- 7 jam yang lalu
- #ijazahgibran
- #partai
- #mahkamahkonstitusi
JAKARTA, KOMPASTV - Hingga sidang ke dua bergulir di Mahkamah Konstitusi parpol koalisi Gibran belum ada yang berkomentar, atau memberi dukungan secara terbuka.
Politisi Golkar David Pajung menjelaskan dua hal di antaranya partai-partai ini memang masih fokus di dalam kerja-kerja kabinet, kerja-kerja politik.
Kemudian poin kedua David menilai secara politik dan hukum yang dilakukan seorang Denny Indrayana tidak punya kekuatan.
"Baik itu secara konstitusi, secara hukum, maupun secara politik. Karena apa? Kita yakin, partai-partai juga yakin, Mas Gibran sebagai wakil presiden juga yakin bahwa itu akan mental, bahwa prosesnya itu diterima secara teregistrasi dan melalui proses ya MK. MK membuka diri untuk itu. Tetapi pertama secara substansi hukum ya konstitusi ini kan laporan PHPU," kata David.
Direktur Eksekutif Trias Politika Agung Baskoro mengatakan polemik terkait Jokowi maupun Gibran juga dapat berpengaruh terhadap kepentingan elektoral partai politik.
Agung menilai partai politik dapat mempertimbangkan dampak politik apabila memberikan dukungan secara terbuka kepada Gibran dalam persoalan tersebut.
"Kalau untuk mendukung Mas Gibran secara personal, partai-partai khawatir residunya akan terdampak ke mereka," kata Agung.
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Novaltri
#ijazahgibran #partai #mahkamahkonstitusi
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/692818/full-gugatan-ijazah-wapres-gibran-ditinggalkan-koalisi-partai-kompas-petang
Politisi Golkar David Pajung menjelaskan dua hal di antaranya partai-partai ini memang masih fokus di dalam kerja-kerja kabinet, kerja-kerja politik.
Kemudian poin kedua David menilai secara politik dan hukum yang dilakukan seorang Denny Indrayana tidak punya kekuatan.
"Baik itu secara konstitusi, secara hukum, maupun secara politik. Karena apa? Kita yakin, partai-partai juga yakin, Mas Gibran sebagai wakil presiden juga yakin bahwa itu akan mental, bahwa prosesnya itu diterima secara teregistrasi dan melalui proses ya MK. MK membuka diri untuk itu. Tetapi pertama secara substansi hukum ya konstitusi ini kan laporan PHPU," kata David.
Direktur Eksekutif Trias Politika Agung Baskoro mengatakan polemik terkait Jokowi maupun Gibran juga dapat berpengaruh terhadap kepentingan elektoral partai politik.
Agung menilai partai politik dapat mempertimbangkan dampak politik apabila memberikan dukungan secara terbuka kepada Gibran dalam persoalan tersebut.
"Kalau untuk mendukung Mas Gibran secara personal, partai-partai khawatir residunya akan terdampak ke mereka," kata Agung.
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Novaltri
#ijazahgibran #partai #mahkamahkonstitusi
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/692818/full-gugatan-ijazah-wapres-gibran-ditinggalkan-koalisi-partai-kompas-petang
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:03Intro
00:07Presiden ke-7 Jokowi Dodo secara resmi mengumumkan dirinya
00:11sudah menjadi bagian dari Partai Solidaritas Indonesia.
00:15Jokowi juga tegaskan meski PSI adalah partai yang terhitung baru,
00:19namun tak bisa dianggap remeh.
00:22Masih kurang jelas, ini saya tunjukkan.
00:37Hal itu disampaikan Jokowi dalam pidatonya di Rakorda DPD PSI Jawa Barat di Bandung siang tadi.
00:44Secara lantang, Jokowi umumkan dirinya sudah menjadi anggota PSI sejak 14 Oktober 2025.
00:51Di hadapan kader PSI, Jokowi juga tekankan PSI siap menghadapi ambang batas parlemen berapapun yang ditetapkan.
00:59Tak hanya itu, Jokowi berpesan jika PSI tak bisa dianggap remeh.
01:08Saudara-saudara, Bapak Jokowi,
01:11bahwa saya itu sudah masuk menjadi keluarga besar PSI.
01:17Itu sudah 14 Oktober 2025.
01:26Masih kurang jelas, masih kurang jelas, ini saya tunjukkan.
01:35PSI ini partai baru, tetapi sekarang ini sudah banyak yang ketakutan.
01:45PSI ini partai baru, tapi juga hati-hati.
01:51Meskipun partai baru, hati-hati.
01:55Ini akan menjadi partai besar.
02:04Riuh gugatan syarat pendidikan Wapres Gibran oleh Deni Indrayana di Mahkamah Konstitusi,
02:10seakan dihadapi Gibran seorang diri.
02:12Lantas kemana dukungan dari partai koalisi untuk Gibran?
02:16Benarkah Gibran mulai ditinggalkan?
02:34Sekjen Partai Solidaritas Indonesia Raja Juli Antoni menyebut,
02:38sengketa syarat pendidikan Gibran Rakabuming pada Pilpres 2024
02:42adalah siasat politik yang tidak beradab.
02:46Bagi Raja Juli, di dunia modern yang serba transparan,
02:50politik yang beradab harus dikedepankan.
02:53Ini adalah manuver-manuver politik yang tidak beradab.
02:57Sekarang ini kita sedang mengalami Kakutlah,
02:59Pak Presiden sekarang sedang sibuk menata bangsa ini.
03:03Masa masih diurus hal-hal yang remeh-remeh ya.
03:07Dulu jasa Pak Jokowi, hari ini Mas Gibran,
03:10mungkin besok Nafkesang, mungkin lusa jadi jasa Janetes gitu ya.
03:14Senada, relawan Gibran menilai apa yang dilakukan Dini CSDMK
03:19merupakan siasat mengganggu pemerintahan Prabowo Gibran
03:22dengan manuver lewat jalan konstitusional.
03:26Bahwa kalau kita berbicara PHPU,
03:32tidak boleh sendiri presiden dan wakil presiden.
03:38Dan hari ini kami menyayangkan bahwa dipolitisasi sedemikian cantik,
03:47seolah-olah Mas Gibran yang salah, tetapi ini dua-duanya.
03:51Sehingga kami melihat bahwa ini mengganggu Presiden Prabowo
03:55sebagai masyarakat yang memilih langsung Bapak Prabowo Gibran,
03:59wah kami keberatan ini dengan hal-hal seperti ini.
04:02Kenapa?
04:04Dianggap sebagai sesuai dengan kuridur hukum atau konstitusional.
04:10Nah ini yang repot ini.
04:12Sidang sengketa syarat pendidikan Wapres Gibran
04:15sudah ditahap menanti putusan selah hakim.
04:17Selama prosesnya bergulir di MK,
04:20kubu dari partai koalisi belum ada yang memperlihatkan
04:23dukungannya kepada Gibran secara terbuka.
04:27Menurut pengamat, hal ini memperlihatkan
04:29kekuatan politik Wapres di nilai koalisi tak terlalu signifikan.
04:35Kenapa partai politik koalisional pemerintah itu tidak ada yang pasang badan?
04:39Mungkin karena ini hanya menyangkut posisi dari wakil presiden Republik Indonesia.
04:44Tapi kalau presidennya yang misalnya digugat,
04:47saya termasuk yang hakul yakin,
04:49maka partai-partai koalisi ini tentu saja akan memberikan pembelaan dan pasang badan.
04:54Ini sepertinya terkait dengan power,
04:57ini terkait dengan pengaruh yang sepertinya
04:59dimiliki oleh Pak Wakil Presiden Republik Indonesia hari ini,
05:03ya mungkin powernya tidak terlampau signifikan
05:06di hadapan partai-partai politik koalisional pemerintah.
05:10Meski status ijasa SMA-nya kini diperdebatkan di ruang MK,
05:14Gibran justru terlihat sibuk meninjau wilayah yang baru saja alami bencana,
05:19seperti di Solok, Sumatera Barat,
05:21dan sebelumnya di Flores, Nusa Tenggara Timur.
05:23Tim Liputan, Kompas TV
05:32Hingga sidang kedua bergulir di Mahkamah Konstitusi,
05:36parpol koalisi Gibran belum ada yang berkomentar
05:38atau memberi dukungan secara terbuka.
05:40Benarkah Gibran mulai ditinggalkan koalisi?
05:43Kita bahas bersama politisi Partai Golkar,
05:45David Pajung, dan Direktur Eksekutif Trias Politika Agong Baskoro.
05:48Selamat petang semuanya.
05:50Selamat petang, Mbak Sindi, Mas David.
05:53Selamat petang, Mbak Sindi.
05:55Mbak David, ini ada kesan Gibran menghadapi serangan DNICS sendirian,
06:00cuma ditemenin sama teman-teman relawannya saja.
06:02Partai politik termasuk Golkar kemana, Bang?
06:06Iya, jadi gini, pertama ya,
06:09partai-partai ini memang masih fokus di dalam kerja-kerja kabinet,
06:13kerja-kerja politik, kerja-kerja koalisi.
06:16Yang kedua, secara politik dan hukum,
06:21ke partai, termasuk partai Golkar,
06:24partai-partai melihat bahwa sebenarnya
06:26apa yang dilakukan seorang Denny Indrayana itu
06:30nggak punya kekuatan apa-apa,
06:33baik itu secara konstitusi,
06:35secara hukum, maupun secara politik.
06:37Karena apa?
06:38Kita yakin, partai-partai juga yakin,
06:41Mas Gibran sebagai wakil presiden juga yakin
06:43bahwa itu akan mental.
06:45bahwa prosesnya itu diterima secara teregistrasi
06:50dan melalui proses ya,
06:52MK membuka diri untuk itu.
06:54Tetapi pertama,
06:57secara substansi hukum ya,
06:59konstitusi,
07:00ini kan laporan PHPU.
07:02PHPU itu sudah nggak memenuhi
07:05syarat hukum dan konstitusi,
07:07karena itu sudah lewat.
07:09PHPU itu kan hanya bisa diajukan
07:11tiga hari pasca pengumumannya
07:15saat 2024 yang lalu.
07:18Kemudian penggugat.
07:21Penggugatnya ini kan harusnya
07:23yang menggugat itu paslong.
07:24Tapi Bang David,
07:25Bang David,
07:27tapi kan juga Anda sebagai salah satu partai
07:29yang mengusung Mas Gibran waktu 2024,
07:31masa ia nggak memberikan bantuan hukum
07:33atau memberikan respons apa gitu Bang David?
07:38Karena gini,
07:39ini kasus ini sangat lemah,
07:41posisinya yang dari penggugat.
07:42Jadi tanpa dibantu pun,
07:44tanpa kekuatan diturunkan oleh partai-partai pendukung pun,
07:48juga ini akan lewat dengan sendirinya.
07:50Ini buang energi aja,
07:52melecehkan aja kalau partai-partainya
07:54harus turun tangan.
07:55Dan sebenarnya,
07:56kita sudah melihat yang terjadi ini.
07:58Ini akan mental dengan sendirinya keputusan itu.
08:01Karena itu tadi,
08:02PHPU-nya sudah tidak memenuhi syarat,
08:04penggugatnya juga legal standingnya nggak jelas,
08:07harusnya kan dua patlon yang kalah kemarin.
08:10Kemudian,
08:12tujuannya ini apa sebenarnya?
08:15Ketika ini direspon secara politik oleh partai politik,
08:18ini justru akan membesar
08:20kompetensi energi bangsa ini.
08:22Baiknya didiamkan aja,
08:23ini nggak artinya,
08:24dan ini pasti akan ditolak lah hasilnya nanti.
08:27Oke, Mas Agung,
08:28kalau Anda setuju ini memang didiamkan
08:30karena merasa tidak perlu direspon sebegitunya,
08:32atau Anda melihat ada faktor lain,
08:34kok sampai koalisi dari presidennya aja,
08:37atau istananya aja yang jelas-jelas menggandeng Gibran
08:39ketika 2024 ini nggak merespon apa-apa.
08:42Ya, justru ini kalau dibiarkan berbahaya, Mbak Sindi.
08:45Ini kan pertarungan persepsi dan legitimasi
08:48di hadapan publik.
08:50Dan politik soal persepsi dan legitimasi publik.
08:53Karena publik kita tahu sebelumnya sudah mendapati
08:56soal ijazah gate ini.
08:58Masalah ijazah ini di Pak Jokowi,
09:00ayah Anda Mas Gibran.
09:02Sekarang di Anandanya,
09:04Mas Gibran sendiri.
09:05Ini ada apa dengan keluarga Solo?
09:07Kok ijazah terus?
09:08Jadi pertarungannya bukan hanya sebatas di meja hijau ya,
09:12di Mahkamah Konstitusi.
09:14Tapi kalau di dalam politik,
09:15kalau persepsi,
09:16kalau legitimasi,
09:17digoyang,
09:18diganggu,
09:19ini bahaya.
09:20posisi politik,
09:22nafas elektoral,
09:23bisa terganggu.
09:24Misalkan PSI harus menghadapi persiapan
09:26sebagai peserta FEMOLU di 2029
09:30karena harus menempuh verifikasi administrasi
09:33oleh KPU.
09:35Ini kan kalau misalkan diganggu
09:37dengan soal-soal semacam ini kan
09:38jadi terhambat nanti PSI-nya.
09:41Belum lagi soal Jokowi.
09:42Mas Agung, sorry, saya patung dulu.
09:44Tapi kalau sampai sekarang artinya dari Istana
09:46atau Partai Koalisi Pendukung di 2024
09:48matanya tidak memberikan dukungan
09:50dan memilih diam,
09:51artinya apa?
09:52Artinya memang ya
09:54pertama tadi sempat disinggung,
09:56Mas Gibran secara politik memang
09:58sampai hari ini kan belum berlabuh
09:59ke partai manapun
10:00kecuali secara kultural
10:02dekat dengan PSI.
10:03Dan PSI kan hari ini bukan partai parlemen,
10:05Mbak Sindi.
10:06Jadi kalau untuk mendukung Mas Gibran
10:08secara personal,
10:10ini juga partai-partai khawatir
10:11residunya akan terdampak ke mereka.
10:13Yang kedua,
10:14secara institusional,
10:15keterikatan politik dengan Mas Gibran
10:17ini kan minimalis.
10:19Karena Mas Gibran dalam tanda petik
10:20tidak masuk ke partai parlemen manapun,
10:23hanya dekat secara kultural
10:25dengan partai non-parlemen
10:26atas nama PSI.
10:27Jadi kalau didukung,
10:28benefitnya apa sih buat kita?
10:30Malah-malah jadi kontraproduktif.
10:33Berarti Mas Agung,
10:34Jokowi efeknya sudah tidak besar lagi?
10:38Jokowi efek masih berefek,
10:40tapi tidak sebesar ketika Pak Jokowi
10:42menjabat sebagai presiden,
10:43Mbak Sindi.
10:44Dan ini akan terus mengalami
10:45tren penurunan
10:46kalau serangan-serangan politik
10:48yang dihadapi oleh Pak Jokowi,
10:50Mas Gibran, dan keluarga
10:51tidak dihadang dengan kekuatan
10:53yang semestinya.
10:54Tidak dibentengi dengan maksimal
10:57oleh PSI, oleh melawan,
11:00atau pihak-pihak lain seperti itu.
11:02Oke.
11:02Bang David, apakah Anda juga setuju
11:04ketika mendukung Mas Gibran?
11:06Artinya ada risiko negatif
11:08yang harus dihadapi oleh partai politik.
11:10Apakah itu masuk dalam
11:11hitung-hitungan partai Anda?
11:14Sebenarnya enggak.
11:15Enggak sama sekali.
11:16Karena begini ya,
11:17pertama gini,
11:18tadi kalau dikatakan Mas Agung
11:20bahwa ini akan memberikan dampak
11:22secara opini ya.
11:24Tetapika problem di MK itu
11:26bukan soal opini.
11:27Bukan soal opini.
11:28Ini soal konstitusi.
11:30Soal hukum tata negara.
11:32Soal legitimasi Undang-Undang Dasar
11:35NRI 1945 ya.
11:37Jadi kita yakin sekali
11:39bahwa ini tidak akan punya dampak
11:41sama sekali secara konstitusi,
11:43secara hukum.
11:44Karena pasti ini akan ditolak.
11:45Nah, sekarang ini kan ujian juga
11:47bagi MK sendiri.
11:49Wibawa MK ini
11:50tengah dipertaruhkan ya.
11:51Jadi tanpa supporting partai politik pun
11:54saya yakin
11:55dengan sembilan orang
11:57hakim-hakim yang punya integritas itu
11:59rasa-rasanya ini
12:00ini pertaruhan
12:01wibawa MK sendiri.
12:03Kalau
12:04apa yang disampaikan Mas Agung itu
12:06keraguan itu
12:07misalnya kalau ini memberikan dampak
12:09katakanlah
12:09mengikuti
12:11tabuhan gendang
12:12dan
12:12sebenarnya ini
12:13pelecehan konstitusi
12:15pelecehan terhadap MK
12:16oleh orang-orang yang
12:17mengajukan gugatan ini
12:19sebenarnya pelecehan besar
12:20karena
12:20apalagi disitu
12:21salah satu bunyinya adalah
12:22tolong MPR
12:23jadi mereka memerintahkan MPR
12:25untuk mempersiapkan
12:26dua nama
12:27untuk melakukan penggantian
12:29kepada Wak Presi Gibran
12:30ini pelecehan sekali.
12:31Berarti bukan karena
12:32nggak solid di kabinet
12:33makanya nggak ngasih dukungan
12:34ke Mas Gibran, Bang David?
12:37Ya, justru soliditas itu
12:38masih sangat terjaga
12:40di kabinet
12:40karena sekarang kan
12:41tadi saya katakan
12:42energi ini lagi fokus
12:44menangani berbagai problem-problem
12:46kebangsaan
12:46termasuk bencana-bencana
12:48di berbagai tempat
12:49yang terbaru ini
12:50di Solok
12:50Sumpah Barat
12:52nah itu sehingga
12:53emang rasa-rasanya
12:55bukan karena
12:56tidak men-support
12:58tetapi karena
12:59terlalu kecil problem
13:00untuk menggunakan
13:01kekuatan restrik
13:02karena kita yakin
13:04MK ini akan menolak
13:05bahwa MK
13:06melakukan prosesnya
13:07itu bagian dari
13:09rana dan prosedural
13:10yang ada
13:10tetapi secara
13:11substansi konstitusi
13:12substansi hukum
13:13kita sangat yakin
13:14itu akan mental nanti
13:15nah ini MK
13:16yang mempertaruhkan
13:17wibawa mereka
13:18kalau di luar itu
13:20prosesnya
13:21oke kalau gitu Mas Agung
13:22tapi kalau Anda melihat juga
13:23bagaimana
13:23posisi MK saat ini
13:25kita lihat ada beberapa
13:26hakim yang berasal dari
13:27backgroundnya politik
13:28sejauh mana
13:29tekanan atau mungkin
13:30hitung-hitungan
13:31pertimbangan politik ini juga
13:32pada akhirnya akan
13:33berpengaruh pada sidang
13:34yang sedang berlangsung
13:35dengan gugatan terhadap
13:37Gibran
13:37tapi sebelum kita bahas
13:41soal MK
13:41sebenarnya saya
13:42agak terkejut ya
13:45ketika misalkan
13:46KPU
13:47tidak melakukan
13:48verifikasi
13:49faktual terhadap
13:50ya
13:51keterangan
13:52penyetaraan
13:53ijazah itu
13:54dan kemudian
13:55Mbak Wasu
13:55tidak diberikan izin
13:56misalkan
13:57walaupun memang
13:58ada dasar-dasar
13:59hukum
13:59ya aturan main
14:01yang mengatakan
14:01bahwa itu tidak perlu
14:02di masa itu
14:03tapi begini Mbak
14:05Mas Agung
14:06disitu Anda melihat
14:07berarti ada intervensi
14:08politik juga saat itu
14:09sampai tidak di verifikasi
14:10ya sangat mungkin ya
14:12karena kan pemilu
14:13pesta politik
14:14semacam itu
14:14jadi maksud saya
14:15publik akhirnya jadi tahu
14:17kok begini bekerjanya
14:18seperti itu
14:19jadi kalau tadi
14:20Bang David Pajung bilang
14:21ini marwah MK
14:23dipertaruhkan
14:24justru dipertaruhkannya
14:25disini
14:26buat saya
14:26mengawasi
14:27mengoptimalkan
14:28kerja-kerja yang dilakukan
14:29oleh KPU
14:30dan Mbak Wasu
14:30yang tidak maksimal itu
14:32kok baru sekarang
14:33itu loh pertanyaan saya
14:35kenapa begini
14:36gitu loh
14:37jadi kalau saya
14:38justru ingin
14:39menyampaikan pesan
14:40disini
14:40ya berikan
14:41keleluasaan kepada
14:42Hakim MK
14:43untuk bekerja
14:44kita tahu
14:45diproposi dari
14:469 Hakim ini
14:47skornya berapa
14:48Mbak Sindi
14:48oke
14:48nah nanti
14:493, 4, 5
14:51atau seterusnya
14:51tapi yang jelas
14:52kita berikan
14:53keleluasaan
14:53apapun itu
14:54yang jelas
14:55yang paling penting
14:56perlu ada revisi
14:57undang-undang
14:58paket politik
14:59pemilu
14:59oke
15:00masih tidak berulang lagi
15:01oke
15:02mas Agung
15:02kesalahan
15:03diruan yang dilakukan
15:04oleh Bapak Su
15:05dan KPU
15:05oke
15:06dan nanti kita lihat juga
15:07di tanggal 28
15:07putusan selanya ya
15:08akan seperti apa
15:10Mas Agung
15:10Bang David
15:11terima kasih sudah berbagi
15:12di kompos petang
15:13selalu semuanya
15:16usaha jendela saudara
15:18timnas Indonesia
15:19memulai turnamen
15:20FIFA Asian Cup
15:212026
15:22dengan positif
15:23melawan
15:23The Lions Singapura
15:24Garuda menang 2-0
15:26kemenangan ini
15:27jadi modal
15:28untuk melawan
15:28Malaysia
15:29hari Senin
15:29pekan depan
15:32Sampai jumpa
15:33Sampai jumpa
15:33Sampai jumpa
15:34Sampai jumpa
15:35Sampai jumpa
15:35Sampai jumpa
15:35Sampai jumpa
15:35Sampai jumpa
15:37Sampai jumpa
15:37Sampai jumpa
15:37Sampai jumpa
15:38Terima kasih telah menonton!