Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Para penyelam dari TNI Angkatan Laut, terus berupaya mencari korban kapal Virgo Transport 8, meski menghadapi sejumlah tantangan.

Mulai dari arus gelombang, stamina penyelam, hingga risiko kapal mendadak berubah posisi.

Bagaimana para penyelam, tetap memastikan keselamatan dan keamanan, selama evakuasi?

Berikut liputan Jurnalis KompasTV Jonah Hamonangan dan Juru Kamera Arief Rahman dari Laut Jawa.

Baca Juga Pencarian Korban KM Virgo Diperpanjang 7 Hari, Fokus Cari Korban di Badan Kapal | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/regional/692891/pencarian-korban-km-virgo-diperpanjang-7-hari-fokus-cari-korban-di-badan-kapal-kompas-siang

#kapalvirgo #penyelam #tnial

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/692915/eksklusif-arus-tak-stabil-dan-jarak-pandang-jadi-tantangan-penyelam-tni-al-evakuasi-korban-km-virgo
Transkrip
00:00Kembali di Breaking News Kompas TV, saudara, para penyelam dari TNI Angkatan Laut terus berupaya mencari korban kapal Virgo Transport
00:068,
00:07meski menghadapi sejumlah tantangan.
00:09Mulai dari arus gelombang, stamina penyelam, hingga risiko kapal mendadak berubah posisi.
00:14Bagaimana penyelam tetap dapat memastikan keselamatan dan keamanan selama evakuasi?
00:18Berikut laporan Jurnalis Kompas TV, Jonah Hamonangat, dan Juru Kamera Arief Rahman dari Laut Jawa.
00:25Saudara, saya melihat bagaimana proses evakuasi kapal Virgo Transport 8,
00:30saya melihat bagaimana proses evakuasi yang dilakukan oleh para penyelam.
00:35Di hari kematian ini, kita melihat upaya dilakukan yang sangat luar biasa,
00:39di tengah adanya cuaca dan gerobang ombak yang sangat tinggi.
00:43Saya didampingnya ada dua narasumber, yang pertama adalah gas buskam laut keluar pada dua,
00:49selaku wajah Satgas Operasisar, yaitu dengan Koronel Laut Laut Juru Radija.
00:54Pak Irwan, saya mau jelaskan, perkenaan operasisar di hari ke-14 ini,
00:59dari penyelam katalog sendiri, menurunkan berapa unsur Pak?
01:02Baik, Pak Pak Pak Sema Jonas, di hari ke-14 ini,
01:05kita sudah mengarahkan tiga KRI, yaitu KRI G, KRI G, KRI SIM, dan KRI SDIKA,
01:13yang baru saja bergabung dengan kita.
01:15Kita masuk, kita didukung satu helipenter,
01:17dengan nomor lambung HS1311,
01:21yang saat ini sedang run di Banjarmasin,
01:24untuk membantu proses evakuasi ini aja.
01:27Pak Irwan, kalau kita lihat kan ini cuasanya dinamis ya,
01:30kalau suara kerobanya cukup tinggi, antara satu sampai dua meter,
01:33bagaimana mungkin pengaturan mungkin agar moral atau mental mereka tetap baik
01:37dengan cara di Evakuasi ini?
01:39Yang jelas, pasti kita memberikan semangat kepada para penyelam tekniknya katalog,
01:43dan juga logistik, logistik kita jangan sampai kurang,
01:48karena ini akan sangat membantu kegiatan penyelam dalam mencari korban.
01:55Untuk lokasi bangkai sendiri, pasti ada di bawah kita nih ya?
01:57Betul, betul, Mas Yonan.
01:58Jadi kita sekarang berada di atas di mana kain virtual transport kapal yang ada di bawah,
02:07di mana sudah ditandai oleh emergency rack marking queen,
02:12yang dipasang distrik navigasi perhubungan laut.
02:16Ini kan, Mas.
02:17Jadi, salah satunya warna kuning,
02:19kalau istri benar kita itu, Bapak?
02:22Marking ini berwarna biru dan kuning,
02:25terlihat cukup terang di pagi hari,
02:29dan nanti di malam hari akan memberikan flash lampu biru dan kuning.
02:34Jika unsur-unsur yang berada di sini,
02:37dari kali ini juga membantu dalam melaksanakan pengawasan dan pengamanan,
02:41sehingga perangkat navigasi ini bisa membantu pengamanan terhadap kapal-kapal emuritas.
02:48Demikian, Pak.
02:49Terima kasih banyak, Pak Irwan.
02:50Sekarang saya beralih ke Pak Arifin.
02:53Koronelot Arifin adalah Dansat Opebah Orpada II
02:57yang mengkoronelir khususnya operasi penyelaman.
03:00Pak Arifin, mungkin saya berjelaskan dulu,
03:03mungkin saya jelaskan, Pak.
03:04Berjelaskan dengan operasi penyelaman dilakukan,
03:07tapi kalau tidak berjelaskan sudah ada dua peraukaret yang dilakukan operasi ini,
03:11itu pula ya, Pak, ya?
03:12Terima kasih, Pak.
03:12Mungkin menjelaskan, Pak, pertanyaan dengan operasi penyelaman dilakukan ini, Pak.
03:16Baik, terima kasih, Pak Jenas.
03:17Kita sekarang sudah berada tepat di atas bangkai KMP 28,
03:22di mana operasi penyelam gabungan yang terdiri dari TNHK Talor dan BSG dan POSI
03:27melaksanakan evakuasi kurban jenazah yang terjabat di dalam KMP itu.
03:31Mulai dari Halon sampai Pembitan,
03:34tidak diketemukan satu jenazah pun yang berada di dalam.
03:38Ini kita sekarang, kita dapat saksian secara langsung melaksanakan sortie yang kedua,
03:42di mana sekarang sortinya kita terdiri dari 12 penyelam,
03:4610 penyelam yang turun di bawah,
03:48yang dua sebagai stand-by driver.
03:50Penyelam TNHK Talor terdiri dari 8 personel,
03:53dibantu oleh 4 dari BSG dan 1 dari POSI.
03:57Pak Riefin, kalau kita lihat di video-video yang viral,
04:00ada yang dikecapkan menggunakan palu.
04:02Betul, Mas.
04:04Baik, untuk teknik, sebenarnya jenazah semuanya yang ada di dalam KMP ini terjebak dalam ruangan.
04:10Ruangan sebelum kita turun, kita melaksanakan evaluasi dan kita berhubung dengan membuka kompartemen kapal,
04:17baru kita sampaikan kepada penyelam untuk teknis KMP,
04:19yaitu pemecahkan kaca setiap ruangan.
04:22Sebagian besar korban yang kita temukan semuanya berada di dalam ruangan.
04:27Salah satunya yaitu untuk mengeluarkan jenazah itu kita memacahkan kaca,
04:31tetapi perlu diwaspadai, begitu kaca dipecahkan itu mengeluarkan semacam racun-racun
04:37atau efek dari korban itu sendiri yang sudah lama terkukung di dalam ruangan,
04:44dalam ruangan, sehingga mengeluarkan semacam bau atau virus atau bakteri,
04:48yang itu yang harus diandari di dalam ruangan jenazah.
04:51Pak, ini terakhir Pak, setelah kata-kata, kalau saya sekarang kan memasangkan tidak mudah ya?
04:56Betul Mas, betul.
04:57Mungkin saya cerahkan Pak, tantangan seperti apa?
04:59Padahal ini kalau saya lihat kan posisi TAPANG, setiap waktu kan saya pakai serap.
05:03Betul Mas, betul Mas.
05:04Tapi saya boleh cerahkan Pak.
05:05Betul Mas.
05:06Tantangannya kalau kita sebagai penyelam,
05:09sebagian besar adalah pengaruh dengan arus gelombang.
05:12Gelombang setiap harinya itu tidak stabil, tidak sesuai dengan prediksi.
05:16Kalau di gelombang di atas ini adalah kurang lebih 1 sampai 2 meter,
05:20sedangkan di bawah terbatas di visibiliti.
05:23Dan perlu diketahui, kapal ini kan film ini posisinya tidak tidur atau duduk secara sempurna,
05:30di mirip sampai dengan 60 derajat.
05:33Jadi semua sektor penyelaman fokus pada lampung kanan.
05:36Saya perintahkan tidak ada yang menyelam di lampung kiri,
05:39karena posisi kapal ini kita tidak tahu sewaktu-waktu kapal ini akan rebahan sempurna di lampung kiri.
05:44Maka saya perintahkan penyelam, tidak ada yang menyelam di lampung kiri.
05:47Semuanya lampung kanan, demikian makanan.
05:49Nah, terakhir Pak, untuk upaya safety, khususnya bagi para penyelam,
05:53sehingga tidak ada mungkin adanya keselamaan atau mungkin ada hal-hal seperti itu.
05:57Betul, Mas.
05:58Penyelam yang utama ini adalah recovery.
06:01Yang pertama adalah keselam penyelam yang diutamakan.
06:04Dan kita laksanakan dari yang pertama, melaksana briefing.
06:07Saya pimpin sendiri, briefing terhadap semua penyelam gabungan.
06:10Setelah itu seluruh penyelam akan melaksanakan cek kesehatan.
06:13Ini untuk mengetahui kondisi penyelam.
06:16Kalau memang kondisi penyelam dinyata oleh dokter tidak berhak untuk turun,
06:20saya setelah tidak akan turun.
06:21Saya tidak akan paksakan.
06:22Karena faktor utama adalah keselaman dari penyelam sempit.
06:25Setelah melaksanakan penyelaman atau cek kesehatan,
06:28semuanya menggunakan alat selam.
06:30Dan perlu diperhatikan, saat menggunakan penyelam juga sangat berhati-hati.
06:34Tidak boleh kita menggunakan alat selam yang kita pakai,
06:37ternyata di belakang ada rintangan dan hambatan.
06:38Apalagi kita dekat sama penyelam yang lainnya.
06:41Itu kita hindari kumpulkan dan sebagainya.
06:43Terima kasih banyak.
06:44Terima kasih, Mas Jan.
06:45Oke, padahal Pak Kas, terus kamu lah.
06:47Terakhir, mungkin harapan kepada mungkin keluarga,
06:52di mana kalau kita akan usah alat selanjutnya begitu luar biasa dan maksimal,
06:56mungkin pasti banyak sekali yang mungkin mengharapkan ada berita baik,
06:59mungkin dari luar biasa.
07:00Terakhir.
07:01Baik, Mas Jan, kepada keluarga perbat,
07:03tentu saja kami turun diberikan cinta dan kami mohon doa kepada kita semua yang di sini
07:13untuk bisa melaksanakan misi SAR dengan maksimal dan apa yang kita harapkan bisa kita selesaikan dengan cukup.
07:20Terima kasih.
07:50Sampai jumpa.

Dianjurkan