Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 6 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV Presiden Prabowo melakukan diskusi dengan akademisi di Istana membahas pengelolaan gambut hingga pencegahan Karhutla pada Kamis (24/9/2026).

Prabowo bertanya kepada para pakar untuk mencari cara jitu untuk menangkal kebakaran hutan dan lahan yang masih terus terjadi.

Adapun 22 pakar yang berkumpul di Istana Merdeka itu di antaranya adalah Bagus Muljadi dari Nottingham University, Azwar Maas dari UGM, Zakaria Amsari dari Universitas Tanjungpura, dan Haris Gunawan dari Universitas Riau, Darmae Nasir dan Henrik Segah dari Universitas Palangka Raya, dan Yulianto S Nugroho dari UI.

Baca Juga Presiden Prabowo: Saya Paling Hormat Sama Pakar, Kadang Saya Bicara Suka Dipelintir di https://www.kompas.tv/nasional/692641/presiden-prabowo-saya-paling-hormat-sama-pakar-kadang-saya-bicara-suka-dipelintir

Ada pula Asmari Saad dari Universitas Jambi, Puji Lestari dan Indratmo Soekarno dari ITB, Made Hesti Lestari yang merupakan pakar gambut dari BRIN, Ahmad Kurnain dari Universitas Lambung Mangkurat, Bambang Kun Cahyono dari UGM, Sigit Sutikno dari Universitas Riau, Ati Dwi Nurhayati dari IPB University, Muhammad Agung Santoso dari UI, dan Elham Sumarga dari ITB.

Video Editor: Novaltri Sarelpa



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/692655/full-bagus-muljadi-para-pakar-bicara-depan-presiden-prabowo-bahas-lahan-gambut-karhutla
Transkrip
00:00Sudah-sudah sekalian para profesor, jadi masalah yang kita hadapi sebagai bangsa dan negara
00:09adalah antara lain kebakaran hutan dan khususnya kebakaran hutan yang di atas lahan gambut.
00:25Jadi masalahnya masalah kebakaran hutan, kita tiap tahun kita mengalami kebakaran hutan.
00:36Ada satu fenomena bahwa tetangga-tetangga kita juga punya hutan.
00:52Tapi mungkin mereka tidak punya gambut sebesar kita, mungkin.
00:58Kalian yang lebih tahu lah, kalian yang mengerti makanya saya mengundang sudara-sudara.
01:04Jadi sudara-sudara, kita akan sedikit terus korporasi-korporasi oknum-oknum yang melakukan pembakaran sengaja.
01:19Yang pertama, kita harus koreksi, regulasi.
01:25Itu nanti kita harus tegas, masih ada delapan perda di kabupaten.
01:30Bayangkan.
01:32Yang mau pakai loophole, bahwa boleh bakar dua hektare.
01:40Which is, menurut saya, complete nonsense.
01:46Bahwa satu orang boleh bakar dua hektare.
01:49Kalau dia bakar dua hektare, bagaimana dihentikan itu kebakaran?
01:55Satu orang nggak mungkin, kalau sudah satu hektare, satu lapangan bola terbakar, satu orang mau hentikan.
02:03Kan itu, itu kan menipu.
02:05Perda ini menipu.
02:08Ini penggalangan.
02:10Jadi saya sudah tugaskan TNI, nanti mungkin Polri.
02:15Saya turunkan seribu perwira.
02:20Mayur, let call, kolonel.
02:22Seribu.
02:23Saya turunkan ke kabupaten-kabupaten itu.
02:25Untuk memberi edukasi.
02:27Dan solusinya sudah saya berikan.
02:29Kalau Anda butuh lahan, lapor, kita buatkan lahan untuk kalian.
02:36Kita siapkan pompa untuk kalian.
02:39Kita ingin rakyat kita sejahtera.
02:41Tidak mungkin kita mau celakakan rakyat kita.
02:44Oke.
02:44Tapi korporasi, ini lain.
02:49Perusahaan, kita sudah ada ketentuan.
02:51Sudah ada kewajiban-kewajiban ya.
02:53Tiap lima hektare harus ada menara.
02:57Tiap sekian hektare harus ada embung.
03:02Tiap sekian, sudah ada regulasinya.
03:04Dan Anda harus punya tim pemadam kebakaran.
03:10Dari karyawan Anda.
03:13Ada perusahaan yang patuh, ada perusahaan yang tidak.
03:17Ini harus kita tertibkan.
03:19Tapi sekarang, utamanya, saudara-saudara,
03:22sebagai ahli, tolong saya diberitahu
03:26apa langkah terbaik
03:29untuk kita cegak kebakaran
03:32di kawasan hutan pertama,
03:35kedua, kawasan hutan yang ada gambutnya.
03:40Dua hal, dan ketiga yang saya minta,
03:43saran dari saudara-saudara,
03:46apakah gambut ini bisa kita manfaatkan
03:50ke arah produktif?
03:55Apakah kita bisa tanam?
03:59Tanaman di atas gambut?
04:03Saya kira itu tiga pertanyaan yang paling penting
04:07yang saya butuh dari saudara,
04:09sebagai pakar.
04:13Jadi, saudara-saudara,
04:15jangan salah ya, menerima.
04:17Kadang-kadang saya kalau bicara di audience,
04:19suka di perintir,
04:21dibilang bahwa seolah saya tidak hormati pakar.
04:23Saya paling hormat sama pakar.
04:27Tidak bisa.
04:28Apapun,
04:30kenapa saya berhasil sebagai perwira?
04:33Karena saya selalu cari pakar.
04:35Anyway,
04:36jadi mohon saya diberi masukan.
04:39what can we do
04:42supaya tahun depan kita,
04:44sudah lah.
04:45Jadi sekarang,
04:46saya sudah perintahkan,
04:48sudah lah,
04:48kita antisipasi.
04:50Jadi,
04:52ternyata,
04:53tadi saya ada pelaporan kemarin ya,
04:55dengan segala macam helikopter apa,
04:57tetap yang paling efektif adalah petugas di darat.
05:03Jadi,
05:04jadi bagaimana saya minta
05:06masukan dari saudara-saudara,
05:08what we have to do.
05:10Soal mitigasi fisik,
05:12kita lakukan.
05:14Kalau ada kebakaran harus siap,
05:17tidak ada jauh sebelum kebakaran,
05:20bikin embung,
05:21embung,
05:21embung,
05:22embung,
05:23belum ada kebakaran,
05:24bikin pompa, pompa, pompa,
05:26siapkan semua itu.
05:29Nah,
05:30tapi dengan gambut,
05:33kalau bisa,
05:34ada jawaban ilmiah.
05:38A scientific,
05:40a scientific solution.
05:44Silakan.
05:45Indonesia adalah
05:46global ecosystem chokehold,
05:49or chokepoints.
05:51Tanpa kita,
05:53tidak mungkin dunia bisa secara akurat
05:54menghitung siklus karbon.
05:57kita memegang nasib
05:59dari banyak bangsa sebenarnya,
06:00dan oleh karena itu
06:01tanggung jawab untuk memahaminya.
06:04Dan bagi seorang ilmuwan,
06:06kami ingin melaporkan
06:08apa sebenarnya
06:09cara kami untuk memahami.
06:12Kami cuma memahaminya
06:13dari lensa akademis,
06:15dan gambut adalah ekosistem hidup
06:17yang paling sulit untuk dipahami.
06:20Karena variabelnya banyak sekali.
06:22Curah hujan,
06:23neraca air,
06:25pelaju cepat atau lambat,
06:26tanaman membusuk,
06:28beban mekanik
06:29atas bangunan yang didirikan
06:31diatasnya,
06:31itu semua faktor-faktor
06:32yang membuat persamaan matematisnya
06:34sangat sulit untuk dipahami.
06:36Sangat sulit untuk dipahami.
06:39Dan hadir di depan
06:40Pak Presiden
06:42adalah ilmuwan-ilmuwan
06:43yang paling kompeten di bidangnya,
06:45yang bisa meneliti ini
06:46dari sudut pandang
06:47yang amat interdisipliner.
06:51dan oleh karena itu
06:52kita disini
06:53mau berdiskusi
06:53tentang tiga hal,
06:55bagaimana kita melindungi
06:57dan membudidayakan gambut,
06:59bagaimana kita
07:00memprediksi,
07:01memonitor,
07:02mendeteksi secara dini
07:03titik-titik
07:04kerawanan gambut,
07:06dan apa yang kita harus lakukan
07:07kalau kebakaran
07:08sudah terjadi.
07:10Ada beberapa poin
07:11yang mungkin
07:12sangat penting
07:13perlu kita cermati
07:14bahwa
07:16gambut ini
07:17sangat sulit dipadamkan
07:19ketika sudah mulai terbakar.
07:21Mengapa demikian?
07:23Karena
07:23gambut ini
07:24memiliki sifat
07:25hidropobik
07:26ketika sudah mengalami
07:28proses pengeringan
07:29yang sangat ekstrim.
07:31Sehingga
07:31dari penelitian
07:32yang kami lakukan
07:33menggunakan water spray
07:34di skala laboratorium,
07:36itu kami menemukan
07:37angka kurang lebih
07:39untuk memadamkan
07:40satu kilogram
07:43gambut.
07:44itu butuh
07:44enam liter
07:45Pak Presiden.
07:47Ini angka
07:48yang menakjubkan.
07:50Sehingga
07:51kalau kita punya
07:52satu
07:53hektare
07:54mahan gambut
07:55begitu mau dikoreksi,
07:56kita membutuhkan
07:57kurang lebih
07:57dua ratus ribu
08:00liter
08:00sampai satu juta liter.
08:02Ini luar biasa.
08:03Artinya
08:05kuncinya
08:05adalah
08:06bagaimana kita
08:07mencegah
08:07ketika sudah
08:08kebakaran itu
08:09terjadi sangat sulit.
08:11Namun demikian
08:12kebakaran
08:13masih saja terjadi
08:14oleh karanya
08:15kita perlu
08:16mencoba
08:17mengembangkan
08:19cara untuk
08:20mendeteksi
08:21sedini mungkin.
08:22Salah satunya
08:23kita bisa menggunakan
08:24skala
08:27kecil dan sebagainya
08:28itu
08:28menggunakan
08:29thermal camera
08:30infrared,
08:31kita bisa menemukan
08:32spot-spot
08:32dan dari
08:34hasil penelitian
08:35yang kami lakukan
08:35itu kita
08:36menemukan bahwa
08:38apabila kita
08:39melakukan
08:39injeksi
08:40ke dalam
08:41lapisan gambut
08:43ini sangat
08:44mempercepat
08:45proses.
08:46Namun demikian
08:46kita tahu sendiri
08:47kalau sudah
08:47di lahan gambut
08:48aksesnya sangat sulit.
08:50Oleh karena itu
08:51kembali
08:52mencegah menjadi
08:53salah satu kuncinya.
08:54Dan
08:54seperti yang kami
08:56sampaikan tadi
08:57apakah
08:58waterbombing itu
08:59efektif?
09:00Kalau melihat
09:01data yang kami miliki
09:03itu tidak efektif
09:04Pak Presiden.
09:05Tetapi mungkin
09:05itu upaya yang
09:06mungkin bisa kita
09:07lakukan untuk
09:08kondisi-kondisi
09:09yang sangat ekstrim.
09:11Oleh karena itu
09:11kami mendorong
09:14korporasi juga
09:15perlu dilengkapi
09:16bukan hanya oleh
09:17tadi
09:18PIN dan Embung
09:19dan sebagainya
09:20tapi pendeteksian
09:21yang menggunakan
09:22teknologi
09:23yang mana bisa
09:24memonitor
09:24baik menggunakan
09:25drone
09:26baik menggunakan
09:27menara monitor
09:28untuk menemukan
09:29hotspot.
09:30Dan
09:31hotspot itu
09:32harus segera ditangani
09:33sesegera mungkin
09:34dan prediksi
09:35yang dilakukan
09:36dokter bagus
09:37mungkin bisa jadi
09:38salah satu solusi
09:39untuk kita
09:40memperkirakan
09:41berapa lama
09:42kondisi darurat itu
09:44mungkin saja terjadi.
09:47Gambut itu
09:4890%
09:49adalah air.
09:50Jadi
09:51apa yang ada
09:52di dalam
09:52tanah itu
09:54itu adalah
09:55underground reservoir.
09:57Nah
09:58cuma
09:58sering dibuat
09:59kanal-kanal
10:00itulah yang
10:01mengurangi
10:01volume air
10:03yang ada di situ.
10:04namun
10:06walaupun
10:07dengan kondisi
10:07yang seperti
10:08kering saat ini
10:10itu
10:11kemungkinan
10:12airnya
10:12tidak akan
10:13lebih dari
10:14satu setengah meter.
10:16Nah
10:16artinya apa?
10:17Artinya
10:18terbakar di situ
10:19alat pemadamnya
10:21ada di situ
10:21ada air di situ.
10:23Permasalahannya
10:24adalah
10:24bagaimana
10:25mengambil
10:26atau mengakses
10:27air itu.
10:28Nah
10:28kami punya
10:29satu pengalaman
10:30di Riau
10:31dengan
10:31masyarakat
10:32peduli
10:33api
10:33atau
10:34masyarakat
10:35peduli
10:35bencana.
10:37Tadi
10:38Bapak
10:38menyebutkan
10:40bahwa
10:40gerda
10:40terdepan
10:41adalah
10:41masyarakat
10:42di setempat
10:43dan saya
10:43sangat setuju.
10:44Cuma
10:45tidak semua
10:46MPA itu
10:47punya kapasitas
10:48bagaimana
10:50memadamkan
10:51api
10:52dengan air
10:53yang ada
10:53di situ.
10:54Nah
10:55pengalaman
10:56kami
10:56dengan
10:57MPA di
10:58Kabupaten
10:58Bengalis
10:59Provinsi Rio
11:00itu membuat
11:01sumur
11:03bor
11:03yang dangkal.
11:05Jadi karena
11:05kedalamannya
11:06cuma satu setengah.
11:08Satu meter
11:09sampai satu setengah
11:09paling lama.
11:10Itu bisa kita
11:13ambil
11:13dengan cepat.
11:15Jadi
11:15pengalaman kami
11:17itu cukup
11:1810 sampai
11:1915 menit
11:20membuat
11:21sumur bor
11:21itu.
11:22Peralatannya
11:23cukup pakai
11:24tiang
11:24ini kemudian
11:26diambil
11:26dengan pipa
11:27dicolok
11:28hubungan
11:29ke
11:31Bumpa Robin
11:32keluar airnya
11:33dalam
11:3410 menit.
11:35Saya rasa
11:35itu mungkin
11:36bisa di
11:36edukasi
11:37ke masyarakat
11:38masyarakat peduli
11:39api yang lain.
11:42Yang kedua
11:42dengan terminologi
11:43embung.
11:44Jadi
11:46embung digambut
11:47itu bukan untuk
11:48menampung air
11:49karena di bawah
11:49sudah underground
11:50surveil.
11:53Fungsinya
11:53adalah untuk
11:54mengakses air.
11:55Jadi
11:56membuat
11:57embung digambut
11:58itu jangan
11:58besar-besar
11:59karena malah
12:00akan memperbesar
12:01penguapan.
12:03Akaripan
12:04lokal di Rio
12:05kita sebut
12:06perigi.
12:07Cukup
12:081 meter
12:08x 2 meter
12:09dan kami
12:10sudah
12:11terapkan
12:12di desa
12:13ini
12:13tiap
12:14300 meter
12:16maaf
12:17200 meter
12:18kenapa 200 meter?
12:19Karena
12:20selang
12:21untuk
12:22pemadam itu
12:22panjangnya
12:23dengan
12:24kira-kira
12:25segitu.
12:25jadi ketika
12:26kebakaran
12:27tinggal
12:27masukkan
12:28di dalam
12:28kita sebutnya
12:30perigi.
12:31Terima kasih.
12:34Dulu
12:34kita pernah
12:36punya
12:36badan
12:37restorasi
12:37gambut.
12:38Kita
12:39pernah
12:39punya
12:39badan
12:40restorasi
12:40gambut
12:41dan
12:41mangrove.
12:42Nah
12:42beberapa
12:44langkah
12:45rencana penanganan
12:46sebenarnya pada
12:47waktu itu
12:47sudah kita
12:48petakan.
12:49Bahkan
12:49ada bukunya
12:50Pak.
12:51Bagaimana
12:51tata-tata
12:52cara kita
12:52mengelola
12:53lahan
12:53gambut
12:54tersebut.
12:54nah ini
12:55nampaknya akan
12:57bisa menjadi
12:58listen-learn
12:59bagaimana
12:59kita
13:00mengelola.
13:01Oke
13:01kita sepakat dulu
13:03kita butuh
13:03badan ini
13:04harus
13:05ada ya.
13:07Badan
13:07pengelolaan
13:08gambut
13:09dan
13:09mangrove
13:10BP
13:11GMN
13:12dia
13:13tidak dibawa
13:14kementerian
13:15dia langsung
13:15dibawa presiden.
13:17Saya setuju.
13:18Good.
13:19Ada lagi
13:19tambahan
13:20siapa lagi
13:20mau tambah
13:21silahkan.
13:21kami
13:22menyarankan
13:23setiap
13:25desa
13:25mestinya ada
13:26peraturan
13:27desa
13:27yang berkaitan
13:29dengan bagaimana
13:30bisa menjaga
13:31melakukan
13:32mitigasi
13:33atas
13:33kebakaran
13:34termasuk
13:35banjir.
13:37Nah ini
13:37penting
13:38karena
13:38ada
13:39praktek-praktek
13:40baik yang bisa
13:41dilakukan
13:42Pak Presiden
13:43misalnya
13:44setiap
13:45pekarangan
13:46begitu ya
13:47misalnya kita
13:48bikin buat
13:49biopori
13:51sekecil
13:51apapun
13:52sebenarnya
13:52itu untuk
13:54mengedepankan
13:55untuk
13:55kemandirian
13:56mereka
13:57di sekitar
13:58mereka
13:58sehingga
13:59apapun itu
14:00sudah melakukan
14:01mitigasi
14:02terkait itu.
14:03Demikian Pak
14:04Presiden.
14:05Terima kasih.
14:05Baik,
14:06saya kira
14:06benar ya
14:07kita sekarang
14:08ambil kesimpulan
14:08bahwa
14:09kuncinya
14:10adalah
14:11di desa.
14:13Rencana saya
14:14saya ingin
14:16memperbaiki
14:17rumah-rumah
14:18mereka.
14:18dengan
14:20MCK
14:21dengan
14:23air bersih
14:23juga
14:25rencana kita
14:25kita mau
14:26tiap desa
14:28minimal
14:29bisa punya
14:33apa itu
14:35tenaga
14:37listrik
14:37dari
14:38surya
14:39minimal
14:41satu megawatt
14:42satu desa.
14:43Jadi ini
14:44arah kita
14:45nanti kesalahan.
14:50cara baru
14:51nonton di Smart TV
14:52nonton live streaming
14:54dan ribuan tayangan
14:55Kompas Grammedia
14:57langsung dari
14:57Smart TV kamu.
14:59Cara installnya
15:00buka Google Play Store
15:01di Smart TV kamu.
15:03Cari Kompas TV
15:04melalui pencarian.
15:06Pilih aplikasi
15:07lalu install.
15:09Selesai
15:09kamu bisa menonton
15:11video pilihan
15:12editorial
15:12Kompas TV.
15:14Download Kompas TV
15:15apps di TV kamu
15:17sekarang juga.
15:18selamat menikmati.
15:18selamat menikmati.

Dianjurkan