adalah hal yang sangat janggal?
06:44Itu janggal bagi kita.
06:46Sementara, kita tahu selama ini,
06:49anu apa namanya,
06:55kita tahu selama ini,
06:57dugaan, anu, apa publik terhadap
06:59apa yang terjadi di lapas,
07:02itu kan sudah, ya, sudah bersilweran dan kita tahu semua itu,
07:06artinya rahasia umum.
07:06Nah, tentu, bagi kami juga,
07:09rahasia umum itu tidak bisa hanya sebatas informasi sepihak.
07:13Nah, untuk itu, kami buktikan itu.
07:17Atas pertama,
07:18upaya defend mereka kepada kita dua kali,
07:21nah tentu kami akan mencari tahu yang sebenarnya ini apa yang terjadi.
07:25Karena kita tidak boleh masuk,
07:27maka kami cari di luar.
07:28Nah, inilah ketemunya.
07:30Pak Fikri, saya mau konfirmasi,
07:32kan ada nama-nama besar yang memang ditahannya di lapas Cibinong,
07:36ada misalnya Hafi Muis,
07:37ada Fekdi Sambo,
07:38adakah nama-nama itu yang ditemukan pada saat sidak?
07:42Enggak, enggak, enggak.
07:43Tidak, tapi identitasnya Bapak Danti menemukan siapa-siapa saja yang ada di sana,
07:51yang diduga tinggal di sana.
07:54Ada beberapa yang sempat kita wawancarai,
07:57ada yang kamar klaster,
07:59ada yang rumah sendiri itu,
08:01ada yang mereka lompat,
08:02waktu kita,
08:03begitu kita masuk,
08:04Oh, kabur mereka?
08:06Dia kabur lompat,
08:07kemudian posisi kita di ruang tengah,
08:10yang ada kulkas macam-macam itu,
08:12Iya, ya, kitchen set itu ya?
08:14Kitchen set itu kita terjebak di ruang tengah,
08:16dia kunci diri dia,
08:17apa di kamar,
08:18apa di ruang dapur, gitu.
08:20Sehingga kita ketok-ketok,
08:21Pak, Pak, dia sudah enggak mau lagi.
08:24Kita hanya dapat,
08:26dia ngomong bahwa,
08:26Anda siapa?
08:27Ya, kami nerapi dana, Pak, ini tempat.
08:28Cuma itu saja.
08:29Itu enggak sempat,
08:30karena dia sempat lompat dan dia kabur.
08:32Nah, maksud kami,
08:33sebetulnya,
08:33jadi gini,
08:34menurut kita,
08:34kita lurus saja lah,
08:36jujur saja, misalnya.
08:37Karena fakta-fakta kami itu kan semua
08:39menunjukkan bahwa,
08:43apa namanya,
08:44indikasi bahwa
08:45terjadi malamistrasi,
08:47terjadi diskriminasi
08:49antar napi,
08:50itu menurut kita,
08:51kita buka,
08:52kita lurus saja,
08:53jujur saja,
08:53jadi enggak usah kita,
08:54misalnya saling membela diri.
08:56Toh kita juga,
08:57temuan kami juga tidak dibuat-buat.
08:59Temuan kami ini kan fakta di lapangan.
09:01Misal,
09:02kalau dikatakan itu rumah penjaga,
09:03rumah asimilasi,
09:05dan sebagainya,
09:06kira-kira logika di situ ada mobil Alphard bagus,
09:08ada Fortuner bagus,
09:10ada,
09:10kira-kira gitu.
09:11Oke.
09:11Sebenarnya sederhana,
09:12cara,
09:12cara ininya,
09:13cara pembuktian sederhana,
09:15Mbak,
09:15kalau kita ingin.
09:15Terakhir,
09:16apa yang akan dilakukan,
09:17Ombudsman PAS,
09:17setelah temuan ini?
09:19Ya,
09:20kita merekomendasikan ini,
09:22sekarang sedang kita kaji,
09:23temuan-temuan ini kita kaji,
09:25dan kemudian,
09:26ini kita sampaikan kepada IMI PAS,
09:28termasuk ke Kementerian Anu,
09:30apa namanya,
09:31Hukum HAM IMI PAS,
09:33semua,
09:33termasuk DPR,
09:34akan kami sampaikan,
09:36karena kami juga sadar,
09:37Mbak,
09:37membenah ini juga kita,
09:38kita nggak bisa sendiri juga,
09:40artinya kita sama-sama,
09:41tetapi,
09:42kita berharap kepada IMI PAS,
09:44membuka diri,
09:45jangan lagi misal,
09:46kayak ini,
09:47ada,
09:47ini tidak ada,
09:48tidak menurut kami,
09:50ada baiknya,
09:51Anu saja gitu loh,
09:52kita,
09:53terbuka saja,
09:54nggak usah ini gitu,
09:55nggak usah event.
09:56Dan juga,
09:57ditindak di proses hukum,
09:59jika ada pelanggaran di situ,
10:00terima kasih.
10:00Ya, itu tentu.
10:01Terima kasih Pak Fikri,
10:02Fikri Yassin,
10:04yang sudah melakukan sidak,
10:06ke lapas kelas 2A,
10:07Cibinong,
10:08Anggota Ombudsman RI.
10:09Terima kasih,
10:10selamat malam.
10:11Terima kasih,
10:12terima kasih Mbak.