00:00Untuk mengetahui operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8, kita sudah terhubung dengan Komandan Gogus Keamanan Laut Koarmanda 2, Laksamana
00:09Pertama Edy Setiawan.
00:10Pak Edy, selamat siang.
00:12Selamat siang, Mbak Sindi.
00:14Pak Edy, operasi pencarian kan diperpanjang lagi selama 7 hari ke depan. Apakah ada strategi atau metode yang berbeda yang
00:22akan dilakukan oleh tim dari TNI AL?
00:26Baik, terima kasih Mbak Sindi. Jadi hasil dari evaluasi dari Basarnas yang tadi malam di pencarian hari ke-14, tadi
00:35malam sudah diputuskan bahwasannya untuk kegiatan SAR akan diperpanjang sampai dengan 7 hari ke depan.
00:42Di mana evaluasi itu tetap akan dilaksanakan tiap 3 hari sekali untuk mendapatkan, memutuskan apakah dilanjutkan atau tidak.
00:49Tapi secara overall, 7 hari ke depan itu sudah diputuskan oleh Basarnas.
00:53Terkait dengan strategi, kita tetap menggunakan strategi yang sudah kita laksanakan sebelumnya, yaitu dengan memasifkan, menurunkan seluruh penyelamnya kita.
01:03Baik itu penyelam dari TNI Angkatan Laut, penyelam dari Gabungan Basarnas untuk turun ke area spot tenggelamnya dari KM Virgo
01:11Transport 8.
01:12Di mana rencana besok kita akan bergerak, ulangi, malam ini kita akan bergerak pukul 23.00 beserta dengan KN Purworejo,
01:22di mana KN Purworejo ini akan membawa peralatan chamber yang akan kita gunakan untuk hiperbarik para penyelam kita.
01:30Sehingga besok pagi pukul 08.00, local time atau waktu Indonesia bagian tengah, kita akan turunkan seluruhnya tim penyelam untuk
01:39turun ke bawah laut, ke area tenggelamnya KM Virgo Transport 8.
01:43Demikian, Mbak Cindy.
01:45Pak Yedi, tapi kalau dari hasil evaluasi rutin mendengar apa yang dialami oleh para penyelam, ada masukankah Pak untuk mengoptimalkan
01:54pencarian beberapa hari ke depan lagi?
01:58Untuk dari penyelam, tentu saja kita masih fokus, Mbak. Jadi kita masih belum berani untuk melaksanakan evakuasi dari lambung kiri.
02:06Kita harus berhati-hati karena posisi dari KN Virgo ini dia agak miring ke kiri.
02:11Jadi saran dari para penyelam yang turun ke bawah ini, yaitu tetap dengan memperbanyak para penyelam kita, kemudian tetap memperhatikan
02:19cuaca, kita akan meng-assessment semuanya, sehingga kita akan bersama-sama memperbanyak sorti penyelaman.
02:25Harapannya adalah kita akan mulai setat dari awal, pukul 08.00 sampai dengan pukul 17.00.
02:32Harapannya dengan memperpanjang jeda kita melaksanakan penyelaman itu, kita bisa menemukan banyak korban kembali.
02:39Demikian, Mbak Cindy.
02:40Pak Yedi, tapi dalam satu hari, idealnya bisa berapa sorti dan setiap kali penyelaman itu durasinya berapa lama yang aman
02:47untuk penyelam juga?
02:49Baik, terima kasih, Mbak Cindy.
02:51Jadi, yang kita sudah laksanakan yaitu kita menurunkan 4 sorti, di mana 4 sorti ini terdiri antara 6 sampai dengan
03:008 penyelam.
03:01Jadi, untuk satu penyelam, itu prosedurnya atau normalnya, itu menyelam di bawah permukaan itu antara 25 sampai dengan 30 menit.
03:12Setelah over dari 30 menit, dia harus digantikan oleh penyelam lainnya untuk turun ke bawah.
03:17Demikian secara bergantian, Mbak Cindy.
03:20Dengan pencarian selama 7 hari ke depan, apakah akan ada unsur dari TNI AL yang juga akan memperkuat petugas yang
03:27ada di sana, Pak, untuk pencarian korban?
03:57Baik, terima kasih.
03:58Tapi, dari Surabaya akan mengirimkan 2 unsur lagi, 2 KRI lagi, yaitu KRI Raden Edi Martadinata 331 atau KRI REM,
04:06dan KRI Bung Hatta 370 yang akan join pada kita.
04:10Jadi, harapan kita tidak ada kekosongan unsur yang ada di area tenggelamnya KM Fitgo Transport 8.
04:17Demikian, Mbak Cindy.
04:18Nah, Pak Edi, tadi kan juga disebutkan ada chamber dekompresi.
04:22Mungkin sebagai gambaran juga untuk kami, masyarakat yang awam, sebenarnya bagaimana cara kerja chamber dekompresi ini untuk mengamankan posisi atau
04:31kesehatan dari para penyelam yang sudah 20 sampai 30 menit di bawah laut dengan tekanan tinggi?
04:36Ya, jadi, kita membawa, kita membawa, ulangi, Basarnas itu sudah membawa peralatan chamber yang untuk terapihi berbarik kepada para penyelam
04:47TNI Angkatan Laut dan gabungan Basarnas yang sekarang ini sudah di-onboardkan atau diletakkan di KN Purworejo.
04:53Di mana sebelumnya KN Pacitan itu sebagai tempat holding area-nya para penyelam gabungan kita.
04:59Saat ini KN Pacitan sudah sandar di Pelabuhan TNI Angkatan Laut dan bergantikan ke KN Purworejo yang nanti pukul 23
05:06.00 akan bergerak ke lokasi.
05:08Fungsi dari chamber ini adalah untuk peralatan terapi berbarik untuk menjalankan terapi oksigen.
05:18Di mana pasien atau para penyelam kita ini harus menghirup oksigen murni 100% di dalam ruangan.
05:26Sehingga harapannya ketika dia sudah masuk ke dalam ruangan chamber ini, kondisi tubuhnya dia akan kembali bugar lagi.
05:32Ya, tubuhnya menjadi bugar, tubuhnya menjadi fresh, sehingga para penyelam ini dapat melaksanakan atau melanjutkan kegiatan penyelaman di kemudian hari.
05:41Nah, memang prosedurnya setelah lima kali dia melaksanakan penyelaman, harusnya dia sudah masuk ke ruangan chamber untuk melaksanakan terapi di
05:49perbarik.
05:50Demikian Mbak Cindy.
05:53Informasinya juga selain dekompresi, ada juga dekontaminasi yang mesti dilakukan juga oleh penyelam.
05:59Itu menjadi prosedur yang juga diwajibkan untuk setiap penyelam atau ada perasyarat juga Pak sebelum melakukan dekontaminasi tadi?
06:07Pastinya ada persyaratan-persyarat khusus tertentu ya Mbak ya, persyaratan khusus tertentu secara teknis, nanti dari tim penyelam sendiri yang
06:14merencanakan dan juga akan melaksanakan tindakan-tindakan tersebut.
06:21Demikian Mbak Cindy.
06:23Pak Edi, kalau untuk besok, bagaimana strategi yang sudah disiapkan juga untuk melakukan operasi pencarian korban lagi Pak?
06:32Kita masih menggunakan strategi yang sebelumnya, akan tetapi kita lebih masifkan kembali Mbak.
06:38Kita lebih masifkan lagi, kita tarik mundur mulai dari waktu mulai start kita penyelaman sampai dengan kita berakhirnya penyelaman.
06:46Dan saya mendapatkan laporan dari KRS Pika, untuk per hari ini hasil dari data Automatic Weather Station atau alat ukur
06:57cuaca dan alat CP, Acoustic Doppler Current Profiler, alat ukur arus bawah laut, melangi bawah air, bahwasannya kondisi saat ini
07:06bagus.
07:07Harapannya untuk besok akan kita update terus, kondisinya juga bagus.
07:11Untuk per hari ini cepat arus di arus layar permukaan itu cepatnya hanya 0.35 knots, kemudian cepat arus layar
07:1910 meter dari permukaan itu cepatnya 0.3 knots, kemudian di bawah layar 20 meter itu hanya 0.32 knots.
07:29Artinya ini adalah situasi yang sangat ideal bagi kita melaksanakan penyelaman bisa sampai dengan kedalaman 30 meter, bisa menyisir ruangan
07:38-ruangan untuk bisa memprediksi di mana letak dari korban-korban yang ada di bangkai KM Virgo Transport 8.
07:46Demikian Mbak Cindy.
07:48Kalau selain kondisi arus bawah laut atau arus bawah air sebenarnya apalagi sih Pak indikator aman atau tidaknya penyelam melakukan
07:54pencarian ke bawah laut?
07:58Indikator yang lainnya adalah kita ini kan para penyelam itu kan memasuki ruangan-ruangan atau kompartemen atau ruangan-ruangan kecil
08:06yang kita entry-nya masuk dari kaca-kaca yang sudah dipecah.
08:09Ini harus perlu kehati-hatian Mbak, karena ruangannya sempit jangan sampai kita bisa masuk ke dalam sampai mencapai ruangan-ruangan
08:16tertentu, kemudian kita tidak mengikuti tali jalan yang sudah dipasang, kemudian kita tidak bisa escape keluar.
08:22Ini kan butuh kehati-hatian dari para penyelam, apalagi kita bisa mengevakuasi dari dalam korban, kemudian kita bawa keluar, kita
08:30tidak tahu jalan, tidak tahu jalan keluar.
08:33Ini malah membahayakan dari para penyelam kita yang sudah masuk ke dalam ruangan-ruangan dari KM Virgo Transport 8.
08:39Ini yang menjadi kehati-hatian dari para penyelam TNI Katalaut dan Gabungan Basarnas.
08:45Demikian Mbak Sindi.
08:46Untuk gambaran kami juga Pak Edy, sebenarnya ketika melakukan pencarian korban, peralatan apa saja yang dibawa oleh masing-masing penyelam
08:55Pak?
08:55Kan kita juga tahu kemarin ada skenario memecahkan kaca terlebih dahulu, membawa korban itu keluar ke atas.
09:00Nah untuk mengamankan diri sendiri atau dalam hal ini adalah tim penyelam, sekaligus juga memudahkan proses pencarian, apa saja yang
09:06sebenarnya mesti dibawa?
09:09Yang jelas peralatan lengkap ya, peralatan lengkap penyelam itu seperti akwalung, kemudian pemberat, kemudian kita juga membawa alat pemecah kaca,
09:19kemudian kita juga tali jalan, demikian juga kita membawa lampu atau senter, kemudian kita juga membawa kamera GoPro.
09:30Itu salah satu kelengkapan-kelengkapan dari para penyelam kita, jadi dimana kita para penyelam ini tidak bisa sendiri turun ke
09:39bawah, pasti harus ada partnernya atau body pairnya, saling mengingatkan.
09:45Jadi ketika kita masuk ke dalam ruangan itu tidak bisa satu orang dia melaksanakan operasi sendiri, harus ada body pairnya
09:54lah untuk mengingatkan, demikian Mbak.
09:57Kalau ini kan sudah masuk ke hari pencarian ke-15 Pak, bagaimana kondisi para penyelam sebenarnya yang sudah memasuki ini
10:04sudah mau masuk ke minggu ketiga malah sebenarnya?
10:08Baik Mbak Sindi, jadi kondisi saat ini para penyelam TNI yang kata laut dan gabung Mbak Sanas kondisinya sehat, alhamdulillah
10:14sehat.
10:15Tapi kita sudah merencanakan untuk para penyelam ini melaksanakan terapi hiperbarik Mbak.
10:21Kita kan sudah ada chamber yang sekarang sudah di on-boardkan di KN Purworejo, dan kita masih dalam rangka pengecekan
10:29terlebih dahulu oleh tim dari LAKESLA.
10:31Tim dari LAKESLA, Lembaga Kesehatan Kelautan TNI Angkatan Laut, sudah ada satu dokter hiperbarik dan teknisi dari LAKESLA untuk mengecek
10:39kesiapan.
10:40Dan harapannya adalah chamber ini segera bisa digunakan untuk terapi hiperbarik sebanyak 45 para penyelam kita Mbak.
10:48Sehingga besok pagi kondisi para penyelam fresh, fit, sehingga bisa melaksanakan tugas penyelaman selanjutnya.
10:56Demikian Mbak Sindi.
10:58Laksamana pertama Edi Setiawan, terima kasih sudah berbagi di Breaking News Kompas TV.
11:01Salam juga untuk rekan-rekan penyelam semua di sana ya Pak, semoga sehat selalu.
11:05Ya, terima kasih Mbak Sindi.
11:06Terima kasih sudah menonton!