Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Tiga narasumber berbagi perspektif hadir di ROSI On Location Universitas Padjadjaran:

- Susi Pudjiastuti - Menteri Kelautan dan Perikanan 2014-2019

- Dedi Mulyadi - Gubernur Jawa Barat

- M. Farhan - Wali Kota Bandung

Para narasumber menjawab berbagai permasalahan yang disampaikan mahasiswa Universitas Padjajaran. Apa solusi yang ditawarkan? Bagaimana keresahan tersebut dapat diurai dan menjadi perhatian pemangku kebijakan?

Baca Juga Viral Video Walkot Bandung Farhan Murka Pohon Dipotong demi Videotron, Ini Penjelasannya | ROSI di https://www.kompas.tv/talkshow/692542/viral-video-walkot-bandung-farhan-murka-pohon-dipotong-demi-videotron-ini-penjelasannya-rosi

Selengkapnya saksikan di sini:

https://youtu.be/j2ChEBXf-RM



#dedimulyadi #susipudjiastuti #farhan

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/692543/gubernur-jabar-dedi-mulyadi-walkot-bandung-farhan-susi-pudjiastuti-jawab-mahasiswa-unpad-rosi
Transkrip
00:14PEMBICARA 1
00:58PEMBICARA 1
01:00Kalau di kampus rasanya sudah ada forum-forum kan, forum diskusi sudah ada.
01:06Nah pakai sebanyak-banyak forum diskusi ini.
01:09Kalau tidak bisa kan mungkin bisa mengadakan ya bukan demo kali ya namanya.
01:14Mungkin ditingkatkan level forumnya sampai kepada dosen, rektor.
01:21Nah komplainnya ini tentang internal kampus atau tentang outside?
01:25Mungkin keduanya.
01:27Keduanya.
01:29Kalau tentang outside sebetulnya saya ingin pemuda Indonesia itu tidak buta politik.
01:37Jadi kalau dalam pandangan saya gedung DPR, gedung sate, semua ofis pemerintah, kantor wali kota harus open untuk mahasiswa datang.
01:54Tapi mahasiswa juga harus punya etika.
01:57Datang tidak nyampah, tidak bikin huru-hara, tidak bikin aksi anarkis.
02:05Jadi protes itu dilakukan dengan baik.
02:09Manor is become matter itu adalah hal nilai yang saat ini hilang di negeri kita.
02:17Yang protes, melakukan protes dengan tidak appropriate, dengan anarkis.
02:25Selesai protes, demo, sampahnya di mana-mana.
02:29Jadi kalau kita mau-mau dewasa, pemerintah membuka pintu.
02:36Rektor-rektor dan dosen-dosennya di seluruh Indonesia mendidik mahasiswa untuk menjadi anak-anak muda yang responsif, kritis tapi juga
02:48responsibel.
02:49Kira-kira seperti itu.
02:51Terima kasih Bu Susi.
02:52Next.
02:52Terima kasih banyak ya Ibu.
02:54Izin bertanya kepada Bapak Gubernur.
02:57Mungkin pertanyaannya sedikit melenceng dari pembahasan, tapi saya kira bisa mewakili warga di desa saya.
03:04Pertanyaannya, izin saya dari Tasikmalaya, dari desa Indrajaya yang beberapa infrastruktur jalannya itu rusak.
03:16Dan seringkali dilalui oleh truk besar yang menyebabkan beberapa kali kecelakaan begitu Bapak.
03:23Mungkin sebagai Gubernur, solusi apa yang Bapak tawarkan? Terima kasih.
03:28Terima kasih.
03:29Memang sekarang ini kan terjadi problem bertingkat fiskal daerah.
03:34Karena kan ada penundaan pembayaran di Bihai itu.
03:38Jadi provinsinya mengalami penundaan, kabupatennya mengalami penundaan,
03:43desanya juga akan mengalami penurunan dana desa.
03:47Nah, Pemprov Jabar mengambil keputusan.
03:50Yang pertama adalah menyelesaikan seluruh problem jalan provinsi.
03:56Yang kedua, mendorong kabupaten-kota mengalokasikan 7% infrastruktur jalan dari total APBD.
04:04Yang ketiga, mengintervensi desa.
04:06Nah, ini yang sekarang ini kita lagi nyiapin 100 desa yang akan diintervensi langsung oleh Provinsi Jawa Barat.
04:13Ya, nanti barangkali salah satunya desa yang disebutkan tadi.
04:16Jadi kita akan intervensi itu dengan langsung Provinsi Jawa Barat mengintervensi pembangunan jalan itu.
04:22Nah, itu berkah dari pengelolaan keuangan yang dikelola oleh Gubernur Konten itu.
04:29Namain dikit, ketika daerah perbesaran kota kabupaten ada masa infrastruktur, itu berantemnya gak selesai-selesai itu.
04:35Antara wali kota sama bupati.
04:37Jadi intervensi Gubernur itu akan sangat efektif menyelesaikan masalah itu gitu.
04:41Terima kasih Pak Gubernur.
04:42Yes, next.
04:43Izin bertanya ke Pak Deddy.
04:47Nah, pertanyaan saya Pak, ketika Bapak harus mengambil suatu keputusan yang cepat,
04:52apa yang Bapak gunakan untuk memastikan bahwa keputusan atau kebijakan yang Bapak ambil hari ini itu
04:57tidak hanya menyelesaikan masalah yang terjadi hari ini,
05:00tetapi juga tidak menimbulkan masalah di sisi atau sektor lain,
05:05ataupun tidak menimbulkan masalah di masa depan.
05:07Dan juga bagaimana kebijakan yang Bapak ambil hari ini dapat diterapkan dalam jangka waktu yang panjang.
05:13Begitu mungkin terima kasih.
05:14Terima kasih.
05:15Tim kerja saya itu sudah memahami pola kerja saya.
05:18Ada dua hal.
05:20Pertama adalah keputusan personal yang harus berakibat pada kebijakan yang bersifat konstruktif konstitusional.
05:28Itu bahasa saya.
05:29Saya contoh begini.
05:31Setiap hari, saya ini baca media sosial.
05:35Sambil duduk, sambil di mobil.
05:37Saya baca keluhan warga.
05:39Contoh, hari kemarin itu ada orang yang ditusuk oleh orang lain lah, mereka bertikai.
05:53Mereka gak bisa ke rumah sakit karena ke rumah sakit gak bisa melayani yang namanya korban penganiayaan.
06:00Saya itu selalu cepat.
06:02Berapa biayanya dia dibutuhkan untuk operasi gelap macam?
06:05Kitar 40 juta.
06:07Dalam waktu satu jam.
06:08Yang bekerja siapa pertama?
06:10Saya minta advim saya, sekpre saya untuk segera hubungi nomor yang dikirim.
06:17Dalam waktu satu jam ambulan sudah dilokasi.
06:21Tapi kan itu berarti Pak Kang Deddy harus ada tahu dulu.
06:27Iya, kemudian setelah dilokasi, kemudian nanti dikirim ke rumah sakit.
06:33Setelah itu apa?
06:34Cadangkan uang di APBD untuk memberikan jaminan pada seluruh pasien dimanapun berada,
06:42sebab apapun yang tidak tercover oleh BPJS dan dia tidak punya kemampuan dijamin oleh pemerintah provinsi.
06:49Kebijakan.
06:50Oke.
06:50Karena korban kriminalitas itu tidak di cover oleh BPJS ya?
06:56Tidak.
06:57Itu kebijakan.
06:58Dan karena kebijakan Gubernur Jawa Barat, ini dicadangkan untuk menjadi jaminan.
07:03Contoh lagi, saya melihat ada petani, kakinya itu kena cangkul, luka.
07:11Kemudian BPJS-nya tidak terdaftar.
07:14Saya masukin ke rumah sakit.
07:18Saya jamin.
07:18Setelah itu apa kebijakan saya?
07:222027, 5,4 juta kepala keluarga di Jawa Barat yang terdiri dari nelayan, buruh bangunan, kulipikul, pedagang asongan, asisten rumah
07:36tangga,
07:36petani apapun yang dia bukan pekerja formal, perusahaan swasta atau BUMN ASN TNI-4I,
07:43mereka mendapat jaminan asuransi ketenaga kerjaan.
07:46Artinya, 2027, rakyat jabar sudah tidak perlu lagi mengeluh pada saya.
07:53Kenapa?
07:54Asuransi sudah meng-cover.
07:55Bukan hanya ketika kecelakaan kerja, sakit sampai 400 juta dibiayain, kemudian meninggal ada santunan.
08:02Ini cara.
08:03Jadi, konten yang diambil itu pada akhirnya menjadi kebijakan.
08:09Jadi, bahwa ketika melihat dari sosmed itu, tidak hanya soal responsif dan tentang 1-2 orang,
08:17tapi ini pintu masuk untuk membuat kebijakan, sehingga kalau ini terjadi bagi masyarakat Jawa Barat lainnya,
08:25semua bisa mendapat perlakuan kesehatan yang sama.
08:28Ya, penanya terakhir ya. Silahkan.
08:31Pertanyaan saya ditunjukkan kepada Bapak Farhan.
08:34Siap.
08:35Nggak geti nih.
08:37Bapak kan alumni dari UNPAD yang sekarang menjabat menjadi wali kota Bandung.
08:43Saat masa kuliah, pernah nggak sih Pak kepikiran untuk berada di posisi seperti sekarang?
08:48Oke, terima kasih.
08:51Ini teman-teman sefakultas semua pernah nunjuk, ah nggak mungkin loh katanya gini.
08:55Saya itu di Fakultas Ekonomi, Jurus Tansu Di Pembangunan.
08:59Kenapa saya pelisi di pembangunan?
09:01Karena saya sangat suka ilmu ekonomi.
09:03Saking sukanya, Rosy, setiap peta kuliah saya ulang tiap semester.
09:12Jadi, saya lulusnya memang berat.
09:15Dari semester saya, saya tahu.
09:16Saya secara akademis berat nih bersaingin dengan teman-teman yang lain gitu ya.
09:20Nah, jadi akhirnya...
09:22Berarti kita dapat wali kota Bandung, alumni UNPAD yang sebenarnya secara nilai akademis pas-pasan ya?
09:29Oh jangan salah, Menteri Kooperasi juga.
09:33Emang kamu pikir Menteri Kooperasi ketahuan lulusnya?
09:37Warga Bandung, tolong ikat jaga keselamatan Anda masing-masing ya.
09:44Jadi gini, tapi kita ini aktifis semuanya.
09:50Aktif di organisasi, aktif di kegiatan-kegiatan mahasiswa, aktif kemana-mana aktif.
09:57Zaman order baru ikut demo.
09:59Pak Deddy juga pasti ikut demo.
10:01Wah itu seru, seru.
10:03Jadi kita tahu jejaring yang berikutnya.
10:06Kang Yudi Kris Nandi, Profesor, mantan Menteri Pan-RB juga.
10:11Beliau angkatan 86, Ferry angkatan 87, saya angkatan 88, Niko Siahaan angkatan 88.
10:17Dan kita semua juga seangkatan dengan Daan Arya yang segitu lucunya.
10:23Siapa?
10:24Daan Arya, Daan Project Pop.
10:26Jadi apa moral cerita seorang wali kota?
10:30Moral ceritanya adalah bahwa...
10:31Tidak usah pinter-pinter amat di kampus, nilai akademik tetap harus lulus.
10:35Tapi berorganisasi...
10:37Harus lulus, harus lulus.
10:39Harus lulus dengan benar.
10:41Jangan curang, ya.
10:42Tidak semua orang diberkati IQ yang tinggi.
10:46Tetapi yang paling penting rajin, ikut berorganisasi jejaring yang luas.
10:51Karena dengan demikian, begitu kita nanti sampai pada sebuah posisi,
10:55kita bisa belajar banyak dari orang-orang pinter yang bisa kita rekrut untuk kerja buat masyarakat kota Bandung.
11:02Oke. Tapi banyak profesor juga ketangkep karena kasus korupsi.
11:07Rektor juga ketangkep karena kasus korupsi.
11:10Itu temen gue profesor tuh.
11:12Yang itu.
11:13Maksudnya gelar itu gak menjamin integritas orang gitu.
11:17Iya kan?
11:17Benar, benar, benar.
11:18Jadi sebenarnya kampus itu membuat kita meletakkan fondasi-fondasi pengetahuan.
11:24Di situ kita mendapatkan juga jejaring, berorganisasi.
11:28Tapi integritas itu adalah sesuatu yang terus harus dirawat.
11:33Karena banyak orang kita, saya selalu mempercaya Indonesia tuh gak kurang orang pinter, Kang Deddy.
11:38Tapi orang yang punya integritas, kita minum, kita sungguh masih cari orang-orang yang teruji integritasnya.
11:45Terima kasih.

Dianjurkan