Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Presiden Prabowo Subianto kembali merombak susunan Kabinet Merah Putih pada 1 Oktober 2026. Sejumlah posisi strategis mengalami pergantian, termasuk tiga posisi menteri koordinator dan Menteri Luar Negeri.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dilantik sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi dengan tetap merangkap sebagai Menteri ESDM. Sugiono dilantik sebagai Menko PMK menggantikan Pratikno, sementara Jenderal Purnawirawan Dudung Abdurachman dilantik sebagai Menko Polkam menggantikan Djamari Chaniago. Posisi Menteri Luar Negeri ditempati Armanatha Nasir, sedangkan Jenderal Listyo Sigit Prabowo kini menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan.

Selain merombak kabinet, Presiden Prabowo juga melantik Jenderal Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Suyudi sebelumnya menjadi calon tunggal Kapolri dan resmi disetujui DPR dalam rapat paripurna pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Pengamat Politik UNAS Selamat Ginting menilai perombakan kabinet dan pergantian Kapolri yang berlangsung cepat merupakan bagian dari langkah Presiden Prabowo. Lalu, mengapa perombakan kembali dilakukan dan apa saja langkah strategis agar kabinet berjalan efektif?

Kita bahas bersama Politisi PDI Perjuangan Ansy Lema, Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong, dan Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro.

#reshuffle #prabowo #kabinetmerahputih #bahlillahadalia #suyudiarioseto

Baca Juga Tiga Jabatan Pimpinan Polri Berganti, Suyudi Jadi Kapolri, Wahyu Jadi Wakapolri | KOMPAS PAGI di https://www.kompas.tv/nasional/693780/tiga-jabatan-pimpinan-polri-berganti-suyudi-jadi-kapolri-wahyu-jadi-wakapolri-kompas-pagi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/693787/full-politisi-pdip-gerindra-trias-politika-bahas-reshuffle-kabinet-prabowo-ada-apa-sapa-pagi
Transkrip
00:00Presiden Prabowo Subianto kembali merombak susunan Kabinet Berah Putih pada 1 Oktober 2026.
00:06Sejumlah posisi mengalami pergantian, mulai Menteri hingga Kapolri.
00:10Lalu mengapa perombakan kembali dilakukan Presiden?
00:13Apa saja langkah strategis agar Kabinet ini efektif?
00:16Kita bahas bersama dengan politisi PD Perjuangan, Ansi Lewa,
00:20Jurubicara Partai Gerindra, Bahtra Banong,
00:22dan Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro.
00:26Selamat pagi, Bung Anzi, Bang Bahtra, Mas Agung.
00:30Selamat pagi, Bang Bahtra.
00:35Saya ke Bang Bahtra dulu, Bang Bahtra ini belum ada 2 minggu loh kita ganti Menkeu.
00:40Kemudian hari kemarin gitu ya, pas dengan hari Kesaktian Pancasila,
00:43ujung-ujung 18 orang nih dilantik menjadi pejabat baru,
00:47baik Kepala Badan, ada Menteri, Wakil Menteri, ada Menko baru juga.
00:51Ini sebenarnya apa dibalik ini, Bang Bahtra?
00:54Pertimbangannya apa?
00:56Sebetulnya saya ingin menegaskan ya bahwa
00:59berkenaan dengan resafel ini kan karena itu adalah hak bergati Presiden.
01:05Jadi sewaktu-waktu, bila Presiden merasa dibutuhkan untuk kemudian melakukan pengangkatan,
01:11pemberhentian kabinet, itu adalah sesuatu yang wajar.
01:17Karena memang Presiden diberi keunangan melekat soal hak bergati Bini.
01:22Nah tentu juga berkenaan dengan resafel ini kalau kita lihat kan ini juga bukan orang-orang baru.
01:29Bagian dari selama ini juga yang bekerja untuk membantu Presiden Prabowo.
01:35Dan tentu Pak Prabowo sudah melakukan profiling tertentu terhadap tugas-tugas baru yang diberikan oleh
01:41orang-orang yang sudah dilantik di kabinet kemarin.
01:46Maka dari itu tentu semua yang dilantik kemarin, harapan besar kami dari Partai Gerindra
01:52terus bekerja sekuat tenaga untuk menghadirkan bagaimana program-program yang sudah direncanakan oleh Presiden Prabowo
01:59yang sudah berjalan dan cukup baik ini bisa terus ditingkatkan
02:05agar bagaimana bisa lebih tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
02:10Karena inilah sebenarnya poinnya yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat.
02:13Masyarakat menaruh harapan besar terhadap kepemimpinan Pak Prabowo
02:17dan kami yakin dan percaya keputusan pergantian kemarin itu sesuatu yang tepat
02:22dan insya Allah mudah-mudahan bisa dijawab tantangan-tantangan selama ini
02:27yang disampaikan publik, aspirasi masyarakat
02:30dan ya kita mengucapkan selamat kepada mereka untuk bekerja lebih keras dan lebih giat lagi.
02:35Oke, kalau dari Bungansi sendiri melihatnya seperti apa pergantian sejumlah nama kemarin?
02:40Pasti ada urgensi yang melatar belakanginya
02:45dan kami yakin Presiden Prabowo melakukan reshuffle itu basisnya adalah evaluasi atas kinerja
02:52masing-masing menteri selama periode yang sudah dipercayakan.
02:58Kami sepenuhnya menghormati hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto
03:04hanya kami melihat reshuffle ke-7 dengan 18 menteri yang dirotasi
03:11ini tentu punya pesan yang harus dibaca tidak sekedar pergantian ataupun rotasi biasa.
03:17Kami melihat bahwa pasti ada ketidakpuasan atas kinerja ataupun kerja
03:24dari Presiden Prabowo Subianto terhadap sejumlah pembantunya.
03:29Sebab kalau kerjanya baik, pasti otomatis akan dipertahankan begitu.
03:35Jadi menurut kami ada hal yang belum berjalan sesuai dengan harapan Presiden Prabowo Subianto.
03:46Catatan kami selama ini kalau dari segi visi dan paradigma
03:54Presiden itu cukup clear, cukup jelas menyampaikan apa yang menjadi komitmen pemerintahan beliau.
04:04Tetapi persoalan yang kami lihat itu pada level implementasi aksi di lapangan
04:11yang kerap kali lemah, kedodoran.
04:15Karena itu Presiden melakukan evaluasi kali ini dalam banyak sektor.
04:23Kalau ditanya kepada kami harapannya apa?
04:26Ya harapan kami sederhana, reshuffle bukan saja mengganti siapa dan memasukkan siapa.
04:34Tetapi apakah reshuffle ini bisa meningkatkan kualitas kinerja dari pemerintah?
04:43Harapan PDI Perjuangan sederhana.
04:45Apakah reshuffle hari ini mendorong penyelesaian persoalan-persoalan yang dihadapi secara real oleh masyarakat?
04:54Mulai dari persoalan lapangan pekerjaan, persoalan ekonomi, kepastian hukum, perlindungan terhadap kaum rentan, dan sebagainya.
05:06Nah ini persoalan-persoalan yang harus bisa dijawab oleh Kabinet Presiden Prabowo Subianto.
05:14Kalau kami melihat misalnya pergantian Kapolri, ini menurut kami kan sebenarnya wacananya bukan baru.
05:22Dan tentu pergantian Kapolri ini erat kaitannya dengan regenerasi yang harus dilakukan.
05:29Mengingat Kapolri sebelumnya Pak Listio Sigit sudah cukup lama memimpin institusi ini.
05:36Harapan kami terhadap institusi Polri menjadi alat negara, menjadi pelayan rakyat yang mengayomi dan melindungi rakyat,
05:47bukan menjadi alat kekuasaan yang justru menekan rakyat.
05:51Ya teladanilah Kapolri Hugeng. Saya kira itu poin dari kami.
05:58Oke, baik. Saya ke Mas Agung. Mas Agung, kalau Anda melihatnya yang kemarin terjadi di tanggal 1 Oktober,
06:02ini memang murni untuk evaluasi kinerja?
06:05Ataukah kemudian untuk mengefektifkan Kabinet yang sudah ada?
06:09Atau ada tujuan lain sebenarnya?
06:12Ya, selalu ya aktivasi hak prerogatif Presiden itu karena seringkali tiga hal, Mas.
06:18Bagaimana ya? Soal politis, soal teknokratis, dan soal yuridis.
06:23Nah kemarin itu hanya dua nalar yang saya baca ketika Presiden mereshafal Kabinet ya,
06:29soal politis dan soal teknokratis.
06:32Soal kinerja kita tahu memang ada tren penurunan soal kepuasan publik terhadap pemerintah.
06:38Dan itu pula kenapa diperkuat misalkan ya, Menko Perekonomian dibantu oleh Kuah Menko Perekonomian.
06:46Ada Pak Derajat Wibowo di sana.
06:48Kemudian kalau soal-soal hukum ya, kita tahu ada Kapolri yang diganti.
06:54Pak Suyudi masuk bersama wakilnya semacam itu dan harapannya bisa melanjutkan ya,
06:59performa baik dari kepolisian.
07:01Nah kemudian yang ketiga soal-soal yang memang cukup signifikan berpengaruh adalah
07:06bagaimana ya kalau perekonomian harga-harga sembako yang harus stabil,
07:11penciptaan lapangan kerja tadi sempat disentuh Bang Ansih.
07:15Yang ketiga soal peningkatan daya beli semacam itu.
07:18Nah saya melihat memang yang muncul akhirnya Menteri Perindustrian dari Golkar, Pak Sarmuji.
07:24Ya ini akan disorot karena bagaimana beliau bisa menciptakan lapangan kerja ya,
07:31industrialisasi itu berjalan dengan optimal semacam itu.
07:34Karena ini yang selalu ditagih oleh publik ya bagaimana situasinya,
07:40apalagi kemarin sempat ya teman-teman kompas berturut-turut selama tiga hari di headline
07:44merespon soal pengangguran serjana yang mencapai jutaan semacam itu.
07:49Jadi saya kira Menteri Perindustrian nggak mudah tugasnya.
07:53Kemarin sudah diganti koleganya Pak Sarmuji, Pak Agus Gumiwang.
07:57Tapi harapannya beliau bisa menunjukkan ya bahwa walaupun dari partai ya,
08:02kinerja Menteri Perindustrian di tangan Pak Sarmuji bisa lebih optimal.
08:06Nah yang kedua memang secara politis Mas Bremana.
08:09Kita lihat yang banyak diubah itu menko ya, posisi menko.
08:13Kembali Golkar ya, posisinya ditambah dengan kehadiran menko hilirisasi dan ISDM,
08:20Pak Bahlil di sana.
08:21Kemudian menko Pak Jamhari diganti oleh Pak Dudung.
08:26Nah terakhir kita lihat menko yang memang apa namanya,
08:32dalam tanda petik memang belum terlihat optimal ya menko Polkam ini ya.
08:38Jadi Pak Dudung kemudian menggantikan Pak Jamhari
08:41dan harapannya fungsi-fungsi ya stabilitas keamanan di internal maupun di eksternal bisa lebih kokoh dan kuat lagi.
08:50Nah yang terakhir, menko PMK ya, Pak Sugiono ya, yang menggantikan Pak Pratik.
08:55Jadi kalau dilihat politisnya kuat ya di menko ini,
08:58karena menko ini kan jabatannya diisi oleh para ketum,
09:01para ketua Dewan Pembina,
09:03atau ketika Pak Pratik masih ada,
09:06dalam tanda petik orang dekat Porosolo semacam itu.
09:10Nah sekarang orang dekat Porosolo digantikan orang dekat Porosambala.
09:14Nah karena kita tahu Pak Sugiono ini adalah sekjen Gerindra ya.
09:19Kemarin waktu menjadi menlu banyak diberikan kritik, saran, dan masukan oleh publik,
09:24karena memang dianggap belum optimal.
09:27Nah ketika sekarang berada dalam posisi menko PMK,
09:29harapannya bisa senafas dengan posisi di sekjen Gerindra ya,
09:33karena fokus di level domestik.
09:35Jadi saya melihat politiknya di sana cukup kental,
09:38dan suka atau tidak ketika ada pergantian Kapolri juga demikian ya.
09:42Secara bertahap ya,
09:45Porosolo dikurangi pengaruhnya,
09:47walaupun tetap dirangkul.
09:48Ya kenapa?
09:49Karena Pak Presiden kita ini paling paham,
09:51merangkul lawan dan kawan.
09:53Ya lawan dalam tanda petik yang diseberang,
09:55seperti Bang Ansi dikasih amnesti.
09:58Lebak bulus dikasih abolisi semacam itu.
10:00Apalagi kawan yang selama ini berjuang bareng.
10:03Mesti ada kursi,
10:05mesti ada posisi yang diberikan semacam itu.
10:08Nah Pak Pratik ini memang belum tahu kita sampai sekarang
10:10posisinya apa setelah tidak lagi menjadi menko PMK.
10:13Apakah mungkin Matim Pres,
10:15atau yang lain semacam itu.
10:17Tapi yang jelas,
10:18mesti ada posisi yang diberikan,
10:20karena saya melihat seni poros hambalang ini mengelola kuasa yang dimiliki,
10:25ya bertahap berangsur-angsur dikurangi,
10:28sampai pada satu momen semua poros-poros politik ini setimbang,
10:32dan bisa diakomodasi secara proporsional dan profesional.
10:36Jadi jangan ada tendensi dekat ke salah satu,
10:38tapi harus dekat ke semua,
10:40pun kalau berjaga jarak,
10:41ya menjaga jarak ke semua.
10:43Supaya nanti jelang 2029,
10:45Mas Bremana,
10:46relasinya sehat,
10:48objektif pun kalau harus berlawanan,
10:50ya seperti biasa.
10:52Tapi yang jelas ketika berlawanan dengan Gerindra,
10:56poros hambalang,
10:57insya Allah semuanya dirangkul Bang Bahtera ya.
10:59Jadi semuanya akan dapat aman, tenang, damai,
11:02kalau sama Pak Prabowo itu ya.
11:04Jadi kawan aja dikasih abolisi dan amnesti,
11:06apalagi kawan seperti itu.
11:07Jadi ketika nanti PDIP bertarung dengan Gerindra,
11:10misalkan di Pilpres,
11:12ya sudah bertarung,
11:13habis itu teman lagi ya,
11:15berkoalisi lagi dalam konteks,
11:17apakah sebagai mitra strategis, mitra kritis.
11:20Tapi yang jelas,
11:22ya saya melihat pola-pola yang dilakukan oleh Gerindra,
11:25poros hambalang selama ini seperti itu.
11:27Jadi bagaimana harmoni itu bisa tercipta.
11:30Mungkin sebagai pengantar begitu, Mas Bremana.
11:31Oke, baik.
11:32Nah ini kemudian yang...
11:33Mungkin saya ingin menyambung ya.
11:36Silahkan Bu Angsir.
11:37Penjelasan Mas Agung ya.
11:39Tentu pertimbangan ataupun aspek politis
11:42itu tidak bisa dinegasikan sama sekali.
11:45Itu adalah realitas politik.
11:47Tetapi bahwa yang namanya aspek meritokrasi dan teknokrasi,
11:52itu harus menonjol.
11:55Kenapa?
11:56Karena hari ini harapan rakyat itu sangat tinggi.
11:58Tantangan-tantangan yang dihadapi bangsa ini tidak sederhana.
12:02Dan membutuhkan kerja-kerja berkualitas,
12:06kerja-kerja profesional,
12:07untuk bisa menjawab persoalan ini.
12:10Dan hanya meritokrasi dan teknokrasi
12:12yang bisa membawa bangsa ini keluar dari persoalan-persoalan penting.
12:17Ya catatan misalnya untuk Menteri Perindustrian.
12:20Hari ini kan ada sebuah realitas deindustrialisasi.
12:25Maka tantangannya adalah ciptakan iklim investasi
12:28sehingga proses industrialisasi itu bisa terjadi,
12:33membuka lapangan kerja,
12:35masyarakat terserap dalam angkatan kerja dan dunia kerja,
12:39punya pendapatan, daya belinya akan meningkat.
12:42Nah, ini sebenarnya kebutuhan-kebutuhan real
12:45yang bisa harus dijawab oleh masyarakat.
12:48Maka harapan kami adalah
12:49risafol ini bisa mengakselerasi
12:54sekaligus meningkatkan kualitas dan kompetensi
12:58kinerja pemerintah Presiden Prabowo Subianto.
13:02Selanjutnya, harapan kami,
13:04ini kan Mas Agung tadi sudah ngomong,
13:06Presiden Prabowo Subianto ini
13:08memainkan peran politik jembatan
13:11yang merangkul seluruh elemen bangsa
13:16ataupun seluruh elemen politik.
13:18Nah, pesan kami kepada partai-partai koalisi
13:21pendukung Presiden Prabowo Subianto,
13:24fokuslah bekerja.
13:25Untuk bantu Presiden.
13:27Pemilu masih tiga tahun lagi,
13:30jangan ada dulu kepentingan-kepentingan
13:33yang bisa mendistorsi fokus dan prioritas
13:37kerja dari pemerintahan ini.
13:40Ujung dari kerja ini adalah
13:42bagaimana membangun kepercayaan
13:45atau trust public.
13:46Itu sesuatu yang sangat mahal
13:49dan untuk mencapai itu
13:51harus dibangun dari reputasi
13:54atas prestasi kerja.
13:55Oke, ini yang saya langsung lempar ke Bang Bahtera.
13:58Tidak hanya soal membangun jembatan politik
14:00tapi juga teknokrasi dan juga meritokrasi
14:02di sana yang kita dorong
14:03agar pekerja pemerintah ini
14:06bisa efektif dan juga efisien.
14:08Bang Bahtera, seperti apa?
14:09Ya, tentu Presiden Prabowo
14:12terus melakukan kerja-kerja yang konkret
14:15yang nyata dengan sekuat tenaga
14:17termasuk barangkali
14:18dengan adanya perombakan kabinet ini
14:20yang bertujuan agar
14:22performa dan kinerja pemerintah
14:24betul-betul bisa lebih hadir
14:27di tengah-tengah masyarakat
14:29di mana masyarakat kita sangat
14:31membutuhkan perhatian pemerintah.
14:34Kalau kita lihat ya
14:34kita berbicara tantangan barangkali ya
14:37tantangan internal kita kan
14:39banyak sekali PR bersama
14:41bagaimana bisa menghadirkan
14:43kesejahteraan rakyat di suatu sisi juga
14:45kita sering menghadapi
14:47bencana-bencana dan ini saya pikir
14:50butuh kekompakan bersama
14:51butuh kegotong royongan
14:53untuk menghadapi tantangan semacam ini.
14:55Belum lagi faktor eksternal yang kita tahu ya
14:58kepastian global yang
15:00apa namanya
15:02sangat fluktuatif ya
15:03baik soal geopolitik kita
15:05geoekonomi kita
15:05nah ini semua yang membutuhkan
15:07kerjasama yang baik
15:08dan saya yakin dan percaya
15:10apa yang telah dilakukan oleh
15:12Presiden Prabowo
15:12termasuk kemarin perombakan kabinet
15:14bagian daripada untuk
15:16terus menghadirkan kerja-kerja yang konkret
15:19agar semua program-program
15:21yang sudah direncanakan oleh pemerintah ini
15:22bisa direksekusi dengan baik
15:25bisa tepat sasaran
15:26sehingga betul-betul manfaat dari program itu
15:29bisa dirasakan langsung oleh
15:31masyarakat kita
15:32karena inilah sebetulnya yang dibutuhkan oleh
15:34masyarakat
15:35yang dibutuhkan oleh publik
15:36dan Alhamdulillah
15:37Pak Prabowo selalu menjawab itu
15:39dengan kerja-kerja yang
15:40yang nyata
15:41maka dari itu
15:42saya yakin dan percaya
15:44keputusan yang diambil oleh Presiden Prabowo
15:46termasuk perombakan kabinet
15:47itu adalah sesuatu yang tepat
15:49kami dari Partai Gerindra
15:50terus melakukan dukungan yang
15:52apa namanya sepenuhnya
15:54dan apapun keputusan Presiden
15:56kami akan terus mendukung itu
15:58dan bagi kami adalah
15:59karena ini pemilu juga masih lama
16:03inilah saatnya untuk bekerja
16:05bagi rakyat
16:06bagi seluruh rakyat
16:07nanti urusan pemilu ada saatnya
16:09barangkali kita berbicara soal itu
16:11karena saat ini
16:13bagaimana fokus kami
16:14mengawal program-program Presiden Prabowo
16:17bisa lebih tepat sasaran
16:19karena kalau kita lihat ya
16:20mungkin harapan kita
16:22saya, Mas Agung, dan Bang Asi
16:24sama sepertinya ya
16:26bahwa ya saat ini memang
16:28masyarakat sangat membutuhkan
16:29kehadiran negara
16:30misalnya soal kesejahteraan rakyat
16:33terus penciptaan lapangan pekerjaan
16:36bagaimana kemarinnya
16:37kita bersyukur ya
16:38Menteri Koordinator
16:40berkenaan dengan helilisasi ini
16:41karena Pak Prabowo sangat konsen itu
16:42kalau helilisasi kita bisa
16:44dibereskan
16:45terutama yang berkenaan
16:46dengan sumber daya alam
16:47bukan hanya meningkatkan
16:49kesejahteraan
16:49tapi di sana
16:50pasti akan tercipta
16:52jutaan lapangan pekerjaan
16:53dan inilah yang
16:54dilakukan oleh Pak Prabowo
16:55sangat konsen terhadap
16:57bagaimana pengolahan sumber daya alam kita
16:58bisa kita kuasai sepenuhnya
17:00dan diperuntukkan untuk
17:02seluas-luasnya kemakmuran
17:04bagi rakyat kita
17:05jadi bagi kami
17:06kami akan terus mendukung
17:08langkah-langkah Presiden Prabowo
17:09dan insya Allah
17:10apa namanya
17:12sejalan dan senapas
17:14yang sedang dilakukan oleh
17:15Presiden hari ini
17:16terutama untuk
17:17kebaikan rakyat
17:18dan kemajuan bangsa kita
17:19oke baik
17:20tentunya efektif
17:21dan juga efisien
17:22yang kita harapkan
17:22di kabinet yang baru
17:24seperti itu
17:24tapi Mas Agung
17:25jika kita lihat jumlah menterinya
17:26sekarang ada 49
17:27kemudian wamen ada 57
17:29kemarin kita nambah
17:30menteri
17:32koordinator 1 gitu ya
17:33ada wamen yang nambah juga
17:34di wamen kooperekonomian
17:36ini sejalan tidak
17:37dengan upaya efisiensi
17:39yang sedang mungkin
17:40juga jadi fokus
17:42dari Pak Presiden
17:42ya saya kira ini
17:45trade off ya Mas
17:46Bermen mana ya
17:47jadi ketika merangkul koalisi
17:49memang akhirnya
17:50bobotnya jadi oversize gitu
17:52jadi besar
17:52sangat besar sekali
17:54dan ini memang perlu
17:55dipertimbangkan ke depan
17:57bagaimana bisa secara
17:58bertahap juga
17:58Presiden merampingkan
18:00sebenarnya
18:01apakah nanti di tahun ketiga ya
18:03ataupun di tahun keempat
18:06karena kalau seperti ini polanya
18:08saya punya kekhawatiran
18:10reshuffle akan
18:11dengan mudah
18:12akan terus terjadi ya
18:13menteri-menteri yang memang
18:15dirangkul secara politis ini
18:17kurang perform ya
18:19ketika
18:19bekerja
18:20semacam itu
18:21dan itu
18:22suka atau tidak
18:23memang
18:23sekilas kita lihat
18:25politiknya
18:26kenapa kental
18:27misalkan
18:28penambahan posisi
18:30menko ini kan
18:30dalam tanda petik
18:31mengapresiasi
18:32Golkar yang
18:32begitu loyal
18:33dengan Pak Presiden ya
18:35kemudian
18:36PAN juga
18:36dalam tanda petik
18:37juga loyal gitu
18:38sehingga mendapat posisi tambahan
18:40sebagai Womenko
18:41Perekonomian
18:41dan saya teringat
18:43dengan pidatonya
18:44Pak Julhas
18:45ketika hari ulang tahun
18:46PAN ke-28
18:47bahwa beliau
18:48dan Pak Bahlil
18:49tidak akan maju
18:50Pilpres
18:50karena akan mendukung
18:52Pak Prabowo
18:52semacam itu
18:53tapi kalau Cak Imin
18:54kita gak tahu ini
18:55kan
18:56Cak Imin terbahak-bahak
18:57kemudian
18:57seperti itu
18:58jadi
18:58saya melihat memang
19:00supporting
19:01koalisi
19:02pemerintahan hari ini
19:03saya melihat
19:04Golkar dan PAN
19:05dan itu diberi
19:06apresiasi langsung
19:07oleh Presiden
19:08ini kan memang
19:09menjadi dalam tanda petik
19:10ya
19:10trade-off tadi ya
19:12dalam tanda petik
19:14juga ini semacam
19:15agak
19:17berlawanan ya
19:17karena memang
19:18kita ingin
19:19ada efisiensi
19:20sebagaimana narasi
19:21yang sering disampaikan
19:22Presiden
19:22di banyak kesempatan
19:23dan
19:24ternyata ada banyak
19:25nomenklatur baru
19:26yang terbentuk di kabinet
19:28apakah atas nama
19:29Menko
19:30Wamen ya
19:31kemudian juga
19:32Menteri ya
19:33yang ditambah
19:34semacam itu
19:35jadi
19:35ini bisa jadi
19:36perhatian
19:37bagaimanapun
19:38ketika posisinya
19:39sudah ada
19:39anggarannya memang
19:40bisa disesuaikan ya
19:42secara administrasi
19:44di internal
19:44semacam itu
19:45sehingga
19:45ketika mereka eksis
19:47ya
19:47fokus anggaran itu
19:49untuk kinerja
19:49mas
19:50sehingga bisa dirasakan
19:51oleh masyarakat
19:52karena kan
19:53yang dituntun oleh
19:54masyarakat sekarang ini
19:55kan nyata nih
19:56kebutuhan sehari hatinya ya
19:57soal tadi ya
19:58sembako
19:59pekerjaan
20:00ya daya beli
20:01itu semua kan
20:02kalau misal
20:03tidak terjawab secara cepat
20:05ini akan menjadi
20:06pemerang politik juga
20:07bagi presiden
20:08karena
20:09merangkul
20:10ini kan otomatis
20:11dalam tanda petik
20:12mereduksi
20:12dimensi-dimensi
20:14soal teknokrasi
20:15soal meritokrasi
20:17soal kinerja
20:18terkadang ya
20:19kita gak bisa sekaligus
20:20mendapatkan orang yang
20:21secara politik oke
20:22tapi dalam tanda petik
20:24kinerjanya juga
20:25outstanding
20:26atau
20:26luar biasa
20:28semacam itu
20:28karena di masa sekarang
20:29gak bisa kerja menteri itu
20:30biasa-biasa saja
20:31karena situasinya kan
20:33krisis
20:33saya menganggap krisis
20:35karena geopolitik
20:35ekonomi penuh dengan
20:37ketidakpastian
20:37di dalam negeri juga
20:39kita menghadapi
20:40tantangan yang tidak mudah
20:41seringkali terjadi
20:42bencana
20:43karhutlah
20:44gempa bumi
20:45banjir bandang
20:46dan seterusnya
20:46jadi mindset menterinya
20:48mesti mindset
20:49punya sense of crisis
20:51gitu ya
20:51sehingga pekerjanya
20:52luar biasa
20:53oke
20:54jadi kalau memang
20:54diangkat secara politik
20:55KPA-nya
20:56KPA yang luar biasa
20:57harusnya
20:58nah
20:58itu perlu ditekatkan
21:00oleh kepala
21:01KSP yang baru ya
21:02nanti Pak
21:03Sigit Listio
21:04supaya apa
21:05menteri-menteri ini
21:06punya perform
21:07di atas rata-rata
21:08kalau misalkan
21:08hari ini ada penurunan
21:09kinerja di bawah
21:1050%
21:11ya ketika reshuffle
21:12ini berlangsung
21:13bulan depan
21:14atau 2 bulan lagi
21:15naik jadi 60%
21:17rebound gitu
21:17nah
21:18jangan sampai embalah
21:20trendnya tetap
21:20turun
21:21itu yang kita tidak mau
21:22seperti itu
21:23oke
21:23bukan sih
21:24mau nanggapi dari
21:25Mas Agung gitu ya
21:26ada tadi opsi misalnya
21:27perampingan di tahun ke-3
21:29ataupun tahun ke-4
21:29atau opsinya tadi
21:30yang meningkatkan kinerja
21:31agar kinerja
21:32kabinet meningkat
21:34dari 50%
21:34menjadi di atasnya
21:35seperti apa
21:36kalau dari pandangan
21:36PDIP
21:38ya harapannya kan
21:40kabinet ini
21:41bisa bekerja efektif
21:42untuk melahirkan
21:44solusi
21:45menjawab
21:46kebutuhan
21:46dan persoalan rakyat
21:47dan
21:49terus terang
21:50kami membatasi diri ya
21:51untuk bicara soal
21:53reshuffle ini
21:54karena
21:54sepenuhnya merupakan
21:55prerogatif presiden
21:57ya tetapi
21:58tentu
21:59tekanan kami
22:00kembali lagi
22:01kepada aspek
22:02meritokrasi
22:03dan teknokrasi
22:04ya
22:05memang
22:05tidak mudah
22:07dalam tanda petik
22:08mendamaikan
22:09aspek teknokrasi
22:11dan meritokrasi
22:12pada satu sisi
22:13dan
22:14aspek
22:15politis
22:16pada sisi yang lain
22:18karena kalau
22:18bicara politis
22:19tentu orang hanya
22:20bicara soal
22:21keseimbangan koalisi
22:22soal jatah
22:25soal kursi
22:26tetapi kalau kita
22:27hanya berhenti
22:28ke situ
22:28maka
22:30kabinet ini
22:31hanya akan
22:31berputar-putar
22:32di persoalan yang sama
22:34maka
22:34presiden Prabowo
22:35Subianto
22:36harus
22:36juga berani
22:38untuk bisa
22:39keluar dari sana
22:40dengan cara
22:41melakukan evaluasi
22:43secara ketat
22:44nah
22:45kami berharap
22:46reshuffle ini
22:47setidaknya
22:48menjawab
22:49lima tas
22:50yang pertama
22:51loyalitas
22:52kepada
22:53presiden Prabowo
22:54bukan saja
22:56kepada person
22:57seorang presiden
22:58tetapi
22:58kepada visi
22:59dan paradigmanya
23:01dan
23:01diturunkan
23:03dalam implementasi
23:04yang benar
23:04kenapa?
23:05karena presiden Prabowo
23:06ini
23:07dalam sebuah
23:08orkestrasi
23:09itu ibarat
23:10konduktor
23:11jadi loyalitas
23:12itu
23:13tidak bisa ditawar-tawar
23:14jangan sampai
23:15ada nada sumbang
23:16ada kepentingan
23:17lain
23:17yang berseberangan
23:19dengan
23:19kerja-kerja
23:21untuk rakyat
23:21yang kedua
23:22kalau sudah loyal
23:23kami harapkan
23:25ada soliditas
23:26kekompakan
23:27di dalamnya
23:28kekompakan
23:29dalam apa?
23:30dalam berkoordinasi
23:32dalam berbagi tugas
23:33dan peran
23:34kalau sudah ada dua ini
23:36yang ketiga
23:36itu sinergitasnya
23:38semakin
23:39semakin
23:39baik
23:41efektivitas
23:42kerja
23:42melahirkan
23:43solusi-solusi
23:44dan di ujungnya
23:45kualitas
23:46yang menghasilkan
23:48kepuasan
23:48kepada kabinet ini
23:50itu akan dirasakan
23:51oleh rakyat
23:52PDI Perjuangan
23:53walaupun merupakan
23:54partai di luar
23:55pemerintah
23:56kami tentu
23:57tetap menginginkan
23:58bahwa pemerintah ini
23:59bekerja secara optimal
24:01menjawab
24:03persoalan
24:04dan kebutuhan
24:05rakyat
24:05hadirkan
24:06ya
24:07kesejahteraan
24:08dan keadilan
24:09bagi rakyat
24:09oke
24:10kita langsung
24:11tanyakan ke
24:12Bang Bahtera
24:13sekaligus terakhir ini
24:14Bang Bahtera
24:14bagaimana tadi
24:15memastikan bahwa
24:16kerja
24:17menteri-menteri yang baru
24:18pejabat-pejabat yang baru
24:19ini bisa optimal
24:20dan juga implementasinya
24:22yang juga sesuai
24:23dengan apa yang kita harapkan
24:25ya kalau kita lihat
24:26ya jejak rekam
24:27daripada
24:27yang mengisi
24:28pos-pos
24:29kementerian lembaga
24:30kemarin itu
24:31saya pikir
24:32orang-orang yang punya
24:34jam terbang tinggi
24:35dan pengalaman panjang
24:36misalnya kalau kita
24:37bicara soal
24:38tadi
24:39kawan kami dari
24:41Partigo Golkar
24:42Menteri Perindustrian
24:42Pasar Muji ini kan
24:44Sekjen Golkar
24:46sekaligus dia punya
24:47pengalaman panjang
24:48di DPR
24:49dan memang bermitra juga
24:50dengan
24:50Kementerian Perindustrian
24:52artinya
24:53saya yakin dan percaya
24:54apa yang menjadi
24:55tuntutan publik
24:56selama ini
24:56berkenaan dengan
24:57penciptaan lapangan
24:58pekerjaan
24:59bisa diwujudkan
25:01yang kedua
25:01misalnya
25:02kita bicara soal
25:03badan baru ya
25:04reforma agraria
25:05yang selama ini
25:06juga menjadi keluhan
25:07banyak pihak ya
25:08dimana misalnya
25:09banyak sekali
25:10desa-desa yang
25:11ditetapkan sebagai
25:12kawasan hutan
25:13akhirnya tidak bisa
25:14membangun
25:15puskesmas
25:16tidak bisa membangun
25:17fasilitas pendidikan
25:18dan kemarin juga
25:19diisi oleh
25:20mantan waka polri
25:21artinya
25:21mantan waka polri
25:23kan pasti punya
25:25strong leadership
25:26yang kemudian
25:27bisa menyelesaikan
25:27banyak sekali
25:28sengketa-sengketa
25:29soal reforma
25:31agraria ini
25:31belum lagi kita bicara
25:32misalnya
25:33kemarin
25:34Pak Bahlil kan
25:35yang sebagai
25:36Menko
25:36dan memang selama ini
25:37kan
25:37mengurusi soal
25:39apa namanya
25:41sumber daya
25:42alam kita ya
25:42jadi saya pikir
25:43ini adalah
25:44performa yang
25:44yang baik tentunya
25:46dan ada
25:46segien kami
25:47jangan lupa ya
25:47Pak Sugiono
25:48selama ini juga
25:50menjadi Menlo juga
25:51walaupun masih
25:52banyak
25:53apa namanya
25:55istilahnya
25:56masukan-masukan
25:57tetapi
25:57alhamdulillah
25:57performa beliau juga
25:58sangat baik ya
25:59di kabinet
26:00Prabowo
26:01Gibran hari ini
26:02dan sekarang
26:03diberi
26:04kewenangan
26:04yang misalnya
26:05menjabat sebagai
26:06Menko
26:07kami yakin
26:07dan percaya
26:08Pak Sugiono
26:09ini kan berbeda
26:10dengan
26:10apa namanya
26:11figur-figur lain
26:12memang Pak Sugiono
26:14ini segien kami
26:14tidak banyak bicara
26:15tapi memang
26:16fokus untuk terus
26:17bekerja
26:18tidak banyak
26:18apa namanya
26:19menyampaikan sesuatu
26:20di publik
26:20tapi kerja-kerjanya
26:22secara nyata
26:22secara konkret
26:23dan tentu kita
26:24bisa rasakan bersama
26:26termasuk kami
26:26di Partai Green
26:27terhadap itu juga
26:27di Ojadi Sekjen
26:29banyak sekali ya
26:29terobosan-terobosan
26:30yang dilakukan hari ini
26:32dan kami yakin
26:33dan percaya
26:33begitu pun
26:34misalnya
26:34Kapolri yang baru
26:35kemarin
26:36apa namanya
26:37tentu
26:38selain soal
26:39regenerasi
26:40Pak Presiden juga
26:42pasti memilih
26:43orang-orang yang terbaik
26:44untuk kemudian
26:45bagaimana performa
26:47kepolisian yang sudah
26:48baik ini
26:48bisa diteruskan
26:49dan kalau perlu
26:50ditingkatkan
26:50lebih baik lagi
26:52dan kami pasti
26:53yakin dan percaya
26:54keputusan yang diambil
26:56oleh Presiden Prabowo
26:56terhadap
26:57perombakan kabinet ini
26:58adalah sesuatu yang pas
26:59yang tepat
27:00dan kami dari Partai Gerindra
27:01akan terus mendukung
27:02langkah-langkah
27:02Presiden Prabowo
27:04dalam rangka
27:05untuk kemajuan
27:06dan mudah-mudahan
27:07itu semua bisa menjawab
27:08harapan dan ekspektasi publik
27:10waktu yang akan menjawab
27:11Bang Bahtera
27:11kedepannya seperti apa
27:12kinerja nama-nama baru
27:14di Kabinet Merah Putih
27:15Reshuffle Jilid Ketujuh ini
27:16terima kasih Bang Bahtera Banong
27:17Juru Bicara Partai Gerindra
27:19Bung Ansi Lema
27:21politisi PDP
27:21dan juga Mas Agung Baskoro
27:23Direktur Eksekutif Trias
27:24Politika Strategis
27:25sudah bergabung
27:25disampai Indonesia pagi
27:26selamat pagi
27:27selamat pagi
27:27selamat sehat semuanya
27:27selamat pagi

Dianjurkan