00:00Sudah-sudah sekalian para profesor, jadi masalah yang kita hadapi sebagai bangsa dan negara
00:09adalah antara lain kebakaran hutan dan khususnya kebakaran hutan yang di atas lahan gambut.
00:25Jadi masalahnya masalah kebakaran hutan, kita tiap tahun kita mengalami kebakaran hutan.
00:36Ada satu fenomena bahwa tetangga-tetangga kita juga punya hutan.
00:52Tapi mungkin mereka tidak punya gambut sebesar kita, mungkin.
00:58Kalian yang lebih tahu lah, kalian yang mengerti makanya saya mengundang sudara-sudara.
01:04Jadi sudara-sudara, kita akan sedikit terus korporasi-korporasi oknum-oknum yang melakukan pembakaran sengaja.
01:19Yang pertama, kita harus koreksi, regulasi.
01:25Itu nanti kita harus tegas, masih ada delapan perda di kabupaten.
01:30Bayangkan.
01:32Yang mau pakai loophole, bahwa boleh bakar dua hektare.
01:40Which is, menurut saya, complete nonsense.
01:46Bahwa satu orang boleh bakar dua hektare.
01:49Kalau dia bakar dua hektare, bagaimana dihentikan itu kebakaran?
01:55Satu orang nggak mungkin, kalau sudah satu hektare, satu lapangan bola terbakar, satu orang mau hentikan.
02:03Kan itu, itu kan menipu.
02:05Perda ini menipu.
02:08Ini penggalangan.
02:10Jadi saya sudah tugaskan TNI, nanti mungkin Polri.
02:15Saya turunkan seribu perwira.
02:20Mayur, let call, kolonel.
02:22Seribu.
02:23Saya turunkan ke kabupaten-kabupaten itu.
02:25Untuk memberi edukasi.
02:27Dan solusinya sudah saya berikan.
02:29Kalau Anda butuh lahan, lapor, kita buatkan lahan untuk kalian.
02:36Kita siapkan pompa untuk kalian.
02:39Kita ingin rakyat kita sejahtera.
02:41Tidak mungkin kita mau celakakan rakyat kita.
02:44Oke.
02:44Tapi korporasi, ini lain.
02:49Perusahaan, kita sudah ada ketentuan.
02:51Sudah ada kewajiban-kewajiban ya.
02:53Tiap lima hektare harus ada menara.
02:57Tiap sekian hektare harus ada embung.
03:02Tiap sekian, sudah ada regulasinya.
03:04Dan Anda harus punya tim pemadam kebakaran.
03:10Dari karyawan Anda.
03:13Ada perusahaan yang patuh, ada perusahaan yang tidak.
03:17Ini harus kita tertibkan.
03:19Tapi sekarang, utamanya, saudara-saudara,
03:22sebagai ahli, tolong saya diberitahu
03:26apa langkah terbaik
03:29untuk kita cegak kebakaran
03:32di kawasan hutan pertama,
03:35kedua, kawasan hutan yang ada gambutnya.
03:40Dua hal, dan ketiga yang saya minta,
03:43saran dari saudara-saudara,
03:46apakah gambut ini bisa kita manfaatkan
03:50ke arah produktif?
03:55Apakah kita bisa tanam?
03:59Tanaman di atas gambut?
04:03Saya kira itu tiga pertanyaan yang paling penting
04:07yang saya butuh dari saudara,
04:09sebagai pakar.
04:13Jadi, saudara-saudara,
04:15jangan salah ya, menerima.
04:17Kadang-kadang saya kalau bicara di audience,
04:19suka di perintir,
04:21dibilang bahwa seolah saya tidak hormati pakar.
04:23Saya paling hormat sama pakar.
04:27Tidak bisa.
04:28Apapun,
04:30kenapa saya berhasil sebagai perwira?
04:33Karena saya selalu cari pakar.
04:35Anyway,
04:36jadi mohon saya diberi masukan.
04:39what can we do
04:42supaya tahun depan kita,
04:44sudah lah.
04:45Jadi sekarang,
04:46saya sudah perintahkan,
04:48sudah lah,
04:48kita antisipasi.
04:50Jadi,
04:52ternyata,
04:53tadi saya ada pelaporan kemarin ya,
04:55dengan segala macam helikopter apa,
04:57tetap yang paling efektif adalah petugas di darat.
05:03Jadi,
05:04jadi bagaimana saya minta
05:06masukan dari saudara-saudara,
05:08what we have to do.
05:10Soal mitigasi fisik,
05:12kita lakukan.
05:14Kalau ada kebakaran harus siap,
05:17tidak ada jauh sebelum kebakaran,
05:20bikin embung,
05:21embung,
05:21embung,
05:22embung,
05:23belum ada kebakaran,
05:24bikin pompa, pompa, pompa,
05:26siapkan semua itu.
05:29Nah,
05:30tapi dengan gambut,
05:33kalau bisa,
05:34ada jawaban ilmiah.
05:38A scientific,
05:40a scientific solution.
05:44Silakan.
05:45Indonesia adalah
05:46global ecosystem chokehold,
05:49or chokepoints.
05:51Tanpa kita,
05:53tidak mungkin dunia bisa secara akurat
05:54menghitung siklus karbon.
05:57kita memegang nasib
05:59dari banyak bangsa sebenarnya,
06:00dan oleh karena itu
06:01tanggung jawab untuk memahaminya.
06:04Dan bagi seorang ilmuwan,
06:06kami ingin melaporkan
06:08apa sebenarnya
06:09cara kami untuk memahami.
06:12Kami cuma memahaminya
06:13dari lensa akademis,
06:15dan gambut adalah ekosistem hidup
06:17yang paling sulit untuk dipahami.
06:20Karena variabelnya banyak sekali.
06:22Curah hujan,
06:23neraca air,
06:25pelaju cepat atau lambat,
06:26tanaman membusuk,
06:28beban mekanik
06:29atas bangunan yang didirikan
06:31diatasnya,
06:31itu semua faktor-faktor
06:32yang membuat persamaan matematisnya
06:34sangat sulit untuk dipahami.
06:36Sangat sulit untuk dipahami.
06:39Dan hadir di depan
06:40Pak Presiden
06:42adalah ilmuwan-ilmuwan
06:43yang paling kompeten di bidangnya,
06:45yang bisa meneliti ini
06:46dari sudut pandang
06:47yang amat interdisipliner.
06:51dan oleh karena itu
06:52kita disini
06:53mau berdiskusi
06:53tentang tiga hal,
06:55bagaimana kita melindungi
06:57dan membudidayakan gambut,
06:59bagaimana kita
07:00memprediksi,
07:01memonitor,
07:02mendeteksi secara dini
07:03titik-titik
07:04kerawanan gambut,
07:06dan apa yang kita harus lakukan
07:07kalau kebakaran
07:08sudah terjadi.
07:10Ada beberapa poin
07:11yang mungkin
07:12sangat penting
07:13perlu kita cermati
07:14bahwa
07:16gambut ini
07:17sangat sulit dipadamkan
07:19ketika sudah mulai terbakar.
07:21Mengapa demikian?
07:23Karena
07:23gambut ini
07:24memiliki sifat
07:25hidropobik
07:26ketika sudah mengalami
07:28proses pengeringan
07:29yang sangat ekstrim.
07:31Sehingga
07:31dari penelitian
07:32yang kami lakukan
07:33menggunakan water spray
07:34di skala laboratorium,
07:36itu kami menemukan
07:37angka kurang lebih
07:39untuk memadamkan
07:40satu kilogram
07:43gambut.
07:44itu butuh
07:44enam liter
07:45Pak Presiden.
07:47Ini angka
07:48yang menakjubkan.
07:50Sehingga
07:51kalau kita punya
07:52satu
07:53hektare
07:54mahan gambut
07:55begitu mau dikoreksi,
07:56kita membutuhkan
07:57kurang lebih
07:57dua ratus ribu
08:00liter
08:00sampai satu juta liter.
08:02Ini luar biasa.
08:03Artinya
08:05kuncinya
08:05adalah
08:06bagaimana kita
08:07mencegah
08:07ketika sudah
08:08kebakaran itu
08:09terjadi sangat sulit.
08:11Namun demikian
08:12kebakaran
08:13masih saja terjadi
08:14oleh karanya
08:15kita perlu
08:16mencoba
08:17mengembangkan
08:19cara untuk
08:20mendeteksi
08:21sedini mungkin.
08:22Salah satunya
08:23kita bisa menggunakan
08:24skala
08:27kecil dan sebagainya
08:28itu
08:28menggunakan
08:29thermal camera
08:30infrared,
08:31kita bisa menemukan
08:32spot-spot
08:32dan dari
08:34hasil penelitian
08:35yang kami lakukan
08:35itu kita
08:36menemukan bahwa
08:38apabila kita
08:39melakukan
08:39injeksi
08:40ke dalam
08:41lapisan gambut
08:43ini sangat
08:44mempercepat
08:45proses.
08:46Namun demikian
08:46kita tahu sendiri
08:47kalau sudah
08:47di lahan gambut
08:48aksesnya sangat sulit.
08:50Oleh karena itu
08:51kembali
08:52mencegah menjadi
08:53salah satu kuncinya.
08:54Dan
08:54seperti yang kami
08:56sampaikan tadi
08:57apakah
08:58waterbombing itu
08:59efektif?
09:00Kalau melihat
09:01data yang kami miliki
09:03itu tidak efektif
09:04Pak Presiden.
09:05Tetapi mungkin
09:05itu upaya yang
09:06mungkin bisa kita
09:07lakukan untuk
09:08kondisi-kondisi
09:09yang sangat ekstrim.
09:11Oleh karena itu
09:11kami mendorong
09:14korporasi juga
09:15perlu dilengkapi
09:16bukan hanya oleh
09:17tadi
09:18PIN dan Embung
09:19dan sebagainya
09:20tapi pendeteksian
09:21yang menggunakan
09:22teknologi
09:23yang mana bisa
09:24memonitor
09:24baik menggunakan
09:25drone
09:26baik menggunakan
09:27menara monitor
09:28untuk menemukan
09:29hotspot.
09:30Dan
09:31hotspot itu
09:32harus segera ditangani
09:33sesegera mungkin
09:34dan prediksi
09:35yang dilakukan
09:36dokter bagus
09:37mungkin bisa jadi
09:38salah satu solusi
09:39untuk kita
09:40memperkirakan
09:41berapa lama
09:42kondisi darurat itu
09:44mungkin saja terjadi.
09:47Gambut itu
09:4890%
09:49adalah air.
09:50Jadi
09:51apa yang ada
09:52di dalam
09:52tanah itu
09:54itu adalah
09:55underground reservoir.
09:57Nah
09:58cuma
09:58sering dibuat
09:59kanal-kanal
10:00itulah yang
10:01mengurangi
10:01volume air
10:03yang ada di situ.
10:04namun
10:06walaupun
10:07dengan kondisi
10:07yang seperti
10:08kering saat ini
10:10itu
10:11kemungkinan
10:12airnya
10:12tidak akan
10:13lebih dari
10:14satu setengah meter.
10:16Nah
10:16artinya apa?
10:17Artinya
10:18terbakar di situ
10:19alat pemadamnya
10:21ada di situ
10:21ada air di situ.
10:23Permasalahannya
10:24adalah
10:24bagaimana
10:25mengambil
10:26atau mengakses
10:27air itu.
10:28Nah
10:28kami punya
10:29satu pengalaman
10:30di Riau
10:31dengan
10:31masyarakat
10:32peduli
10:33api
10:33atau
10:34masyarakat
10:35peduli
10:35bencana.
10:37Tadi
10:38Bapak
10:38menyebutkan
10:40bahwa
10:40gerda
10:40terdepan
10:41adalah
10:41masyarakat
10:42di setempat
10:43dan saya
10:43sangat setuju.
10:44Cuma
10:45tidak semua
10:46MPA itu
10:47punya kapasitas
10:48bagaimana
10:50memadamkan
10:51api
10:52dengan air
10:53yang ada
10:53di situ.
10:54Nah
10:55pengalaman
10:56kami
10:56dengan
10:57MPA di
10:58Kabupaten
10:58Bengalis
10:59Provinsi Rio
11:00itu membuat
11:01sumur
11:03bor
11:03yang dangkal.
11:05Jadi karena
11:05kedalamannya
11:06cuma satu setengah.
11:08Satu meter
11:09sampai satu setengah
11:09paling lama.
11:10Itu bisa kita
11:13ambil
11:13dengan cepat.
11:15Jadi
11:15pengalaman kami
11:17itu cukup
11:1810 sampai
11:1915 menit
11:20membuat
11:21sumur bor
11:21itu.
11:22Peralatannya
11:23cukup pakai
11:24tiang
11:24ini kemudian
11:26diambil
11:26dengan pipa
11:27dicolok
11:28hubungan
11:29ke
11:31Bumpa Robin
11:32keluar airnya
11:33dalam
11:3410 menit.
11:35Saya rasa
11:35itu mungkin
11:36bisa di
11:36edukasi
11:37ke masyarakat
11:38masyarakat peduli
11:39api yang lain.
11:42Yang kedua
11:42dengan terminologi
11:43embung.
11:44Jadi
11:46embung digambut
11:47itu bukan untuk
11:48menampung air
11:49karena di bawah
11:49sudah underground
11:50surveil.
11:53Fungsinya
11:53adalah untuk
11:54mengakses air.
11:55Jadi
11:56membuat
11:57embung digambut
11:58itu jangan
11:58besar-besar
11:59karena malah
12:00akan memperbesar
12:01penguapan.
12:03Akaripan
12:04lokal di Rio
12:05kita sebut
12:06perigi.
12:07Cukup
12:081 meter
12:08x 2 meter
12:09dan kami
12:10sudah
12:11terapkan
12:12di desa
12:13ini
12:13tiap
12:14300 meter
12:16maaf
12:17200 meter
12:18kenapa 200 meter?
12:19Karena
12:20selang
12:21untuk
12:22pemadam itu
12:22panjangnya
12:23dengan
12:24kira-kira
12:25segitu.
12:25jadi ketika
12:26kebakaran
12:27tinggal
12:27masukkan
12:28di dalam
12:28kita sebutnya
12:30perigi.
12:31Terima kasih.
12:34Dulu
12:34kita pernah
12:36punya
12:36badan
12:37restorasi
12:37gambut.
12:38Kita
12:39pernah
12:39punya
12:39badan
12:40restorasi
12:40gambut
12:41dan
12:41mangrove.
12:42Nah
12:42beberapa
12:44langkah
12:45rencana penanganan
12:46sebenarnya pada
12:47waktu itu
12:47sudah kita
12:48petakan.
12:49Bahkan
12:49ada bukunya
12:50Pak.
12:51Bagaimana
12:51tata-tata
12:52cara kita
12:52mengelola
12:53lahan
12:53gambut
12:54tersebut.
12:54nah ini
12:55nampaknya akan
12:57bisa menjadi
12:58listen-learn
12:59bagaimana
12:59kita
13:00mengelola.
13:01Oke
13:01kita sepakat dulu
13:03kita butuh
13:03badan ini
13:04harus
13:05ada ya.
13:07Badan
13:07pengelolaan
13:08gambut
13:09dan
13:09mangrove
13:10BP
13:11GMN
13:12dia
13:13tidak dibawa
13:14kementerian
13:15dia langsung
13:15dibawa presiden.
13:17Saya setuju.
13:18Good.
13:19Ada lagi
13:19tambahan
13:20siapa lagi
13:20mau tambah
13:21silahkan.
13:21kami
13:22menyarankan
13:23setiap
13:25desa
13:25mestinya ada
13:26peraturan
13:27desa
13:27yang berkaitan
13:29dengan bagaimana
13:30bisa menjaga
13:31melakukan
13:32mitigasi
13:33atas
13:33kebakaran
13:34termasuk
13:35banjir.
13:37Nah ini
13:37penting
13:38karena
13:38ada
13:39praktek-praktek
13:40baik yang bisa
13:41dilakukan
13:42Pak Presiden
13:43misalnya
13:44setiap
13:45pekarangan
13:46begitu ya
13:47misalnya kita
13:48bikin buat
13:49biopori
13:51sekecil
13:51apapun
13:52sebenarnya
13:52itu untuk
13:54mengedepankan
13:55untuk
13:55kemandirian
13:56mereka
13:57di sekitar
13:58mereka
13:58sehingga
13:59apapun itu
14:00sudah melakukan
14:01mitigasi
14:02terkait itu.
14:03Demikian Pak
14:04Presiden.
14:05Terima kasih.
14:05Baik,
14:06saya kira
14:06benar ya
14:07kita sekarang
14:08ambil kesimpulan
14:08bahwa
14:09kuncinya
14:10adalah
14:11di desa.
14:13Rencana saya
14:14saya ingin
14:16memperbaiki
14:17rumah-rumah
14:18mereka.
14:18dengan
14:20MCK
14:21dengan
14:23air bersih
14:23juga
14:25rencana kita
14:25kita mau
14:26tiap desa
14:28minimal
14:29bisa punya
14:33apa itu
14:35tenaga
14:37listrik
14:37dari
14:38surya
14:39minimal
14:41satu megawatt
14:42satu desa.
14:43Jadi ini
14:44arah kita
14:45nanti kesalahan.
14:50cara baru
14:51nonton di Smart TV
14:52nonton live streaming
14:54dan ribuan tayangan
14:55Kompas Grammedia
14:57langsung dari
14:57Smart TV kamu.
14:59Cara installnya
15:00buka Google Play Store
15:01di Smart TV kamu.
15:03Cari Kompas TV
15:04melalui pencarian.
15:06Pilih aplikasi
15:07lalu install.
15:09Selesai
15:09kamu bisa menonton
15:11video pilihan
15:12editorial
15:12Kompas TV.
15:14Download Kompas TV
15:15apps di TV kamu
15:17sekarang juga.
15:18selamat menikmati.
15:18selamat menikmati.