Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Menteri Kelautan dan Perikanan 2014-2019, Susi Pudjiastuti mengungkap cerita menarik tentang gaya belajarnya sejak duduk di bangku sekolah.

Susi mengaku tidak pernah kuliah. Namun, jika membayangkan dirinya menjadi mahasiswa, Susi menyebut kemungkinan dirinya jarang hadir di kelas.

Susi mengatakan, sejak SMA dirinya lebih banyak membaca dan mencari tahu berbagai hal. Susi bahkan mengaku bisa menyelesaikan ujian dalam waktu singkat. Ia menyebut hasil ujiannya pun kerap mendapatkan nilai tinggi.

Ketika ditanya seperti apa dirinya jika kuliah, Susi justru memperkirakan dirinya tidak akan sering hadir di kelas. Namun, ia menyebut tugas berbentuk paper kemungkinan akan menjadi kelebihannya.

Menurut Susi, hal itu bukan karena dirinya merasa pintar, melainkan karena memiliki ketertarikan untuk membaca dan mencari tahu.

Susi juga menjelaskan keputusannya tidak melanjutkan sekolah bukan semata karena persoalan kemampuan, melainkan karena merasa tidak cocok dengan sistem yang ada.

Sempat disebut sebagai sosok pemberontak sejak muda, Susi membantah anggapan tersebut.

Ia menilai dirinya bukan pemberontak, tetapi memilih keluar ketika menyadari dirinya tidak cocok dengan aturan yang ada.

Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.

Selengkapnya saksikan di sini:

https://youtu.be/j2ChEBXf-RM

Baca Juga [FULL] Dedi Mulyadi, Farhan, & Susi Pudjiastuti Bicara Penanganan Bencana hingga Pemilu 2029 | ROSI di https://www.kompas.tv/talkshow/692507/full-dedi-mulyadi-farhan-susi-pudjiastuti-bicara-penanganan-bencana-hingga-pemilu-2029-rosi

#dedimulyadi #susipudjiastuti #farhan

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/692547/ngaku-tak-pernah-kuliah-susi-pudjiastuti-ungkap-gaya-belajarnya-rosi
Transkrip
00:05Kali ini kita ada di Universitas Pajajaran Jatinangor.
00:09Kalau kita bicara kampus, kita sering terjebak pada satu ukuran, yaitu nilai PK, ijasa, lalu juga gelar.
00:17Padahal dunia kampus tidak melulu tentang itu.
00:21Dunia kampus harus bisa melahirkan kelompok terdidik dan tercerahkan.
00:25Hari ini kita ingin berdiskusi dan berbagi pemikiran untuk kemajuan bersama.
00:31Saya mengundang dua sosok istimewa yang sudah berani bermimpi dan mewujudkannya.
00:37Yang pertama adalah dia seorang perempuan pemberani dan telah mengubah wajah maritim Indonesia.
00:45Seorang yang dikenal memiliki ketegasan dan cinta tanah air dan punya slogan yang selalu menjadi top of mind, yaitu tenggelamkan.
00:54Inilah dia.
00:563, 2, 1, Tenggelamkan
01:02Dikenal dengan jargon tenggelamkan.
01:06Perempuan yang satu ini pernah berdiri di garis depan menjaga kedaulatan laut Indonesia dari pencurian ikan ilegal.
01:13Siapa lagi? Kalau bukan, Susi Pujiastuti.
01:17Lahir dan besar di pengandaran Jawa Barat, Susi memulai langkah sebagai pengusaha dari nol.
01:22Meski sempat putus sekolah, Susi berhasil menjadi pengusaha sukses.
01:28Mulai dari bisnis pengolahan ikan hingga bisnis penerbangan Susi Air, Susi membuktikan bahwa visi besar, kerja keras, dan karakter otentik
01:36mampu menerobos segala batasan formal.
01:40Mantap, Bu Susi!
01:47Berikutnya adalah orang nomor satu di Jawa Barat, dan identik dengan ikat kepala putihnya.
01:54Dikenal sebagai sosok yang dekat dengan rakyat, siapa dia?
01:59Deddy Mulyadi, Gubernur Jawa Barat.
02:02Identik dengan ikat kepala udeng dan musana putih khasnya, Deddy membawa warna baru dalam petak kepemimpinan nasional melalui pendekatan ala
02:11kreator konten.
02:12Pengabdiannya dimulai ketika menjabat sebagai Wakil Bupati hingga Bupati Purwakarta selama dua periode.
02:19Kiprahnya berlanjut di tingkat nasional sebagai anggota DPR RI, sebelum akhirnya jadi Gubernur Jawa Barat.
02:26Di luar panggung politik, Deddy juga aktif menggunakan media sosial.
02:30Lewat aksi blusukan, ia menyapa dan menyelesaikan masalah warga secara cepat.
02:37Keren Kang Deddy Mulyadi!
02:41Kang Deddy terima kasih, haturnuhun Kang Deddy.
02:44Tepuk tangan sekali lagi untuk Ibu Susi Puja Suti.
02:47Dan Kang Deddy Mulyadi.
02:51Apa kabar Ibu Susi?
02:53Baik, baik, baik.
02:55Pak Gubernur?
02:56Sae.
02:57Sae.
02:59Terima kasih Ibu Susi dan Pak Gubernur.
03:03Tapi rasanya kalau panggil Pak Gubernur terlalu...
03:05KDM.
03:06KDM?
03:07KDM aja boleh ya?
03:08KDM, Kang Duda Merajalela.
03:10Ibu sampai geli, terbahak-bahak kalau denger itu ya Bu ya?
03:14Kang Duda Merajalela.
03:16Saya pikir mau tadi mau nyebutin ke situ, Kang Deddy Mulyadi gitu.
03:20Bukan Kang Duda Merajalela.
03:22Tapi ya...
03:24Ya KDM, Bu.
03:25Udah itu aja.
03:26Tahu gak, Bu?
03:27Enggak.
03:28Tahu.
03:28Mabok.
03:30Ibu Susi kita di kampus 4, kalau Ibu Susi dulu sempat kuliah, kira-kira Bu Susi itu mahasiswa seperti apa?
03:38Nggak pernah kuliah, jadi nggak bisa bayangin juga gitu loh.
03:42Tapi ya dulu di SMA biasanya ya di sekolah kalau dengerin guru baca, saya pasti tulis-tulis apa atau baca
03:51yang lain.
03:52Nanti pulang sekolah pinjem buku teman Budwi Korita Karnawati tuh ke rektor UGM, itu dulu teman satu bangku.
04:01Jadi kalau aku pinter dikit ya karena sebelahku sangat pintar gitu loh.
04:06Beliau kan juga rektor UGM kan.
04:09Nah biasanya, tapi kalau ulangan misalnya kimia atau apa, saya 1-5 menit aja udah selesai keluar.
04:15Dan biasanya nilainya 10, Ros.
04:17Wah, hebat banget.
04:19Jadi mungkin secara kehadiran kalau aku kuliah ya mungkin jarang hadir kali.
04:25Tapi kalau ngerjain paper pasti aku paling bagus.
04:30Kok bisa? Jarang sekolah tapi ngerjain paper bagus?
04:33Karena pintar.
04:36Enggak lah, karena aku senang baca, senang mencari tahu, senang mengulik, senang knowing more.
04:45Itu selalu lebih bagus gitu.
04:48Jadi Bu Susi itu tidak melanjutkan sekolah karena keputusan yang mandiri ya.
04:54Bukan karena gak mampu, tapi memilih untuk tidak sekolah.
04:57Ya saya kurang cocok dengan jadwal, ketentuan, peraturan sekolah.
05:05Jadi ya tahu diri, saya keluar gitu aja.
05:09Masih muda udah pemberontak ya Kak Dem ya?
05:12Sebetulnya tidak pemberontak, tahu diri tadi.
05:14Jadi ngerti yaudah ini gak cocok yaudah.
05:18Kalau aku di dalam terus maksain diri, malah jadi pemberontak beneran kan.
05:22Mending gak usah gitu.
05:24KDM, saya melihat KDM dengan Bu Susi ini tidak tentang dua tokoh yang bertemu dalam acara seremonial.
05:33Kalau mengenal keduanya, seperti memang ada persahabatan.
05:37Sebenarnya kok bisa cocok sih sama Bu Susi?
05:39Ya sebenarnya dicocok-cocokin aja.
05:43Tapi gini.
05:44Dalam hati sebenarnya gak cocok?
05:46Kau itu diklarifikasi dulu.
05:48Dicocok-cocokin aja sebenarnya gak terpaksa.
05:50Karakternya beda.
05:52Kalau saya kan melawannya pelan.
05:54Bu Susi tuh kalau melawan sekaligus.
05:57Nah kemudian tadi saya ngomong, Bu Susi kalau dulu kuliah seperti apa?
06:01Perasaan Bu Susi kalau dulu kuliah D.O pasti.
06:04Karena kan karakternya melawan.
06:07Melawan, oh ini bosan bisa keluar.
06:08Tapi orang D.O itu kan belum tentu juga tidak berhasil.
06:12Banyak yang orang D.O berhasil.
06:13Ada dua kemungkinan Kang Deddy.
06:15Bu Susi D.O atau rektornya mengundurkan diri?
06:19Ya tapi gini.
06:20Saya itu, Bu Susi belum mengenal saya.
06:23Saya sudah lama mengenal Bu Susi.
06:25Saya dulu Bupati Purwakarta waktu itu.
06:28Itu di Kompas Kom.
06:29Itu saya punya seling nulis.
06:31Seminggu sekali.
06:32Salah satu tulisan saya itu tentang Bu Susi.
06:35Yaitu Bu Susi Ratu Laut Selatan.
06:40Ketika jadi menteri.
06:41Sampai sekarang saya tetap dia Ratu Laut Selatan.
06:45Dan satu-satunya orang yang pernah menyiksa saya Bu Susi.
06:48Oh gitu.
06:48Saya dibawa ke laut, di tengah laut disuruh turun.
06:51Ya sudah sampai tengah laut.
06:53Gak mau berendam, gak mau berenang.
06:55Ya ngapain saya bilang.
06:56Di pinggir aja tadi sana.
06:58Saya bilang ngapain ikut-ikut saya ke laut, ke tengah gitu maksudnya.
07:02Ya sudah turun.
07:04Astaga Ibu tega banget.
07:06Iya.
07:07Tapi kan gak saya tinggal.
07:08Aku temani juga gitu lah.
07:09Tapi ya orang udah jauh ke tengah.
07:12Kita kan kalau berenang di tengah.
07:13Ada sekitar satu kilometer lah dari pinggir pantai kan.
07:17Udah sampai sana gak mau turun dari padel.
07:20Ya ngapain.
07:21Saya bilang udah turun.
07:22Gak apa-apa.
07:23Kita jagain semua.
07:25Ya terpaksa turun.
07:26Bu itu termasuk pelanggaran HAM loh.
07:27Apa?
07:28Enggak dong.
07:29Justru saya mau ajarin dia menikmati laut gitu loh.
07:34Enggak-nggak aku tinggalin.
07:35Enggak aku temenin.
07:36Cuma aku paksa turun ke laut gitu loh.
07:39Udah nyampe jauh-jauh Ros.
07:41Ngapain?
07:43Kang gimana Kang?
07:44Nah itu saya disiksa seperti itu setelah bela beliau pas ke menteri.
07:48Karena saya kan waktu itu wakil ketua komisi 4.
07:51Kan ada rencana ekspor lagi benur.
07:55Benur ya.
07:56Nah saya orang yang menolak keras ekspor benur itu.
07:59Jadi orang bela aja disiksa.
08:01Apalagi orang melawat.
08:03Makanya harus hati-hati sama seorang suci puja-suti.
08:06Kalau saya seneng sharing bukan menyiksa orangnya.
08:09Kalau orang udah mau ikut aku ke laut ya aku share.
08:12Laut itu sangat cantik.
08:14Apalagi pengandaran bersih.
08:16Gak ada polusi.
08:17Gak ada industri kan gitu.
08:20Ya kenapa tidak gitu.
08:22Kang udah jadi gubernur Jawa Barat.
08:25Bisa dibalaskan dendamnya.
08:27Oh iya saya termasuk yang konsisten tentang itu.
08:31Bukan maksudnya kebus suci.
08:32Gak berani.
08:34Gak boleh saya.
08:35Kalau gubernur juga berani.
08:37Mau berani sama suci.
08:38Karena mitosnya gak boleh merawan Nyiratu.
08:41Itu gak boleh.
08:43Nyiratu itu bukan untuk dilawan.
08:44Tapi untuk ditemani.
08:46Yeah.
08:47Yeah.
08:47Terima kasih.

Dianjurkan